cover
Contact Name
Hendri Heriyanto
Contact Email
hendriasik79@gmail.com
Phone
+6285273938150
Journal Mail Official
jptkbengkulu.kep@gmail.com
Editorial Address
Jln indragiri no 3 Padang Harapan Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
ISSN : 23561394     EISSN : 28088476     DOI : https://doi.org/10.33088/jptk
Core Subject : Health,
Forum for publishing the original research articles, review, Contributors, and Novel technology news to Health Scientific articles dealing with Nursing, Midwifery, Nutrition, Health Analyst, and Envirotment Health, Health Promotion, ,etc, are particulary welcome. The Bulletin encompasses research articles, original research report, reviews
Articles 85 Documents
EDUKASI PENATALAKSANAAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA TELUK PURWOKERTO SELATAN Supriyanto, Azis
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.889

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic syndrome characterized by hyperglycemia (high blood glucose levels) resulting from reduced insulin secretion, impaired insulin activity, or both. Diabetes mellitus that is not adequately managed is likely to lead to complications such as hyperglycemia and hypoglycemia. Hyperglycemia is an abnormal increase in blood glucose levels, which often requires insulin therapy. Hypoglycemia is defined by low blood glucose levels, specifically < 70 g/dL. These complications highlight the ongoing difficulty that diabetes patients face in managing their condition, particularly in recognizing and detecting early signs and symptoms of complications. The aim of this community service activity is to assess knowledge before and after education, identify glucose levels before and after education, and provide education on the management and prevention of diabetes complications in Desa Teluk, Purwokerto Selatan. The method involves providing education on disease management and complication prevention. The activity begins with a pre-test to assess initial knowledge of DM management and complication prevention, followed by education on the five pillars of diabetes management, and concludes with a post-test covering all the material provided. After the education, it was found that, out of 25 patients in Desa Teluk, only 4 had good knowledge before the education, while 16 had good knowledge after the education. Additionally, measurements of blood glucose levels taken twice, before and after the education, showed a decrease in glucose levels among participants in Desa Teluk. The results of this activity are expected to help elderly individuals with diabetes mellitus better understand the disease, manage it effectively, and adopt healthy behaviors related to the five pillars to prevent complications. Keywords: diabetes mellitus, management, prevention ABSTRAK Diabetes melitus ialah sindrom metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia (tingginya kadar glukosa darah) sebagai akibat dari berkurangnya sekresi insulin, gangguan aktivitas insulin atau keduanya. Penyakit diabetes melitus yang kurang mendapatkan perhatian cenderung akan menyebabkan komplikasi hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia adalah kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang abnormal, sehingga akan disarankan terapi insulin. Hipoglikemia dikenal dengan kadar glukosa dalam darah rendah yaitu < 70 mg/dL. Komplikasi ini menunjukkan masih adanya ketidakmampuan pasien diabetes melitus dalam penatalaksanaan penyakit DM khususnya mengenal dan mendeteksi tanda dan gejala komplikasi secara dini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah mengidentifikasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, mengidentifikasi GDS sebelum dan sesudah edukasi, serta memberikan edukasi penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi DM di Desa Teluk, Purwokerto Selatan. Metode yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait dengan penatalaksanaan dan juga pencegahan komplikasi. Kegiatan dimulai dengan memberikan pretest terkait dengan pengetahuan awal penderita DM terhadap tindakan tindakan penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi DM, pemberian edukasi 5 pilar DM dan langsung dilaksanakan posttest terkait dengan keseluruhan materi yang sudah diberikan. Setelah diberikan edukasi, diperoleh hasil bahwa sebagian besar pengetahuan penderita DM di Desa Teluk sebelum dilaksanakan edukasi dari 25 penderita terdapat 4 orang kategori baik. Sedangkan pengetahuan sesudah edukasi pada 25 penderita terdapat 16 orang kategori baik. Setelah dilakukan pengukuran GDS 2 kali sebelum dan sesudah diberikan edukasi, diperoleh hasil bahwa telah terjadi penurunan glukosa pada peserta PKM di Desa Teluk. Hasil dari kegiatan ini diharapkan lansia yang memiliki diabetes melitus paham terkait penyakit diabetes melitus dan dapat melakukan penatalaksanakan dengan baik serta melakukan perilaku sehat 5 pilar untuk mencegah komplikasi. Kata Kunci: diabetes melitus, penatalaksanaan, pencegahan
PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN PRINSIP 5 BENAR PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN Oktaviana
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.989

