cover
Contact Name
Admin PBN
Contact Email
pbnsby87@gmail.com
Phone
+6285101486780
Journal Mail Official
pbnsby87@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Gunung Anyar Emas Blok AA No.26 Lt.2 RT 01/RW.08 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
jurnal penelitian multidisiplin
ISSN : 29640466     EISSN : 29640466     DOI : -
Jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025 elsa; putri, Silvia Adi; Setina, Iffa
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 4 (2025): jURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v4i4.387

Abstract

Komunikasi SBAR merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, terutama dalam menghadapi meningkatnya kasus medical error akibat kelalaian pelayanan. Penerapan metode ini di rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. pelaksanaan komunikasi SBAR dan diketahuinya pelaksanaan budaya keselamatan pasien serta diketahuinya hubungan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 32 perawat di unit rawat inap RSU Madina Bukittinggi pada bulan mei 2025. penelitian menunjukkan bahwa sebagian perawat menilai pelaksanaan komunikasi SBAR belum optimal, dan persepsi mereka terhadap budaya keselamatan pasien juga tergolong kurang baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ditemukan hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien (p-value = 0,012). Kesimpulan : pelaksanaan komunikasi SBAR di lapangan sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian besar merasa kurang baik, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minimnya informasi yang disampaikan. Sebagian perawat merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamtan pasien hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkomunikasi terbuka serta ketidak lengkapan informasi saat Handover. Hasil penelitian ini mengumkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan buadaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Saran : Sebaiknya adakan pelatihan berkala dengan fokus pada komunikasi SBAR. Pelatihan harus menekankan pentingnya kelengkapan informasi dan cara menyampaikannya secara efektif. Agar proses komunikasi SBAR berjalan dengan optimal, diharapkan pada saat proses komunikasi SBAR budaya keselamatan pasien dapat ditingkatkan dengan cara menyampaikan informasi dengan lengkap. Dari hasil penelitian terdapat hubungan, komunikasi SBAR memiliki peranan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien.
PEMBUATAN PUPUK PREMIUM ORGANIK CAIR BERBASIS ECO ENZIM Nur
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 6 (2025): jURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat mengubah struktur tanah, menurunkan kesuburan, dan meningkatkan keasaman. Pupuk kimia dapat larut dalam air tanah dan permukaan, menyebabkan pencemaran dan kerusakan ekosistem. Pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menjadi prioritas dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah penggunaan pupuk organik cair. Pupuk organik cair merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah serta kualitas hasil pertanian. Eco-enzyme adalah larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, seperti kulit buah atau sayuran yang memiliki maanfaat seperti : Pembersih alami, pupuk tanaman, sekaligus mengurangi jumlah sampah. Eco enzim dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk premium organic cair mengingat kandungan dan komposisi yang ada dalam eco enzim sangat lengkap untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dari aplikasi pupuk premium organic cair berbasis eco enzim di beberapa tempat menunjukkan ada pengaruh pertumbuhan yang positif, menguntungkan atau meningkatkan hasil panen.
GAMBARAN PRINSIP PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN KERING DI INSTALASI GIZI RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 2025 Nailathul; Adzkia, Legabina; Anggriani, Yuliza
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 6 (2025): jURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada penyimpanan bahan makanan kering perlu mengikuti prinsip yang telah ditetapkan yaitu prinsip ketepatan tempat, waktu, mutu, jumlah, nilai. Hasil observasi RSUD Arosuka pada ruanganpenyimpanan bahan makanankering ditemukanbahwa ruangan disatukan dengan ruangan staff, banyak susu kering expired, stok susu sering melebihi dari jumalh dikonsumsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran ketepatan tempat, waktu, mutu, jumlah dan nilai di instalasi gizi RSUD Arosuka Solok. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif instrumen penelitian berupa lembaran observasi, panduan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi dengan jumlah informan sebanyak lima orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip penyimpanan bahan makanankering diInstalasiGizi RSUD Arosuka KabupatenSolok belumsepenuhnya diterapkan sesuai prinsip 5T. Ditemukan bahan makanan kedaluwarsa, ruang penyimpanan yang tidak sesuai, serta pencatatan dan pengawasan mutu yang masih kurang, sehingga berisikomenurunkan kualitas bahan dan menyebabkan pemborosan. Kesimpulan: Penerapan prinsip penyimpanan bahan makanan kering di Instalasi Gizi RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2025 belum berjalan secara optimal. Ketidaksesuaian terhadap prinsip 5T masih ditemukan, sepertiruang penyimpanan yang kurang memadai, bahan makanankedaluwarsa, serta kurangnya pengawasan dan pencatatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam manajemen penyimpanan guna menjaga mutu bahan makanan, mencegah kerugian, dan mendukung pelayanan gizi yang aman dan berkualitas bagi pasien.
GAMBARAN ENABLING FACTOR DALAM PEMILIHAN BAHAN MAKANAN DI RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 2025 Nurul; Adzkia, Legabina; Silvia Adi Putri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 6 (2025): jURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Arosuka Kabupaten Solok melaksanakan pelayanan gizi yang mencakup pemilihan bahan makanan sesuai kebutuhan pasien. Enabling factor( faktor pemungkin) seperti ketersediaan sumber daya, akses ke layanan, keterampilan, dan kemampuan fisik menjadi penentu kelancaran proses tersebut. Namun, faktor-faktor ini belum berjalan secara optimal. Tujuan: Untuk menggambarkan enabling factor dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2025. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Penelitian ini dilakukan di Rsud Arosuka Kabupaten Solok pada bulan Mei 2025 di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan rekaman suara,terhadap lima informan yang terdiri dari kepala unit gizi, koordinator pengadaan, juru masak, dan petugas pengantar makanan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aspek sumber daya manusia masih kurang, terutama pada tenaga katering atau penjamah makanan. Akses ke layanan pembelian bahan makanan dilakukan melalui pihak ketiga, sehingga pengendalian mutu bersifat tidak langsung. Keterampilan petugas gizi cukup baik, namun pelatihan formal belum dilaksanakan di rumah sakit . Kemampuan fisik petugas memadai, tetapi beban kerja yang tinggi menjadi kendala. Kesimpulan dan Saran: enabling factor dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka masih terkendala dalam hal ketersediaan tenaga kerja,akses ke layanan , dan kurangnya pelatihan. Disarankan pihak rumah sakit menambah tenaga katering, melakukan evaluasi berkala terhadap penyedia bahan makanan, serta menyelenggarakan pelatihan rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi.

Page 10 of 10 | Total Record : 94