cover
Contact Name
Qurani
Contact Email
bessequrani@unm.ac.id
Phone
+6281355777674
Journal Mail Official
st.aisyah@unm.ac.id
Editorial Address
Alamat redaksi : Jurusan PKK Fakultas Teknik Kampus UNM, Parangtambung Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Home Ec
ISSN : 19075081     EISSN : 27760081     DOI : -
HomeEc merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Makassar yang dikelola oleh jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik. Jurnal ini adalah media penuangan kajian dan hasil penelitian pendidikan dan non kependidikan berbagai bidang ilmu meliputi bidang pendidikan kesejahteraan keluarga, tata busana, tata rias, tata boga, gizi, pangan, pariwisata dan perhotelan. Jurnal HomeEC diharapkan dapat memberikan gambaran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kesejahteraan keluarga.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 PEB (2010)" : 10 Documents clear
KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PKK KONSENTRASI TATA BUSANA DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN LAPANGAN KERJA WIRAUSAHA BUSANA Sitti Maryam
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep “link & match” antara perguruan tinggi dengan dunia usaha khususnya usaha busana, semacam irisan yang menjembatani antara program perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha. Namun pada prakteknya, terutama di Indonesia masih sering jauh dengan kenyataan, sebagai contoh, kebijakan di dunia pendidikan tinggi Indonesia membuat pihak perguruan tinggi mempertahankan bahwa jenjang pendidikan akademis haruslah melewati jenjang seperti D2, D3, S1, S2 dan S3 dan tidak ada kredit apapun yang bisa diperoleh tanpa melewati suatu ujian atau kuliah secara formal, termasuk juga pengalaman bertahun-tahun di dunia kerja atau lapangan. Hal ini juga dikarenakan sifat perguruan tinggi yang lebih “lecture center oriented” dibandingkan “student center oriented“, sehingga bila terjadi argumentasi mahasiswa dengan dosen, maka sulit memperoleh nilai grade yang baik atau bahkan sulit lulus. Perilaku tersebut di atas menumbuhkan budaya apatis di kebanyakan kalangan mahasiswa, meskipun tidak semua dosen berperilaku demikian (Tshahindra 2009 dalam Ana Rahmi (2010). Sedangkan dunia usaha busana sendiri juga sering beranggapan bahwa lulusan Sarjana itu masih belum bisa langsung “on the fly” pada praktek di lapangan. Alias masih dianggap nol, belum tahu apa-apa, paling hanya 20% ilmu yang diserap selama kuliah yang dapat dipergunakan di dunia kerja. Akibatnya, sering ada pelatihan berkesinambungan bagi para “fresh graduate” seperti program: graduate trainee, management trainee dan lain lain, untuk memberikan kesiapan bagi para lulusan baru bekerja di dunia usaha busana. Ke dua pihak ini tentunya memberi iklim yang tidak baik, dimana dunia usaha memerlukan tenaga kerja yang memang handal dan aplikatif di bidangnya, sedangkan lulusan perguruan tinggi yang melimpah justru belum mendapatkan pekerjaan dengan bidang yang sesuai jurusannya. Hal yang perlu dilakukan merupakan salah satu upaya membentuk jembatan yang lebih erat antara pihak perguruan tinggi dan dunia usaha. Melalui pendidikan usaha dibidang ilmu tertentu misalnya sandang  (busana), maka bisa diketahui harapan pihak dunia usaha khususnya usaha busana mengenai program usaha yang selama ini dijalankan oleh mahasiswa, sebagai salah satu kesiapan mahasiswa bila sudah lulus nanti, tidak mengalami kesenjangan dengan kebutuhan dunia usaha.   Key Words: Kompetensi mahasiswa, Jurusan PKK Tata Busana, wirausaha busana
PENGENALAN SEJARAH BUSANA DAN TEKSTIL Nurnaga Nohong
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain ini mudah dibaca atau di pahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain apabila diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya. Dengan kata lain bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar. Gambar tersebut merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain. Setiap busana adalah hasil pengungkapan dari sebuah proses desain. Seorang desainer apabila mendesain busana memerlukan objek yang menjadi inspirasi untuk mewujudkan desainnya. Sejarah busana merupakan suatu unsur penting sebagai bahan inspirasi dalam mendesain busana itu. Oleh karena itu dalam artikel ini dibahas dipaparkan 3 sejarah busana dan teskstil. Pentingnya sejarah busana yang dapat menjadi sumber inspirasi penting dalam mendesain suatu busana seperti (1) sejarah busana dan tekstil; (2) sejarah kebaya di Indonesia; (3) sejarah busana raja Firaun. Ketiga unsure sejarah busana ini memperkaya imaginasi dalam mendesain busana sehingga pencipta atau desainer bisa lebih inspiratif dan konstruktif mengembangkan kreasi desainnya dengan berpijak pada dimensi penjelajahan lintas budaya dan lintas waktu atau lintas jaman. Key Words: Sejarah busana, tekstil.
