cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus" : 6 Documents clear
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK REDUKTOR ASAM ORTO HIDROKSI BENZOAT DAN STUDI KEMUNGKINAN APLIKASINYA PADA ENHANCED OIL RECOVERY Fadliah Fadliah
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.324 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3102

Abstract

Sintesis nanopartikel perak dengan mereduksi AgNO3 dengan asam orto hidroksi benzoat sebagai reduktor telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek dari gugus hidroksi terhadap ukuran, bentuk, dan stabilitas dari nanopartikel perak yang dihasilkan. Surface Plasmon Resonance (SPR) nanopartikel perak dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV/Vis, bentuk dan ukuran nanopartikel perak menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) dan juga dipelajari aplikasi nanopartikel pada Enhanced Oil Recovery (EOR).Nanopartikel perak terbentuk pada pH basa dengan ukuran 70±4.96 nm. Ukuran yang kecil dari nanopartikel perak yang telah dihasilkan diharapkan dapat diaplikasikan untuk meningkatkan jumlah minyak mentah yang dapat diekstak.
PENGUJIAN COMPRESSIVE STRENGTH DAN THICKENING TIME PADA SEMEN PEMBORAN KELAS G DENGAN PENAMBAHAN ADDITIF RETADER Lisa Samura; lilik zabidi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.107 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3103

Abstract

Penggunaan   additif pada  semen biasa dilakukan  dalam  operasi penyemenan  sumur minyak,gas,dan panas bumi. Sifat bubur semen harus disesuaikan  dengan kondisi formasi. Kualitas bubur semen yang digunakan akan ditinjau dari parameter  kualitasnya yaitu nilai compressive strength yang cukup besar dan thickening time yang tepat. Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui besarnya peningkatan compressive strength dan thickening time pada sampel semen yang ditambahkan additif retarder jenis calcium carbonate, hydrated lime dan lignosulfonate .Selanjutnya diselidiki additif yang paling efektif dalam peningkatan compressive strength dan thickening time.Dari penelitian dihasilkan additif hydrated lime dengan konsentrasi 1.5% pada temperature 140 F sebagai aditif dengan compressive strength paling besar. Dan aditif hydrated lime dengan konsentrasi 1.5% pada temperature 80 F sebagai aditif yang memiliki thickening time paling lama.
Optimasi Pengolahan Bijih Kromit Secara Gravity Dengan Meja Goyang (Optimization Of Gravity Chromite Processing With Shaking Table) Subandrio Subandrio; Wiwik Dahani; Taat Tri Purwiyono
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.98 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3104

Abstract

Peningkatan kadar unsur atau mineral dari bijih/ ore hasil penambangan biasanya selalu  dilakukan dalam industri pertambangan, bagaimana menggoperasian peralatan secara optimal  diperlukan kajian yang mendalam. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengamati parameter-parameter mempengaruhi peningkatan kadar dengan mengunakan alat  meja goyang (shaking  table) yang merupakan alat yang mengunakan prinsip metoda grafitasi, bijih yang digunakan pada penelitian adalah bijih kromit yang berasal dari Kabupaten Morowali - Sulawesi Tengah. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan ukuran feed/ umpan dengan rentang 106 - 900 µm (mikron)  hasil crushing dan grinding yang sudah dilakukan pengayakan, kemiringan deck/meja dengan rentang 5 O -15 O dan frekuensi stroke 35 rpm - 50 rpm. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran umpan, kadar Cr (%) makin meningkat nilai optimal pada ukuran -150 + 106  µm, hal ini disebabkan makin bebasnya mineral kromit terpisah dari gangue mineral juga meningkatnya derajad liberasi. Kemiringan meja antara 5O-10O meningkatkan kadar konsentrat Cr (%)  namun mengalami penurunan 10O-15O nilai optimal dicapai pada kemiringan 10O. Frekuensi stroke rentang 35 rpm -50 rpm  memberikan hasil optimal pada kadar Cr (%) pada stroke 35 rpm. Perhitungan recovery pada hasil optimal /kadar  Cr (%) paling tinggi memberikan hasil 44,92 % masih tergolong rendah, memungkinkan diperbaiki dengan peningkatan homogenitas ataupun pengaturan persen solid umpan yakni dengan penambahan conditioning  tank.
Korelasi Konsentrasi Surfaktan NaLS Ampas Tebu Pada Beberapa Salinitas Terhadap Pengukuran IFT Mustamina Maulani; Rini Setiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.477 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3105

