Articles
648 Documents
Perilaku Pemilihan Tempat Duduk oleh Pengunjung pada Taman Bungkul Surabaya
Sari, Yuni Andita;
Rukmana, Nur Anisa;
Pradiviana, Elvira Rizka
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan konsep perilaku berupa privasi, dan ruang publik hadir di Taman Bungkul Surabaya. Pola tempat duduk yang diatur secara terpusat dapat memudahkan interaksi sosial bagi pengunjung dan sekaligus menjadi pusat kegiatan di Taman Bungkul. Pola pemilihan dan peletakkan tempat duduk sangat berpengaruh bagi jumlah pengunjung dan kualitas interaksi sosial yang tercipta di Taman Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan pemilihan tempat duduk di taman Bungkul, Surabaya. 2) mendeskripsikan fenomena perilaku pemilihan tempat duduk pada taman kota. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatitif. Pendekatan deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang sedang berlangsung saat ini dengan teknik observasi dan cara pengumpulan datanya menggunakan metode Person Centered Mapping , yang digunakan untuk mengetahui pola aktivitas sekelompok manusia dalam kecenderungan memilih tempat duduk dan pemanfaatan ruang. atau mengelompokkan perilakunya dalam suatu situasi waktu dan tempat tertentu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penataan setting fisik atau lingkungan dalam ruang publik, dapat mempengaruhi perilaku pengguna dalam memilih tempat duduk di taman
Identifikasi Peralihan Aktivitas terhadap Ruang Publik di Makam Kembang Kuning
Putra, Indra Rano Dwi;
Riqey, Alief;
Khoirulloh, Sulthan Muhammad Zachroni
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Surabaya merupakan salah satu kota yang pernah di jajah oleh Belanda pada saat masa kemerdekaan, selain itu kota ini juga disebut sebagai kota Pahlawan karena pemuda-pemuda di Surabaya dapat menaklukan Belanda hanya dengan bambu runcing. Pada saat di era Belanda pada Perang Dunia ke -2, Pasukan belanda membuat suatu makam yang dijuluki Makam Kembang Kuning untuk memberi penghormatan terakhir kepada pasukan Belanda yang tewas ketika terjadinya Perang Dunia ke-2. Maka tidak heran bahwa di Surabaya banyak sekali peninggalan-peninggalan Belanda yang masih digunakan, salah satunya adalah makam kembang kuning yang terletak di jl. Kembang kuning kecamatan sawahan. Lahan ini biasa digunakan sebagai tempat prostitusi pada malam hari. Berbeda pada siang hari, lahan ini difungsikan sebagai mestinya seperti orang berziarah dan berdoa. Namun, lahan ini bukan hanya berfungsi sebagai pemakaman tetapi juga menjadi lahan perdagangan dan menjadi tempat asusila. Makam yang seharusnya di hormati menjadi sebuah tempat yang bukan seharusnya seperti tempat bermukim warga di area makam dan juga tempat berbuat tidak senonoh. Timbulnya faktor prostitusi berbagai macam hal dan berbagai macam alasan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran nyata keadaan di dalam ruang publik berdasarkan interpretasi observasi langsung serta dilakukan metode wawancaera agar penulis dapat memahami dari segi human behaviour. Pengamatan peneliti didasarkan pada kajian pustaka yang dilakukan terhadap pustaka tentang ruang terbuka dan perilaku masyarakat dalam ruang publik yang relevan. Sebagai bagian dari proses pemahaman fakta di lapangan, teknik survei terbuka dilakukan pada tiga ruang terbuka di kawasan permukiman Manggar untuk mengetahui pola aktivitas pengguna ruang dalam hal penetration, action pattern, behavior mechanisms, dan welfare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka publik terbentuk melalui aktivitas rutin masyarakat secara alami, dan juga faktor pendorong ekonomi yang didukung dengan Human Behavior.
