cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6285369607374
Journal Mail Official
millah@uii.ac.id
Editorial Address
Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang KM 14,5, Besi, Sleman, DI Yogyakarta, Kode Pos 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Millah: Journal of Religious Studies
ISSN : 14120992     EISSN : 2527922X     DOI : 10.20885/millah
Core Subject : Religion,
Millah: Journal of Religious Studies (E-ISSN: 2527-922X) is an international double-blind peer-review journal focusing on original research articles related to religious studies. The journal welcomes contributions on the following topics: Religious studies Islamic studies Christian studies Hindu studies Buddhist studies other relevant religious studies.
Articles 628 Documents
The Effectiveness of Crime Prevention with Corporal Punishment in Nanggroe Aceh Darussalam Ahmad Nurozi; Dadan Muttaqien
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 2, Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss2.art2

Abstract

The enactment of corporal punishment in Nanggroe Aceh Darussalam is one of the efforts of local government in realizing Islamic society. This corporal punishment is one of the alternatives for national criminal law policy in preventing crime which keeps increasing. This research aims to identify the background, implementation, and effectiveness of the corporal punishment in Qanun No. 14 Year 2003 for crime prevention and establishment of Islamic society in Nanggroe Aceh Darussalam Province. This research is the field research, in Banda Aceh City, with the normative and empirical juridical approaches. Primary, secondary, and tertiary data sources were obtained through the field and document studies related to the topic of research using the content of qualitative descriptive analysis in which the instrument of research is the researcher. This research shows the result that implementation of the corporal punishment in Nanggroe Aceh Darussalam is still limited to the caning as one of the criminal sanctions, particularly in handling the case of khalwat (close proximity). However, the implementation of corporal punishment, in this case, has a quite effective role in the process of establishing an Islamic society in Nanggroe Aceh Darussalam.Efektifitas Penanggulangan Kejahatan Dengan Pidana Badan Di Nangroe Aceh DarusssalamPemberlakuan pidana badan di Nangroe Aceh Darusssalam merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah setempat dalam mewujudkan masyarakat Islami. Pidana badan ini juga merupakan alternatif kebijakan hukum pidana nasional dalam penanggulangan kejahatan yang semakin meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latarbelakang, pelaksanaan dan efektifitas hukuman pidana badan dalam Qanun Nomor 14 Tahun 2003 bagi penanggulangan kejahatan dan pembentukan masyarakat Islami di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yaitu di kota Banda Aceh dengan pendekatan yuridis normative dan yuridis empiris. Adapun sumber data primer, sekunder dan tertier diperoleh melalui studi lapangan dan studi dokumen terkait topik penelitian dengan menggunakan konten analisis deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan penerapan pidana badan di Nanggroe Aceh Darussalam sampai saat ini masih terbatas pada penggunaan pidana cambuk sebagai salah satu jenis sanksi pidana, khususnya dalam penanganan perkara khalwat (mesum). Meskipun demikian, penerapan pidana badan dalam perkara tersebut memiliki peran yang cukup efektif dalam proses pembentukan masyarakat Islami di wilayah Nangroe Aceh Darusssalam.
Tradisi Besar Membangun Toleransi, Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Mubarok Yogyakarta Membangun Harmoni Beragama Edi Safitri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol19.iss2.art7

