cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
EXPRESSIVE WRITING DAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI NARAPIDANA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Amatul Firdausya Achmad Nur; Sitti Murdiana; Ahmad Ridfah
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2214

Abstract

ABSTRACTJuvenile inmates who are in prison or coaching institutions do not have a place to express their emotions or feelings, cannot explore, channel their hobbies, and share their feelings while being inmates, so they tend to hide their emotions. Expressive writing is expected to be a place for juvenile prisoners to express their emotions. This study aims to determine the effect of expressive writing in improving emotional abilities in adolescents. This study used the one-group pretest-posttest design experimental research design. The participants in this study were 5 male juvenile inmates aged 19-21 years with maladaptive emotion regulation. The measuring instrument used in this study is the Difficulties of Emotion Regulation Scale 18 (DERS-18) which has been adapted into Indonesian, where the lower the DERS-18 score, the better emotion regulation. The data analysis technique used the Wilcoxon test. The results showed that expressive writing had an effect on improving the emotional regulation ability of adolescents in LPKA Class II Maros (ρ=0.0215) with a mean pretest value of 53.60 and a mean posttest of 38.40.? The implication of this research is that expressive writing can be used as a forum to improve the emotional regulation ability of juvenile prisoners.ABSTRAKNarapidana remaja yang berada di penjara ataupun lembaga pembinaan tidak memiliki wadah untuk meluapkan emosi atau perasaan yang dirasakan, tidak dapat mengeksplor, menyalurkan hobinya, dan menceritakan perasaannya selama menjadi narapidana, sehingga cenderung menyembunyikan emosi yang? dirasakan. Expressive writing diharapkan dapat menjadi wadah bagi narapidana remaja untuk meluapkan emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk? mengetahui pengaruh expressive writing dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen the one-group pretestt-posttest design. Partisipan dalam penelitian ini adalah 5 narapidana remaja laki-laki berusia 19-21 tahun dengan regulasi emosi yang maladaptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difficulties of Emotion Regulation Scale 18 (DERS-18) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia, dimana semakin rendah skor DERS-18, maka regulasi emosi semakin baik. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa expressive writing berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi narapidana remaja di LPKA Kelas II Maros (ρ=0,0215) dengan nilai mean pretest 53,60 dan mean posttest 38,40. Implikasi dari penelitian ini adalah expressive writing dapat digunakan sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi narapidana remaja.
HUBUNGAN ANTARA BIG FIVE PERSONALITY DENGAN AGRESIVITAS PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG BANG Siti Khafizah; Andi Tenri Faradiba; M. Ramadhana Reksoprodjo
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2171

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine the relationship between Big Five Personality and Aggressiveness in late adolescents who use the online mobile game legend bang bang. This study used a quantitative method with respondents of as many as 186 teenagers using the online mobile game legend bang bang in Jakarta who were selected through purposive sampling. The measurement instrument uses the short of big five inventory-2 (BFI-2-S) to measure the big five personality variables and the aggression questionnaire (AQ) to measure aggressive behavior variables. The analysis technique of this research is Pearson Product Moment Correlation. The results of the analysis of the conscientiousness variable with aggressiveness showed a negative direction obtained from r -0.045 p = 0.000 (p <0.05), then the agreeableness variable with aggressiveness showed a negative direction obtained from r -0.261 p = 0.000 (p <0.05 ). Furthermore, the negative emotion variable with aggressiveness shows a positive direction obtained from r 0.442 p = 0.000 (p <0.05), which means that the personality type of caution, aggression, and negative emotions is significantly related to adolescent aggressiveness when playing the online mobile legend bang game bang. Meanwhile, there is no significant relationship between extraversion and open-mindedness personality types with aggressive behavior.?ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Big Five Personality dengan agresivitas pada remaja akhir pengguna game online mobile legend bang bang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden sebanyak 186 remaja pengguna game online mobile legend bang bang di Jakarta yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan alat ukur short of big five inventory-2 (BFI-2-S) untuk mengukur variabel big five personality dan alat ukur agresivitas the aggression questionnaire (AQ) untuk mengukur variabel perilaku agresivitas. Teknik analisis penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation. Hasil analisis variabel conscientiousness dengan agresivitas menunjukan arah negatif yang peroleh dari r -0.045 p = 0.000 (p < 0,05), kemudian variabel agreeableness dengan agresivitas menunjukan arah yang negatif yang diperoleh dari r -0.261 p = 0.000 (p < 0,05). Selanjutnya variabel negatitive emotionality dengan agresivitas menunjukan arah positif yang diperoleh dari r 0.442 p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti tipe kepribadian conscientiouness, agreeableness dan negative emotionality secara signifikan berhubungan kepada agresivitas remaja saat bermain game online mobile legend bang bang. Sedangkan antara tipe kepribadian extraversion dan open-mindedness tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan perilaku agresivitas.
REGULASI DIRI DAN COPING STRESS PADA SISWA Sisilia Laya; Mastang Ambo Baba; Siti Aisa
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2215

