cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 648 Documents
Evaluasi Pencahayaan Alami dan Kenyamanan Termal sebagai Penerapan Arsitektur Tropis pada Masjid Al Wustho Mangkunegaran Priyadi, Aditya Hisyam Maulana; Nurjayanti, Widyastuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan arsitektur tropis pada masjid di Indonesia penting untuk kenyamanan beribadah penggunanya. Salah satu aspeknya adalah pencahayaan alami dan kenyamanan termal. Penelitian ini membahas tentang evaluasi pencahayaan alami dan kenyamanan termal pada Masjid Al Wustho Mangkunegaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu dengan pengamatan langsung dan menggunakan alat untuk mengumpulkan data yaitu thermometer digital, luxmeter, dan kamera smartphone. Hasil pengukuran diproses menggunakan software Surfer 11 dan dibandingkan dengan standar yang berlaku saat ini. Pengukuran dilakukan pada hari Kamis, 23 November 2023 pada siang hari (11.45 – 12.15) dan sore hari (15.20 – 15.50) dengan 7 titik pengukuran yaitu 2 titik pada serambi dan 5 titik pada ruang ibadah utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pencahayaan alami Masjid Al Wustho Mangkunegaran adalah 163.3 lux (siang hari) dan 147.1 lux (sore hari) dimana kedua hasil tersebut termasuk kurang karena di bawah SNI 03-6575-2001 (200 lux). Sedangkan untuk kenyamanan termal juga tergolong kurang karena suhu siang hari (31.9°C) maupun sore hari (31.5°C) termasuk ke kategori panas tidak nyaman menurut SNI T-14-1993-037 (> 27.2°C) dan kelembaban pada siang (62.4%) dan sore hari (65%) juga tidak sesuai dengan SNI 03-6572-2001 yaitu 55% - 60% untuk ruangan dengan jumlah orang yang padat.
Analisa Tingkat Kesesuaian Pelaksanaan Bangunan Rusun Modular HPK IKN Menurut SNI 03-2845-1992 Ramadhan, Spica Afif; Priyatmono, Alpha Fabela
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan IKN di Provinsi Kalimantan Timur sedang gencar dilakukan dalam rangka pemindahan ibu kota Indonesia. Hingga Oktober 2023, pembangunan IKN telah melibatkan sebanyak 12.123 tenaga pekerja konstruksi sehingga dibangun Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) berupa rumah susun modular sebagai kediaman seluruh pekerja IKN. Dalam pembangunan rumah susun modular, penting untuk mengacu pada standar SNI 03-2845-1992 agar segala proses pembangunan berjalan lancar dan optimal sehingga diperoleh hunian yang layak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesesuaian pelaksanaan bangunan susun modular HPK IKN menurut 3 aspek SNI 03-2845-1992, yaitu penggunaan bahan modul, tinggi tiap lantai, dan ukuran atau letak koridor. Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data observasi lapangan, wawancara dengan para pekerja konstruksi, dan konsep modular. Hasil penelitian yang dilakukan secara observasi dan melihat standar SNI bahwa rusun HPK modular sudah termasuk sangat baik dalam pembangunannya dan sudah sesuai standar. Dari ketiga aspek tersebut dalam aspek penggunaan bahan modul terdapat material yang diubah yaitu dari dinding partisi menjadi sandwich panel dikarenakan pemasangannya lebih fleksibel dan efisien.
