cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285311161133
Journal Mail Official
dio@uigm.ac.id
Editorial Address
Jalan Jend. Sudirman Nomor 62, 20 Ilir D IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30129, Indonesia.
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24773794     EISSN : 24773794     DOI : 10.36982/jge.v10i1.2166
Core Subject : Education,
Jurnal Bahasa dan Sastra contains research manuscripts related to the broad areas of Linguistics and Language Teaching. The journal is published twice a year July and December by the English Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Indo Global Mandiri. It is nationally and internationally reviewed by the journal editorial board as well as other academic experts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2" : 6 Documents clear
Developing Students’ Writing and Digital Literacy using Weblog at Tridinanti University of Palembang Heru Setiawan; Farnia Sari
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.023 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.750

Abstract

AbstractToday, we live in a dynamic digital world where both educators and students are challenged with the ever changing technological developments. Thus, this research was aimed at investigating the development of students’ writing and digital literacy through weblog. The sample of the study was 20 students of the fourth semester English study program of Tridinanti University Palembang. The researchers used purposive sampling as the way of choosing the sample because the sample is taught by the researchers in writing class. The researchers applied quasi-experimental design in term of pretest-posttest non equivalent group design. Moreover, there are three types of data collection used by the researchers; they are test, questionnaire and observation. After the study, it was found out that the results of posttest between experiment and control group show significant difference with t value of posttest was 11.739, sig 0.000 while t value of gain score was 7.671, sig 0.000. Accordingly, all aspects of writing both posttest and gain score show significant differences. Furthermore, it was also found that the developments of digital literacy components from the highest to the lowest are as follows: 1) information sources (36%), 2) digital competencies (23%), 3) attitude and perspective (24%), and 4) basic ICT skill (17%). The results indicate that the concept of digital library in this study encouraged students’ knowledge about information sources. The highest progress made by the students from the observation results was in students’ basic ICT skill then followed by digital competencies because the number of the students who were in excellent category was almost or closely above 50% for these two components. Meanwhile, though attitude and perspective and information sources also increased still they were not as high as other two components as there was only small number of the students who were in excellent category. The results reveal that weblog is effective to develop students’ writing and digital literacy. In addition, students showed positive views because using blog was very interesting and it provided more cooperation between lecturer and students.Keywords : weblog; ICT; writing literacy; digital literacy.AbstrakSaat ini, kita hidup di dunia digital yang dinamis di mana dosen dan masiswa ditantang dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perkembangan tulisan mahasiswa dan literasi digital melalui weblog. Sampel penelitian ini adalah 20 mahasiswa dari program studi bahasa Inggris semester empat Universitas Tridinanti Palembang. Para peneliti menggunakan purposive sampling sebagai cara memilih sampel karena sampel diajarkan oleh para peneliti di kelas menulis. Para peneliti menerapkan desain quasi-eksperimental dalam hal desain kelompok non-setara pretest-posttest. Selain itu, ada tiga jenis pengumpulan data yang digunakan oleh para peneliti; mereka adalah tes, kuesioner dan observasi. Setelah penelitian, ditemukan bahwa hasil posttest antara eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai t postes adalah 11,739, sig 0,000 sedangkan t nilai skor gain adalah 7,671, sig 0,000. Dengan demikian, semua aspek penulisan posttest dan gain score menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selain itu, juga ditemukan bahwa perkembangan komponen literasi digital dari yang tertinggi ke yang terendah adalah sebagai berikut: 1) sumber informasi (36%), 2) kompetensi digital (23%), 3) sikap dan perspektif (24% , dan 4) keterampilan dasar TIK (17%). Hasil menunjukkan bahwa konsep perpustakaan digital dalam penelitian ini mendorong pengetahuan mahasiswa tentang sumber informasi. Kemajuan tertinggi yang dibuat oleh mahasiswa dari hasil pengamatan adalah dalam keterampilan TIK dasar mahasiswa kemudian diikuti oleh kompetensi digital karena jumlah siswa yang berada dalam kategori sangat baik hampir atau hampir di atas 50% untuk dua komponen ini. Sementara itu, meskipun sikap dan perspektif dan sumber-sumber informasi juga meningkat, namun tidak setinggi dua komponen lainnya karena hanya ada sedikit mahasiswa yang berada dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa weblog efektif untuk mengembangkan tulisan dan literasi digital mahasiswa. Selain itu, mahasiswa menunjukkan pandangan positif karena menggunakan blog sangat menarik dan memberikan lebih banyak kerja sama antara dosen dan mahasiswa.Kata kunci : weblog: TIK, literasi tulisan; literasi digital
Analyzing Students’ Perception of Speaking Problems and Mispronunciation At English Department UIGM Karunia Karunia; Retika Wista Anggraini; Rudi Hartono
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.46 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.775