Penerapan High-Tech Architecture dalam Perancangan Yogyakarta Science and Tecnology Park
Mas'ud, Muhammad;
Natalia, Dita Ayu Rani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Yogyakarta adalah salah satu kota yang terkenal akan pertumbuhan kotanya, faktanya perkembangan kota hanya terfokus ke bagian tengah dan utara. Pemerintah pada akhirnya ingin mengembangkan Yogya bagian selatan, karena bagian selatan pertumbuhan kotanya tertinggal. Salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta yaitu Taman Pintar sekarang ini lebih di fungsikan untuk wisata bagi anak-anak. Oleh karena itu pemerintah ingin mengembangkan Taman Pintar di daerah Yogya bagian selatan yaitu dengan pembuatan Science and Techno Park untuk keberlanjutan dari pengembangan taman pintar. Tujuan dari pembuatan Science and Techno Park sendiri adalah sebagai tempat untuk fasilitas penelitian dan perkembangan iptek yang menghubungkan istitusi perguruan tinggi dengan dunia industri, serta sebagai sarana wisata edukasi bagi pengunjung. Yang diharapkan bisa menjadi pemicu pertumbuhan Kota Yogyakarta bagian selatan. Science and Techno Park ini menggunakan pendekatan High-Tech Architecture agar mendukung fungsi dari Scinece and Techno Park sebagai pusat penelitan dan pengembangan teknologi. Pendekatan High-Tech Architecture merupakan cara untuk menunjukkan bahwa bangunan Science and Techno Park ini nanti terlihat modern dan bervisi ke masa depan. Salah satunya dengan penerapan High-Tech yaitu pada expose struktur bangunan dan penggunaan material pada fasad bangunaan. Hasil yang diperoleh dari pendekatan High-Tech Architecture pada Perancangan Science and Technology Park adalah tampilan bangunan yang terlihat High-Tech yaitu dengan cara expose struktur, pemilihan material pada fasad, dan penerapan sistem utilitas dalam bangunan.
Identifikasi Obyek Wisata Puri Maerokoco Semarang
Septiyaningsih, Titin;
Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Obyek wisata adalah suatu tempat atau keadaan alam yang memiliki sumber daya wisata yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan, obyek wisata dapat berupa museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain. Kepariwisataan dapat juga dijadikan sebagai katalisator dalam menggalakkan pembangunan perekonomian karena memberikan dampak terhadap perekonomian di Negara yang dikunjungi wisatawan. Kedatangan wisatawan pada suatu daerah tujuan wisata telah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan penduduk setempat. Obyek wisata Puri Maerokoco merupakan salah satu obyek wisata yang berada di di Jalan Yos Sudarso Semarang, kurang lebih 5 km dari Tugu Muda. Obyek wisata Puri Maerokoco memiliki danau yang memiliki kondisi air yang keruh dan kotor disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri yang tidak dapat menjaga alam. Disamping itu danau pada obyek wisata Puri Maerokoco juga memiliki manfaat bagi pengelola dan pengunjungnya, manfaat bagi pengelola yaitu semenjak tahun 2016 di bangunnya trek wisata mangrove yang mengitari danau mulai ramai lagi dikunjungi setalah sekian lama tidak beroperasi. Sedangkan manfaatnya bagi pengunjung yaitu dapat mengitari danau dengan kapal dan juga berjalan kaki dengan mengitari trek mangrove.
Evaluasi Kenyamanan Sarana dan Prasarana Waduk Gajah Mungkur sebagai Objek Wisata Kabupaten Wonogiri
Raharja, Oktafriano Aditya;
Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Objek wisata waduk Gajah Mungkur terletak di Desa Sendang, selatan Kota Wonogiri merupakan salah satu destinasi yang digemari masyarakat Wonogiri. Penelitian dilakukan karena objek wisata waduk Gajah Mungkur terdapat masalah pada sarana dan prasarana, seperti kondisi beberapa tempat sampah yang kurang baik dan kebersihannya. Tujuan penelitian : (1) mengetahui kondisi sarana dan prasarana; (2) mengetahui kenyamanan pengunjung dengan fasilitas yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dengan metode ini dilakukan dengan cara observasi di lapangan yang kemudian diperkuat dengan studi literatur, wawancara dan questioner. Hasil penelitian dengan observasi menunjukkan bahwa rata – rata sarana dan prasarana sudah baik dalam segi standar, kondisi, kenyamanan, tetapi pada beberapa sarana dan prasarana memiliki beberapa masalah. Sedangkan dari penilaian pengunjung menunjukkan hasil yang baik dengan rata – rata kategori nyaman. Kesesuaian standar dengan pendapat pengunjung belum secara otomatis mendukung kenyamanan pengunjung. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa perbedaan hasil sarana dan prasarana, khususnya pada jalan masuk, sistem pembuangan limbah/ drainase, tempat parkir, tempat sampah, toilet. Selain itu, pihak pengelola belum merawat dan menjalankan sarana prasarana yang ada dengan maksimal, serta pengunjung belum turut serta menjaga kebersihan sarana dan prasarana objek wisata.