Teknologi AC VRV/VRF sebagai Solusi Estetika Fasade Kantor BBWS Bengawan Solo Erwan, E
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendingin ruangan atau Air Conditioning (AC) merupakan salah satu peralatan kantor yang wajib ada demi kenyaman bekerja. Kehadiran AC memang sangat membantu, terutama pada saat hawa panas melanda. Sistem single split menggunakan 1 (satu) outdoor untuk setiap 1 (satu) unit indoor yang berarti membuang ruang dan energi, menambahkan lebih banyak panas ke lingkungan. Pipa refrigerant tidak dapat ditarik lebih jauh dari 7 – 15 meter, dengan batasan ini unit outdoor harus berdiri berdekatan dengan unit indoor. Hal ini sering menjadi masalah bila dilihat dari segi arsitektural fasade gedung, terutama pada bangunan perkantoran dimana bagian fasade bangunan akan dipenuhi dengan unit outdoor AC. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode komparatif dimana penulis menggunakan data-data perencanaan dimana Konsultan Perencana menggunakan AC jenis single split dan data-data dari vendor AC jenis VRV/VRF. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan penggunaan AC single split dengan AC VRV/VRF pada gedung perkantoran dari segi estetika fasadenya. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Teknologi AC VRV/VRF menjadi solusi pada estetika fasade di Kantor BBWS Bengawan Solo sebab sistem VRV/VRF menggunakan 1 (satu) unit outdoor untuk melayani beberapa unit indoor, meningkatkan efisiensi refrigerant yang memungkinkannya berjalan lebih jauh hingga 165 meter, mendinginkan setiap lantai hingga gedung 30 lantai, 90 meter secara vertikal dengan total panjang pipa 1.000 meter. Dengan kemampuan ini VRV/VRF outdoor dapat ditempatkan dimana saja seperti atap bangunan atau di luar bangunan.
Perbandingan Penerapan Material Fasad ACP dan Aluminium Sheet terhadap Iklim Tropis pada Bangunan Apartemen di Surabaya Wingrum, Hiwang Rafika; Rochana, Intan Pramesti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim di Surabaya merupakan iklim tropis seperti kota-kota di Indonesia pada umumnya. Kondisi tersebut memunculkan ide dalam dunia pembangunan dan arsitektur agar memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Salah satunya dengan pemilihan material fasad yang disesuaikan dengan iklim tropis. Contohnya adalah material fasad ACP dan Aluminium Sheet. Namun, dalam penerapannya masih terdapat kasus seperti kerusakan dan kebakaran material. Sehingga, dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat efektifitas material fasad ACP dan Aluminium Sheet pada bangunan apartemen high-rise dalam merespon iklim tropis di Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif didapat dari observasi dan wawancara narasumber. Metode kuantitatif didapat dengan data dan perhitungan sesuai standar yang ada. Hasil yang didapat adalah penggunaan ACP dan Aluminium Sheet cocok digunakan pada bangunan tropis. Namun, terdapat perbedaan yaitu Aluminium Sheet lebih unggul dalam reflektansi panas, kelembaban udara, dan hujan dibanding dengan ACP. Sedangkan ACP lebih unggul pada ketahanan material yang kokoh dan tidak mudah penyok serta arbsorpsi panas yang lebih bagus.
Penerapan Konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) pada Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM Praptomo, Nugroho Eko
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan perubahan negatif dalam lingkungan alam akibat aktivitas manusia atau faktor-faktor alam. Begitu juga dengan bangunan, dimana bangunan menyumbang kerusakan pada lingkungan disekitarnya Penerapan Bangunan Hijau merupakan faktor penting untuk mengurangi konsumsi energi, yaitu bangunan tersebut mampu menciptakan dampak positif terhadap iklim dan lingkungan alam yang dimulai sejak tahap perencanaan hingga pemanfaatan. Pemerintah melalui Kementerian PUPR mengeluarkan peraturan dan pedoman khusunya untuk bangunan baru sebagai faktor penting untuk pengurangan konsumsi energi dan kelestarian lingkungan. Tujuan penulisan ini antara lain untuk (1) mengetahui proses pengukuran kinerja Bangunan Gedung Hijau (BGH) pada tahap perencanaan, (2) mengetahui prosentase dan tingkat pencapaian kategori bangunan hijau dalam perencanaan, (3) mengetahui cara meningkatkan aspek kinerja bangunan hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM telah memenuhi kriteria BGH Tahap Perencanaan.
