cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2009)" : 9 Documents clear
LIFE CHANGING EXPERIENCES OF UNINTENDED POPULARITY THROUGH WEB-VIDEO DISSE: A STUDY ON YOUTUBE Aristarchus P Kuntjara
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.143 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1070

Abstract

AbstrakKarakteristik percepatan perkembangan perusahaan-perusahaan Internet seperti Yahoo!, Geogle dan Amazon, turut mempengaruhi sifat dari ketenaran yang juga instant  bagi masyarakat luas. Kemungkinan ini yang sebelumnya tidak terbayangkan, sekarang adalah suatu pengalaman yang biasa yang dapat dialami oleh siapa pun di dunia. You Tube , sebuah situs web yang sedang berkembang pesat yang dimiliki oleh Google, sangat berpengaruh pada pada fenomena ini, dengan kemampuannya untuk menampung jutaan video web yang diunggah setiap harinya oleh penggunanya dari seluruh dunia. Terlebih lagi, situs ini gratis, mudaj, dan dapat diakses hampir oleh siapa saja, di mana pun , dan kapan pun dengan akses internet. Teknologi User Generated Content ( UGC) dan Web 2.0 memungkinkan video-video  web tersebut untuk terdiseminasikan ke seluruh jejaring maya. You Tube telah menjadi sumber utama dari para selebrities internet yang kemudian tersebar ke media mainstream atau media lama. beberapa dari bintang media ini memang tidak mencari ketenaran. Mereka terkenal karena banyaknya pengguna internet yang melihat dan menyebarkan video dan cerita mereka, yang kemudian mendapatkan perhatian media massa. Video-video web tersebut lalu menjadikan suatu pengalaman yang merubah hidup atau nasib orang , baik subyek yang ada di video maupun terkadang bagi penglihatnya juga , dengan nuansa baik maupun tidak. Begitulah karakteristik media baru atau new media AbstractAlong, with the rapid growth of internet companies such as Yahoo!, Google, and Amazon, carries also with them the web's instananeous trait of worldwide notoriety for ordinary people. This posibility unconceivable not too long ago, is now an ordinary, experience feasible for almost aeverybody in the world. You Tube, a rapidly growing website now owned by Google, creates more significance in this phenomenon with its ability to contain millions of web-videos uploaded everuday by users around the globe. Moreover. it is free service, easy, and accessible almost to anyone, anywhere, anytime with internet acces. Because of the technology of the User Generated Content ( UGC) and Web 2.0, videos are easily disseminated throughout the web. You Tube has become the common originator of internet celebrities that then spread to other mainstream or old media. Some of these media stars are not initialy looking for frame. Their popularity comes from other users watching and sharing their stories or video to others which later on gained the attention of mass media. These web-videos then become the changing experiences for the subjects projected and sometimes even for the viewer that watch them as well, with good and often bad undertones. Thus is the nature of this new media 
PROBLEM KEINDAHAN DALAM SENI: TELAAH BUKU ARTHUR C .DANTO ' THE ABUSE OF BEAUTY' , 2003 Embun Kenyowati E
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.016 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1076

