cover
Contact Name
Hendri Heriyanto
Contact Email
hendriasik79@gmail.com
Phone
+6285273938150
Journal Mail Official
jptkbengkulu.kep@gmail.com
Editorial Address
Jln indragiri no 3 Padang Harapan Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
ISSN : 23561394     EISSN : 28088476     DOI : https://doi.org/10.33088/jptk
Core Subject : Health,
Forum for publishing the original research articles, review, Contributors, and Novel technology news to Health Scientific articles dealing with Nursing, Midwifery, Nutrition, Health Analyst, and Envirotment Health, Health Promotion, ,etc, are particulary welcome. The Bulletin encompasses research articles, original research report, reviews
Articles 80 Documents
FACTORS THAT INCREASE BLOOD SUGAR IN JKN PATIENTS AT MUFID SIGLI HOSPITAL IN 2024 M.Fathan Zhafran Ismy; Tri Makmur; Ismurrizal Ismurrizal; Muhammad Budi Syahputra
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the factors associated with increased blood sugar levels in JKN participants at RSU Mufid. A descriptive analytic approach with a cross-sectional design was used in this study, conducted at RSUD Mufid Kota Sigli from April to December 2024. The sample included 99 BPJS patients with Diabetes Mellitus (DM), selected using purposive sampling based on Slovin's formula with a margin of error of 10%. The study evaluated several risk factors, including physical activity, obesity, family history, hypertension, gender, and age. The results show that age over 40 years is the most dominant risk factor for increased blood sugar levels, with a prevalence ratio (PR) of 6.077. Hypertension also significantly contributes to increased blood sugar levels, with a PR of 5.742. Obesity, while having a smaller impact compared to age and hypertension, still contributes to the risk of diabetes mellitus, with a PR of 1.436. Therefore, diabetes prevention strategies should focus on weight management, blood pressure control, and the adoption of a healthy lifestyle, especially for individuals at higher risk.
ANALISIS KEMUDAHAN DAN PENERIMAAN PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. SOEDONO MADIUN : TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Fadhilah, Kiki Maharani; Hidayat, Darsun; Rohendi, Acep
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i1.971

Abstract

The development of health information technology brings changes in the social interaction model that affects the way of communication and interaction both internally and externally in hospitals. The use of Electronic Medical Records (EMR) is one form of SIMRS implementation that is expected to integrate hospital health services with patient treatment history. The existence of obstacles in the form of generation gaps and technological stuttering in the use of EMR, it is necessary to consider whether the relevant parties can adapt to the way EMR works so that it requires a period of time and technological adjustments. The Technology Acceptance Model (TAM) is one method of evaluating the success of technology implementation. The purpose of this study was to determine the effect of employee characteristics on the acceptance and use of electronic medical records (EMR) in the Outpatient Installation of dr. Soedono Madiun Hospital. The number of respondents in this study was 70 people. This type of research is descriptive analytical where the emphasis is on quantitative research to analyze the correlation between variables related to the use of EMR. The research instrument used a questionnaire and documentation. Based on the research results, it shows that employee characteristics do not affect the perception of ease and usefulness of using RME, perception of ease of use affects perception of usefulness, perception of ease of use and perception of usefulness affect employee attitudes and acceptance, employee attitudes affect behavioral intentions of use, and behavioral intentions of use do not always continue to actual use.
FACTORS ASSOCIATED WITH RECURRENT STROKE AT DR. M. HATTA BRAIN HOSPITAL, BUKITTINGGI, 2024 Suci Dwi Meishindy; Bambang Susanto; Tri Makmur; Wan Muhammad Ismail
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i1.974

Abstract

Stroke is a cerebrovascular disease that causes disability and death. Recurrent stroke occurs after the first stroke, due to the patient's lack of self-control and low level of awareness of stroke risk factors. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of stroke in Indonesia is 8.3% cases per mile of population. Low knowledge, understanding, and awareness of risk factors for stroke are problems that arise in stroke services. Objective: To determine the factors associated with the incidence of recurrent stroke in stroke patients at Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Methods: Using Analytic-Descriptive, purposive sampling technique totaling 99 people. Hypothesis analysis test using Chi-square test. Results: Based on age 47-52 as many as 20 people (27%), 45 men (60.8%), 51 people (68.9%), and have a family history of 48 people (64.9%). There is a significant relationship between recurrent stroke and age p-value= 0,001, gender p-value =0,031, ethnicity p-value= 0,044, family history p-value= 0,029, physical activity p-value= 0,000, smoking p-value= 0,000, diet p-value= 0,000, and control compliance p-value= 0,000 at Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi Brain Hospital. Conclusion: There is a significant relationship between age, gender, ethnicity, family history, physical activity, smoking, diet and control compliance with recurrent stroke.
PENERAPAN TERAPI PERNAPASAN BIBIR TERTUTUP DAN POSISI SEMI FOWLER UNTUK MENGURANGI SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA BRONKIAL melisa, mona; Heriyanto, Hendri
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i1.1107

