cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2004): November" : 9 Documents clear
TEKNOLOGI PEMBEKUAN SPERMA SEBAGAI STOCK PROSES GYNOGENESISTRIPLOIDI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKSI BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) ., Sujono; Maisar, Asus
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.448 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.892

Abstract

Produksi benih ikan Mas oleh kelompok ?Mina Mandiri? yang diperolehtidak optimalkarena sistem pembenihan yang diterapkan masih konvensional dan belum ada sentuhanteknologi yang tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan benibikan mas yang dihasilkan. Hal ini mengakibatkan produksi benih sedikit dan tidak kontinyu.Untuk itu periu adanya kerjasama dengan pihak perguruan tinggi yaitu Fakultas Petemakan-Perikanan Universitas Muhammadiyah malang yang memiliki ilmu dan teknologi untukproduksi benih ikan yang bo-kualitas yaitu melalui pembekuan sperma dan proses gynogenesis.Keuntungan dengan pengawetan sperma ini adalah sperma yang digunakan untuk prosesfertilisasi dengan metode Gynogenesis dapat tersedia setiap saat dan mutu dan spennatenitama adalah dan pejantan yang unggul. Keuntungan dan metode Gynogenesis Triploidiadalah benih yang dihasilkan mandul sehingga pertumbuhan ikan cepat.Tujuan kegiatan Vucer ini adalah: meningkatkan ketersediaan spenna dan induk jantanyang unggul ikan mas (Cyprinus carpio) dengan metode pengawetan suhu rendah, danmeningkatkan ketersediaan benih ikan mas (Cyprinus carpio) bagi masyarakat baik dansegi kualitas maupun kuantitas. Manfaat program ini adalah pembenihan ikan denganmetode Gynogenesis Triploidi yang menggunakan stock spenna beku menipakan duateknologi tepat guna yang dapal meningkatkan produksi benih dan usaha pembenihanikan mas, sehingga meningkatkan pendapatan dan pembenihan ikan mas.Langkah awal pelaksanaan program adalah mencari hasil penelitian yang dilakukan diJurusan Perikanan Fak. Peternakan Perikanan UMM mengenai pembekuan spenna ikanyang tepat dan proses gynogenesis yang optimal untuk diterapkan di petani ikan. Langkahselanjutnya mencari lokasi mitra yang belum tersentuh teknologi yaitu Kelompok Petanilkan Mina Mandiri di desa Sidomulyo, Batu. Pelaksanaan selanjutnya melakukan pelatihan,pendampingan dan pembinaan selama dua bulan mulai Agustus sampai September 2003.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DENGAN PENGOLAHAN PISANG MENJADI KERIPIK DAN CUKA PISANG PADA PETANI DL KECAMATAN TUMPANG1 Laily Kuncarawati, lkip; Mumpuni N., Gumoyo
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.519 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.888

Abstract

Usaha untuk mengembangkan akses masyarakat dan menggalang partisipasimasyarakat pedesaan terutama desa miskin dalam pembinaan sumberdaya manusiayang ada sangat diperlukan. Usaha tersebut akan berhasil melalui beberapa programyang dirancang dan diimplementasikan secara bersama. Program yang diperlukanadalah pelatihan ketrampilan penggunaan teknologi tepat guna, pengenalan jenis usahayang mempunyai nilai ekonomis tinggi, pelatihan ketrampilan dalam pengelolaan danpengetahuan pemasaran, terntama di sektor usaha padat karya seperti usaha jasa pelayananuntuk sektor industri pengolahan hasil pertanian.Hasil penelitian laboratorium Pusat Pengembangan Bioteknologi UniversitasMuhammadiyah Malang, pisang dapat diolah menjadi keripik dengan beberapa variasirasa dan kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai cuka ( nevigar ). Adapun teknologipembuatan keripik yang berkualitas baik yaitu : I. Pemilihan bahan; untuk memperolehproduk keripik dengan kualitas yang sama. 2. Perendaman dengan Natrium Bisulfit (NaHS03 ) 0,3 % - 0.5 % selama 10 menit. 3. Pemotongan ; Hasil potongan direndamdengan air garam. 4. penggorengan 1; setengah kering 5. Pendinginan; ditiriskan sampaidingin . 6. Pemberian Rasa 7. Penggorengan H; digoreng sampai kering. 8. Pengemasan.Pemanfaatan kulit pisang untuk cuka ( neviger ), 2 kg Kulit pisang direbus dengan 3It air, disaring dan ditambahkan gula 400 gr, dan ammonium sulfit 2,4 gr. setelah dingindiberi ragi ( saccharomyces cereviseae ) difermentasi I minggu, hasil fermentasiditambahkan bakteri ( Acetobacter aceti ) sebanyak 250 ml difermentasi selama 3 minggu.Hasil fermentasi dididihkan dan siap dikemas. Wilayah tersebut sangat memungkinkan.Implikasi dari kegiatan penerapan IPTEK Sibermas yaitu, perlu adanya pembinaan pasardan peminjaman modal untuk terciptanya sentra home industri baru sehingga dapatmeningkatkan pendapatan petani.
Daftar Isi Dedikasi Vol.1, No.2, November 2004 Isi, Daftar
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.575 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.883