Abstract

AbstractThis paper is about Arthur C. Danto's book. The Abuse of Beauty, Aesthetics and the Concepts of Art , 2003. Danto started to discuss about beauty in art, by analyzing the work of Andy Warhol, Brillo Box ( 1964), he invited us to answer the question, is there still beauty in art? How to explain the aesthetics of that work ? Once , beauty is part of the definition of art. But by looking at the avant grade art, do we still say about beauty , in Immanuel Kant's sense in Englightenment era? Avant garde art is intractable, he said. Avant garde art says something about new category of aesthetics such as repulsion , object, horror, disgust, etc. He proposed , instead of beauty , art should be understood in three ways: art as transformative power. Art as the way to understand culture and as a work that embodied meaning. Finally, he proposed sumblimity in art that seems to go beyond beauty. AbstrakTulisan ini merupakan telaah bukunya Arthur C. Danto The Abuse of Beauty Aesthetics and The Concept of Art, 2003', yaitu mengenai penyimpangan keindahan ,estetika dan konsep seni tahun 2003. Danto memulai mendiskusikan keindahan dalam seni dengan membahas karya Andy Warhol yang berjudul Brillo Box ( 1964), ia melontarkan pertanyaan , apakah masih ada keindahan dalam sebuah karya seni? Bagaimana menjelaskan proses terjadinya  estetika, keindahan adalah bagian dari definisi seni. Tapi dengan melihat seni avant grade, apakah kita masih dapat mengatakan tentang keindahan . Bagi Immanuel Kant pengertian di era Pencerahan? Avant grade meripakan seni sulit ditangani katanya. Apa yang dipinggirkan Kant telah menjadi 'katagori estetik baru' dalam seni kontemporer, seperti yang menjijikan, rendah menakutkan dan yang memuakkkan. Seni harus dipahami dalam tiga segi , yaitu seni sebagai kekuatan transformatif , seni sebagai cara untuk memahami budaya dan sebagai sebuah karya yang mengandung makna. Akhirnya Danto mengemukakan bahwa seni itu sublime.
MENELUSURI SEJARAH & KARYA SENI JAKARTA BIENNALE Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1751.681 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1083

Abstract

AbstractHistorically and culturally , Southeast Asia is a place where great civilizations and ancient, influential religions meet , throught trades, migration, and colonization. History of art form in Southeast Asia is a part of the cultural life in our daily activities, the organizing of such events as The Jakarta Biennale, has therefore been called for and it simultaneously shows Jakarta's sparkle in the process of art and cultural development. There are two main differences between the history Jakarta Biennale before and today. First, that the Jakarta Biennale today is international nature. Second, it is held in conjuction with an assrtment of activities from a variety of art disciplines, within a bigger framework. History of Jakarta Biennnale endeavors to hold activities and events are not merely held to enhance public appreaciation, but also make art as a part of public life AbstrakSecara historis dan kultural, Asia Tenggara merupakan tempat bertemunya peradaban besar dan agama-agama tertua yang berpengaruh melalui perdagangan , migrasi dan kolonialisasi. Sejarah seni di Asia Tenggara adalah bagian dari kebudayaan yang berangkat dari keseharian manusia, penyelengaraan kegiatan Jakarta Biennale mampu menunjukkan gemerlap kota Jakarta sebagai bagian dari proses berkesenian dan pengembangan kebudayaan secara umum. Terdapat dua perbedaan utama dari perkembangan Pameran Jakarta Biennale sebelumnya dengan pameran kali ini. Pertama, pameran Jakarta Biennale  ibi bersifat internasional . Kedua, pameran ini telah mempertemukan sejumlah kegiatan dari berbagai disiplin seni menjadi satu kesatuan bingkai yang lebih besar. Sejarah kegiatan Pameran Jakarta Biennale tidak hanya untuk mendorong aktifitas apresiasi masyarakat terhadap seni semata, akan tetapi juga berusaha menjadi bagian dari kehidupan masyarakat itu sendiri.
FIGUR WANITA BERTANGAN BANYAK SEBAGAI REPRESENTASI VISUAL WANITA INDONESIA PADA MAJALAH FEMINA Elda Franzia
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.763 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1089

