cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 (2012): Mei" : 11 Documents clear
DAFTAR ISI Jurnal Dedikasi Vol. 09 Hal. 1-72 Mei 2012 DAFTAR ISI
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1377

Abstract

Kata PengantarDaftar Isi1. Pembangunan Saluran Air Drainase Jalan Guna Mencegah TerjadinyaBanjir Dan Kerusakan Jalan Di Desa NgenepKecamatan Karangploso................................................................................ 1 - 52. IbM Gapoktan “Jati Mulya” Kelurahan Kecamatan LowokwaruKota Malang .......................................................................................... 6- 123. Aplikasi Agroforestry Di Desa MentaramanKecamatan Donomulyo ......................................................................... 13 - 214. Formulasi Pakan Pelet Kambing Peranakan Etawah (Pe)Di Kelompok Ternak Abimanyu Di Desa BumiajiKota Batu .............................................................................................. 22 - 265. Menumbuh kembangkan Jiwa KewirausahaanMasyarakat Miskin Pegunungan Kapur Malang SelatanDengan ‘TIWUL’ Sebagai Produk Komersial Unggulan MelaluiKuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ....... 27- 356. Pendampingan Dan Pemanfaatan Herbal Untuk MeningkatkanProduk Dan Kualitas Susu Sapi Perah ............................................. 36 - 467. Sehat Biaya Murah Dengan Organik ................................................. 47 - 528. Program IbM Sebagai Pemicu Pengembangan Usaha KelompokIndustri Rajut Di Kelurahan Tulusrejo Kota Malang.......................... 53 - 599. Pembinaan Masyarakat Tani Peternak Kambing DanDomba Di Desa Sumbersekar Kecamatan DauKabupaten Malang ............................................................................... 60 - 6610. Matahari Homecare Sebagai Terobosan BisnisDi Fakultas Ilmu KesehatanUniversitas Muhammadiyah Malang................................................. 67 - 72
PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE JALAN GUNA MENCEGAH TERJADINYA BANJIR DAN KERUSAKAN JALAN DI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO Alik Ansyori Alamsyah
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1378

Abstract

Alik Ansyori AlamsyahJurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail: alik@umm.ac.id Desa Ngenep kecamatan Karangploso merupakan daerah yang terletak wilayah utara dariKecamatan Karangploso. Dengan penduduk yang berjumlah sekitar 6.614 jiwa merupakan salahsatu desa yang mempunyai penduduk terpadat di kawasan Karangploso. Desa Ngenep terbagi menjadi6 pedukuhan dimana penduduk mayoritas mempunyai mata pencaharian petani dan berpendidikanmayoritas setingkat Sekolah Menengah Pertama.Ngenep merupakan desa yang menempati daerah yang mempunyai topografi sangat ekstrim.Sehingga diperlukan suatu saluran drainase yang benar – benar memadai untuk dapat menampunglimpahan air hujan yang juga cukup tinggi. Selama ini Desa Ngenep sering mengalami musibah banjiryang diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi dan ditunjang dengan perbedaan yang sangatekstrim muka tanah aslinya.Melihat kondisi tersebut maka telah dilakukan suatu pembenahan yang dalam hal ini pengabdimelakukan sosialisasi dan mendesain saluran draianse sesuai dengan debit curah hujan yang adasehingga pada musim hujan tidak lagi mengalami banjir yang akan merusak jalan Desa NgenepKecamatan Karangploso.Kata Kunci : Drainase jalan, Banjir, Desa Ngenep
IPTEK BAGI GAPOKTAN “JATI MULYA” KELURAHAN JATIMULYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Bambang Widagdo; Zainal Arifin; Sri Budi Cantika Yuli; Eka Kadharpa
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1379

