cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2012)" : 8 Documents clear
KAIDAH SEMIOTIKA PADA FURNITURE POSTMODERNISME Firman Hawari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.443 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.952

Abstract

Abstract Designing postmodernism product more produces form that purpused to local elements, sfecific, individual, associative , and aesthetic and avoid mass -produce orientation, rational and stiff. It was also in designing furniture. After design processing based on culture reality, cretaing postmodernism furniture are also followed by semiotic meaning. Without ignoring function, the aim of designing process is dominated by form exploring. Development of postmodernism furniture is caused by development of society perspective that purpused to plurality in many fields. material invention are followed by inventing in manufacturing technology, structure, applying texture and color are also become supporting element of birth of postmodernism furniture. That mindset causes some furniture more reach from than function.Postmodernism furniture negless costumer and commercial aspects. So, those design are subjective, irrational, emotional, and expressive. It visualizes uniquely, unnusual, and starnge AbstrakKegiatan perancangan produk yang mengandung nilai-nilai postmodernisme sangat menghindari bentuk-bentuk yang mengarah ke mass -produce orientation, rasional, dan kaku tetapi lebih memilih mengajukan unsur lokal, spesifik, individual, dan asosiatif serta estetika sebagai pertimbangan utama. Begitu juga dalam perancangan furniture-nya. Furniture postmodernism diciptakan dengan bahasa ungkapan semiotika setelah melalui suatu proses perancangan yanng didasari oleh realita budaya pada jamannya. Dominasi eksplorasi bentuk ( Tanpa mengesampingkan fungsi) merupakan tujuan dari proses perancangannya. Berkembangnya furniture postmodernisme disebabkan oleh semakin berkembangnya pola pemikiran masyarakat yang semakin mengarah ke pluralistik dalam berbagai bidang. Perkembangan material, teknologi manufacturing , struktur dan aplikasi tekstur serta warna juga menjadi faktor pendukung laiinya furniture postmodernisme. Dasar pemikiran tersebut menyebabkan beberapa jenis furniture lebih mengutamakan nilai bentuk dibandingkan nilai fungsinya.Furniture post modernisme tidak memperhatikan aspek konsumen serta jauh dari pertimbangan komersial. Hasil yang didaptkan lebih bersifat subyektif, irrasional. emosional, dan ekspresif , serta terkadang bentuk akhir yang dihasilkan secara visual, tidak lazim , dan aneh
TINJAUAN KONSEP GREEN DESIGN PADA RADIO MAGNO KARYA SINGGIH KARTONO Ariani Ariani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.286 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.953

Abstract

Abstractthe idea of Green Design, normally viewed as an environmental-base design, currently become very crucial, especially at this time when we are becoming more conscious about negative impacts of aour recless actions for the nature. Hence , nowadays all designers ate challenged to not only dealing with the aesthtetics and usefulness aspects of an object, but also with the effort to minimize the damaging impacts to our surroundings. Magno Radio is one of Singgih Kartono work -of-art that the distinctive feature of that products is using sonokeling wood, mahogany, sengon, and pines for most of the material parts. Reffering to eco -design concept introduced by Victor Papanek, choices of raw materials, packages of the products and delivery of the products are three points that need to be carefully taken into account in the case of Singgih Kartnono's Magno Radio. It is clearly understood that cutting woods excessively will have potential destructive forces to our nature. Therefore, to avoid this, we need to use material wisely. In implementing Green Design we need to understand that the ultimate goal of that concept is to save our environment and our own lives Abstrak Wacana geren design atau sering diartikan sebagai design yang berwawasan lingkungan atau design yang ramah lingkungan, menjadi sanagat penting belakangan ini terlebih di saat kita semakin menaydari dampak kerusakan lingkungan yang terjadi sebagai akibat perilaku manusia terhadap alam yang kirang bijaksana. Dalam hal ini para desainer kini menghadapi tantangan , bukan hanya memaksimalkan dampak buruk bagi lingkungan tanpa menghabiskan lebih banyak sumber energi. Radio Magno adalah sebuah produk karya Singgih Kartono dengan ciri khas penggunaan material yang terbuat dari kayu sonokeling, mahoni, sengon dan pinus. Ditinjau dari konsep eco design yang dikemukakan oleh Victor Papanek, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada radio Magno tersebut, yaitu pemilihan material/bahan baku, pengemasan/packaging produk, dan pengangkutan/pengiriman produk. Penggunaan kayu yang berlebihan memang berpotensi merusak alam, oleh karena itu diperlukan sikap yang bijak dalam penggunaannya. Kesadaran akan arti pentingnya penerapan wacana green design adalah salah satu usaha untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan makhluk di bumi
MENCUKIL SEJARAH DAN ESTETIKA UKIYO-E Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.879 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.954

