cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022): Mei" : 8 Documents clear
KAJIAN INTERTEKTUALITAS AYAT AHL AL-KITAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA QURAISH SHIHAB DENGAN TAFSIR AL-MIZAN KARYA HUSEIN THATHABA’I Ziska Yanti
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.161 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3988

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kajian intertektualitas ayat Ahl-Kitab dalam tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dengan tafsir al Mizan karya Husein Thathaba’i. Tafsir al Misbah adalah tafsir yang ditulis oleh Quraish Shihab  pada tahun 1999 H. Tafsir ini  menjadi kontroversi karena menjadikan Husein Thabathaba’i menjadi salah satu sumber untuk memperkuat penafsirannya. Hal ini disebabkan  Husein Thabathaba’i dikenal sebagai ulama syiah.  Sedangkan Indonesia sebagai tempat tafsir  ini diterbitkan  mayoritas penduduknya berpaham Sunni. Dalam tulisan ini akan meneliti bagaimana pengaruh pemikiran Husein Thabathaba’i dalam memaknai Ahl-Kitab yang akan menggunakan metode intertekstualitas yang di populerkan oleh Julia Kristeva. Kajian intertekstualitas ayat Ahl-Kitab dalam tafsir al Misbah karya Quraish shihab dengan tafsir al-Mizan karya Husein Thabathaba’i tidak dapat dibuktikan secara jelas. Meskipun demikian dapat dilihat ada pengaruh pemikiran Husein Thabathaba’i dalam tafsiran QS. Al-Baqarah ayat 221. Dalam menafsirkan Qs : al –Imran ayat 64 dan QS : al-Baqarah ayat 221, Quraish Shihab tidak ada mengatakan bahwa beliau mengutip pendapat Husein Thabathaba’i.
HAFIDZ AL-QUR’AN PERSPEKTIF Q.S AL-HIJR/15:9 (SUATU KAJIAN TAHLILI) Muhammad Yunus; Ira Trisnawati
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.926 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3995

Abstract

AbstrakPenulisan ini berjudul H{afiz} Al-Qur’an Perspektif Q.S Al-H}ijr/15:9 (Suatu Kajian Tah}lili>). Al-Qur’an adalah teks suci yang telah di turunkan Allah kepada Nabi Muhammad dengan perantara Jibril. Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang di dalamnya Allah nyatakan akan memberikan penjagaan kepadanya agar tidak terkontaminasi oleh selain daripadanya. Sebagaimana Allah telah berfirman pada Q.S al-H}ijr/15:9. Akan tetapi, yang kerap menjadi perbincangan adalah apakah kalimat nahnu paa ayat itu bermakna untuk membesarkan nama Allah ataukah memang ada andil makhluk dalam penjagaan teks al-Qur’an dalam ha ini penghafal al-Qur’an, dan metode apa saja yang digunaka oleh penghafal al-Qur’an saat akan menghafal. Penulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran kata nahnu dalam Q.S al-H}ijr/15:9.  dan untuk mengetahui metode dalam menghafal al-Qur’an. Penulis menggunakan jenis penulisan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. Sumber data dalam penulisan yakni primer dan sekunder.Teknik interpretasi data yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual, dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah tafsir Tah}lili>.Hasil penulisan ini menunjukan bahwa: Pertama, kata nahnu dalam al-Qur’an memiliki makna terdapat keterlibatan makhluk Allah dalam menjaga otensitas al-Qur’an diantaranya yakni malaiskat Jibril, Nabi Muhammad, H{afiz} (penghafal) al-Qur’an serta umat muslim lainnya. Kedua, terdapat beberapa metode dalam menghafal al-Qur’an yakni dengan menggunkan metode talqin,tikrar, talqin dan mendengar rekaman, gerakan dan isyarat, sima’i, wahdah, kitabah, jama, dan gabungan.  Kata Kunci : H{afiz}, Q.S Al-H}ijr/15:9, Metode
LARANGAN MENDEKATI ZINA DALAM Q.S. AL-ISRA‘/17:32 (ANALISIS KAJIAN TAHLILI) Muhammad Wiranto; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.701 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3989