Abstract

IPTEK1. Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Limbah Kulit / Kepala Udang MenjadiChitosan Untuk Ingredient Pembuatan Permen Di Home Industri KebonAgung Kepanjen Malang(Noor Harini, Sri Winarni, Ety Setyaningsih) ................................................. 1 - 172. Peningkatan Pendapatan Petani Dengan Pengolahan Pisang Menjadi Keripikdan Cuka Pisang Pada Petani di Kecamatan Tumpang(lkip Laily Kuncarawati, Gumoyo Mumpuni) ................................................ 18 - 253. Pemanfaatan “Biolacta” Sebagai Suplement Vitamin Mineral Pada PakanDalam Upaya Peningkatan Produksi Susu Sapi Perah PFH di Wilayah KUDDAU (Asmah Hidayati, Listiari Hendraningsih) ............................................ 26 - 32VUCER1. Teknologi Pembekuan Sperma Sebagai Stock Proses GynogenesistriploidiDalam Rangka Meningkatkan Kualitas Dan Produksi Benih Ikan Mas(Cyprinus carpio) (Sujono, Asus Maisar) ...................................................... 33 - 422. Pemanfaatan “Cassapro” Sebagai Pengganti Konsentrat Dalam UpayaPeningkatan Performansapipotong (Indah Prihartini, A. Wahyudi) ................ 43 - 483. Pemanfaatan Ekstraktor Dalam Upaya Peningkatan Produksi Dan KualitasPangan Madu di Kelompok Peternak Madu KPH Tumpang(Indah Prihartini, Tedjo Budi W) .................................................................... 49 - 57MKU1. Etika Bisnis(Damat) .......................................................................................................... 58 - 662. “Magang Kewirausahaan Pada Usaha Budidaya Jamur Konsumsi”(Gumoyo Mumpuni Ningsih) ......................................................................... 67 - 72
PEMANFAATAN “CASSAPRO” SEBAGAI PENGGANTI KONSENTRAT DALAM UPAYA PENINGKATAN PERFORMAN SAPI POTONG Prihartini, Indah; Wahyudi, A.
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.23 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.889

Abstract

JawaTimur menipakan daerah penghasil sapi potong terbesar di Indonesia dengan jumlah populasi sekitar 3.851.204 atau 45% dan jumlah seluruh populasi di   Indonesia   (Deptan,   2001).   Tetapi   produktivitas  rendah   dengan  waktu pemeliharaan yang panjang karena sebagian besar menipakan peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan tradisional.    Hijauan dan limbah pertanian merupakan makanan utama sapi potong peternakan rakyat,  padahal kualitas umumnya rendah yaitu serat kasar tinggi dengan protein  rendah sehingga tidak memiliki kebutuhan ternaak.  Untuk menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi, periu diberikan makanan tambahan  bempa konsentrat dengan kandungan energi dan protein sesuai keblitlihan temak. Tetapi bahan-bahan penyusun konsentrat sebagian besar import dan bersaing dengan kebutuhan manusia yang menyebabkan harga masih terlalu tinggi bagi petemak tradisional. Sehingga perlu dicari altenatif pakan tambahan yang mudah dan murah.    Salah satu altematif pakan tambahan untuk sapi potong adalah “Cassapro”. Cassapro adalah pakan fermentasi yang menggunakan bahan dasar onggok yang  merupakan limbah pembliatan tapioka yang difermentasi kapang Aspergillusnifier. Cassapro tidak hanya mudah dan mudah membuatnya tetapi nilai gizinya tinggi yaitu dengan kandungan protein kasar 18% dan TDN 57% sehingga dapat digunakan sebagai pakan pengganti konsentrat untuk rnemenuhi kebutuhan ternak sapi potong.    Cassapro potensial dikembangkan untuk daerah sapi potong di Malang karena merupakan sentra perkebunan ubi kayu terbesar di Jawa Timur, terutama Malang selatan. Sehingga potensi produksi onggok cukup tinggi dan tersedia sepanjang tahun.Produksi  ubi  kayu di  Jawa  Timur sekitar 3.381.948  ton dan setiap pengolahan ubi kayu menghasilkan 22% tepung tapioka dan 6% berupa onggok sehingga produksi onggok mencapai 202.917 ton (Deptan, 1999).    Wajak dan Tumpang merupakan salah satu wilayah penghasil ubi kayu di Malang. produksi onggok basah berlimpah dan baunya mencemari lingkungan. Bila dikeringkan dan difermentasi menjadi Cassapro dapat dimanfaatkan sebagai pakan  ternak  berkulitas.  Disamping  itu  di  Wajak  dan  Tumpang juga dikembangkan peternakan sapi potong, selain iklim dan topografinya sesuai. Peternakan rakyat yang membentuk 
PEMANFAATAN “BIOLACTA” SEBAGAI SUPLEMENT VITAMIN MINERAL PADA PAKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH PFH DL WII.AYAH KUD DAU Hidayati, Asmah; Hendraningsih, Listiari
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.018 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.884