Evaluasi Kenyamanan Pencahayaan Alami pada Ruang Produksi IKM Semanggi Harmony Prabowo, Sigit Bayu; Rochana, Intan Pramesti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengfokuskan pada analisis kenyamanan pencahayaan alami di ruang produksi Industri Kecil Menengah Semanggi Harmony. Latar belakang penelitian ini timbul dari kebutuhan untuk meningkatkan kondisi lingkungan kerja di Industri Kecil Menengah Semanggi Harmony, khususnya dalam aspek pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang memanfaatkan pendekatan yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik. Penggunaan metode ini memberikan keakuratan dalam menilai intensitas cahaya alami dan mengukur parameter sirkulasi udara. Sistem penghawaan merupakan kebutuhan sirkulasi dan pertukaran udara yang harus disediakan pada bangunan gedung melalui bukaan dan/atau ventilasi alami dan/atau ventilasi buatan (Permenkes Nomor 48 Tahun 2016). Berdasarkan standar kenyamanan pencahayaan untuk pekerja halus adalah 900 lux menurut Satwiko (2008), penelitian ini mengevaluasi intensitas cahaya alami di ruang produksi untuk memastikan pemenuhan persyaratan kenyamanan. Ruang produksi tersebut difungsikan untuk pembuatan batik yang mengharuskan kondisi lingkungan optimal. Namun, temuan penelitian menyoroti ketidakseimbangan sirkulasi udara yang signifikan di dalam ruangan produksi, yang dapat berdampak negatif pada kualitas udara dan kesehatan pekerja. Tidak adanya sirkulasi udara yang memadai dapat meningkatkan risiko polusi udara dan kekurangan oksigen di lingkungan kerja. Oleh karena itu, studi ini memberikan landasan untuk perbaikan desain ruangan dan implementasi solusi ventilasi guna meningkatkan kondisi kenyamanan di ruang produksi IKM Semanggi Harmony. peningkatan kenyamanan pencahayaan alami dan sirkulasi udara menjadi kritis untuk meningkatkan produktivitas pekerja di industri batik tersebut.
Analisa Kebisingan pada Bangunan Dental Clinic Surabaya, menggunakan Aplikasi Audacity Putra, Ardilan Hendika; Rochana, Intan Pramesti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki dan dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Selama ini kebisingan menjadi masalah sekunder di Indonesia bahkan tidak dianggap sebagai masalah. Ada hubungan antara kebisingan dan klinik gigi dari aspek psikologis. Kebisingan yang dihasilkan di klinik gigi menyebabkan kecemasan dan berkontribusi signifikan. Oleh karena itu, perlu diketahui seberapa besar tingkat kebisingan yang ada pada klinik gigi dengan studi kasus klinik dental di Surabaya ini dan dari mana asalnya. Untuk mewujudkan kegiatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa banyak tingkat kebisingan yang diterima klinik dental Surabaya. Kebisingan tertinggi yang terjadi pada klinik ini mencapai 76 dB. Ini terbilang sangat jauh dari tingkat suara yang direkomendasikan oleh SNI, yaitu 45 dB untuk bangunan klinik gigi. Sumber kebisingan berasal dari jalan raya, tempat parkir, dan kepadatan penduduk. Meningkatkan kualitas aspek desain bangunan dari segi akustik. Tujuan untuk meningkatkan kenyamanan pasien di ruang tunggu. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memilih konsep desain yang tepat untuk melindungi klinik gigi dari kebisingan.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Berkelanjutan pada Kantor Gerbang Tol Kartasura Febrisky, Azzis Ilham; Rochana, Intan Pramesti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan seringkali tidak menjadi perhatian utama secara global, justru hanya dipandang sebelah mata. Peran arsitektur turut serta dalam permasalahan penggunaan energi yang tidak efisien dalam pembangunan. Salah satunya dapat dilihat dari pembangunan saat ini berupa Kantor Gerbang Tol, yang berguna untuk mewadahi pengguna dalam melakukan kegiatan administrasi pengurusan Jalan Tol. Dari itu, perlu adanya pengkajian tentang penerapan arsitektur berkelanjutan pada Kantor Gerbang Tol Kartasura. Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh data yang didapatkan dari hasil observasi dan kajian studi literatur. Dari data yang diperoleh, bahwa Kantor Gerbang Tol Kartasura telah menerapkan konsep arsitektur berkelanjutan yang dapat mengatasi isu permasalahan lingkungan yang terjadi dan menjaga keseimbangan lingkungan secara global. Meski begitu, adapun kriteria yang belum terpenuhi di dalam Kantor Gerbang Tol Kartasura, seperti prinsip konservasi air.