PERSIAPAN MENJADI ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK Hamidah Suryani
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental, Oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya. Orangtua harus memiliki persiapan dalam mendidik anak, persiapan tersebut meliputi: persiapan  mengenai  pandangan orangtua terhadap anak, persiapan menghadapi kelahiran bayi, persiapan perawatan dan pendidikan anak dan persiapan orangtua dalam pengolahan nafkah.   Key words: Persiapan, Orangtua, Mendidik dan Anak
PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PEMBENTUKAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPRITUAL ANAK Rosmiaty Rosmiaty
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran ganda yang dijalani oleh kaum perempuan dalam sebuah keluarga  sebagai ibu rumah tangga dan perempuan karier adalah pekerjaan yang tidak ringan, karena mereka harus bekerja tidak hanya didalam rumah tapi juga diluar rumah. Semua itu membutuhkan kerja keras, manajemen waktu yang baik, patuh pada komitmen dan juga ambisi. Kesibukan seorang ibu menjadi penyebab retaknya sebuah keluarga apabila tidak dibentengi dengan  terjalinnya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Kecerdasan seorang anak tidak datang dengan sendirinya tetapi banyak faktor diantaranya faktor  biologis, gizi, kasih sayang, perhatian, bimbingan  dan doa orang tua yang menjadi sebuah eratnya jalinan keluarga harmonis.   Key Words : Paran ganda,  perempuan, kecerdasan emosional, anak dan Keluarga
PERAN PEREMPUAN PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KECAMATAN PAJJUKUKANG KABUPATEN BANTAENG Kurniati Kurniati
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan pembudidaya rumput laut memainkan peran penting dalam rumah tangga dan kegiatan ekonomi.  Penyebab utama wanita nelayan ikut bekerja adalah untuk membantu memperbaiki keadaan ekonomi rumah tangga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan ekonomi, kegiatan rumah tangga, dan pendapatan perempuan pembudidaya rumput laut di Kecamatan Pajjukukang Kabupaten Bantaeng.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kegiatan ekonomi yang dilakukan perempuan pembudidaya rumput laut adalah Penjemuran Tali Bentangan, Pengikatan Bibit Pemanenan Rumput Laut, dan Penjemuran Hasil.   Pekerjaan rumah tangga yang dilakukan adalah Membersihkan Rumah Memasak Memelihara dan mengasuh anak Menjahit pakaian robekMencuci pakaian.  Pendapatan perempuan pada usaha budidaya rumput laut rata-rata Rp 40.000,- perhari.  Pengeluaran untuk menambah kebutuhan rumah tangga sebesar Rp 25.000,- setiap hari untuk kebutuhan rumah tangga dan uang saku anak.    Sisa dari pendapatan tersebut bias ditabung untuk pemenuhan kebutuhan perumahan, kesehatan, pendidikan, trasnportasi, partispasi social. Key Words : Perempuan, Pendapatan, Budidaya Rumput Laut .