Abstract

Bambang Widagdo1, Zainal Arifin2, Sri Budi Cantika Yuli3, & Eka Kadharpa41,2,3,4Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogoma, No.246 MalangEmail: cantikayuli@yahoo.com ABSTRAKGabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jatimulyo merupakan wadah gabungan dari 4 kelompoktani yang berperan sebagai sumber informasi bagi petani melalui pertemuan dan pembinaan terkaitadministrasi kelompok dan perkembangan bisnis pertanian. Agar Gapoktan dapat berperan sebagaiaset komoditas masyarakat Jatimulyo yang partisipasif, maka pengembangan kelembagaan Gapoktanharus dirancang sebagai usaha peningkatan kapasitas petani di Kelurahan Jatimulyo sehingga menjadimandiri sedangkan kegiatan pelatihan dan pendampingan di Kelurahan Jatimulyo bertujuan untukmemberikan pembinaan dan pembenahan kepada Gapoktan agar mampu menyusun rencana bisnisdan membahas secara detail tentang produk, pelanggan, pangsa pasar, supplier, estimasi keuntungan,dan analisis persaingan usaha. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan danpengalaman dalam menyusun rencana bisnis. Anggota Gapoktan Jatimulyo sangat antusias dantermotivasi mengikuti pelatihan dan pendampingan serta berusaha serius untuk mempraktekkanpengetahuan yang telah diperoleh secara mandiri.Kata Kunci : Gapoktan, Jatimulya.
APLIKASI AGROFORESTRY DI DESA MENTARAMAN KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Joko Triwanto; Amir Syarifuddin; Tataq Mutaqin
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1380

Abstract

Joko Triwanto1, Amir Syarifuddin2, & Tataq Mutaqin31,2,3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail : tatag.umm@gmail.com, joko.tpumm@gmail.comABSTRAKAgroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari, denganmetode mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama.Pengembangan agroforestry diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan, kesempatankerja, pendapatan dan mengentaskan kemiskinan.Penerapan model agroforestry bertujuan untuk mewujudkan interaksi positif antara masyarakatdan lahan hutan melalui pengelolaan partisipatif maupun pembinaan proses produksi hasil kayu danbukan kayu yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan terutama masyarakatyang tinggal didalam kawasan hutan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Mentaraman, KecamatanDonomulyo Kabupaten Malang mulai bulan Agustus 2010 s.d. Mei 2012Aneka kebun pepohonan campuran telah dikembangkan di Desa Mentaraman melalui modelagroforestry untuk pertanian tradisional pohon buah dan tanaman pangan. Komoditas lain juga dapatmenjadi sumber pendapatan yang potensial meskipun tidak rutin sebagai penghasilan tambahan.Agroforestry dapat sepenuhnya menggantikan fungsi hutan sebagai cadangan lahan untuk perluasanpertanian sehingga perlindungan hutan menjadi efisien.Perlu dikembangkan Model agroforestry guna menompang sumber daya pilihan dalammengkonstruksi struktur hutan rakyat.Kata Kunci : Aplikasi, Agroforestry, Desan Mentraman.
FORMULASI PAKAN PELET KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) DI KELOMPOK TERNAK ABIMANYU DI DESA BUMIAJI KOTA BATU Lili Zalizar; Sujono .; Ahmad Yani
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1381

Abstract

Lili Zalizar 1, Sujono2 & Ahmad Yani31,2,3Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: lilizalizarthahir@yahoo.com, sujono_umm64@yahoo.com, ayani_lpm_umm@yahoo.co pakan yang efektif dan efisien dapat mengurangi biaya produksi peternakan. Pembuatan pakan dalambentuk pellet dapat mengurangi pakan yang terbuang (sering terjadi jika pakan berbentuk serbuk),meningkatkan konsumsi,daya cerna dan produktivitas ternak. Upaya pendampingan melalui programIpteks bagi Masyrakat (IbM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada peternak dalam menyusunformulasi pakan kambing PE dengan membuat pellet dalam 2 macam perlakuan berdasarkankonsentrasi air yang dicampurkan pada bahan baku pakan.Bahan baku pakan yang digunakan dalam penyusunan pakan pellet meliputi : Tepung Ikan,Minyak Ikan, Bekatul, Bungkil kelapa sawit, Tepung terigu, Pollard, Slurry Sapi dan Tetes. Alat-alatpenunjang berupa ember, air, pengaduk, blender dan Mesin Pellet. Proses pembuatan meliputi :Bahan pakan, diblender sampai halus dicampur sampai homogen, ditambahkan perlakuan air sebanyak1/6 dan 1/4 dari berat bahan baku. Masing-masing perlakuan diaduk dengan bahan baku pakan.Pengadukan dilakukan sampai tercampur semua. Selanjutnya adonan dimasukkan dalam mesinpellet untuk dicetak dan diperoleh bentuk batangan. Variabel yang diamati meliputi kualitas fisikseperti warna, bentuk dan konsistensi serta palatabilitas ternak terhadap pakan tersebut.Berdasarkan hasil pengamatan perlakuan yang diberi air sebanyak 1/6 dari berat bahan bakupakan, warna pelletnya kehitaman, bentuknya tidak kompak (mudah hancur), konsistensinya kurangpadat dan palatabilitas kambing terhadap pakan tersebut rendah. Sedangkan yang diberi air 1/4 dariberat bahan baku pakan warnanya cerah, bentuknya kompak (tidak mudah hancur), konsistensipadat dan palatablitas kambing terhadap pakan tersebut tinggi. Berdasarkan kedua perlakuan tersebutdisimpulkan, dalam pembuatan pellet sebaiknya menggunakan air sebanyak 1/4 dari berat bahanbaku.Kata Kunci : formulasi pakan, pellet, kambing PE.
MENUMBUH KEMBANGKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT MISKIN PEGUNUNGAN KAPUR MALANG SELATAN DENGAN ‘TIWUL’ SEBAGAI PRODUK KOMERSIAL UNGGULAN MELALUI KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PERAN MASYARAKAT (KKN-PPM) Nanik Suratmi; Cicilia Ika; Indawati .
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1382