Abstract

Asma bronkhial penyakit yang tidak menular dimana saluran pernafasan menyempit akibat aktivitas yang berlebihan sebagai respon tubuh terhadap rangsangan tertentu. Prevalensi asma di Indonesia adalah 13 per 1.000 penduduk.Angka kejadian asma tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebesar 7,8% dan di Nusa Tenggara Timur sebesar 7,3%. Faktor risiko asma bronkhial adalah faktor internal dan eksternal. Peradangan yang berhubungan dengan bronkospasme melibatkan kerusakan pada otot polos bronkus mengakibatkan sesak nafas disertai bunyi nafas mengi. Penyempitan saluran nafas menyebabkan sesak nafas dan dapat menimbulkan dampak buruk penderitanya. Salah satu tindakan non-farmakologis yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya, serta efek samping adalah tindakan PLB dan posisi semi fowler bertujuan untuk mengurangi sesak nafas pada pasien asma bronkhial. Tindakan ini dilakukan 5-8 kali selama 15 menit. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus deskriptif, jumlah sampel dalam penelitian adalah 1 pasien. Hasil studi kasus, dapat diketahui setelah dilakukan tindakan PLB dan posisi semi fowler selama 15 menit perhari, waktu 3 hari pola nafas membaik dengan hasil nilai RR dan SpO₂ yaitu RR: 22 x/menit, SpO₂: 99%.
HUBUNGAN TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA DENGAN KEJADIAN HIPERSALIVASI INTRA ANESTESI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN PURWOKERTO Hidayanti, Fadila; SUANDIKA, MADE; YUDHA, MAGENDA BISMA
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.805

Abstract

Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan variabel dependent adalah hipersalivasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni-28 Juli 2024 di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan jenis obat TIVA dan kejadian hipersalivasi selanjutnya jumlah saliva diukur menggunakan spuit. Analisa data dalam penelitian ini dengan uji distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan: jenis anestesi TIVA yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun yaitu ketamine dan propofol. Jenis kelamin laki-laki banyak ditemukan pada penelitian ini sebanyak 42 responden (63,3%). Kejadian hipersalivasi pada responden dengan anestesi TIVA lebih banyak terjadi pada responden yang diinduksi menggunakan ketamine yaitu 26 responden (78%). Terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto dengan hasil nilai (r) sebesar 0,416 atau korelasi sedang dan p-value 0,001.
GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA Putri, Ferra Ayu Apriliya; Yudono, Danang Tri; Suandika, Made; Susanto, Amin
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.811

Abstract

Proses melahirkan mengandung resiko bagi ibu dan janinnya. Salah satu bahaya yang dapat muncul sebagai akibat dari penggunaan anestesi selama operasi Sectio Caesaria adalah perubahan hemodinamik dalam tubuh ibu. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan pemantauan hemodinamik sebelum dan setelah anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh gambaran terkait hemodinamik sebelum dan sesudah spinal anestesi serta untuk mengetahui demografi dari seorang ibu. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif berpendekatan cross-sectional dan bersifat survey deskriptif. Sample 60 pasien SC dan metode pengambilan data dengan menggunakan total sampling. Penelitian menggunakan lembar observasi dan dikumpulkan dalam master tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hemodinamik tetapi tidak signifikan, seperti tekanan sistolik dengan persentase penurunan (15,53%), tekanan diastolik dengan persentase penurunan (15,94%), MAP dengan persentase penurunan (16,12%), denyut nadi dengan persentase penurunan (1,75%), pernapasan dengan persentase penurunan (2,38%), saturasi oksigen dengan persentase penurunan (0,12%). Kesimpulan pada analisis ini ada perubahan hemodinamik sebelum dan setelah spinal anestesi diberikan kepada pasien operasi caesar tetapi tidak signifikan yang artinya masih dalam batas normal. Kata kunci: Sectio Caesarea, Spinal Anestesi, dan Perubahan Hemodinamik.
HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KARYAWAN DI PUSKESMAS KECAMATAN CILINCING JAKARTA UTARA Putri, Selpiya Anike Mega, Mega Anike Selpiya Putri
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.823

