cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 6 Documents clear
ANALISIS BETON RINGAN TANPA AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN POLYMER CONCRETE Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tekan beton serta menentukan nilai Faktor Air Semen (FAS) yang sesuai dalam pembuatan beton tanpa agregat kasar dengan penambahan polimer concrete (polcon). Perencanaan campuran beton (mix design) menggunakan metode DoE (Development of Environment). Rancangan benda uji pada penelitian ini dengan menggunakan 3 (tiga) variasi FAS yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6 dengan perbandingan air terhadap polcon (dalam liter) sebanyak 0: 1: 100 dan 1 : 200, yang masing-masing variasi sebanyak 3 (tiga) sampel benda uji dan total sampel sebanyak 54 silinder benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan pada keseluruhan benda uji beton tanpa agregat kasar. Kuat tekan beton tertinggi pada benda uji tanpa agregat kasar fas 0,4 dengan penambahan polcon 1:100 yaitu sebesar 584,438 kg/cm, dan peningkatan kuat tekan sebesar 88,789% dibandingkan benda uji beton dengan agregat kasar. Sedangkan kuat tekan beton tertinggi pada benda uji agregat kasar FAS 0,4 dengan penambahan polcon 1:200 yaitu sebesar 317,264 kg/cm2. Hasil kuat tekan dengan nilai FAS memiliki hubungan terbalik yaitu semakin kecil nilai FAS (0,4) maka nilai kuat tekan beton akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Sehingga hasil penelitian membuktikan bahwa pembuatan beton tanpa menggunakan agregat kasar dengan penambahan polcon dan FAS terkecil yaitu 0,4 dapat meningkatkan kuat tekan beton.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALUR KERETA API MINANGKABAU INTERNATIONAL AIRPORT (MIA) SUMATERA BARAT Hendra Taufik; Nulvi Rizaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Barat memiliki bandara internasional bergengsi dikenal sebagai Bandara Internasional Minangkabau (MIA). Ini memberikan dampak positif terhadap tambahan lalu lintas pesawat. Oleh karena itu, MIA membutuhkan transportasi bandara khusus untuk mendorong fasilitas ini, seperti rel-bus. Pembangunan kereta api mengkonsumsi banyak biaya karena itu perlu untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan kelayakan ekonomi pembangunan kereta api di MIA. Penelitian ini difokuskan pada biaya konstruksi kereta api, pendapatan biaya dari pengangkutan penumpang dan analisis kelayakan ekonomi dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Break Even Point ( BEP), analisis sensitivitas dan berdasarkan tiga skenario perjalanan. Hasil penelitian ini mungkin juga berguna sebagai rekomendasi kepada stakeholders. Perhitungan menunjukkan bahwa biaya investasi rel-bus Rp. 133.731.000.000, -, dengan menggunakan tingkat bunga 14%, diperoleh untuk NPV skenario pertama = - (. Rp 244.039.750.027), BCR = 0,37, IRR = 12,24%, NPV scenario kedua = -(Rp. 98.635.136.798.), BCR = 0,68, IRR = -12,43%, dan NPV scenario ketiga = -(Rp. 11.887.591.183.), BCR = 0,96, IRR = -20, 01%. Oleh karena itu, hasil analisis studi kelayakan untuk skenario pertama, kedua dan ketiga menunjukkan bahwa semua parameter investasi ekonomi adalah tidak layak untuk digunakan.