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “larangan mendekati zina dalam QS. al-Isra>‘ /17:32 (Suatu Kajian Tahlili). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran larangan mendekati zina dalam QS. al-Isra>‘ /17:32 dan juga untuk mengetahui batasan-batasan zina serta mengetahui dampak buruk yang diakibatkan perbuatan zina tersebut. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. Sumber data dalam penelitian yakni data primer dan skunder. Teknik interpretasi data yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Tah}lili> yaitu menjelaskan gambaran umum surah, asbabun nuzul, I’rab, balagah, tafsir mufrada, munasabah, penafsiran ulama terkait QS.al-Isra>‘. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zina ialah perbuatan terlarang jadi mendekati zina saja sudah dilarang apa lagi melakukannya, dan menurut para ulama sebagian ulama berpendapat bahwa perbuatan zina itu ialah perbuatan keji dan jalan yang buruk, serta mengetahui dampak buruk yang dilakukan akibat perbuatan zina tersebut.Kata Kunci : Zina, QS.al-Isra>', Tahlili.
PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA TENTANG ARRIJALU QOWWAMUNA ‘ALA AN - NISA’ Ziska Yanti
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.19 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3990

Abstract

AbstrakArrijalu Qowwamuna ala an-nisa adalah kalimat yang mendapat berbagai macam penafsiran. Banyak pro dan kontra mengenai pesan dan tujuan dari Q.S An-Nisa ayat 34 ini. Di antara penafsiran tersebut ada yang memfokuskan pada kata qowwam yang bermakna pemimpin dimana laki-laki harus menjadi pemimpin bagi wanita dalam semua asfek, baik dalam lingkungan keluarga maupun pemerintahan dan publik. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini mengacu kepada pemimpin dalam keluarga. Hal ini menjadikan seorang laki-laki harus menjadi pemimpin dalam keluarga, bertanggungjawab dalam mendidik, dan menjamin ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan magna cum maghza,  pendekatan ini dalam penafsiran menggunakan makna asal literal (makna historis, yang tersurat) sebagai landasan awal untuk memahami pesan utama teks  (makna yang tersirat). Pendekatan ma’na cum maghza terdiri dari ma’na (makna) teks al-Qur’an yang dipahami oleh pendengar pertama dan dikembangkan menjadi signifikansi (maghza) untuk situasi kontemporer. Oleh demikian, menemukan makna tersirat dari kalimat arrijalu qowwamuna ala an-Nisa akan menjadi tujuan dari penelitian ini. Setelah diteliti menggunakan pendekatan ma’na cum maghza tidak ada larangan mutlak dalam agama yang melarang perempuan ikut terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi pemimpin, akan tetapi menurut ulama klasik dan kontemporer ada beberapa jabatan agama yang tidak bisa dilakukan oleh wanitaKata Kunci: Rijal, Qowwam, , an-Nisa, Ma’na cum Maghza
PEMBACAAN SURAH AL-TAUBAH DALAM TRADISI KUPATAN MASYARAKAT MUSLIM SUKU SUNDA (STUDI LIVING QUR’AN DI DESA LIPU MASAGENA KONAWE SELATAN) Ita Maesaroh; Abdul Gaffar
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.675 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3986

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, teknis serta implikasi dari pembacaan surah al-Taubah tradisi kupatan di Desa Lipu Masagena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan surah al-Taubah dalam tradisi tersebut lebih dititikberatkan pada pemaknaan terhadap nama surah al-Taubah itu sendiri yang berarti tobat atau pengampunan, agar sorang wanita hamil semakin kuat berusaha kembali (tobat) kepada Allah Swt sebelum datangnya masa persalinan yang merupakan perjuangan hidup dan mati seperti halnya peperangan yang menjadi pembahasan dominan dalam surah tersebut. Pembacaan Surah al-Taubah dalam tradisi ini diawali dengan membaca Surah al-Fatihah beberapa kali, kemudian membaca shalawat nabi serta diakhiri dengan pembacaan Surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas masing-masing tiga kali. Pembacaan Surah al-Taubah tersebut berimplikasi pada timbulnya ketenangan dan percaya diri bagi  keluarga pelaksana serta pribadi wanita hamil yang bersangkutan.Kata Kunci: Tradisi, Kupatan, At Taubah
PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG MUKAAN DAN TASDIYAH (SUATU KAJIAN MAUDU’I) Zulkarnain Zulkarnain; Syahrul Mubarak
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.34 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3993