Abstract

Analisis SituasiJawa Timur merupakan salah satupenghasil susu terbesar di Indonesia denganjumlah populasi sekitar 111.000 ekor atau32,16% ekor atau 32,16% darijumlah seluruhpolpulasi di Indonesia (Deptan, 1996). Salahsatu kendala yang dihadapi petemak sapi perahdi Jawa Timur adalah keseimbangan akanketersediaan hijauan pakan ternak, khususnyapada saat musim kemarau.Untuk mernecahkan kendala tersebut, makasampai saat ini telah dicari upaya dari berbagaiaspek diantaranya adalah mengoptimalkanlimbah pertanian sebagai sumber bahan pakanpengganti hijauan. 3i Indonesia , yang berikiimtropis mempunyai karakteristik terhadapkualitas tanaman khususnya yang digunakansebagai pakan ternak yaitu rendahnya kadarprotein kasar dan tingginya kadar serat kasar,lignin maupun silica, yang ketiga zat tersebutberperan penting untuk tegaknya tanaman.Kandungan gizi yang demikian tentunya akanberpengaruh pula pada limbahnya yaitu sisatanaman yangjelas diambil buahnya saat panen.Kendala kuantitas dan kualitas limbah yangharus dicarikan pemecahan supaya dapatditingkatkan kualitas gizi bagi ternak yangdiberi pakan asal bahan hijauan ini. Salah satualtematif upaya untuk mengefektifkan danmengefisiensikan sumber pakan hijauan adalah“Biolacta”, yaitu suatu bahan yang terdiri atasvitamin dan mineral, yang dapat ditambahkanpada bahan pakan guna lebih mengoptimalkanpenyerapan dan proses metabolisme bahanpakan dalam tubuh ternak.Biolacta potensial dikembangkan untuk daerahpetemak sapi perah seperti di kota Malang,karena mempakan sentra produksi susuterutama di Malang di dataran tinggi. Produksisusu di Jawa Timur sekitar 30,22% dan totalproduksi nasional dan setiap wilayah koperasirata-rata mencapai 1-544 juta liter (GKS 1).Dau meruapkan wilayah produksi susu diMalang, dan ketiganya belum dapat mencapaiproduksi maksimal sehubungan dengankendala ketersediaan hijauan pakan terutamapada saat kemarau. Di samping itu, Daumelimpah tanaman pangannya, yang dapatdimanfaatkan limbahnya untuk pakan sapiperah. Dilihat dan sistem oragnisasi koperasisapi perah dan sumber daya manusianya sangatmemungkinkan untuk diterapkannya lptekkhususnya penggunaan “Biolacta” sebagaipemacu metabolisme dan penyerapan nutrisidan bahan pakan khususnya limbah pertanianuntuk sapi perah.
PEMANFAATAN EKSTRAKTOR DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS PANGAN MADU DI KELOMPOK PETERNAK MADU KPH TUMPANG Prihartini, Indah; Budi W., Tedjo
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.051 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.890