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic is a time that requires students to adapt to new study habits. Students who usually study offline are required to study online. This habit shift causes students to be able to regulate their learning patterns. Students who study online have more workloads than those who study offline. This model causes students to experience learning stress and overcome this. Students must be able to manage their learning and also be able to cope with the stress experienced during online schooling. This study aims to determine how much self-regulation can predict coping with stress. Self-regulation is a process carried out by individuals in determining their actions, achievements, and targets, evaluate achievements or targets and give rewards for what they have achieved. Coping stress is an effort individuals make to overcome and minimize stressful situations. This study uses quantitative research methods that are associative. The research subject was high school students in class X who were experiencing stress while studying online, totaling 147 students. The data collection technique used a self-regulation scale of 24 items and a questionnaire on a stress-coping scale with 23 items. The data analysis results showed a correlation of 0.638 with F = 255.206 and p = 0.000 (p < 0.05), which means that self-regulation is positively and significantly correlated with stress coping. The regression analysis results also show an R Square score of 0.638, meaning self-regulation can predict coping stress by 63.8%.ABSTRAKMasa pendemik covid-19 merupakan masa yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi dengan kebiasaan belajar yang baru. Siswa yang biasanya belajar luring diharuskan untuk belajar daring. Peralihan kebiasaan ini mengakibatkan siswa harus bisa mengatur pola belajarnya. Siswa yang belajar daring memiliki beban kerja lebih dibandingkan belajar luring. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami stres belajar dan untuk mengatasi hal tersebut siswa harus bisa mengatur belajarnya dan juga bisa mengatasi stres yang dialami selama sekolah daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar regulasi diri dapat memprediksi coping stress. Regulasi diri adalah suatu proses yang dilakukan individu dalam menentukan aksi mereka sendiri, pencapainnya, targetnya, mengevaluasi pencapaian atau target serta memberikan penghargaan atas apa yang mereka capai. Coping stressadalah suatu upaya yang dilakukan oleh individu dalam mengatasi serta meminimalisir situasi yang penuh akan tekanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X yang sedang mengalami stres pada saat belajar daring berjumlah 147 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri yang berjumlah 24 aitem dan kuesioner skala coping stress berjumlah 23 aitem. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,638 dengan F = 255,206 dan p = 0,000 (p < 0,05)? yang artinya regulasi diri berkorelasi positif dan signifikan dengan coping stres. Hasil analisis regresi juga menunjukkan skor R Square sebesar 0,638, artinya regulasi diri dapat memprediksi coping stress sebesar 63,8%.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN NARSISME NON PATOLOGIS DENGAN KECANDUAN SITUS JEJARING SOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK Zahra Fitria Tjepsukarsan; Andi Tenri Faradiba; Andri Setia Dharma
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2172