Abstract

AbstractThis research aimed to identify the problems of speaking of sixth semester students of English Department UIGM based on their opinion, to reveal kinds of speaking activities that sixth semester students of English Department UIGM hope to be included in speaking courses, and to reveal how many mispronunciation errors that they made during the interview. The type of this research was descriptive research. The participants of the research were the four sixth semester students of English Department UIGM. The instrument used was interview. The result of the analysis showed that the participants have problems in speaking which are divided into two major problems; psychological and linguistic problems. The psychological problems include feeling nervous and being afraid to speak in English in front of the class. The second major problem is linguistic problems, which include problems in speaking aspects like pronunciation, grammar, and vocabulary. The participants suggested four activities that they hope to be included in speaking courses; singing, English speaking day, speaking with native speaker, and being an international event volunteer. The last, the participants mispronunced 30 English words which consists of vowels (/a/, /ə/, /e/, and /æ/), consonants (/ʃ/, /k/, /Ө/, and /v/) and diphthongs (/aʊ/ and /ɪə/).Keywords : Students’ Perception, Speaking, Mispronunciation, EnglishAbstrakPenelitian ini bertujan untuk mengidentifikasi berbagai masalah dalam berbicara yang dihadapi oleh mahasiswi-mahasiswi semester enam Program Studi Bahasa Inggris UIGM berdasarkan opini mereka, untuk mengungkap macam-macam aktivitas berbicara yang mereka harap dapat disertakan dalam mata kuliah speaking, dan untuk mengungkap berapa banyak kesalahan pengucapan yang mereka buat selama wawancara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Partisipan-partisipan dari penelitian ini adalah empat mahasiswi semester enam Program Studi Bahasa Inggris UIGM. Instrumen yang digunakan adalah wawancara. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa para partisipan memiliki masalah dalam berbicara yang terbagi dalam 2 macam inti masalah; masalah-masalah psikologis dan masalah-masalah kebahasaan. Masalah-masalah psikologis meliputi perasaan gugup dan takut untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan kelas. Masalah kedua adalah masalah-masalah kebahasaan, yang meliputi masalah dalam unsur-unsur berbicara seperti pengucapan, tata bahasa, dan kosakata. Para partisipan menyarankan empat aktivitas yang mereka harap dapat disertakan dalam mata kuliah speaking; menyanyi, hari berbahasa Inggris, bercakap-cakap dengan penutur asli bahasa Inggris, dan menjadi panitia acara internasional. Terakhir, para partisipan keliru dalam mengucapkan 30 kata berbahasa Inggris yang mengandung huruf vokal (/a/, /ə/, /e/, and /æ/), konsonan (/ʃ/, /k/, /Ө/, and /v/) dan diftong (/aʊ/ and /ɪə/).Kata kunci : Persepsi Mahasiswa, Berbicara, Kesalahan Pengucapan, Bahasa Inggris
Critical Thinking In Elt: How Cooperative Learning Affects The Efl Learners’ Critical Thinking Aspects Jaya Nur Iman; Nike Angraini
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.653 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.579

Abstract

AbstractThis research attempted to see whether the cooperative leaning was impactful on EFL learners’ critical thinking aspects. Non-equivalent pretest and posttest control group design of comparison group design was used in this research. The population of the research was all of the undergraduate students of University of Indo Global Mandiri. Forty students were selected as the sample purposively in the experimental group (treatment group) and control group (non-treatment group), respectively. A critical thinking rubric was employed to measure the EFL learners’ critical thinking(aspects) and critical thinking aspects(total). The research findings revealed that (1) there was a significant improvement on the EFL learners’ critical thinking(aspects) and critical thinking (total), (2) There was a significant mean difference on the EFL learners’ critical thinking(aspects) and critical thinking aspects(total), (3) there was a significant contribution of the critical thinking skill (aspects) and critical thinking aspects(total) in which the aspects of framing personal responses and acknowledging other perspectives had the lowest contribution and the aspects of recoqnizing stakeholders and context had the highest contribution. In conclusion statistically the cooperative learning was significantly impactful on the EFL learners’ critical thinking aspects in English language teaching.Keywords: Cooperative learning, critical thinking aspectsAbstrak Penelitian ini berusaha untuk melihat apakah pembelajaran kooperatif berdampak pada aspek berpikir kritis peserta didik EFL. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-equivalent pretest and posttest control group design of comparison group design. Populasi dari penelitian ini adalah semua mahasiswa sarjana dari Universitas Indo Global Mandiri. Empat puluh siswa dipilih sebagai sampel secara purposif dalam kelompok eksperimen (kelompok perlakuan) dan kelompok kontrol (kelompok non-perlakuan). Rubrik berpikir kritis digunakan untuk mengukur pemikiran kritis (aspek) pembelajar EFL dan aspek berpikir kritis (total). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa (1) ada peningkatan yang signifikan pada pemikiran kritis (aspek) peserta didik EFL dan  pemikiran kritis (total), (2) Ada perbedaan rata-rata yang signifikan pada pemikiran kritis peserta didik EFL (aspek) dan aspek berpikir kritis (total), (3) ada kontribusi signifikan dari keterampilan berpikir kritis (aspek) dan aspek berpikir kritis (total) di mana aspek membingkai tanggapan pribadi dan mengakui perspektif lain memiliki kontribusi terendah dan aspek dari para pemangku kepentingan dan konteks yang memiliki kontribusi tertinggi. Kesimpulannya secara statistik pembelajaran kooperatif berdampak signifikan pada aspek berpikir kritis peserta didik EFL dalam pengajaran bahasa Inggris.Kata kunci: pembelajaran kooperatif, aspek berpikir kritis
Using Onomatopoeia in Comic to Improve Vocabulary Tiara Eliza
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.645 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.776