Abstract

AbstractMulti-handed Woman Figure as Visual Representation of Indonesian WOman in Femina Magazine. Magazine is one of the printed mass media that published in a scheduled time and focused in a spesific segmented target. Through visual and verbal text, printed mass media conveying ideologist discourse to the readers. Elements of design including image that appear in a magazine function as visual language structure's developer. Multi-handed woman figure as a model image that appear several times in Femina magazine becoming visual representation of practical feminist ideology that has compromised to patriarchic ideology which affecting Indoensian woman's life. A manipulated photographic model image is conveying a relation betweenbody and woman's image that has affected by root of Indoensian culture. The superwoman figure is finally becoming idealistic figure of Indonesian women for Femina's readers AbstrakFigur Wanita Bertangan Banyak sebagai representasi Visual Wanita Indonesia pada Majalah Femina . Majalah merupakan salah satu media cetak yang terbit dalam waktu tertentu dan ditujukan untuk target sasaran tertentu. memalui teks visual dan verbal, media massa cetak menyampaikan wacana ideologis tertentu kepada pembacanya. Elemen-elemen desain termasuk image yang hadir di majalah menjadi pembentuk struktur bahasa visual yang berperan dalam penyampaian  wacana tersebut. Image model berupa figur wanita bertangan banyak yang secara berulang kali muncul pada majalah Femina selama 37 tahun terbitnya merupakan wujud representasi secara visual ideologi feminisme praktis yang berkompromi terhadap pengaruh ideologi patriarkis pada kehidupan wanita di Indonesia. Model yang dimanipulasi secara fotografis menampilkan relasi anatara tubuh dengan citra wanita, yang dipengaruhi oleh akar budaya Indonesia. Sosok superwoman ini pada akhirnya menjadi reprentasi ideal figur wanita Indonesia  bagi pembaca majalah Femina
DUNIA MAYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ALTERNATIF: STUDI KASUS FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VIRTUAL Awang Eka Novia Rizali; Dody Setianto; Elda Franzia; Susy Irma A
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.52 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1112

Abstract

AbstractThe development and innovation of new information technology are making the Facebook as a phenomenon in virtual world which offer easier ways to access human needs to interact and to socialize with each other.Facebook becomes a virtual communication media, which means unreal or almost become real, where connection among user thrgough features in Facebook becomes almost real condition that provide the ulfillment of needs and attrack the user.The presence and popularity of Facebook as social networking sites in urban community become the acknowledgement of communication transformation system in society. Facebook confirms urban society position as anonym society public space. Facebook becomes a communication culture phenomenon in urban society. A phenomenon invites many pros and contra from its positive and negative impacts,The using of Facebook can effect the accumulation of social capitalusing, and the improvement of technology and gadget innovation become tool and real approve of new pattern in human social relation. AbstrakPerkembangan, penciptaan , dan penemuan teknologi informasi baru, melahirkan fenomena Facebook sebagai salah satu situs di dunia maya yang menawarkan segala kemudahan untuk menjembatani kebutuhan manusia agar dapat tetap berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Facebook menjadi media komuniaksi virtual yang bermakna tidak nyata atau hampir menyerupai , sehingga hubungan yang terjalin antar pengguna melalui fitur-fitur tersebut merupakan kondisi yang mendukung pemenuhan kebutuhan dan menimbulakna keterikatan dan candu bagi penggunanya.Kehadiran dan kepopuelran Facebook sebagai situs jejaring sosial dan sistem komunikasi dalam masyarakat. Facebook menegaskan posisi masyarakat urban sebagai masyarakat anonim, di mana seseorang dikenali dan diakui keberadaannya melalui akun di dunia maya, dalm bentuk ruang publik free society. FAcebook telah menjadi fenomenabudaya komunikasi di masyarakat perkotaan. Sebuah fenomena yang menimbulkan pro dan kontra, dan dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Penggunaan Facebook dapat emmpengaruhi akumulasi penggunaan kapital sosial, sehingga perkemabnagan teknologi dan inovasi gadget menjadi alat dan bukti nyata dalam membentuk pola-pola baru dalam hubungan sosial manusia
TINJAUAN HISTORIS PERKEMBANGAN KERAJINAN TANGAN ANYAMAN BAMBU HALUS TASIKMALAYA Gandjar Sakri
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.809 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1114