Abstract

Di tengah masih adanya berbagai ujaran kebencian, kekerasan berbasis agama, dan ideologisasi simbol keagaman menggantikan konsep NKRI dan Pancasila, lembaga pendidikan agama dan keagamaan, baik yang formal maupun nonformal sangat berperan dalam menyemai kader-kader muslim yang akan berkiprah di tengah masyarakat. Mengerti dan melihat pendidikan nonformal dalam upayanya terlibat ke arah itu, sangat penting, karena transfer pengetahuan keagaman dan persepsi keagamana juga banyak dilakukan oleh lembaga keagamaan nonformal, sehingga akan mempengaruhi peta generasi baru muslim di Indonesia. Tulisan ini adalah hasil  penelitian, terhadap pendidikan keagamaan bekerjasama dengan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan kemenag  dengan mengambil fokus pada Madrasah Diniyah Takmiliyah, sebagai pendidikan keagamaan non-formal yang ada di Yogyakarta, khususnya di Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Mubarok, Sleman Yogyakarta. Sudut pandang yang digunakan, di sini, melihat gerakan di tengah masyarakat, dari  sudut apa yang dikembangkan oleh istitusi, lembaga, atau padepokan atau masjid, yang berhubungan dengan tradisi yang lebih besar di lingkupnya, dan afiliasi madzhabnya; tetapi juga dilihat berhubungan dengan konteks tradisi kecilnya, di tengah komunitas masyarakat. Sudut pandang tradisi besar dalam  lingkungan tradisi kecil, berusaha dilihat saling terkait, tidak sama sekali otonom. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa di sebuah madrasah yang terlihat kecil, ternyata juga membangun tradisi besar, dalam hal ini adalah toleransi; yang tidak terpisah dari gerakan yang lebih besar lagi. Mereka mempercayai bahwa perbedaan tidak mungkin dihindari, sama halnya dengan persamaan, tidak mungkin semua orang mempunyai pikiran yang sama semua. Akan tetapi mereka juga memiliki batasan yang dipahami dari sumber tradisi besar, Al-Qur’an dan hadits, dimana toleransi tidak boleh dalam soal ikut beribadah atau kayakinan. Dengan memahami demikian, mereka menanamkan nilai-nilai menghargai perbedaan dan yang berbeda keyakinan dan nilai keterbukaan. Upaya yang dilakukan mereka, menjadi agen of change melalui pendidikan non formal, karena didukung oleh guru-guru yang berpikiran terbuka dan kepemimpinan yang visioner untuk mencapai tujuan itu. Hanya saja, dari sudut membangun jaringan ke luar, Madrasah Takmiliyah Al-Mubarok belum cukup kuat dan massif, sehingga masih bertumpu ke dalam.
Konsep Moderasi Islam dalam Pemikiran Khairan Muhammad Arif
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol19.iss2.art6

Abstract

The current moderation of Islam has become a very important discourse in the lives of Muslims. The moderation of Islam which forms part of the original Islamic form of Islamic teachings, is hoped to bring the life of a better, just, superior and civilized Muslims. Moderation or Wasathiyah Islam is the main character of Islam taught by Allah in the Qur'an and also in the US-Sunnah. That this people is a moderate and middle people whom God has ever made in human circles. Therefore, the purpose of this study is to exploit and socialize these moderate Islamic teachings to the people of Indonesia and the world, so that Islam becomes a religion that becomes mercy for all nature. The writing methods in this study, using a library method and a classical and contemporary Islamic literacy approach. From here then analyzed in accordance with the context of the life of Muslims in Indonesia, especially in the aspect of Islamic thought developed in Indonesia. Results of this study. First: Giving birth to a moderate concept of Islamic thought to understanding and a moderate attitude in implementing Islam in accordance with the Qur'an and As-Sunnah. Second: Provide a clear distinction between moderate thinking and other Islamic thoughts.
Religious Nation State: Bahtiar Effendy and Islamic Political Thought Ali Akhbar Abaib Mas Rabbani Lubis
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol19.iss2.art1