Abstract

Nanik Suratmi1 , Cicilia Ika2, & Indawati31,2,3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kanjuruhan MalangAlamat Korespondensi : Jl. S. Supriyadi no. 48 Malang,Telp. (0341)80148, E-mail: LPPM@ukanjuruhan.ac.idABSTRAKSebagai desa terpencil di pegunungan kapur Malang Selatan, Desa Tumpakrejo menggambarkankondisi terpuruknya generasi muda Indonesia saat ini.Keterpurukan di bidang ekonomi menyebabkanpara istri menjadi TKW sampai berpuluh tahun. Kepergian sang istri dalam waktu lama dan banyakjuga yang tidak pernah pulang membawa dampak negatif pada perilaku suami dan keluarga.Pengangguran usia produktif, dan kenakalan remaja sagat tinggi.Sumber daya alam ’Singkong’ berlimpah di desa ini. Sebagian besar hasil panen langsungdijual ke tengkulak dengan harga murah, dan sebagian lagi diolah secara sederhana menjadi Tiwulsebagai makanan pokok pengganti beras. Tiwul tradisional ini sangat rendah ditinjau dari segi gizi,nutrisi dan higienis, serta berwarna hitam. Tiwul inilah yang oleh tim KKN-PPM diolah menjadiproduk komersial unggulan, dengan inovasi-inovasi modern yang dihasilkan oleh mahasiswa di bawahpendampingan dan pengawasan pakar. KKN-PPM selama I,5 bulan telah menghasilkan produkunggulan: Tiwul rasa manis dan tawar merk “Mekarsari” dan ‘Anggrek’ dari Dusun Krajan 1, danKrajan 2; tiwul pakan ternak ayam pedaging merk ‘Tiga Bunga’ dari Dusun Sumbersari; dan fermentasikulit Singkong (limbah) menjadi pakan ternak sapi. Hasil dari KKN-PPM ini dalam jangka panjangdapat meminimalkan pengangguran dan kenakalan remaja, juga secara otomatis meningkatkanperekonomian warga, sehingga keinginan para wanita untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKWjuga dapat diminimalkan. Kata Kunci: Menumbuh kembangkan, Kewirausahaan, Produk Komersial, Tiwul
PENDAMPINGAN DAN PEMANFAATAN HERBAL UNTUK MENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH Sujono .; Lili Zalizar; Ahmad Yani; Suyatno .
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1384