Abstract

AbstractReviews Historical Development of Woven Bamboo Crafts Subtle in Tasikmalaya. With the assumption , that there is no research that reveals the history of bamboo crafts in Tasikmalaya smooth published, then I lift my research on the topic I did in 1973. This paper is an excerpt from the tesis I made when completing studies in the Departement of Fine Arts, FTP ITB Bandung. Research using the methods of historical research with the search data trough interviews, surveys and literature study. The results revealed that the creator of finely wovenbamboo in Tasikmalaya is a farmer -craftsmen Martadinata ( Hoheh Pilgrimage) in 1890. In 1901 the Goverment of Netherlands East Indies , raised Martadinata as teacher to spread this type of craft to central Java 9 Ngawi, Nganjuk) and Sulawesi ( Makasar). Tasikmalaya own speard in new after 1904, after the Dutch East Indies goverment imposed Ethical Policy. Processing bamboo project, the goverment held TAsikmalaya District in 1962 , to develop a smooth woven bamboo, did not successed due to lack of socialization. After experiencing the ups and downs, today finely woven bamboo is one of superior product of Tasikmalaya. AbstrakTinjauan Historis Perkembangan Kerajinan Tangan Anyaman Bambu Halus di Tasikmalaya. Dengan asumsi, bahwa belum ada hasil penelitian yang mengungkapkan sejarah kerajinan tangan anyaman bambu halus di Tasikmalaya yang dipublikasikan, maka saya angkat penelitian saya tentang topik tersebut yang saya lakukan tahun 1973. Tulisan ini merupakan cuplikan dari tesis yang saya buat saat menyelesaikan tesis  studi di Departemen Sni Rupa FTP ITB Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hostoris dengan penelusuran data melalui wawancara, survai, dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bawha pencipta anyaman bambu halus di Tasikmalaya adalah seorang petani perajin Martadinata ( Haji Soleh) pada tahun 1890. Tahun 1901 Pemerintah Hindia Belanda , mengangkat Martadinata sebagai guru untuk menyebarkan jenis kerajinan tangan ini ke Jawa Tengah ( Ngawi, Nganjuk) dan Sulawesi ( Makasar) . Penyebarannya di Tasikmalaya sendiri baru setelah tahun 1904, setelah pemerintah Hindia Belanda memberlakukan etischepoliiek. Proyek bamboo processing yang diselengarakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tahun 1962, untuk mengembangkan anyaman bambu halus, tidak berhasil karena kurangnya sosialisasi. setelah mengalami pasang surut , dewasa ini anyaman bambu halus merupakan salah satu produk unggulan Tasikmalaya.
SIMBOL SOEHARTO SEBAGAI PEMASARAN POLITIK PKS DALAM IKLAN TELEVISI: IKLAN POLITIK PKS TENTANG SOEHARTO SEBAGAI GURU BANGSA Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.35 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1120

Abstract

AbstrakTinjauan Historis Perkembangan Kerajinan Tangan Anyaman Bambu Halus di Tasikmalaya. Dengan asumsi, bahwa belum ada hasil penelitian yang mengungkapkan sejarah kerajinan tangan anyaman bambu halus di Tasikmalaya yang dipublikasikan, maka saya angkat penelitian saya tentang topik tersebut yang saya lakukan tahun 1973. Tulisan ini merupakan cuplikan dari tesis yang saya buat saat menyelesaikan tesis  studi di Departemen Sni Rupa FTP ITB Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hostoris dengan penelusuran data melalui wawancara, survai, dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bawha pencipta anyaman bambu halus di Tasikmalaya adalah seorang petani perajin Martadinata ( Haji Soleh) pada tahun 1890. Tahun 1901 Pemerintah Hindia Belanda , mengangkat Martadinata sebagai guru untuk menyebarkan jenis kerajinan tangan ini ke Jawa Tengah ( Ngawi, Nganjuk) dan Sulawesi ( Makasar) . Penyebarannya di Tasikmalaya sendiri baru setelah tahun 1904, setelah pemerintah Hindia Belanda memberlakukan etischepoliiek. Proyek bamboo processing yang diselengarakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tahun 1962, untuk mengembangkan anyaman bambu halus, tidak berhasil karena kurangnya sosialisasi. setelah mengalami pasang surut , dewasa ini anyaman bambu halus merupakan salah satu produk unggulan Tasikmalaya.AbstrakIklan politik bertujuan meraup massa dengan berbagai cara. etis atau tidak etis, bukanlah faktor utama dalam kampanye tersebut. Semua tokoh yang ditampilkan oleh iklan politik PKS, hanya oeharto saja yang belum mengantongi 'sertifikat' pahlawan nasional . Keberanian PKS merupakan bukti nyata dari apa yang selama ini terjadi pada tokoh-tokoh yang diusung ddalam iklan tersebut, khusunya Soeharto AbtractPolitical advertisement was made to get mass support in many ways. Whether it is ethical or unethical, it is not the main factor of the campaign. From public figures whhich publicizd by PKS politic advertisement, only Soeharto which did not certified as national hero. PKS's confidence is an evidence what lies actually about figures presented in the advertisement, especially Soeharto 
VISUAL CULTURE POLITIK: STUDI KASUS ISSUE GENDER DAN ETNISITAS KAMPANYE PADA MEDIA BALIHO KHOFIFAH INDRAPARAWANGSA DAN MOEDJIONO SEBAGAI CAGUB DAN CAWAGUB JAWA TIMUR PERIODE 2008-2013 Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.997 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1123