Abstract

Pelatihan karyawan di bidang pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan karyawan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelatihan dengan kinerja karyawan di Puskesmas Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jakarta Utara dengan berjumlah 100 responden. Pada variabel peneliti ini tujuan pelatihan, materi, metode, dengan kinerja. Instrumen yang digunakan oleh peneliti kuesioner. Populasi penelitian seluruh petugas kesehatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tujuan pelatihan dengan kinerja karyawan dipuskesmas memiliki p value 0.000 ada hubungan antara tujuan pelatihan dengan kinerja, materi pelatihan dengan kinerja karyawan dipuskesmas memiliki p value 0.382, tidak ada hubungan signifikan antara materi dengan kinerja, dan metode pelatihan dengan kinerja dipuskesmas memiliki p value 0.012 ada hubungan signifikan metode dengan kinerja. Saran agar meepertahankan dan lebih meningkatkan pelatihan yang dilaksankaan hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya dipuskesama jakarta utara.
RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN JAHE MERAH MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI tunnisaa, afifa; Riana Putri, Prystia
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.825

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor utama kematian di dunia. Perubahan pada sistem vaskuler tubuh seiring bertambahnya usia menyebabkan prevalensi hipertensi meningkat pada lansia yang akan berdampak terhadap kualitas hidup lansia. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah pada lansia yaitu rendam kaki air hangat dengan campuran jahe merah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat dengan campuran jahe merah terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wilayah Binaan Puskesmas Karawaci Baru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasi experiment one group pre test post test dengan jumlah sampel 24 responden, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar karakteristik responden dan hasil pengukuran tekanan darah. Intervensi dilakukan 5 hari berturut-turut selama 15 menit dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan p value = 0,000 (<0,05) dengan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik setelah intervensi yaitu 14,250 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik yaitu 8,875 mmHg. Kesimpulan: Terdapat penurunan tekanan darah karena efek kalor air dan jahe merah menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), dapat disimpulkan adanya pengaruh rendam kaki air hangat dengan campuran jahe merah terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
PENDIDIKAN KESEHATAN MEMPENGARUHI PERILAKU MENCUCI TANGAN YANG BENAR PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN INPRES 2 KAWATUNA KOTA PALU Hasnidar; Cahya Jalu Putra, Windu Unggun; Badariati; Singkali, Dina Palayukan; Lanimpa, Ardiansyah A
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.868

Abstract

Background: Health education aims to encourage or influence individuals, groups, families, and communities to adopt healthier behaviors. Proper handwashing practices are shaped by several factors, including knowledge, attitude, and motivation. Objective: To assess the impact of health education on proper handwashing behavior among elementary school children at SD Negeri Inpres 2 Kawatuna, Palu City. Method: This study used a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design, specifically a pretest-posttest design without a control group. The sampling technique involved a total of 17 respondents. Data was collected via questionnaires and analyzed using the paired sample T-test. Results: The study revealed that, prior to health education, 82.4% of class V and VI students at SD Negeri Inpres 2 Kawatuna displayed poor handwashing behavior. After receiving health education, 88.2% of the students demonstrated good handwashing practices. A significant effect of health education was observed, as indicated by a P value of 0.000 (P < 0.05), meaning the null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted, Conclusion: There is a significant impact of health education on proper handwashing behavior in elementary school children at SD Negeri Inpres 2 Kawatuna, as demonstrated by improvements from the pre-test to the post-test. Keywords: Health Education, Proper Handwashing Behavior
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS KELEMBABAN SEDIAAN KRIM M/A EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Clarista, Helaria Eren; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.877

Abstract

Skin can be said to be moist if it has a water content of 40%. One way to maintain the effectiveness of moisture in the skin is by using moisturizing cosmetics, such as cream. Mangosteen fruit (Garcinia mangostana L.) is a plant that has benefits, especially in its skin. There are compounds that have been proven to provide a moisturizing effect thereby protecting the skin from skin oxidation and free radicals. The purpose of making this cream is to moisturize the skin and utilize mangosteen peel extract. The advantage of cream with the O/W emulsion type is that it does not cause a sticky feeling, is easy to spread on the skin surface, is soft, and is easily washed off with water. Mangosteen peel extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol. The cream preparation was made into 4 formulations K0, F1, F2, and F3 based on the amount of mangosteen extract used. Then a Physical Evaluation Test, Irritation Test, Likeability Test and Moisture Test were carried out. Each formulation was tested for moisture using an SK-8 skin analyzer. Evaluation of cream use was carried out by 12 volunteers for 5 days with use during the day. The overall results obtained were that the 3% mangosteen extract F1 formulation met the quality standards for physical cream preparations and had a high increase in water content in the volunteers' skin with a percent water content value of 50.16%. Meanwhile, in the analysis of the Wilcoxon test and Paired T-test data, a significance value of 0.00 (<0.05) was obtained which means that mangosteen peel extract cream can increase moisture in the skin, and variations in extract concentration have an influence on the effectiveness of the cream in moisturizing the skin.