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dengan praktek tepuk tangan di Baitullah yang secara nyata disebutkan dalam al-Qur’an, namun dengan penekanan yang negatif. Kemudian rumusan masalah ini yaitu: pertama, Hakikat muka>an dan tas}diyah. kedua, Wujud muka>an dan tas}diyah. ketiga, Dampak bagi pelaku dan penerima muka>an dan tas}diyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau (library research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir, Psikologis, dan Antropologis dengan menggunakan data primer berupa al-Qur’an dan data sekunder berupa kitab-kitab tafsir. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir Maud}u>’i. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ayat yang serupa dengan Muka>an dan Tas}diyah terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 28 ayat, kemudian yang peneliti jadikan bahan penafsiran yaitu QS. al-Anfa>l/8:35, QS. al-Hujurat/49:11, Hud/11:38, Luqman/31 6 dan al-Hajj/22: 25. Dari beberapa ayat di dalam al-Qur’an terdapat kata mengejek, mengganggu, mengolok-olok dan menghalangi. Hakikat muka>an dan tas}diyah dari berbagai penafsiran, bahwasanya ada beberapa kata yang berbeda mengenai muka>an dan tas}diyah, tetapi memiliki hakikat yang sama yaitu mengejek dengan berbagai jenis ejekan perkataan atau perbuatan. Kemudian wujud muka>an dan tas}diyah mengejek dengan perkataan dan perbuatan. Adapun dampak muka>an dan tas}diyah yaitu kepada pelaku, penerima, dan masyarakat yang dapat merugikan dan bersifat negatif.Kata Kunci: Muka>an, Tas}diyah and al-Qur’an.
IMPLEMENTASI LAFADZ INSYA ALLAH DALAM QS. AL-KAHFI AYAT 23-24 PADA MAHASISWA FUAD IAIN KENDARI (Kajian Living Qur’an) Lilis Anshoriyah Utami; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.378 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3987

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Implementasi Lafaz Insya Allah dalam QS. al-Kahfi ayat 23-24 pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Kendari (Kajian Living Qur’an). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran insya Allah dalam surah al-Kahfi ayat 23-24 dan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa serta pengamalan lafaz insya Allah pada mahasiswa Fuad. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara  reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan verifikasi data (Conclusion Data). Adapun Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, yaitu: (1) Triangulasi Waktu, (2)Triangulasi Sumber, (3) Triangulasi Teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Insya Allah dimaknai sebagai kesanggupan seorang hamba dalam melakukan sesuatu dengan tetap bersandarkepada kehendak Allah Swt. Kedua, Pada mahasiswa Fuad sudah lebih banyak yang memahami makna insya Allah yaitu menyatakan kesanggupan dengan tetap bersandar kepada kehendak Allah Swt. Ketiga, Pada  pengamalannya, 10 informan telah memahami dan menerapkan makna insya Allah dengan benar sesuai dengan maksud dari Q.S al-Kahfi:23-24, 7 yang belum memahami dengan baik dan ada 3 informan yang tidak sejalan antara pemahaman dan pengamalan.Kata Kunci: Implementasi, insya Allah, Mahasiswa Fuad 
REINTERPRETASI AYAT JILBAB DAN CADAR STUDI ANALISIS MA’NA CUM MAGHZA ATAS Q.S AL-AHZAB : 59 DAN Q.S AN-NUR : 31 Ziska Yanti
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.279 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3994

Abstract

AbstrakJilbab dan cadar merupakan pakaian yang menjadi identitas perempuan muslim, ayat yang dijadikan.dalil dimaknai beragam oleh mufassir. Secara ijma’ ulama sepakat bahwa jilbab hukumya wajib, meskipun tidak terjadi kesepakatan mengenai apa yang harus ditutupi oleh jilbab. Sebagian ulama mengatakan jilbab harus menutupi seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan,  sebagian lagi mengatakan jilbab harus menutupi seluruh badan termasuk muka kecuali mata sebelah.  Untuk itu perlu dilakukan Reinterpretasi ayat jilbab dan cadar studi analisis ma’na cum maghza atas QS. Al-Ahzab : 59 dan QS : an-Nur : 31, penelitian ini akan menjawab makna, pemahaman dan implikasi ayat jilbab. Melalui pendekatan ma’na cum maghza didapatkan kesimpulan bahwa jilbab adalah sesuatu yang wajib yang tidak terpengaruh dalam konteks budaya, berbeda dengan cadar yang hukumnya sesuai dengan konteks budaya. Meskipun demikian cadar tidak seharusnya dilarang di daerah yang tidak menganjurkannya karena sesuai dengan hak asasi manusia.Kata Kunci: Reinterpretasi, Jilbab, Cadar, Ma’na cum Maghza.

Page 1 of 1 | Total Record : 8