Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI PERAN SOSOK SARJANA DI KALANGAN MASYARAKAT BERSAMA WARGA DESA PATIMUAN Devi Riri Yuliyani; Amalia Nurul Azizah; Diyah Noviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.241

Abstract

Pada hakikatnya seorang pria juga berhak untuk mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi, Akan berbeda apabila seorang pria tadi memiliki bakal ilmu yang mumpuni salah satunya dengan mengenyam pendidikan perguruan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana. Hal tersebut berlandaskan bahwa seorang pria nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang nantinya akan dididik menjadi sosok yang bermanfaat bagi manusia. malalui sosialisasi ini tim pelaksana berharap bisa membangun pemikiran positif terkait pendidikan yang juga berhak didapatkan, bahkan hingga mendapatkan gelar sarjana. Bukan dilihat dari gelarnya, akan tetapi seseorang yang memiliki gelar sarjana apabila dalam prosesnya ia mengikuti dengan baik, maka melahirkan kemanfaatan yang nyata bahkan untuk kebaikan di masyarakat apabila di aplikasi dengan baik
PELATIHAN PEMBUATAN BROSS DENGAN BAHAN DASAR KAIN PERCA DUSUN CIWELUTAN DESA SUGARAN KECAMATAN SIDAREJA Fitrian Prila Wardani; Amalia Nurul Azizah; Fina Oktaviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2020): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v2i3.247

Abstract

Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui apa itu kain perca, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan di tangan - tangan kreatif, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja.Pelaksanaan pelatihan pembuatan bross dengan kain perca sebagai bahan dasat menggunakan metode sebagai berikut : 1. Sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran konsep-konsep ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan dan pengelolaan kain perca menjadi kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi grup yaitu memberikan waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. 2. Pendampingan pelatihan melalui beberapa metode. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi secara menyeluruh terkait kegiatan. Selain metode ceramah juga menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Metode ini dilakukan dengan mempraktekkan dan memberikan pelatihan dalam pembuatan bross dari kain perca kepada masyarakat. Pelatihan dibimbing pemateri dan setiap kelompok juga berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, ide dan mengadakan latihan bersama untuk berkreasi dalam menghasilkan bross dengan berbagai variasi. 3. Pendampingan pelatihan dan manajemen pengembangan usaha yang baik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan latihan. Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan kain perca. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat bross dari kain perca. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat bross dari kain perca bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat bross dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan kain perca untuk dijual, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Pelatihan Pembuatan Bross dengan Bahan Dasar Kain Perca" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.
SOSIALISASI PENTINGNYA PARENTING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI DESA BULUSARI Pebri Isnawati; Amalia Nurul Azizah; Vian Nova Erika
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v1i2.457

Abstract

Parenting adalah pola asuh orang tua terhadap anak. Pola asuh berasal dari dua kata yaitu pertama, kata “pola” dan kedua kata “asuh”. Pola asuh dapat diartikan sebagai sistem, cara kerja atau bentuk dalam upaya menjaga, merawat, mendidik dan membimbing anak supaya dapat berdiri sendiri. Selain itu, pola asuh orang tua dapat diartikan sebagai interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Karakter diartikan sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Sosialisasi Pentingnya Parenting dalam Pembentukan Karakter Anak" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman dan kesadaran para orang tua akan pentingnya ilmu parenting dan dampak yang di timbulkan dari kesalahan pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter anak.
SOSIALISASI PELESTARIAN BUDAYA BANGSA MELALUI PEMBERDAYAAN REMAJA DI SANGGAR TARI TRADISIONAL AJIBARANG Amalia Nurul Azizah; Pebri Isnawati; Laela Nurul Fikriyah
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v1i1.458

Abstract

ABSTRAK Kebudayaan asli Indonesia merupakan kekayaan yang dimiliki dan harus dilestarikan secara berkelanjutan agar keberadaanya tidak hilang ditimpa derasnya arus modernisasi yang masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah tarian campak. Tarian campak ini perlahan mulai ditinggalkan khususnya oleh kaum remaja khususnya di Dusun Kumpai Desa Riding Panjang. Hal ini dikarenakan kurangnya minat pemuda dalam hal kesenian tradisional dan lebih tertarik terhadap kesenian yang datang dari luar negeri. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui tiga tahapan yaitu observasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah para remaja diharapkan memahami makna dari setiap gerakan serta filosofi yang ada dari tarian campak tersebut sehingga melalui para remaja ini diharapkan estafet pelestarian kebudayaan tari campak ini dapat terus berlangsung walaupun arus budaya luar terus bermunculan di Indonesia sehingga harapannya tidak akan pudar oleh modernisasi.
PENYULUHAN BAHAYA RADIASI HANDPHONE PADA ANAK DI DESA MULYADADI KECAMATAN MAJENANG Alfi Muklis Kurniawan; Amalia Nurul Azizah; Diah Sofa Mutmainnah
Jurnal DIKMAS Vol. 2 No. 1 (2020): Juni : Jurnal DIKMAS
Publisher : Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/dikmas.v2i1.84

Abstract

Pengguna Handphone mulai dari kalangan dewasa, usia remaja dan anak sekolah. Efek sinar biru dari handphone memiliki dampak buruk bagi kesehatan mata bila digunakan terlalu sering. Radiasi sinar tersebut dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Umumnya saat ini kita melihat banyak anak-anak yang kecanduan bermain handphone. Memang saat ini efek dari radiasi gelombang elektromagnetik dari handphone tidak terasa secara langsung. jika digunakan terus menerus dalam durasi yang lama menimbulkan masalah kesehatan misalnya gangguan mata. cara untuk mencegah risiko radiasi ini yaitu orang tua harus mengawasi anak ketika menggunakan handphone, memberikan bimbingan pada anak bagaimana menggunakan handphone yang benar. Misalnya dengan mengatur jarak pandang, tidak menggunakan dalam posisi tidur tidak dan mengatur durasi penggunaannya.