Abstract

Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu bahkan cenderung memburuk sangat berpengaruh hampir di semua sektor terutama sektor ekonomi. Pertumbuhan  ekonomi  negatif sangat  berpengaruh  terhadap  peningkatan pengangguran dan diduga telah terjadi penurunan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang sangat signifikan sehingga jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan sekitar 130.000.000 jiwa.    Melihat kenyataan di atas maka perlu dilakukan pemecahan masalah secara tepat, obyektif, rasional dan berkelanjutan. Sebagai salah satu altematif untuk pemecahan masalah di atas dipilih program intensifikasi petemakan di bidang lebah madu. Program ini dipilih karena mempunyai daya resistensi yang tinggi terhadap kondisi krisis perekonomian di Indonesia. Bahkan nilai jual madu meningkat 200 sampai 300% sedangkan biaya pemeliharaan tidak mengalami peningkatan karena lebah madu dapat mencari makan sendiri melalui nektar pada tanaman liar di hutan maupun nektar dari tanaman perkebunan. Peningkatan nilai jual madu tersebut secara langsung sangat menguntungkan petemak terutama di masa sistem perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang ini.    Secara umum konsurnsi madu di Indonesia baru mencapai 3,2 gram perkapita per tahun, jauh lebih rendah dari negara-negara berkembang yang lain yaitu 70 gram per kapita pertahun. Konsurnsi madu di negara maju mencapai 1000 - 1600 gram per kapita pertahun. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indonesia mengimpor madu dan beberapa negara lain. Pada tahun 1998 produksi madu Indonesia masih sangat rendah rata-rata 60.000 ton pertahun. Diharapkan secara bertahap pada tahun 2000 Indonesia mampu memproduksi madu 200.000 ton (Rosjid, 1990). Menurut Djojosaputro (1998) dewasa ini permintaan pasar dalam negeri mencapai 300.000 ton dan kekurangan madu diimpor dan Australia, Selandia Barn dan negara-negara lain.    Produksi madu di Indonesia saat ini berkisar antara 40 hingga 60 kg per koloni per tahun. Hasil ini sudah cukup baik dan menambah bukti bahwa Indonesia sangat potensial untuk betemak lebah. Peningkatan
ETIKA BISNIS ., Damat
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.631 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.885

Abstract

Kuliah kewirausahaan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangkamenumbuhkembailgkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan kuliahkewirausahaan tersebut diharapkan akan dap&t memberikan informasi aktual tentangdunia bisois kepada para mahasiswa dan sekaligus dapat memberikan motivasi kepadapara mahasiswa agar tertarik untuk merinitis usaha. Dorongan dan arahan agar paramahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan semakin mendesak untuk dilakukan mengingatdari tahun-ketahun jumlah pengangguran terdidik (sarjana) semakin meningkat. Sementaraitu disisi yang lain masih terbuka cukup lebar untuk berwirausaha.Secara umum kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan mahasiswa danalumni yang mampu menjadi wirausahawan-wirausahawan baru yang handal dan mampumengembangkan rintisan usaha-rintisan usaha baru. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatankuliah kewirausahaan ini adalah sebagai benkut;1. Meningkatkan pemahaman teoritis dan empiris tentang kewirausahaandikalangan mahasiswa maupun alumni agar mampu menjadi wirausahawan yangberwawasanjauh ke depan yang berbasis pada ilmu yang diperolehnya.2. Meningkatkan pemahaman manajemen, memperkenalkan cara melakukan aksesinfonnasi, akses pasar, akses teknologi, cara peinbentukan jaringan kemitraan usahadan akses pendukung lainnya, serta etika bisnis bagi mahasiswa dan alumni agar lebihsiap dalam merintis maupun mengembangkan usahanya.3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para maliasiswa dalam penyusunan encanabisnis (busines plan)yang realistis yang memunglanan untuk irealisasikan dalammengembangkan dan atau merintis usahanya.Luaran dan kegiatan kuliah kewi~uasahaan ini untuk memberikan engetahuan praktistentang kewirausahaan dan pengalihan pengalaman berwirausaha, sebagai bekal bagimahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan-wirausahan baru. Sedangkan indikatorpencapaian tujuan dari kuliah kewirausahaan adalah sebagai berikut;1. Revisi modul Kuliah Kewirausahaan yang dapat digunakan untuk referensi mahasiswaatau pelaku bisnis.2. Kehadiran peserta lialam mengikuti kegiatan .3. Peserta diharapkan setelah mengikiiti kegiatan ini memperoleh peningkatanwawasan pengetahuan tentang kewirausahaan4. Diharapkan minimal 50% dari peserta siap menjadi wirausaha baru yang terindikasidengan kemampuan dari peserta tersebut untuk menyusun. Tencana usaha (Business plan).5. Minimal 5 % dari total peserta. atau 3 orang peserta secaia nil akan memulai melakukanrintisan usahanya.Hasil dari kegiatan. ini adalah. telah- dilakuJkan. revisi modul kuliah sebanyak 7 buah,kehadiran peserta mencapai 80 %, 65 % dari peserta telah mampu menyusun rencaiiausaha dan. sedildtnya 7 orang telah rii.l memulai merintis usahanya.Para peserta kuliah kewirausahaan adalah mahasiswa Semester VI, dan. VII Jumlahpeserta kuliah kewirausalvaan tersebut direkrut dari sebanyak 83 calon peserta. Jadipara peserta yang terelcrut tersebut adalah. mereka yang terpilih dari proses seleksi yangdilakulsan oleh tim. Beberapa parameter yang dipergunalcan
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH KULIT / KEPALA UDANG MENJADI CHITOSAN UNTUK INGREDIENT PEMBUATAN PERMEN DI HOME INDUSTRI KEBON AGUNG KEPANJEN MALANG Harini, Ir. Noor; Winarni, Sri; Setyaningsih, Ety
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.387 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.891