Abstract

This paper discusses the thoughts of Bactiar Efendy in his work entitled Islam and the State; Transforming Islamic Political Thoughts and Principles in Indonesia, to see the relevance and reflection of his thoughts on the relationship between Islam and the State. This paper is included in the cluster of qualitative research involving library research. This study uses data analysis conducted after a set of library documentation is obtained, then the data is analyzed and analyzed including data reduction, data display, and conclusion making. The research results obtained in this paper that Bahtiar Effendy is a Muslim scholar and professor of political science at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and Chairman of PP Muhammadiyah. The relevance and reflection of his thoughts on political Islam in Indonesia in his work do not consider secularization between Islam and the State as the best solution, instead, the contribution of Bahtiar Effendy's thought to a shifting of paradigm on Islamic politics from what previously led to formalism-legalism is shifting to substantialism, without the need to be forced make an Islamic state but enough to provide the substance of the teachings (ethical/moral), then the Indonesian state deserves to be called a religious nation-state.
Prinsip-prinsip Epistemologi Pendidikan Islam Paradigma Tauhid Naquib al-Attas Komaruddin Sassi
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tentang formulasi prinsip-prinsip pendidikan Islam paradigma tauhid yang digagas oleh Naquib al-Attas. Urgensi masalah pada tulisan ini adalah mengungkapkan hasil renungan yang dalam dari Naquib al-Attas terhadap praktik pendidikan Islam dewasa ini yang agaknya telah “lari” dari pandangan dunia Islam (ru'yah al-Islam li al-wujud) yang dianalisis penulis menjadi lima prinsip epistemologi pendidikan Islam berparadigma tauhid. Penelitian kepustakaan (library research) ini menggunakan data kualitatif dengan sumber primer, Prolegomena to The Metaphysics of Islam An Exposition of The Fundamental Elements of The Wordview of Islam (1995), dan sumber sekunder dari karya-karya Naguib al-Attas lainnya, termasuk juga karya orang lain terhadap gagasan dan pemikirannya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Pertama, pemaknaan tauhid tidak sebatas pada dimensi teosentris semata, melainkan berkembang pada pemaknaan dalam dimensi antroposentris sekaligus penggabungan antara keduanya dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan sehingga term pendidikan yang tepat dan benar adalah ta'dib. Kedua, implikasi dari pendidikan sebagai ta'dib, melahirkan konsekuensi lima prinsip epistemologi pendidikan Islam paradigma tauhid untuk dijadikan acuan dalam sistem dan proses pendidikan Islam yang berperadaban.
Penerapan Kompilasi Hukum Islam pada Peradilan Agama dalam Perkara Hadhonah dan Eksekusi Putusannya Lutfi Lutfi; Amir Muallim
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 2, Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss2.art4

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) merupakan hukum terapan pada peradilan agama namun kedudukannya lemah karena berbentuk Instuksi Presiden (INPRES). INPRES tidak masuk dalam sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis argumentasi bahwa KHI yang berbentuk INPRES dapat dijadikan sebagai hukum terapan pada peradilan agama sehingga menghasilkan suatu putusan dan menemukan cara untuk melaksanakan eksekusi perkara hadhonah. Tujuan lainnya adalah menemukan konsep baru yang sejalan dengan tujuan ditegakkannya hukum secara akumulatif. Penelitian ini menggunakan studi kasus Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang banding ke Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta Tahun 2010-2013. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, yuridis empiris dan historis yang besifat deskriptif analisis kritis. Hasil temuan dianalisis dengan Teori Putusan Hakim, Teori Eksekusi, Teori Keadilan Hukum, Teori Maslahah al Mursalah dan Teori Kepastian Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, telah menggunakan KHI sebagai hukum terapan, meskipun bentuknya INPRES. Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan juga melaksanakan eksekusi putusan perkara hadhonah, meskipun obyeknya adalah orang (anak) bukan barang. Hanya saja penerapan putusan ini terfokus pada kepastian hukum, tanpa mempertimbangkan adanya kemanfaatan dan keadilan yang merupakan esensi dari tujuan hukum. Penelitian ini mengajukan solusi berupa Teori Akumulasi Tujuan Hukum yang menjamin keadilan dan kemanfaatan serta kepastian hukum yang merupakan tujuan hukum dapat tercapai  secara bersamaan dan sekaligus.
Riyadhah Puasa Sebagai Model Pendidikan Pengendalian Diri untuk Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis Husnul Hidayati
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss1.art5

