cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Strategi Penguatan Kelompok Tani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Asifah Sri Rahayu; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.404 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3287

Abstract

Abstract. Agricultural development is an effort to improve the quality of life of farming communities, which is achieved by the development of agricultural institutions. Institutional development can be done by strengthening farmer groups which aims to increase productivity and directly affect the welfare of farmers. Warnasari Village, Pangalengan District is an area that has good agricultural potential. However, there is still a lack of competitive farmers and there is a need for farmer groups to act as a forum to broaden farmers' horizons regarding new innovations in agriculture that can be studied through strengthening farmer groups. This type of research is descriptive quantitative, using survey research and primary data from interviews consisting of 26 people as samples taken from expert samples. The analytical method used is SWOT analysis which includes Internal Factors Analysis Summary (IFAS) and External Factors Analysis Summary (EFAS) to determine the strongest strategy which is the main priority to be implemented in strengthening farmer groups. The results showed that the identification of key factors of farmer groups in Warnasari Village contained 9 internal strength factors, 9 internal weakness factors, 6 external opportunity factors and 6 external threat factors. In general, the condition of farmer groups in Warnasari Village is in a strong position internally and can effectively take advantage of potential opportunities and at the same time minimize the negative effects of potential external threats. The strategy generated by the analysis is the SO strategy. The use of digital technology, comparative studies and the implementation of programs that are in line with the government are the main strategies and become priorities to be implemented. Abstrak. Pembangunan pertanian merupakan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat tani, yang dicapai pengembangan kelembagaan pertanian. Pengembangan kelembagaan dapat dilakukan dengan adanya penguatan kelompok tani yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan secara langsung mempengaruhi kesejahteraan petani. Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan merupakan daerah yang memiliki potensi pertanian yang baik. Namun, masih kurang petani yang berdaya saing serta perlu adanya kelompok tani yang berperan sebagai wadah untuk memperluas wawasan petani mengenai inovasi baru dalam bidang pertanian yang dapat dikaji melalui penguatan kelompok tani. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan jenis penelitian survey dan data primer hasil wawancara yang terdiri dari 26 orang sebagai sampel yang diambil dari sampel expert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT yang meliputi Internal Factors Analysis Summary (IFAS) dan External Factors Analysis Summary (EFAS) untuk menentukan strategi paling kuat yang menjadi prioritas utama untuk dijalankan dalam penguatan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi faktor kunci dari kelompok tani di Desa Warnasari terdapat adanya 9 faktor kekuatan internal, 9 faktor kelemahan internal, 6 faktor peluang eksternal serta 6 faktor ancaman eksternal. Secara umum kondisi kelompok tani di Desa Warnasari berada dalam posisi kuat secara internal dan dapat efektif memanfaatkan potensi peluang serta sekaligus meminimalkan pengaruh negatif dari potensi ancaman eksternal yang ada. Strategi yang dihasilkan analisis tersebut adalah strategi SO. Pemanfaatan teknologi digital, studi banding dan penerapan program yang sesuai dengan pemerintah merupakan strategi yang utama dan menjadi prioritas untuk dijalankan.
Pengaruh Kondisi Perekonomian terhadap Penerimaan PPN dan PPnBM di Indonesia 2007-2021 Nenti Arianti Dewi; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.773 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3295

Abstract

Abstract. Value added tax (PPN) and Sales Tax on Luxury Goods (PPnBM) is one type of indirect tax imposed on consumption at every level of production or distribution. Economic conditions greatly determine the size of tax revenue because the more passionate about economic activity, the more stimulating government revenue from taxes will be. This research uses secondary data in the form of time series data in the period of 2007-2021. The data analysis technique is used Ordinary Least Square (OLS) multiple linear regression analysis. The results showed that partially the GDP variable had no significant effect on PPN and PPnBM receipts, while the inflation variable and the percentage of the poor had a significant effect on PPN and PPnBM revenues. Then all the variables together giving a significant effect on the acceptance of PPN and PPnBM.. Abstrak. Pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan salah satu jenis pajak yang bersifat tidak langsung yang dikenakan terhadap konsumsi pada setiap tingkatan produksi atau distribusi. Kondisi perekonomian sangat menentukan besar kecilnya penerimaan pajak karena semakin bergairah aktifitas ekonomi maka akan semakin menstimulus pendapatan pemerintah yang berasal dari pajak. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder berupa data deret waktu (time series) dari tahun 2007-2021. Teknik analiss data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variable PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM, sedangkan variable inflasi dan persentase penduduk miskin berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM. Kemudian secara bersama-sama seluruh variable dapat memberi pengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Kemiskinan di Kota Bandung Tahun 2010-2020 Shidqy Fauzan Putranida; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.337 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3315

