cover
Contact Name
Bayu Dwi Setyo
Contact Email
bayu.dwisetyo@unimman.ac.id
Phone
+6285146303044
Journal Mail Official
jurnal@apji.org
Editorial Address
Jalan Pandu Pangiang Lingkungan, Pandu, Kec. Bunaken, , Manado, Provinsi Sulawesi Utara, 95249
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
ISSN : 29621593     EISSN : 29621577     DOI : https://doi.org/10.57214/pengabmas.v4i3
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat. Focus dan Scope pada bidang Multidisiplin Ilmu, pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat indonesia memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabmas Nusantara terbit 1 tahun 4 kali (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 226 Documents
BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA DI DUSUN KUBANG (TOGA) Febri isnawati; Alfi Muklis Kurniawan; Vian Nova Erika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 3 (2021): September: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman kaya manfaat dan mudah dibudidayakan. Budidaya TOGA merupakan salah satu alternatif cerdas di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang tanaman obat dan manfaatnya, serta dapat membudidayakan TOGA dengan baik. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan kepada masyarakat Dusun Besar, Desa Sidomulyo. Kegiatan budidaya ini diikuti oleh tiga keluarga mitra. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa semua peserta bisa membudidayakan TOGA dengan baik. Hal ini terbukti dari tanaman obat yang ditanam dirawat dengan baik dan mulai tumbuh tunas baru.
PELATIHAN PEMROGRAMAN AKTIVITAS FISIK MELALUI OUTBOUND DAN BRAINGYM SEBAGAI IMPLEMENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEDISIPLINAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PATIMUAN Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.239

Abstract

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.
SOSIALISASI PERAN SOSOK SARJANA DI KALANGAN MASYARAKAT BERSAMA WARGA DESA PATIMUAN Devi Riri Yuliyani; Amalia Nurul Azizah; Diyah Noviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.241

Abstract

Pada hakikatnya seorang pria juga berhak untuk mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi, Akan berbeda apabila seorang pria tadi memiliki bakal ilmu yang mumpuni salah satunya dengan mengenyam pendidikan perguruan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana. Hal tersebut berlandaskan bahwa seorang pria nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang nantinya akan dididik menjadi sosok yang bermanfaat bagi manusia. malalui sosialisasi ini tim pelaksana berharap bisa membangun pemikiran positif terkait pendidikan yang juga berhak didapatkan, bahkan hingga mendapatkan gelar sarjana. Bukan dilihat dari gelarnya, akan tetapi seseorang yang memiliki gelar sarjana apabila dalam prosesnya ia mengikuti dengan baik, maka melahirkan kemanfaatan yang nyata bahkan untuk kebaikan di masyarakat apabila di aplikasi dengan baik
PELATIHAN MEMBACA AL-QUR’AN YANG BAIK DAN BENAR MELALUI METODE QIRA’ATI Fitrian Prila Wardani; Devi Riri Yulyani; Tiara Ilmiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.242

Abstract

Community service is carried out to the general public, and the target of the service is the al-bayyinah Muslim study group, Yosorati Village, Kec. Sumberbaru Kab. Jember. This service is in the form of training in reading the Koran properly and correctly through the Qira'ati method, the executor first surveys the field what are the current needs of the community. In an effort to popularize the Koran, currently there are various methods that are quite helpful in facilitating the process of learning to read the Koran properly and correctly. However, the general problems encountered in teaching the Koran today are: Quality of Education, Qualifications of Ustad Teachers, Uncertain Study Time, Learning Methods used are lacking/not mastered. Based on the implementation of good and correct Qur'an reading training through the Qira'ati method in Krajan Lor Hamlet, Yosorati Village, Kec. Sumberbaru Kab. Jember is the standard for the quality of learning outcomes for mothers who are not the same. Between one and another, due to differences in educational background and also the family environment, each Muslim congregation must be different in absorbing material, it shouldn't be 100% uniform. but the levels of differences that are too far apart indicate that something is lacking in the learning process, be it from the elements, teacher, means, or methods used. The development of various methods of reading the Koran at this time indeed enriches the variety of the learning process, but if the use of the method chosen by the Koran teacher or institution does not comply with the standards required by the method maker, then from the learning process to the product produced it is definitely not standard. It is often found in our society that the ratio of the teacher of the Koran to the number of students is not balanced. The number of Koran teachers is less than the students who are ready to be taught, and even then the quality of teachers is not evenly distributed, there are even ustad who are reckless because there are no Koran teachers who are ready to teach.
SOSIALISASI PENTINGNYA PARENTING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI DESA PADANGJAYA Alwi Sofyan; Alfi Muklis Kurniawan; Agnes Rosaliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.243

Abstract

Parenting socialization activities regarding the importance of intellectual and character education in dealing with the times are to introduce and socialize true parenting education for the community. Thus, socialization participants are expected to be able to practice the material socialized to their children in everyday life, so that a generation with intellectual and character is produced. The socialization was carried out using direct observation, interviews, and socialization methods, by means of: lectures/providing information and training. As a result of these activities, participants gain knowledge related to parenting; and commit to practice it with their own children.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA DAERAH SEBAGAI BAHASA IBU PADA ANAK USIA DINI Amalia Nuruul Azizah; Devi Riri Yuliyani; Amelia Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2020): Desember: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i4.244