Abstract

AbstractIn the field of second language teaching, vocabulary has been one of the most neglected areas in the classroom. That is why there are many students who lacks of vocabulary will find difficulties in language learning process. They will find difficulties in communication. Therefore vocabulary has an important role in communication process both spoken and written. Vocabulary is needed to support a success communication. This study was meant to find out how to improve vocabulary by using onomatopoeic expression in comic and to describe some challenges in using comic as a media of teaching and learning process. This study used a qualitative descriptive analysis. The participants were taken from the students in private classes. The research data is collected by using test (test after the first treatment and test after the second treatment) and by observation for collecting data on the students’ motivation in improving vocabulary mastery using onomatopoeic expression. The data were analyzed by using the descriptive analysis. The result showed that in the first cycle, the students’ average was 65.8, then, on the second treatment, the students’ average increase to be 75.9. It can conclude that teaching vocabulary by using onomatopoeic expression in comic can be used as media to improve students’ vocabulary ability.Keyword : Onomatopoeia, Vocabulary, ComicAbstrakDi dalam bidang pengajaran bahasa kedua, kosakata menjadi salah satu hal yang diabaikan didalam kelas. Oleh karena itu wajar jika banya siswa-siswa yang memiliki keterbatasan kosakata akan menemukan kesulitan dalam proses mempelajari bahasa kedua. Mereka akan menemukan kesulitan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, kosakata memegang peranan penting dalam proses berkomunikasi antara satu dengan yang lain baik secara lisan maupun tulisan. Dalam hal ini kosakata sangat diperlukan untuk menunjang suksesnya proses berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara meningkatkan dan memperkaya kosakata dengan menggunakan kata-kata onomatopea atau beberapa bentuk ekspresi onomatopea yang terdapat didalam komik dan penelitian ini juga dimaksudkan untuk melihat serta meninjau beberapa tantangan yang akan dihadapi ketika menggunakan komik didalam proses pembelajaran bahasa kedua. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat analisis deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil dari beberapa kelas privat. Adapun bentuk pengumpulan data yang digunakan  adalah dengan menyelenggarakan beberapa tes dan observasi untuk melihat bagaimana kata dan ekspresi onomatopea yang terdapat di dalam komik dapat memberikan motivasi kepada para siswa dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan perolehan nilai rata-rata siswa dari 65.8 menjadi 75.9. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata-kata onomatopea didalam komik mampu meningkatkan dan memperkaya kosakata.Kata kunci : Onomatopea, Kosakata, Komik
Improving The Tenth Grade Students’ Speaking Achievement by Using Communication Games of SMA LTI-IGM Palembang Meilani Ariyati; Desi Surayatika
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.99 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.734