Abstract

AbstractHistory and aesthetic of Ukiyo-e was a portrait of East culture, an effect of increased trade and communication between Asian and European countries during the late 19 century, caused a cultural collision; both East and West exprerienced change as a result of reciprocal influences. asian art provided European and North american artists and designers with new approaches to space, color, drawing conventions, and subject matter that were radically not similar witrh Western tradition . Ukiyo-e defines an art movement of Japan's Takogawa period ( 1603-1867) . Revitalized graphic design during the last decade of the nineteeth century. AbstrakSejarah dan estetika seni Ukioyo-e adalah kepingan dari budaya Timur, dampk dari meningkatnya perdangan dan komunikasi anatara negeri-negeri Asia dan Eropa selama abad 19 Masehi. di mana hal ini menyebabkan benturan budaya . Baik pengalaman Barat dan Timur sebagai bentuk sebab akibat yang saling mempengaruhi. Seni rupa Asia kemudian disediakan oleh seniman dan desainer dari Eropa dan Amerika dengan pendekatan baru terhadap ruang warna, penedekatan dalam menggambar dan tema gambar, di mana secara dramatis tidak memiliki kesamaan dengan tradisi Barat. Seni UKiyo-e menjelaskan tentang satu gerakan pada periode Togugawa Jepan ( 1603-1867). Seni Ukiyo-e telah berhasil menghidupkan desain grafius selama dekade terakhir dari abad ke 19
SENIRUPA WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA Dony Satryowibowo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.871 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.955

Abstract

AbstractWayang or shadow pippet is a tradional art that exists in SOutheast Asia. According to research experts, teh world 'wayang' was derived from the Javanese language, which means 'shadow' . Wayang involved with various domains of art. The development of Javanese wayang art produced detailed and complex beauty. wayang is used to express differnt things. Through ages, wayang had embodied the flow of ideas in the form of images. AbstrakWayang adalah kesenian yang hidup di Asia Tenggara . Menurut penelitian para ahli, 'wayang ' berasal dari bahasa Jawa yang bebarti ' bayang-bayang'. Budaya wayang melibatkan berbagai ranah seni, terutama seni rupa. Perkembangan senirupa wayang Jawa, menghasilkan keindahan yang detail dan kompleks. Seni rupa wayang dipakai untuk mengekspresikan berbagai hal. Pada tiap zamannya senirupa wayang menampilkan aliran gaya seni untuk mewujudkan gagasan dalam bentuk gambar
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PADA INTERIOR RUMAH GADANG:KASUS RUMAH GADANG DESA BATAGAK DI SUMATERA BARAT Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.344 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.956

Abstract

Abstract Rumah Gadang is one of traditional architecture that characterized Minangkabau ethnic. Its specifically form gave attarction to be observed and studied.  Rumah Gadang is used as a custom house that used as residential property of one etnic. Occupied by more than one family, who came from a descendant of the mother ( matrilineal system). In addition to functioning as a traditional house ( rumah adat), rumah gadang also function as houses, which is used as place of activities.Placing diverse activities and occupants in rumah gadang, each of them has the potential to change. By searching the factor that cause changes , the positive or negative impact for residents in particular and Minangkabau culture in general will be known AbstrakRumah gadang adalah salah satu bentuk arsitektur  tradisional yang menjadi ciri khas suku Minangkabau. Bentuknya yang khusu menjadi daya tarik untuk diamati dan diteliti. Rumah gadang adalah rumah adat yang digunakan sebagai rumah tinggal milik bersama dari saru suku/kaum. Pada umumnya dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga, yang berasal dari satu keturunan dari pihak ibu ( sistem matrilineal ). Selain berfungsi sebagai sebagai rumah adat, rumah gadang juga berfungsi sebagaimana layaknya rumah tinggal bagi penghuni,yaitu berfungsi sebagai wadah kegiatan sehari-hari. Sebagai wadah berbagai kegiatan dari beragam penghuni, setuiap rumah banyak memiliki potensi untuk berubah . Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab peruabahan , akan dapat diketahui penyebab yang berdampak positif atau negatif bagi penghuni rumah.
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ORNAMEN BAGAS GODANG DAN SOPO GODANG Usman Lubis
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1978.995 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.957