Abstract

Bahasa ibu merupakan alat komunikasi pertama seorang anak pertama dilahirkan yang berasal dari lingkungan terdekatnya baik dari ibu, ayah, sanak saudara dan juga lingkungan masyarakat sekitar. Bahasa ibu pun sering disebut juga dengan bahasa daerah dimana seorang anak tersebut dilahirkan maka bahasa yang ia gunakan adalah menggunakan bahasa ibu, hal ini dikarenakan agar tetap terjaganya bahasa daerah tersebut dan juga agar tetap lestari. Penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibupun berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya dimana keadaan lingkungan tersebut akan terbawa oleh anak hingga besar nanti, lingkungan pun merupakan daerah yang paling dekat dengan anak dan sering berinteraksi sehari-hari. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi pelatihan bahasa daerah sebagai penggunaan bahasa ibu. Tujuannya adalah untuk untuk meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini dan untuk membentuk dan membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Teknik yang digunakan untuk pelatihan ini adalah pengumpulan data, menentukan tema kegiatan, membuat materi kegiatan, melakukan sosialisasi dan pelatihan,dan yang terakhir yaitu mengevaluasi.
PENGENALAN ONLINE BUSINESS MARKETING MELALUI MEDIA SMARTPHONE DI DESA PATIMUAN Alwi Sofyan; Fitrian Prila Wardani; Wina Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2020): Desember: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i4.245

Abstract

Desa Patimuan sebenarnya memiliki banyak potensi yang belum banyak diekspos oleh media secara maksimal. Salah satu potensi ekonomi yang ada di desa Patimuan dan menjadi andalan karena sudah dikenal oleh kalangan luas adalah pertanian jeruk. Kebun jeruk yang ada di di desa tersebut seluas 250 hektar. Potensi lain yang sebenarnya belum terekspos secara efektif adalah kebun sayur organik dan tanaman hias. Hal ini memang belum banyak mendapatkan perhatian dari kalangan umum. Selain itu, masih ada beberapa potensi desa yang lain yang seyogyanya dapat lebih ditingkatkan dengan adanya program pemberdayaan masyarakat. Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Sayangnya, masyarakat yang potensial tersebut masih ketinggalan dalam penguasaan dan pemanfaatan smartphone untuk online marketing. Setelah kami mengetahui kurangnya pengetahuan di bidang teknologi ini, maka kami menawarkan proposal PKM-M yang berjudul "Pengenalan online marketing melalui media smartphone di desa Patimuan, Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap". Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Dengan terealisasinya proposal ini kami berharap besar akan adanya perubahan signifikan terhadap masyarakat Desa Patimuan dalam hal pengetahuan teknologi dan penggunaannya. Hal tersebut yang akan menjadikan Desa Patimuan dikenal sebagai desa model di kabupaten Cilacap yang berkecimpung dalam marketing online. Dan bukan hal yang mustahil, jika prosposal yang kami tawarkan ini bergerak maju sesuai yang diharapkan, nantinya Desa Patimuan akan menjadi desa percotohan dan teladan bagi desa lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN USAHA RUMAHAN PRODUK CITRUK DI DESA PATIMUAN RT 1 RW 7 Febri isnawati; Devi Riri Yuliyani; Duryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2020): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i3.246

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan wirausaha rumahan, ini memberikan kesan yang baik bagi peserta. Salah satunya adalah kegiatan pada hari pertama yaitu tanggal 21 Juli 2020. Dimana kegiatan yang mengawali deretan jadwal kegiatan pelatihan wirausaha ini adalah dengan mengadakan acara sosialisasi tentang wirausaha rumahan dan produksi Citruk. Produk yang dibuat nantinya akan dipasarkan sesuai dengan arahan tim pelaksana, sehingga memberikan manfaat untuk masyarakat agar bisa berkembang dan berwirasusaha meskipun hanya berperan sebagai Ibu Rumah Tangga, serta membantu peningkatan finansial keluarga. Peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari 40 Ibu Rumah Tangga, 20 Perempuan Remaja, dan 20 Perempuan Dewasa. Berlokasi di desa Patimuan RT 1 RW 7 Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap.
PELATIHAN PEMBUATAN BROSS DENGAN BAHAN DASAR KAIN PERCA DUSUN CIWELUTAN DESA SUGARAN KECAMATAN SIDAREJA Fitrian Prila Wardani; Amalia Nurul Azizah; Fina Oktaviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2020): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i3.247

Abstract

Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui apa itu kain perca, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan di tangan - tangan kreatif, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja.Pelaksanaan pelatihan pembuatan bross dengan kain perca sebagai bahan dasat menggunakan metode sebagai berikut : 1. Sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran konsep-konsep ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan dan pengelolaan kain perca menjadi kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi grup yaitu memberikan waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. 2. Pendampingan pelatihan melalui beberapa metode. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi secara menyeluruh terkait kegiatan. Selain metode ceramah juga menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Metode ini dilakukan dengan mempraktekkan dan memberikan pelatihan dalam pembuatan bross dari kain perca kepada masyarakat. Pelatihan dibimbing pemateri dan setiap kelompok juga berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, ide dan mengadakan latihan bersama untuk berkreasi dalam menghasilkan bross dengan berbagai variasi. 3. Pendampingan pelatihan dan manajemen pengembangan usaha yang baik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan latihan. Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan kain perca. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat bross dari kain perca. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat bross dari kain perca bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat bross dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan kain perca untuk dijual, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Pelatihan Pembuatan Bross dengan Bahan Dasar Kain Perca" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.
PENYULUHAN BAHAYA DAN PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI BERSAMA WARGA DESA PATIMUAN Amalia Nuruul Azizah; Alfi Muklis Kurniawan; Fina Oktaviani2
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2020): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i3.248

Abstract

Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.

Page 7 of 23 | Total Record : 226