Abstract

ABSTRACTThe presence of technology with various features is an active role to fulfill human needs, especially in adolescents. Adolescents have a superior ability to use technology. They are often found to use the internet excessively to access social networking sites. The uncontrolled use of social networks will make adolescents fall into a social networking sites addiction phenomenon. The development of addictive behavior in adolescents is assumed to have a relationship with personality factors. Therefore, this study aims to examine the relationship between non-pathological narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescents. The participants involved in this study were 135 university students using TikTok who were selected using a purposive sampling technique and the data collection technique was carried out by distributing. The results of the correlation analysis showed that there was no significant relationship between narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescent TikTok users. ?ABSTRAKKehadiran teknologi dengan berbagai macam fiturnya kini berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan manusia, terutama pada kelompok remaja. Remaja memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam menggunakan teknologi. Namun, remaja seringkali didapati menggunakan internet secara berlebihan untuk mengakses situs jejaring sosial. Penggunaan jejaring sosial yang tidak terkontrol tersebut akan membuat remaja terjatuh pada kondisi kecanduan jejaring sosial. Pengembangan perilaku kecanduan pada remaja diasumsikan memiliki hubungan dengan faktor kepribadian. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepribadian narsisme non patologis dengan kecanduan situs jejaring sosial pada mahasiswa di DKI Jakarta. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 135 mahasiswa pengguna TikTok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian narsisme dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja pengguna TikTok.
STRATEGI COPING PADA PASIEN POSITIF COVID-19 PASCA DINYATAKAN SEMBUH Andi Nursafirah Mutmainnah; Musdalifah Dachrud; Musafar Musafar
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2212

Abstract

ABSTRACTWhen individuals suffer from COVID-19, they have to be isolated in order to contain the disease from spreading widely. Facing days as COVID-19 patients is not an easy thing for them. There are numerous stress sources they experience during isolation time. To face this stress, patients could use a coping strategy that is suitable for the problems they experience. The study aims to find out what are the coping strategies of these patients until they recover. The method of this study is a descriptive qualitative approach to describe the coping strategies of COVID-19 patients during their isolation. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The data analysis technique in this study was data reduction, display, and drawing conclusions. The result of this study indicated that each individual had different coping strategies. However, the most used coping strategy by COVID-19 patients is escape avoidance in which the patients shift their minds to the activities they like.?ABSTRAKSaat individu terpapar COVID-19, mereka harus menjalani isolasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Menghadapi hari-hari sebagai pasien COVID-19 tidaklah mudah bagi mereka. Ada banyak sumber stres yang dirasakan oleh pasien positif COVID-19 saat mereka menjalani isolasi. Untuk menghadapi stres tersebut, pasien dapat menggunakan strategi coping yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dialami tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi coping pasien positif COVID-19 hingga mereka mencapai kesembuhan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan bagaimana strategi coping pasien COVID-19 saat menjalani isolasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Metode pengumpulan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki strategi coping yang berbeda-beda. Namun, strategi coping yang paling banyak dilakukan oleh pasien COVID-19 adalah escape avoidance yaitu dengan mencoba mengalihkan pikiran mereka dengan aktivitas-aktivitas yang mereka gemari.
HUBUNGAN ANTARA PERFEKSIONISME DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA Warsito Leha; Ahmad Razak; Ahmad Ridfah
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2213

Abstract

ABSTRACTStudents generally have a targeted achievement standard. Related to the setting of these standards, some students want high standards of achievement or perfectionism. This can lead to pressure and lead academic stress. This study aims to determine the relationship between perfectionism and academic stress in Makassar State University students. Participants in this study were 150 students at Makassar State University using an accidental sampling technique. The measuring instrument used in this research is the perfectionism scale and the academic stress scale. Analysis of the data used in this research is Spearman rho correlation which is processed using SPSS 24.0 for windows. The results of this study indicate that there is a significant relationship between perfectionism and academic stress in Makassar State University students with p = 0.001 (<0.01). This research implies that it can be an illustration of perfectionism with academic stress on students at Makassar State University.?ABSTRAKMahasiswa pada umumnya memiliki standar pencapaian yang ditargetkan. Terkait dengan penetapan standar tersebut, terdapat mahasiswa yang menginginkan standar pencapaian yang tinggi atau perfeksionisme. Hal inilah yang dapat memunculkan tekanan dan berujung pada stres akademik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkap hubungan antara perfeksionisme dan stres akademik mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Sebanyak 150 orang yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling sebagai responden. Skala perfeksionisme dan skala stres akademik adalah alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Spearman rho yang diolah menggunakan SPSS 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara perfeksionisme dan stres akademik pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar dengan nilai p=0,001 (<0,01). Implikasi dalam penelitian ini adalah dapat menjadi gambaran mengenai perfeksionisme dengan stres akademik pada mahasiswa di Universitas Negeri Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6