Abstract

AbstractThe objective of traditional carved object use at home, gateway , building and other equipments that tended to iniatate or copy the old model and had not any clear objective, would not absolutely support the improved creativity, but if it was intended to make new creation although it was derived from the old and original aesthetical element, it could move to the decoration of Mandailing in North Sumatra, as an effort of preservation and further formation. The progressive advance of knowledge, technology, and information have changed the human's thingking pattern , and it would affect the existence of the traditional art of decoration, particularly in the building art. In general , in was found oftenly the traditional art of decoration of Mandailing in the building art of custom and traditional houses. Abstrak Tujuan penggunaan ukiran ragam hias tradisional pada rumah, gapura, gedung dan perlengkapan kegiatan tersebut menjurus kepada peniruan atau penyalinan bentuk lama, tanpa kejelasan tujuan , tentulah hal ini kurang mendukung kemajuan suatu kreativitas. Tetapi bila kegiatan tersebut menjurus kepada usaha pencipataan kreasi baru sekaligus ciptaannya bertolak dari dasar unsur estetika lama dan asli, maka kegiatan tersebut dapat bergerak ke arah perkembangan yang di harapkan . Para peneliti ini membahas seni ragam hias tradisional Mandailing di Sumatera Utara, sebagai upaya pelestarian, informasi sebagai tindak lanjut,. Kemajuan ilmu, teknologi dan informasi telah merubah pola pikir manusia , hal ini mempengaruhi akan keberadaan seni ragam hias tradisional. Sehubung dengan , yang demikian keberadaan seni ragam hias mengalami perubahan dan kendala,terutama dalam seni bangunan, seni ragam hias tradisional Mandailing pada umumnya banyak yang terdapat pada seni bangunan rumah adat dan rumah tradisional.
SIGN SYSTEM DI LINGKUNGAN KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI Menul Teguh Riyanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1638.766 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.958

Abstract

AbstractThe role of the sign system is very important in providing information we need of a sign system outside the building in the neighborhood Triskati University to give description on location of place with clear, informative and interesting. Inside the campus A University of Triskati consist of several building including building Rectorat, faculty of Electrical building, Faculty of Law, Faculty of Engineering Machinery, Petrolium and Faculty of Art and Design and the other public fasility available. among other Bank BNI 46, Bank Mandiri , Bank Rakyat Indoensia, Post Office, Bank DKI , Toko Gunung Agung, four wheel vehicle parking area, two wheeler and other facilities. The perfect sign system would have a positif impact for user of the sign system including faculty, student, administration and general public. AbstrakPeranan sistem tanda membawa dampak yang sangat penting, dalam memberikan informasi, maka diperlukan sistem tanda luar bangunan di lingkungan Universitas Trisakti untuk dapat memberikan keterangan tempat maupun lokasi dengan jelas, informatif serta menarik . Di dalam lingkungan Kampus A Universitas Trisakti terdiri dari beberapa gedung antara lain gedung Rektorat, gedung Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Mesin, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik Industri, Fakultas Mesin, Fakultas Perminyakan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain juga fasilitas umum lainnya. Fasilitas umum yang tersedia anatar lain Bank DKI 46, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Kantor Post , Bank DKI , Toko Gunung Agung, area parkir kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua serta fasilitas lainnya. Sistem tanda yang sempurna membawa dampak yang positif bagi pengunan diantaranya dosen, mahasiswa, administrasi, maupun masyarakat umum
MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI ESTETIKA SENI HIAS DAN TATA LETAK PURA JAGATNATHA DI JEMBRANA BALI: DALAM KONTEKS KEHIDUPAN KERAGAMAN MASYARAKAT HINDU BALI I Ketut Sunarya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.592 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.959

Abstract

Abstract The art of decoration of Pura Jagatnatha that was found in Jembrana bali was an aesthetical symbol that made the pura which the meaning was a mount interpreted as source of prosperity. Its display created some questions of philosophical concepts of art decoration, glory, unique, and characteristic, and relation between the setting of pura and the real life of Balinese Hindu people. Pura describes three peaks of the big time of Balinese art of decoration; ancient Bali with the Balinese Character, the big time of Gelgel kingdom with its calsical things, and the currentcharacter with its Western influences. The art of decoration of pura have the aesthetical principles, function, related to personal, social, and physical functions. Style was related to formal arrangement that consisted of intelectual, biomorphical, and aesthetical arrangements. Fantasy style was related to the divinities, folklores, and stories of giants world. The meaning assesment told that Balinese refractional bias of Pura Jagatnatha was beautiful and had the core of symbolic meaning AbstrakSeni hias pura Jagatnatha di Jembrana Bali adalah simbol estetik yang menjadikan pura bermakna gunung sebagai sumber kesuburan. Tampilan yang memunculkan pertanyaan tentang konsep filosofi seni hias, kemegahan, keunikan, dan karakteristik, serta hubungan tata letak pura dengan kehidupan masyarakat Hindu Bali. Pura menggambarkan tiga puncak kejayaan seni hias Bali, yakni masa Bali kuno sampai diketemukan karakter kebalian, masa keemasan kerajaaan Gelgel dengan klasiknya, dan karakter kekinian dengan pengaruh baratnya. Seni hias pura berpegang pada prinsip estetika, yakni : fungsi, menyangkut personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Gaya , menyangkut gaya sususnan formal, yakni susuanan intelektual, biomorfis, dan gaya susunan estetik. Gaya fantasi menyangkut cerita kadewatan, cerita rakyat, dan dalam alam buta . Kajian makna menyebutkan bahwa seni bias Pura Jagatnatha Bali selain indah makna simbolik menjadi inti pura tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8