Abstract

AbstractThis research was made based on the quasi-experimental: non-equivalent control group research that was conducted in SMA LTI-IGM Palembang. The aim of this research was to improve students’ speaking achievement by implementing a technique namely communication games. In this research, there were two different samples to be judged their speaking achievement. First is experimental group which was given a treatment and second is control group which was not given any treatment. As data source, a test in oral speaking was used in this research. Before starting the research, a pre-test was taken from both groups and two raters scored the students’ oral speaking based on speaking rubric score designed by Brown (2003). After implementing the treatment, both groups were given a post-test and the same raters scored their oral speaking to know the significant improvement and significant difference between the scores of both goups. The results indicated that by using this technique, the students’ speaking achievement was improved. It was shown from the mean scores of pre-test in experimental group that increased from 67,47 to be 82,93 in post-test. The significant difference of the post-test scores between both of experimental and control groups could be seen from the results of the t-obtained of both groups that was 4,273. It was considered higher than the t-table for (df) 28 that was only 2,048. Accordingly, it could be claimed that teaching speaking by using communication games brought about an improvement in students’ speaking achievement. This technique was good way to help students learning English in element of fun or with joyful activity and was aimed to get learners to communicate or talk as much and fluent as possible.Keywords: improving, speaking achievement, communication gamesAbstrakPenelitian ini di buat berdasarkan penelitian kuasi-eksperimental: kelompok control non-setara yang dilakukan di SMA LTI-IGM Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menerapkan teknik permainan komunikasi. Dalam penelitian ini, ada dua sampel yang berbeda untuk dinilai pada kemampuan berbicara siswa. Pertama adalah kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dan yang kedua kelompok control yang tidak diberi perlakuan. Sebagai sumber data, tes dalam berbicara lisan digunakan dalam penelitian ini. Sebelum memulai penelitian, pre-test diambil dari kedua kelompok dan dua penilai menilai kemampuan berbicara siswa berdasarkan skor rubrik berbicara yang dirancang oleh Brown (2003). Setelah menerapkan pengajaran, kedua kelompok diberi post-test dan penilai yang sama menilai kemmpuan berbicara siswa untuk mengetahui peningkatan yang signifikan dan perbedaan yang signifukan antara skor kedua kelompok. Hasil menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik ini, kemampuan berbicara siswa meningkat. Hal itu di tunjukkan dari nilai rata-rata pre-test pada kelompok eksperimen yang meningkat dari 67,47 menjadi 82,93 pada saat post-test. Perbedaan yang signifikan pada saat post-test antara kedua kelompok eksperimen dan control dapat dilihat dari hasil t-hitung kedua kelompok yaitu 4,273. Nilai tersebut dianggap lebih tinggi dari t-tabel untuk (df) 28 yang hanya 2.048. dengan demikian, dapat dikatakan bahwa mengajar kemampuan berbicara dengan menggunakan permainan komunikasi meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Teknik ini adalah cara yang baik untuk membantu siswa belajar bahasa inggris dalam hal yang menyenangkan atau dalam kegiatan yang menyenangkan dan bertujuan untuk membuat peserta didik berkomunikasi atau berbicara sebanyak dan selancar mungkin.Kata kunci: peningkatan, kemampuan berbicara, permainan komunikasi.
Teaching Writing Recount Text Through Photo Diary To The Eighth Grade Students Hartini Agustiawati
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.287 KB) | DOI: 10.36982/jge.v7i2.779

Abstract

AbstractThe main problem was the effectiveness to teach writing recount text through photo diary and the differences in achievement between students who were taught through photo diary and those who were not. Therefore, the objective of this study to find out whether it was effective or not to teach writing recount text through photo diary and to know the differences in achievement between the students who were taught by using photo diary and those who were not. The experimental method was used in this study. The population of this study was the eighth grade students of Junior high school number 5 with 74 students as the sample total numbers, which were divided into two groups, 37 students from experimental group and 37 students from control group. The data were collected through essay tests, pretest and posttest. The results showed that it was effective to teach writing recount text through photo diary, there were some differences in achievement between students who were taught through photo diary and without photo diary. It also indicated that photo diary could improve the students writing skills recount text. It is also suggested for teachers and researchers who want to teach and do research about writing especially Recount Text.Keywords : Teaching, Writing, Recount Text, Photo DiaryAbstrakMasalah utama adalah keefektifan mengajar menulis teks recount melalui photo diary dan perbedaan prestasi antara siswa yang diajar melalui photo diary dan mereka yang tidak. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah efektif atau tidak untuk mengajar menulis teks recount melalui photo diary dan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan photo diary dan yang tidak. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP nomor 5 dengan jumlah siswa 74 sampel, yang dibagi menjadi dua kelompok, 37 siswa dari kelompok eksperimen dan 37 siswa dari kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes esai, pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itu efektif untuk mengajar menulis teks recount melalui photo diary, ada beberapa perbedaan dalam prestasi antara siswa yang diajar melalui photo diary dan tanpa photo diary. Ini juga menunjukkan bahwa diary foto dapat meningkatkan keterampilan menulis teks recount siswa. Juga disarankan bagi para guru dan peneliti yang ingin mengajar dan melakukan penelitian tentang penulisan terutama Teks Recount.Kata kunci : Pengajaran, Menulis, Teks Recount, Photo Diary

Page 1 of 1 | Total Record : 6