Abstract

Sujono1, Lili Zalizar2, Ahmad Yani3 , & Suyatno41,2,3,4 Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogoma, No.246 MalangEmail: sujono_umm64@yahoo.com, lilizalizarthahir@yahoo.com, ayani_lpm_umm@yahoo.comABSTRAKDesa Pandesari merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Pujon, berada pada ketinggianberkisar 1.000 s.d. 1.200 meter dpl, suhu udara di kecamatan Pujon cukup dingin 18 – 23°C, curahhujan sekitar 1000 mm/thn sangat sesuai untuk pengembangan sapi perah baik dari kondisi suhu/kelembaban serta potensi ketersediaan hijauan makanan ternak. Lahan umumnya subur dengan sumberair yang melimpah dari Coban Rondo sehingga Desa Pandesari sangat cocok untuk usaha sapi perahdan sayur mayur yang memberikan kontribusi besar bagi Koperasi Susu Pujon maupun Pasar AgrobisMantung. Jumlah anggota kelompok peternak “ANJASMORO AGRI LESTARI” yang menjadi MitraProgram Pengabdian ini berlokasi di Desa Pandesari sebanyak 21 orang dengan jumlah ternak sapiperah 163 ekor. Kelompok Mitra ini didirikan tanggal 29 Desember 2008.Permasalahan yang sering muncul pada kelompok Mitra Program Pengabdian ini adalah : seringterjadi kelumpuhan induk yang baru melahirkan dengan potensi produksi susu tinggi. Hal ini terjadikarena rendahnya konsumsi mineral selama kebuntingan. Sementara selama kebuntingan, terusdilakukan pemerahan yang menyedot mineral yang ada dalam tubuh terutama pada tulang dan gigiapabila pasokan dari pakan kurang. Permasalahan lain adalah kasus kecacingan pada pedet. Kecacinganpada ternak muda dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan, penurunan berat badan dan kematian.Pencegahan penyakit kecacingan dilakukan dengan memberikan pengetahuan kepada peternak tentangmedia penularan penyakit dan pemberian obat berbahan herbal yang bisa dibuat oleh peternak sendiri.Peternak sapi perah di Desa Pandesari tidak cukup memiliki pendidikan yang mampu menunjangdalam usaha ternak sapi perah. Pendidikan kecakapan hidup (life Skills) dengan pendekatan berbasiskebutuhan masyarakat luas (broad based education) adalah pilihan tepat dalam pengembangan usahasapi perah.Berdasarkan potensi dan permasalahan yang dihadapi kelompok peternak di Desa Pandesariyang dijadikan sasaran kegiatan Pendampingan dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak sapiperah dan mendukung Kabupaten Malang sebagai Sentra Sapi Perah Nasional di Jawa Timur sertapemahaman masyarakat terhadap pembangunan yang berkelanjutan semakin baik melalui pendampingansuplementasi mineral yang seimbang dan pencegahan serta pengobatan penyakit berbahan herbal.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan respon masyarakat yang tinggi terhadap kegiatanpelaksanaan penyuluhan, pelatihan/pendampingan pada : manajemen usaha sapi perah, penanganandan pencegahan penyakit dengan bahan herbal, peranan mineral, seleksi bibit sapi perah danpenanganan limbah telah berjalan sesuai dengan harapan. Masyarakat telah dapat merubah pola sistempemeliharaan sapi perah menjadi lebih intensif dengan pengedepankan sistem manajemen berwawasanlingkungan dan telah mampu meningkatkan harapan dan pendapatan peternak sapi perah di kelompokpeternak sapi perah “Anjasmoro Agri Lestari”Desa Pandesari.Perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan secara berkala bagi peternak sapi perah agarlebih mampu menguasai teknologi tepat guna dalam usaha sapi perah berwawasan lingkungan.Kata kunci : Herbal, Produksi dan kualitas, Susu sapi
SEHAT BIAYA MURAH DENGAN ORGANIK Sukardi .; Erny Ishartati
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1385

Abstract

Sukardi1 & Erny Ishartati21Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, 2Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan,Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: sukardiumm@yahoo.co.id & ishartati.erny@yahoo.comABSTRAKPenggunaan pupuk anorganik yang terus menerus dan berlebihan menyebabkan kondisi fisiktanah kian keras, unsur hara tanah menurun dan keasamannya juga meningkat. Kondisi tanah yangdemikian dapat mengakibatkan banyak unsur hara dalam kondisi terikat dan tidak dapat dimobilisirke tanaman. Tahapan pengabdian ini, mengutamakan keterlibatan dan partisipasi masyarakat sebagaiberikut: penelusuran berbagai informasi dan pustaka. Pada tahap ini dilakukan penelusuran berbagaiinformasi dan kepustakaan yang terkait antara lain bahan limbah yang dapat digunakan sebagaipupuk organik dan jenis tanaman sayuran yang biasa dibudidayakan. Survei lapangan, observasi danpengkajian teknologi pembuatan pupuk organik padat dan cair. Rekayasa fermentor untuk merombakbahan organik menjadi pupuk yang dapat diaplikasikan pada tanaman sayur-sayuran.Aplikasi pupukyang telah diproduksi pada tanaman.Limbah organik dari kotoran hewan maupun limbah organikdari keluarga dapat dirubah menjadi pupuk organik dan bagus untuk budidaya sayur-sayuran terutamayang dipanen daun dan batangnya.Kata kunci: organik, anorganik, limbah
PROGRAM IPTEK BAGI MASYRAKAT (IBM) SEBAGAI PEMICU PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK INDUSTRI RAJUT DI KELURAHAN TULUSREJO KOTA MALANG Tutik Sulistyowati; Vina Salviana; Ratih Yuliati; Mulyono .
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1386