Abstract

Untuk mencapai kepuasan, manusia dituntut untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, salah satu kebutuhan yang paling dasar bagi manusia adalah kebutuhan fisiologis (physiological needs). Namun, untuk mencapai kepuasan tersebut, manusia harus mampu mengendalikan nafsunya sehingga mereka tidak lantas hanyut menuruti nafsu yang meluap-luap. Penelititan ini bertujuan menemukan peran riyadhah puasa sebagai bentuk pendidikan pengendalian diri dalam memenuhi kebutuhan fisiologis manusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa riyadhah puasa yang dijalani oleh santri Pondok Pesantren Al-Munawwir selama tiga tahun tanpa henti membantu mereka dalam menentukan batas kebutuhan yang sebenarnya mereka butuhkan. Selain itu, mereka juga lebih mengenali diri mereka sendiri, dan lebih tenang dalam menjalani hidup.
Penguatan Pendidikan Agama dan Karakter Dasar di Madrasah Diniyah Ali Maksum Yogyakarta Ani Muzayaroh
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 2, Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss2.art3

Abstract

Pendidikan keagamaan Islam berperan penting dalam membentuk siswa yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Tujuan itu selaras fokus program pemerintah melalui revolusi mental di bidang pendidikan. Penelitian ini berusaha melihat pelaksanaan pendidikan Agama Islam dan pengembangan karakter siswa yang dilakukan oleh Madrasah Diniyah Ali Maksum Krapyak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan model penelitian evaluasi pendidikan. Hasil yang didapat adalah bahwa pelaksanaan pendidikan agama islam dan pengembangan karakter siswa di Madrasah Diniyah Ali Maksum dilaksanakan sejak tahap persiapan yang mencakup kurikulum, kompetensi guru dan sistem penerimaan siswa baru. Tahap pelaksanaan meliputi metode pembelajaran, pembiasaan dan pengawasan. Sedangkan tahap evaluasi meliputi evaluasi kurikulum, evaluasi kinerja guru dan evaluasi hasil belajar siswa.Strengthening Religious and Character Education in Madrasah Diniyah Ali Maksum YogyakartaIslamic religious education plays an important role in shaping students who are virtuous and have ahlaq al-karima. This goal is in line with the focus of government programs through a mental revolution in education. This study seeks to see the implementation of Islamic education and the development of student character carried out by Madrasah Diniyah Ali Maksum Krapyak. This study uses a case study research method with an educational evaluation research model. The results obtained are that the implementation of Islamic religious education and character building of students at Madrasah Diniyah Ali Maksum has been implemented since the preparation stage which includes curriculum, teacher competence, and a new student admission system. Implementation stages include learning methods, habituation, and supervision. While the evaluation stage includes curriculum evaluation, teacher performance evaluation, and evaluation of student learning outcomes.
Impact of Fasting as Riyadhah on Self-Control Among Islamic Boarding School Students in Yogyakarta Siti Fauziyah
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 2, Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss2.art5

Abstract

Most Islamic boarding school (pesantren) students believe that learning is not enough for them to benefit from their knowledge. Riyadhah, which involve fasting for a minimum of 3 years, is believed to be a common practice among students. During riyadhah, they train themselves to refrain from eating, drinking, anger, and things that break the fasting. It is vital to analyze the impact of these practices on students. This study examines the impact of fasting on self-control using a case study approach with 3 informants who practised riyadhah for years. The results showed that fasting trains students to control themselves and their emotions, giving meaning to gratitude and patience in life. Furthermore, riyadhah fasting increased emotional intelligence and self-maturity.
Contribution of Pesantren to Prevent Social Conflict Asrizal Saiin; Pipin Armita; Muhammad Rizki
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol20.iss1.art4