Abstract

Pembangunan Perikanan yang sedangdigalakkan saat ini selain menghasilkan produkyang dapat dimanfaatkan untuk memenuhikebutuhan pangan, industri maupun sumberpendapatan Juga menghasilkan limbah baikberupa limbah padatan, cairan maupun gas.Sampai saat ini limbah-limbah tersebuturnumnya belum dikelola dan dimanfaatkandengan baik, namun dibuang ke laut, sungai,danau, pantai dan tempat-tempat yang lain.Kondisi ini apabila berlangsung terus-menerusakan rnengganggu kelangsunganpembangunan perikanan di masa mendatang.Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan konseppembangunan berwawasan lingkungan ataupembangunan berkelanjutan {sustainable development).Di samping itu praktekpembuangan limbah tersebut dapatmenurunkan daya guna dan nilai guna produkperikanan, sehingga secara ekonomi sangatmerugikan.Upaya Pemerintah dalam mernpertahankandaya dukung lingkungan melaluipengembangan industri yang bersih (clean industry)dan upaya peningkatan daya guna danhasil guna produk perikanan, makapengembangan rnanajemen limbah perikananharus menjadi prioritas penting. Strategi yangdapat diterapkan untuk mencapai tujuantersebut antara lain melalui peningkatanefisiensi dalam penanganan dan pengolahanhasil perikanan, maksirnalisasi pemanfaatanlimbah sehingga jumlah limbah yang dihasilkandapat ditekan seminimal mungkin, sertaperlakuan terhadap limbah yang tidak dapatdimanfaatkan lagi supaya berada di bawahambang batas yang ditentukan sehingga bilalimbah tersebut dibuang tidak mencemarilingkungan.Beberapa jenis limbah padat hasilperikanan dan kemungkinan pemanfaatannyaserta teknologi pengolahan yang banyakdikenal masyarakat ada 3 produk yaitupengolahan tepung dari kepala/kulit udang,pengolahan silase ikan dan pengolahan chi/indan chitosun dari kulit/kepala udang. Chitindan chitosan merupakan senyawa golongankarbohidrat yang dapat dihasilkan dari limbahhasil laut, khuusnya golongan udang, kepiting,ketam, dan kerang. Chum diperoleh denganmelalui proses deproteinasi dan demineralisasi.Chithosan merupakan produk dari prosesdeasetilasi chitin, yang memiliki sifat unik.Unit penyusun chithosan merupakan
“MAGANG KEWIRAUSAHAAN PADA USAHA BUDIDAYA JAMUR KONSUMSI” M.N., Gumoyo
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.935 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.887

Abstract

Wirausaha di sektor pertanian sangat dibutuhkan karena terbukti di tengah krisisekonomi sektor pertani?an mampu bertahan dan masih eksis. Melahirkan wirausahayang bergerak pada jamur konsurnsi sangatlah tepat, karena sesuai dengan pergeseranselera konsumen yang menginginkan produk yang bergizi tinggi dan bersih daripestisida.Tujuan dari magang Kewirausahan Budidaya Jamur Konsurnsi ini yaitu supayamabasiswa pelaksana magang dapat menciptakan lapangan kerja dan lapangan usahayang produktif dan berkesinambungan baik secara mandiri maupun dengan carakemitraan.Dari hasil magang dapat diketahui bahwa kegiatan magang sangat bermanfaatbagi peserta. Peserta magang akhirnya tahu dan mampu melaksanakan pembuatanbibit jamur, budidaya jamur, dan pemasaran jamur. Selain itu juga bermanfaat bagiindustri mitra, dimana industri mitia akhirnya mengetahui kekurangan dankelemahannya, serta akhirnya bisa terbantu memecahkan permasalahannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9