Identifikasi Fasad Bangunan dengan Prinsip Ekologis Arsitektur pada Stadion Yosonegoro Kabupaten Magetan Sofyan, Fajar; Nurjayanti, Widyastuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan yang marak pada saat ini tanpa memperhatikan dampak yang terjadi pada lingkungan merupakan permasalahan khusus pada sektor Pembangunan. Terutama pada bagian fasad bangunan. Fasad menjadi titik pandang utama sebuah bangunan yang seharusnya dapat menjadi bagian utama dalam menerapkan pendekatan-pendekatan yang ramah lingkungan baik dari material atau bahan komponen fasad tersebut. Pemilihan komponen fasad menjadi penting karena apabila salah dalam pemilihan penggunaan komponen maka dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pendekatan ekologi dalam arsitektur merupakan salah satu Upaya yang dapat diterapkan untuk mencapai keseimbangan antara pembangunan dengan lingkungan alam dan buatan. Penggunaan konsep arsitektur ekologis sebagai solusi untuk mengatasi isu lingkungan yang muncul dari pembangunan. Fasad Stadion Yosonegoro Magetan sebagai objek penelitian identifikasi penerapan arsitektur ekologis ditinjau dari penggunaan material dan komponen fasad untuk mendukung perancangan sebuah bangunan dengan tidak merusak lingkungan alam serta ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dan metode survei untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang implementasi arsitektur ekologis pada Fasad Stadion Yosonegoro tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan mengenai material ramah lingkungan yang digunakan pada Stadion Yosonegoro, seperti bata ringan, kaca, besi, baja, spandek, dan Aluminium Composite Panel (ACP). Serta dari hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi perancang bangunan untuk mengintegrasikan prinsip arsitektur ekologis dalam perancangan, meningkatkan kesadaran terhadap dampak lingkungan, dan memberikan kontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan secara ekologis.
Pengaruh Fasilitas Penunjang terhadap Efisiensi Sirkulasi di Terminal Bus Jati Kudus Azzaki, Aufa Fasih; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan dalam sirkulasi baik di dalam maupun di luar bangunan, beserta infrastruktur pelayanan umum, menjadi fokus penting dalam pendekatan baru terhadap bidang arsitektur. Oleh karena itu Terminal Bus Jati Kudus dapat dianalisis sejauh mana pengaruh fasilitas penunjang terhadap efisiensi sirkulasi di Terminal Bus Jati Kudus. Penelitian ini berinti dari permasalahan kurang efisiensinya sirkulasi di Terminal Bus Jati Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh fasilitas penunjang terhadap efisiensi sirkulasi di Terminal Bus Jati Kudus. Pada penelitian kali ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yang mana menggunakan pendekatan gabungan antara survei lapangan dan wawancara dengan pengunjung terminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas penunjang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap efisiensi sirkulasi. Selain itu, sebagian besar area di Terminal Bus Jati Kudus memiliki sirkulasi yang baik, namun terdapat juga area yang masih memiliki tantangan dalam hal sirkulasi, terutama pada fasilitas yang tidak memadai bagi individu dengan mobilitas terbatas, seperti pedestrian yang belum ada, fasilitas disabilitas yang kurang memadai, masih kurangnya penerangan dan petunjuk arah yang belum lengkap. Oleh karena itu perlunya fasilitas penunjang dalam memfasilitasi terminal agar terciptanya efisiensi sirkulasi yang memadai sesuai standar yang sudah ditentukan.