Analisa Kenyamanan Sudut Pandang pada Tribun Gedung Olahraga Mustika Kabupaten Blora
Sadewo, Wellong;
Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sarana adalah sesuatu yang digunakan sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Adanya sarana dan prasarana tersebut sangat penting dlam menunjang kenyamanan pengguna ruang. Seperti contohnya pada komplek gedung olahraga mustika yang terletak di karangjati kecamatan blora, kabupaten blora. Salah satu sarana yang sangat berperan penting dalam mendukung kenyamanan gedung olahraga adalah tribun. Dikarenakan disitulah tempat yang paling sering digunakan leh pengguna ruang. Untuk memudahkan penelitian akan digunakan metode studi literature guna mendapatkan refrensi maupun penguat-penguat fakta yang ada, kemudian menggunakan metode observasi secara langsung pada lokasi komplek gedung olahraga mustika guna memudahkan penilaian sarana dan prasarana sehingga data yang diperoleh bersifat nyata. Selanjutnya menggunakan metode wawancara pada narasumber yaitu, petugas pengelola gedung guna memperlengkap data data yang ada. Hasil dari penilitian penilitian diharapkan dari data data yang ada dan diolah adalah sebuah kesimpulan sudahkah sudut pandang tribun gedung olahraga mustika memenuhi standar kenyamanan pada suatu bangunan gedung olahraga. Sehingga dapat menjadi bahan evaluasi oleh pihak terkait untuk menjadi acuan guna meningkatkan kualitas komplek bangunan tersebut.
Faktor Penyebab Taman Sukowati di Kota Sragen Sepi Pengunjung
Pamungkas, Sigit Gigih;
Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Taman merupakan sebuah areal yang berisikan komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lainnya yang sengaja direncanakan dan di buat oleh manusia dalam kegunaanya sebagai tempat penyegar dalam dan luar ruangan. Konsep perkembangan taman seiring dengan mengikuti perkembangan jaman dan salah satu yang sangat berkembang di setiap kota besar adalah konsep taman minimalis. Taman juga merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang di peruntukan untuk sarana publik yang biasa ada si setiap kota. Seperti halnya taman Sukowati yang terletak di kota Sragen. Diantara taman lain yang ada di kota Sragen taman Sukowati terletak di jantung kota Sragen akan tetapi taman Sukowati kurang diminati oleh orang-orang di sekitar taman Sukowati itu sendiri. Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui permasalahan dan fartor-faktor penyebab taman tersebut kurang diminati publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, observasi dan wawancara.
Evaluasi Kapasitas Parkir yang Layak pada Pusat Perbelanjaan Rita Pasaraya
Lustanti, Feri Lela;
Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebumen adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berada di pesisir pantai selatan. Saat ini Kebumen belum memiliki bangunan ikonik karena tingkat pembangunan di kota ini belum maksimal. Rita Pasaraya merupakan salah satu bangunan supermarket yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Kebumen terutama Hari-Hari libur dan Hari- Hari besar. Sudah bisa dipastikan bahwa tempat ini akan sesak dan ramai pengunjung. Bangunan yang baik adalah bangunan yang menyediakan fasilitas atau prasarana sesuai dengan kebutuhan para pengguna ruang, seperti kebutuhan parkir kendaraan yang harus diperhitungkan dengan matang. Begitu pun dengan Rita Pasaraya yang telah menyediakan tempat parkir bagi para pengunjung. Namun masih banyak kendaraan yang terparkir dibadan Jalan Pahlawan, sehingga menjadi pertanyaan apakah kapasitas parkir yang disediakan Rita Pasaraya sudah memenuhi kebutuhan. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif yaitu mengumpulkan, menganalisis dan mengolah data yang didapatkan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara kepada tukang parkir. Analisis dilakukan dengan cara menghitung akumulasi dan tingkat penggunaan parkiran Rita untuk mendapatkan kelayakan kapasitas parkir serta membuktikan kebenaran apakah Rita menjadi penyebab kemacetan di Jalan Pahlawan. Setelah dianalisis dapat disimpulkan bahwa : (1) Rita Pasaraya telah menyediakan tempat parkir yang kapasitasnya masih cukup untuk menampung motormotor yang terparkir di badan Jalan Pahlawan. (2) Kapasitas yang tersedia untuk parkir mobil masih kurang (3) Membuat parkiran 2 lantai menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk menambah kapasitas parkir mobil.