KOMPETENSI PRODUKSI BUSANA SUATU HOBBY YANG MENYENANGKAN Srikandi Srikandi
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren busana dan aksesori dari ujung kepala sampai ujung kaki terus berputar. Tahukah Anda, bahkan tren terbaru sekalipun bisa memiliki akar sejarah busana dari ratusan tahun yang lalu. Menjahit juga cara yang paling jitu untuk menghemat biaya rumah tangga yang semakin tinggi belakangan ini. Bayangkan berapa banyak yang bisa anda hemat dengan membuat baju anda sendiri, baju anak-Anak dan suami anda dan bahkan anda bisa membuat berbagai perlengkapn rumah tangga seperti seprei dengan bantal gulingnya, taplak meja dan serbet, gorden dan masih banyak lagi! Biarkan kreatifitas anda membawa anda pada project-project yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit busana disebut penjahit. Penjahit busana pria disebut tailor, sedangkan penjahit busana wanita disebut modiste. Key Words:  Kompetensi produksi busana, hobby menjahit menyenangkan,  pengetahuan alat
PROMOSI BIDANG USAHA BUSANA MELALUI MEDIA IKLAN DENGAN FESYEN (FASHION) DESAIN ILUSTRASI Sitti Aisyah
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proposal usaha. blogspot.com (2010) memberikan tips strategi usaha penjualan busana, sehingga usaha busana yang di jalankan bisa berjalan eksis. Strategi usaha busana  ini saya kutip dari tips bisnis sukses. Jika anda ingin menjalankan usaha penjualan busana skala kecil dengan modal terbatas, harus mencari jenis barang yang cepat laku. Terlepas dari melakukan pinjaman tanpa jaminan atau tidak, indikasi cepat laku adalah kalau barang itu sering berganti atau cepat habis. Bisnis usaha busana memang sedikit memerlukan waktu lakunya agak lama, dibandingkan dengan jualan makanan. Oleh sebab itu ada dua alternatif hal yang dapat dipilih yaitu memilih produk busana yang mahal agar dapat keuntungan besar, atau memilih produk yang murah dengan keuntungan  kecil. Selanjutnya melakukan promosi busana secara kontinu, baik yang tradisional dari mulut kemulut, maupun dengan penggunaan media modern. Key Words: Media iklan, desain ilustrasi, promosi usaha busana
STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF DAN MENYENANGKAN Mardawiah Kadir
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan salah satu unsur yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, oleh sebab itu guru dituntut memiliki kemampuan strategis membuat suatu perencanaan mulai dari memikirkan pendekatan yang relevan, model dan metode pembelajaran, sampai kepada  taktik dan teknik mengajar yang baik. Strategi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan tidak lain adalah upaya yang dilakukan oleh seorang guru agar tepat dalam memilih dan memilah pendekatan, model, metode maupun taktik dan teknik mengajar, dan upaya-upaya tersebut dapat terlihat pada kemampuan guru berkomunikasi, menyampaikan pesan, baik verbal maupun non verbal, demikian pula kemampuan guru menyegarkan suasana kelas, misalnya memberi contoh yang lucu, anekdot yang menyedot perhatian, atau visual gambar yang jenaka. Strategi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan adalah entry point pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, tentu saja dalam upya pengembangan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Key Words: Strategi pembelajaran, kreatif, menyenangkan.
PENDEKATAN KURIKULUM GENDER DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Suraidah Hading
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kurikulum gender multikultural  dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender multikultural. Kesetaraan gender dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender. Menanamkan kesadaran gender melalui pendidikan multikultural diharapkan dapat membentuk manusia yang mampu menjunjung tingi demokrasi, menegakkan keadilan, menghapuskan deskriminasi, menegakkan hak dasar kemanusiaan, nilai keagamaan, multikultural dan keberagaman bangsa Indonesia. Proses peningkatan kualitas pendidikan multikultural tidak membuahkan hasil yang subtantif apabila partisipasi laki-laki dan perempuan tidak menjadi perhatian sejak dini. Upaya harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan meliputi berbagai aspek. “Oleh karena itulah Aktivis Kemitraan Pendidikan Dasar Indonesia Australia atau Indonesia Australia Partnership In Basic Education (IAPBE) berupaya merangkum dan menerbitkan materi pelatihan pendidikan responsif gender. “Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) sudah menjadi isu yang sangat penting dan sudah Menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut.   Key Words: Kurikulum, Gender, Pendidikan Multikultural
PENGETAHUAN TENTANG TATA RIAS Norma Siantang
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecantikan yang paling hakiki adalah kecantikan batin. Pernyataan dari sebagian masyarakat kita,  mengatakan  bahwa upacara adat tampak kuno atau merepotkan. Di zaman yang serba praktis dan serba instan ini, upacara adat mulai ditinggalkan. Padahal, di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur. "Mereka beranggapan tata rias pengantin adat itu kuno, berat, dan seterusnya. Nah, kalau ada cara pandang seperti itu, bukankah nanti dandanan tamu undangan bisa sama dengan si pengantin? Hanya karena ingin praktis, masak penampilan pengantin nggak beda sama tamu?" Sejarah tata rias yang pernah ada di Indonesia,  ternyata sekarang ada lebih dari 200 gaya. Bridal Summit di Korea, mereka hanya punya sedikit, sedangkan di Indonesia  banyak sekali gaya, seperti gaya Lampung, misalnya, tak hanya satu macam gaya. Ada Lampung Abung, Papadung, Waikanan, Melinting, dan Tulang Bawang. Yang jarang terdengar juga terbongkar, misalnya Malang Keparabon, Keputren, Bojonegoro, Banyumasan, Surabayan. Pakaian, dandanan serta tata caranya beda. Keragaman kita sebenarnya luar biasa. Key Words: Sejarah tata rias, Tata rias Celeopatra, Rias manten party

Page 1 of 1 | Total Record : 10