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MEMPERPANJANG UMUR PAKAI CRANE TEREX RT – 775 ( Study kasus di PT. PEC – TECH SERVICE INDONESIA Pgkl. Kerinci ) Veny Selviyanty
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PEC – TECH Service Indonesia merupakan perusahaan yang memberikan beragam jasa logistic dan supply chainuntuk grup dan juga melayani klien external (untuk operasional Crane), dan itu tidak terlepas dari masalah yangberhubungan dengan efektivitas peralatan mesin yang di akibatkan oleh six big losses. Hal ini dapat terlihat denganfrekuensi kerusakan yang terjadi pada peralatan mesin, karena kerusakan tersebut target tidak tercapai. TotalProductive Maintenance (TPM) merupakan suatu sistem pemeliharaan dan perbaikan. Penelitian ini melakukanpengamatan secara langsung mengenai system perawatan mesin, memberikan usulan perbaikan terhadap sistemperawatan dengan menerapkan sistem pencegahan menggunakan metode TPM yang terdiri dari variabel totalefektifitas, dan menghitung serta menganalisanya. Hal ini ditunjukkan oleh masih besarnya laju kerusakan mesin,tingginya jam henti mesin, dan rendahnya nilai-nilai efektifitas (efektifitas ketersediaan mesin (AV), efektifitasproduksi (PE), efektifitas tingkat kualitas (RQ), dan efektifitas keseluruhan mesin dan peralatan). Diharapkan denganpenggunaan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) ini umur pakai mesin dapat diperpanjang sehingga kerugiannyata vs kerugian terselubung akibat six big losses dapat diminimalisirkan dan perusahaan dapat meningkatkanmutu pelayanannya seperti penambahan peralatan
PERMEABILITAS AIR DAN DEKSTRAN MEMBRAN HIBRID YANG DIKOAGULASI CAMPURAN NON PELARUT 2-PROPANOL-AIR Zaiyar
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permeabilitas membran hibrid yang menggunakan bahan dasar polimer polisulfon. Lempung asal Desa Pallas Rumbai Pekanbaru sebagai sumber silika, polietilen glikol (PEG) sebagai zat porogen. serta non pelarut campuran 2-propanolair sebagai media koagulasi telah dilakukan. Komposisi lempung sebagai sumber silika berbeda, membrane hybrid MA menggunakan lempung 9% dan membran MB lempungnya 9% dan PEG 9%. Pengujian permeabilitas dilakukanmenggunakan sel filtrasi dengan menentukan kecepatan aliran air dan dekstran (Fluks) melewati membran hibrid padatekanan 1-3,5 bar. Koefisien permeabilitas ditentukan dari slope grafik Fluks (J) terhadap perubahan tekanan (?P)yang berupa garis lurus (linier). Hasil perhitungan pengujian statistik menggunakan uji data nilai rata-rata 2 populasimenujukkan, permeabilitas kedua membran tidak berbeda signifikan. Koefisien permeabilitas air membran hibridMA dan MB yaitu sebesar , 3 x 10.s.bar, sedangkan koefisien permeabilitas dekstran adalah 0,9 x10-5 2mL/cm-5 2mL/cm.s.bar.
ANALISA REDAMAN DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING TRANSMISI FIBER OPTIK Benriwati Maharmi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengukur redaman dalam kabel fiber optik adalah unsur penting untuk mendapatkan performa maksimal dari sistem transmisi telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisa redaman pada jalur fiber optik berjenis single mode Non-Zero Dispersion Shifted (NZDF) tipe G 652 di PT. XL Axiata Pekanbaru yang menggunakan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Untuk mengetahui kinerja sistem komunikasi kabel fiber optik akibat redaman yang terjadi, digunakan metode link power budget dengan range 120 km pada jarak 70 km. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan optical time-domain reflectometer (OTDR) Yokogawa AQ 7260 dan power meter Anritsu Optical Handy ML 8002A. Dari hasil penelitian didapatkan nilai total redaman sebesar 1,438 dB, redaman per kilometer tertinggi sebesar 0,211 dB/km pada jarak 4,73 km. Nilai redaman tertinggi tersebut masih berada di bawah nilai dari standart ITU (International Telecommunication Union) untuk fiber optik G.652 pada panjang gelombang 1310 nm yaitu ?0.34 dB/km dan pada panjang gelombang 1510 yaitu ?0.2 dB/km. Dapat disimpulkan kinerja sistem fiber optic yang diteliti, dikategorikan baik.
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Jalan Lingkar Barat Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau) Ulfa Jusi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu sarana untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas, kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan yang sering timbul. Dalam penilaiannya tingkat perkerasan yang ada tersebut apakah masih layak untuk digunakan oleh pengguna jalan dengan mengidentifikasi kerusakan jalan menggunakan Metode Aspalt Institute dan Metode Pavement Condition Index (PCI) dengan study kasus pada Jalan Lingkar Barat Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Dari hasil identifikasi, kerusakan yang terjadi adalah retak kulit buaya, retak slip, retak diagonal, pengelupasan, retak berkelokkelok, sungkur kegemukan, ambles, lubang dan alur. Tingkat kerusakan berdasarkan hasil perhitungan menurut Metode Aspalt Institute adalah 96,324 % dan menurut Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah 98,322%. Berdasarkan tingkat kerusakan jalan pada lokasi tersebut dapat dilakukan perbaikan jalan dengan cara pemeliharaan rutin.

Page 1 of 1 | Total Record : 6