Abstract

Tutik Sulistyowati 1,Vina Salviana 2, Ratih Yuliati 3 & Mulyono 41,2 Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik3 Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi4 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas TeknikUniversitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogoma, No.246 MlangEmail: vina_salviana@yahoo.co.id, ratih9@lycos.com, mulyono10866@gmail.com,ABSTRAKUsaha rajut merupakan usaha teknologi padat karya yang dijalankan oleh industri rumahandengan skala modal dan produksi kecil. Usaha ini sebetulnya adalah usaha kerajinan tangan yangmenggunakan bantuan mesin rajut. Kelurahan Tulusrejo Kota Malang dulu merupakan sentra industrirajut di Kota Malang, namun semenjak adanya krisis moneter, sentra ini menjadi hilang. Hasil produksiindutri ini adalah perlengkapan pakaian bayi (topi, kaos kaki, jaket), syall, dan topi pendaki gunung.Dan pemasaran dilakukan ke wilayah Malang dan sekitarnya. Melalui program pengabdian IbM,dilakukan beberapa terobosan yang tujuannya untuk mengembalikan lagi kejayaan kelompok industrirajut di wilayah Tulusrejo Kota Malang.Beberapa permasalahan yang menjadi prioritas, yaitu peningkatan teknologi, manajemen keuangan,desain, packing, dan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pengadaan mesin rajut double yangmampu menghasilkan produk rajut bercorak, pembuatan mesin gulung benang, pelatihan manajemen,desain, packing, dan pemasaran on-line. Program pengabdian ini kami lakukan selama 2 bulan. Saatini, kelompok industri rajut ini telah berkembang, telah mampu memproduksi rajutan beraneka corak,dengan berbagai jenis produk. Saat ini banyak konsumen dari luar kota, termasuk luar daerah misalnyaSurabaya, Bali, Bandung, Jakarta dan luar jawa. Bahkan karena konsumen dari Bali, saat ini banyakdipesan dari luar negeri yaitu Nigeria. Seiring dengan berkembangnya waktu, konsumen baik daridalam maupun dari luar daerah banyak mencari produk rajutan yang lebih halus, dan bercorakgambar atau memiliki tulisan. Namun keinginan konsumen tersebut telah disediakan oleh industrirajut di Kelurahan Tulusrejo Kota Malang.Kata kunci: Industri Kecil, Industri rajut, pengembangan usaha.
PEMBINAAN MASYARAKAT TANI PETERNAK KAMBING DAN DOMBA DI DESA SUMBERSEKAR, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Usman Ali; Sumartono .; Nurul Humaidah
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1387

Abstract

Usman Ali1 , Sumartono2 , & Nurul Humaidah31,2,3 Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam MalangAlamat Korespondensi : JL. MT. Hariyono 193 Malang 65144Telp. (0341) 551932ABSTRAKUsaha peternakan kambing dan domba secara intensif yang berpedoman pada sapta usahapeternakan dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) inibertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat peternak kambing-dombadalam berbagai bidang agrobisnis yaitu intensifikasi pemeliharaan kambing, strategi pengadaan danpemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistempemasaran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingandi lapang.Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon masyarakat peternak kambing sangat baikdan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan.Sistem pemeliharaan kambing masih semi intensif menggunakan kandang panggung dari bambu,pengadaan hijauan pakan masih secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternakhanya sedikit membudidayakan hijauan pakan. Interval kelahiran dalam 2 tahun tiga kali beranakdengan little size 1-2 ekor. Kendala di lokasi yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan rambansehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada penanganan penyakit dan jalur pemasaran kambingkurang tepat.Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksidengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan perkawinan tidak inbreeding,pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebihdahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun.Kata kunci: Pembinaan, peternakan, kambing-domba

Page 1 of 2 | Total Record : 11