Abstract

AbstractVisual aspect or imagery and language is considering cultural dimension, and observed contextual issue inside society. Changing behaviour toward women leadership in political are not caused of the higher intellegences and higher political aawareness, but triggered by the failure of political party with its internal conflicts.It is about time for gender discourse to socialized to set woman as a human being who has an equal position to men AbstrakAspek visual atau pencitraan dan bahasa amat mempeehatikan dimensi budaya , serta memperhatikan konteks isu yang berkembang di masyarakat. Perubahan sikap terhadap kepemimpinan perempuan dalam politik tidak hanya dipcu oleh semakin cerdas dan tingginya kesadaran politik semata, tetapi juga dipicu kegagalan partai politik karena seringnya konflik yang terjadi dalam parpol. Sudah saatnya wacana tentang gender perlu disosialisasikan untuk menempatkan perempuan sebagai manusia yang sama kedudukannya dengan kaum laki-laki.
ANALISIS TANDA PADA POSTER KAMPANYE ANTI DISKRIMINASI 'GUERRILLA GIRLS' DI BIDANG SENI , SOSIAL, POLITIK DI AMERIKA SERIKAT Cons. Tri Handoko
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.143 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1129

Abstract

AbstractThis article studied about a group of artists named " Guerilla Girls" . Their initial mission is seek for balanced honors of artworks which made by women artists as equivalent to men artists. Their campaign idea continues to every social gap aspects which happened to women. This article described the meaning of signs which appears in verbal and visual form messages in their campaigan posters, analyzed with Roland Barthen's semiotics approach. The conclusion shows that form the verbal and visual forms of the posters, they are not just about women rights but also for wider importance , to honor minority rights and public awareness about social problems which still happen in United States of America AbstrakTulisan ini mengetengahkan tentang sebuah kelompok seniman yang menamakan dirinya " Guerilla Girls" . Misi awal mereka adalah menuntut kesamaan penghargaan terhadap karya seni yang dihasilkan oleh para seniman perempuan sama sepereti halnya seniman laki-laki. Ide kampanye mereka kemudian berlanjut juga ke semua aspek kesenjangan sosial yang dirasakan oleh kaum perempuan. tulisan ini mendeskripsikan makna tanda yang muncul pada pesan verbal dan visual yang terdapat pada poster kampanye mereka, dikupas dengan pendekatan semiotika Roland Barthens. Hasilnya menunjukkan bahwa ditinjau dari bentuk pesan verbal dan visualnya karya-karya poster tersebut bukan sekedar berisi tentang pemenuhan hak-hak kaum perempuan namun juga untuk kepentingan yang lebih luas yakni penghargaan terhadap hak-hak minoritas dan  penyadaran publik akan permasalahan sosial yang masih terjadi di Ameriak Serikat

Page 1 of 1 | Total Record : 9