Abstract

Gangguan jiwa merupakan permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikilogis, genetik, fisik atau kimiawi dengan jumlah penderita yang terus meningkat dari tahun ketahun. Skizofrenia adalah gangguan otak yang multikausalitas, kronisitas, dengan berbagai manifestasi gejala dalam perjalanan proses penyakitnya. Tanda dan gejala yang timbul akibat skizofrenia berupa gejala positif dan negatif seperti resiko perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dan intervensi yang tepat pada pasien dengan diagnosa perilaku kekerasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan dengan 5 tahapan diantaranya pengumpulan dan analisa data, merumuskan diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan. Setelah dilakukan tindakan keperawatan didapatkan bahwa risiko perilaku kekerasan pada klien menurun. Penerapan tahapan strategi pelaksanaan 1 sampai 5 dapat menurunkan risiko perilaku kekerasan serta edukasi kepada keluarga klien untuk pemantauan kepatuhan minum obat secara teratur agar dapat mengurangi kekambuhan. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengendalikan emosi sehingga dapat menurunkan risiko perilaku kekerasan.
EFEKTIFITAS INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA BERBASIS TRANSKULTURAL NURSING DENGAN APLIKASI ANDROID TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING Wijaya, Andra Saferi; Nafratilova, Mercy
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1150

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pre–post dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pendampingan keperawatan berbasis budaya melalui aplikasi SIPENTING selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi standar melalui leaflet. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada kelompok intervensi untuk semua variabel yang diukur. Skor pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan transkultural meningkat secara bermakna, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Proporsi stunting juga menurun dari 37,5% menjadi 23,8% setelah intervensi.Kesimpulan: Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang dipadukan dengan aplikasi Android efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting dan praktik pengasuhan keluarga. Pendekatan ini dapat mengatasi hambatan budaya dan menjadi model berbasis bukti yang dapat diadopsi dalam upaya penanggulangan stunting di tingkat komunitas.
GAMBARAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT PADA PEMBEDAHAN NEFROTOMI: NARRATIVE REVIEW Suandika , Made; Febriyani, Ceria; Handayani, Rahmaya Nova; Wardani , Ayu; Djafar , Anisa Dwiyanti
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1161

Abstract

ABSTRAK Nephrotomy procedures, whether elective such as Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) or emergency due to renal trauma, carry a significant risk of disrupting fluid and electrolyte homeostasis. Perioperative fluid imbalance increases the risk of complications including hypovolemia, hypervolemia, electrolyte disturbances (hyperkalemia, hyponatremia), metabolic acidosis, and Acute Kidney Injury (AKI), particularly in patients with Chronic Kidney Disease (CKD). This narrative review aims to analyze perioperative fluid management requirements in nephrotomy surgery based on recent scientific literature. Articles were identified through Google Scholar and PubMed, with 15 publications from 2011–2024 selected based on relevance to perioperative fluid therapy and nephrotomy. The synthesis indicates that optimal fluid strategies include preoperative hydration optimization through Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) protocols, intraoperative hemodynamic-based fluid therapy such as Perioperative Goal-Directed Therapy (PGDT), preference of balanced crystalloid solutions (Lactated Ringer/Acetated Ringer) to prevent hyperchloremic metabolic acidosis, and strict postoperative fluid monitoring to prevent fluid overload, especially in CKD patients with CRRT indication. In conclusion, perioperative fluid management in nephrotomy must be individualized, carefully monitored, and evidence-based to prevent postoperative renal complications and improve patient outcomes.
PENGARUH COMPELLED BODYWEIGHT SHIFT DAN SWISS BALL TERHADAP KESEIMBANGAN PADA PASIEN PASCA STROKE heriyanto, hendri; Ega Mawarni; sahran
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1238

Abstract

Non-communicable diseases have undergone a shift in pattern, evidenced by an increase in mortality and morbidity rates, one of which is stroke. Approximately 85% of stroke patients experience balance disorders, with the lower extremities affected in about 50% of cases. Two non-pharmacological interventions, Compelled Bodyweight Shift and Swiss Ball, are known to improve balance in stroke patients. This study aims to determine the effect of Compelled Bodyweight Shift and Swiss Ball therapy on improving balance in stroke patients. The study used a quasi-experimental pretest and posttest design with a control group. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 40 participants. The intervention group received Compelled Bodyweight Shift and Swiss Ball therapy, while the control group received heel raise exercises. The average balance score of the intervention group was 25.65, increasing to 31.50, and the control group was 28.00, increasing to 32.91. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test yielded a p-value of 0.005 (p-value <0.05), indicating that Compelled Bodyweight Shift and Swiss Ball therapy are effective in improving balance. Compelled Bodyweight Shift and Swiss Ball therapy significantly improved balance in stroke patients and can be recommended as non-pharmacological physical exercise