Abstract

Uji tegangan antar muka (Interfacial tension, IFT) antara minyak dan mikroemulsi merupakan salah satu parameter utama dalam proses EOR. Pengukuran tegangan antar muka perlu dilakukan sebelum surfaktan digunakan sebagai fluida injeksi. Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan antar muka adalah Spinning Drop yang dapat mengukur tegangan antar muka hingga 10-6 mN/m. Perhitungan IFT pada alat ini menggunakan persamaan Vonnegut. Hasil pengukuran IFT ini kemudian diplot dalam satu grafik untuk mendapatkan persamaan garis yang terbentuk dengan melihat koefisien korelasi (R) dari  persamaan garis pada grafik tersebut. Berdasarkan persamaan garis yang terbentuk, koefisien korelasi yang diperoleh  untuk salinitas 10.000 ppm dan 20.000 ppm adalah 0.9841 dan 0.9258 dapat digunakan sebagai sample karena dapat mewakili populasi. Nilai koefisien korelasi 0.9841 dan 0.9258 keduanya diatas 0.9, maka dapat diartikan bahwa korelasi antara X dan Y sangat kuat sekali. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasa sistem surfaktan NaLs ampas tebu dengan sampel minyak ringan dapat terjadi korelasi yang sangat kuat antara konsentrasi surfaktan NaLS terhadap nilai IFT pada sistem surfaktan NaLS – minyak. Karena nilai koefisien korelasi diatas 0.9    maka dapat digunakan sebagai sample karena dapat mewakili populasi dan rumus persamaan korelasi dapat digunakan untuk menghitung nilai IFT berdasarkan konsentrasi surfaktan yang digunakan. Penentuan nilai IFT pada salinitas larutan 10.000 ppm, dapat dihitung berdasarkan konsentrasi yang digunakan dengan menggunakan rumus  Y = 5103,7 X2 - 294,96X + 5,9561. Sedangkan pada salinitas larutan 20.000 ppm, nilai IFT dapat dihitung dengan menggunakan rumus  Y = 2666,1 X2 - 249,07X +7,8571
KUALITAS AIR SUMUR-SUMUR PENDUDUK DI KELURAHAN JATI PULOGADUNG JAKARTA TIMUR Lestari Lestari; Ziad Thoriq
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.054 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3106

Abstract

Dari analisa air di  kelurahan Jati Pulogadung , kualitas air sebagian besar (13 dari 16 c9ntoh sampel memenuhi standart air bersih. Terdapat 3  contoh air yang tidak sesuai dan 13 contoh air yang sesuai standart   baku mutu air bersih yang ditetapkan Departemen Kesehatan . Dua contoh air mempunyai pH lebih rendah dari standart maksimum yang diijinkan yakni pH 6.2 dan 6.4, standart maksimum 6.5 – 9. Dua contoh air mempunyai kadar mangan (Mn) melebihi standart maksimum yang diperbolehkan yakni  (1.022 dan 0.970) mg/L, standart maksimum 0.5 mg/L. Tiga belas contoh air mempunyai parameter sesuai standart baku mutu air bersih dengan range,  warna <1 – 5, tidak berbau, tidak berasa,  kekeruhan (0,17 – 16,20)mg/L,zat padat (115.3 – 419.5)mg/Lm zat organic (1.26 – 2.81)mg/L, pH (6.5 – 7.8), kesadahan (25.84 – 284.27) mg/L, besi (< 0.155 – 0.98), mg/Lm , Mangan (<0.048 – 0.446) mg/L, Sulfat (7 – 52) mg/L, Nitrit (<0.004 – 0.14), mg/L, Chlorida (12.52 – 68.44)mg/L, Fluorida (0.16 – 0.33)mg/L, Nitrat (0.014 -4.441)mg/L, Seng ( <0.080)mg/L dan Sianida (<0.028) 
UJI LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN MINYAK MENGGUNAKAN INJEKSI SURFAKTAN AOS KONSENTRASI RENDAH Pauhesti Pauhesti; Sugiatmo Kasmungin; Kartika Fajar Hartono
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.725 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3107

Abstract

Penelitian di laboratorium ini menggunakan surfaktan AOS konsentrasi rendah sebagai upaya untuk meningkatkan perolehan minyak. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk mengetahui pengaruh surfaktan konsentrasi rendah terhadap perolehan minyak pada suhu tinggi (70 0C). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh injeksi surfaktan anionic dengan konsentrasi rendah terhadap perolehan minyak dan menetukan konsentrasi surfaktan optimum untuk mendapatkan perolehan minyak yang tinggi. Penggunaan surfaktan bertujuan untuk menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan air, sehingga mampu membawa minyak keluar dari pori batuan reservoir.Dari penelitian di laboratorium ini didapat hasil perolehan terbesar pada temperatur 70 0C yaitu pada larutan dengan konsentrasi 0,3 % yaitu sebesar 65 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 6