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman di masyarakat bahwa Pesantren adalah sumber terjadinya konflik sosial. Sebenarnya, pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang berfungsi sebagai pembentukan etika sosial. Seiring dengan berkembangnya globalisasi dan era modernisasi sekarang ini, fungsi-fungsi  Pesantren  tidak hanya sebagai lembaga pendidikan Islam, akan tetapi ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, mentransfer ilmu-ilmu keislaman, memelihara tradisi keislaman, dan menciptakan generasi Islam yang mampu bersaing di era globalisasi. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau studi dokumentasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan data yang terkumpul, diketahui bahwa  pesantren  di  samping  sebagai  lembaga pendidikan Islam,   juga merupakan  lembaga pendidikan masyarakat  dan  tetap mendapat  kepercayaan  di  mata  masyarakat. Apabila sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat, maka akan terwujud suatu bentuk pendidikan Islam yang dapat mengatasi masalah masyarakat, salah satunya adalah konflik sosial.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25, No. 1, February 2026 Vol. 24, No. 2, August 2025 Vol. 24, No. 1, February 2025 Vol. 23, No. 2, August 2024 Vol. 23, No. 1, February 2024 Vol. 22, No. 2, August 2023 Vol. 22, No. 1, February 2023 Vol. 21, No. 3, August 2022 Vol. 21, No. 2, February 2022 Vol. 21, No. 1, August 2021 Vol. 20, No. 2, Februari 2021 Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam Vol. 19, No. 1, Agustus 2019 Penegakan Hukum Ekonomi Syariah dalam Pergeseran Paradigma Akad Perbank Vol. 18, No. 2, Februari 2019 Aktualisasi Mashlahah pada Ranah Domestik, Muamalah, Budaya, dan Dasar Vol. 18, No. 1, Agustus 2018 Paham Keagamaan Multikultural Antara Kekerasan dan Resolusi Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke Vol. XVI, No. 2, Februari 2017 Mendialogkan Kembali Relasi Gerakan Keagamaan dan Negara Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Vol. XV, No. 2, Februari 2016 Dialektika Agama Dan Realitas Sosial Masyarakat Vol. XVI, No. 1, Agustus 2016 Pembelajaran Partisipatif Vol. XIV, No. 2, Februari 2015 Profesionalisme Guru Agama, Tuntutan Model Dan Media Pembelajaran Vol. XV, No. 1, Agustus 2015 Keuangan Islam dan Peran Kesejahteraan Vol. XIII, No. 2, Februari 2014 Pendidikan Karakter Multikultur Vol. XIV, No. 1, Agustus 2014 Agama, Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Vol. XII, No. 2, Februari 2013 Islam dan Dinamika Politik Kenegaraan Vol. XIII, No. 1, Agustus 2013 Politik dan Agama dalam Bingkai Multikulturalisme Vol. XI, No. 2, Februari 2012 Agama dan Keadaban Publik Vol. XII, No. 1, Agustus 2012 Islam dan Hak Asasi Manusia Vol. X, No. 2, Februari 2011 Reformulasi Relasi Agama-Negara Vol. XI, No. 1, Agustus 2011 Pesantren dalam Dinamika Islam Indonesia Vol. IX, No. 2, Februari 2010 Menggugat Pendidikan Nirketeladanan Vol. X, No. 1, Agustus 2010 Islam dalam Bingkai Sastra Edisi Khusus Desember 2010 Studi Islam dalam Multiperspektif Vol. VIII, No. 2, Februari 2009 Islam dan Lokalitas Keindonesiaan Vol. IX, No. 1, Agustus 2009 Islam Dan New Media Vol. VII, No. 2, February 2008: English Version Vol. VII, No. 2, Februari 2008 Aliran Sempalan Agama di Indonesia Vol. VIII, No. 1, August 2008: English Version Vol. VIII, No. 1, Agustus 2008 Pertumbuhan Ekonomi Islam di Indonesia Vol. VI, No. 2, Februari 2007 Ekologi Perspekstif Agama Vol. VII, No. 1, Agustus 2007 Agama dan Good Corporate Governance Vol. VII, No. 1, August 2007: English Version Vol. V, No. 2, Februari 2006 Pemberantasan Korupsi dan Dekonstruksi Budaya Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik Vol. IV, No.2, Januari 2005 Ekonomi Islam Vol. V, No.1 Agustus 2005 Pendidikan Berwajah Insani dan Menajamkan Nurani Vol. III, No. 2, Januari 2004 Spiritualitas Islam Vol. IV, No.1, Agustus 2004 Pluralisme Agama Vol. II, No. 2, Januari 2003 Agama Sumber Kekerasan? Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal Vol. I, No. 2, Januari 2002 Vol. II, No.1, Agustus 2002 Vol. I, No. 1, Agustus 2001 More Issue