Identifikasi Ketersediaan Ruang Publik pada Stasiun Purwosari terhadap Kenyamanan Pengunjung
Rismiyanti, Lusi;
Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stasiun Purwosari atau sering disingkat PWS merupakan stasiun kereta api kelas I yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta dan hanya melayani KA kelas ekonomi lintas selatan dan lokal/ komuter saja. Kenyamanan penumpang atau pengunjung merupakan hal yang utama pada transportasi publik. Tak terkecuali pengguna kereta api. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengkaji keterkaitan antara ketersediaan ruang publik di Stasiun Purwosari terhadap kenyamanan pengunjungnya. Kali ini penulis akan mengkaji kenyamanan pengunjung Stasiun Purwosari menggunakan standar SNI 03-1733-2004 baik pengguna normal maupun difabel. Beberapa ruang publik yang diamati terbagi menjadi 2 zona yaitu zona keberangkatan dan zona kedatangan. Pada zona keberangkatan terdapat area drop off, hall, loket pembelian tiket, konter cek in, ruang tunggu, kamar mandi, dan mushola. Sedangkan zona kedatangan terdapat ruang tunggu, kamar mandi, warung makan, koridor menuju angkuta umum. Metode yang digunakan dalam menganalisis objek studi menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan memaparkan kondisi eksisting melakukan observasi lapangan dan analisis data. Hasil analisa Stasiun Purwosari adalah Secara umum hampir semua ruang publik pada Stasiun Purwosari nyaman. Hanya area drop off dan mushola saja yang tidak nyaman untuk pengguna difabel karena tidak tersedia ramp untuk akses difabel.
Penerapan Konstruksi Bambu dan Arsitektur Berkelanjutan pada Bangunan Dancing Mountain House Karya Arsitek Budi Pradono
Asih, Anisa Sukma;
Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah benar bangunan Dancing Mountain House yang merupakan salah satu karya dari arsitek ternama yaitu Budi Pradono dapat diklaim sebagai bangunan yang Green / arsitektur berkelanjutan. Saat ini banyak sekali bangunanbangunan yang dapat diklaim sebagai bangunan hijau tanpa tahu alasannya, dan tolok ukur bangunan hijau itu seperti apa. Salah satunya bangunan karya Budi Pradono, karya yang berhasil memperoleh penghargaan sebagai proyek residensial terbaik seantero Asia dalam Arcasia Architecture Awards (AAA) pada tahun 2016. Bangunan ini berlokasi di Jl. Flamboyan, Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Desain telah banyak dikenal dengan konsepnya dan material yang digunakan adalah sustainable atau ramah lingkungan. Material utama dan mendominasi adalah material bambu. Metode yang digunakan untuk mengkaji material tersebut yaitu metode analisis data campuran. Datadata yang dianalisa berupa data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini telah dilaksanan mulai bulan September s/d Desember di tahun 2020. Dan dilakukan sebuah observasi selama satu bulan yaitu pada Bulan November. Pada Bulan November peneliti benar-benar fokus terhadap data yang akan dicari, mulai dari kunjungan objek sampai dengan interview dengan owner yaitu Budi Pradono. Data – data yang diperoleh kemudian juga diolah dengan parameter GBCI- Greenship Homes Version 1.0. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui bahwa material bambu dapat diklaim sebagai material yang berkelanjutan atau ramah lingkungan. Hal tersebut didasari dengan diperolehnya peringkat GOLD dari penilaian yang menggunakan parameter Greenship Homes Version 1.0. Material bambu ini juga diterapkan sebagai fungsi struktur pada tiangdan atap bangunan juga sebagai fungsi interior furnitur pada bangunan ini. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya Dancing Mountain House dapat meningkatkan poin-poinnya pada indiKator material agar dapat meraih peringkat platinum. Sedangkan untuk peneliti-peniliti selanjutnya bisa melakukan analisa lebih mendalam mengenai item-item greenship pada objek Dancing Mountain House ini.