Abstract

Abstract. Basically poverty is characterized by the condition that people are unable to meet their daily needs. Problems of poverty occur in several developing countries especially indonesia. Poverty is influenced by sosio-economic factors including population density, education and unemployment, in this study the object of the location taken is the city of Bandung. Based on this phenomenon, the problem in this study are formulated as follows: (1) do population density, education and unemployment partially affect poverty in Bandung city? (2) do population density, education and unemployment simultaneously affect poverty in Bandung City?. This study aims to analyze how musch influence the variables of population density, education and unemployment have on poverty in Bandung city in 2010-2020. The method in this study uses secondary data taken from the publication of the central statistics agency of Bandung City and in the analysis using multiple linier regression using Eviews 10 software. The result of this study indicate that population density and education variables have a significant negative effect on poverty levels in indonesia. Bandung. While the unemployment variable has no significant affect in a negative direction. This happens because people in the city of Bandung are still unemployed but do not fall into the category of poor people. The needs of the unemployed can still be borne by other family members who have more income Abstrak. Pada dasarnya kemiskinan ditandai dengan kondisi masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Problematika kemiskinan banyak terjadi di beberapa negara berkembang khusunya indonesia. Kemiskinan dipengaruh oleh faktor sosial ekonomi diantaranya Kepadatan penduduk, Tingkat Pendidikan dan Pengangguran. Dalam penelitian ini objek lokasi yang diambil yaitu Kota Bandung. Berdasarkan fenomena tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) apakah kepadatan penduduk, pendidikan dan pengangguran secara parsial berpengaruh terhadap kemiskinan di Kota Bandung? (2) Apakah kepadatan penduduk, pendidikan dan pengangguran secara simultan berpengaruh terhadap kemiskinan di Kota Bandung?. Penelitian ini betujuan menganalisis seberapa besar pengaruh variabel kepadatan penduduk, pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kota Bandung pada tahun 2010-2020. Metode dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari publikasi Badan Pusat Statistik Kota Bandung dan dalam analisisnya menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan software Eviews 10. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel kepadatan penduduk dan pendidikan berpengaruh signifikan dengan arah yang negatif terhadap tingkat kemiskinan di Kota Bandung. Sedangkan Variabel Pengangguran ini tidak berpengaruh signifikan dengan arah negatif. Hal tersebut terjadi karena masyarakat di kota bandung masih banyak penganggur namun tidak masuk dalam kategori masyarkat miskin. Kebutuhan pengaggur masih bisa di tanggung oleh anggota keluarga lainnya yang memiliki pendapatan lebih.
Eksternalitas Objek Wisata Alam terhadap Kesejahteraan Masyarakat Lokal Oryza Sativa Ramadhan; Ima Amaliah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.504 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3341

Abstract

Abstract. Lembang District is a sub-district in West Bandung Regency. Lembang District is one of the tourist destinations that has a large enough tourist attraction, both in terms of nature tourism and artificial tourism. Therefore, the existence of various kinds of tourism is an asset to provide economic benefits to the government and society. The purpose of this study is to analyze the externality of natural tourism objects on the welfare of the people of Lembang District and analyze the dominant factors that determine the externality of natural tourism objects to the welfare of the people of Lembang District. The research method uses descriptive quantitative by using the type of field survey research and primary data. The number of respondents in this study was 270 people. Respondents in this study were the public and tourists who visited the tourist attraction in Lembang District. The sampling technique used a random sampling sample. The results showed that respondents' perceptions of natural tourism objects in the Lembang District had a positive impact. It can be seen that the score of social benefits is greater than the social costs. Abstrak. Kecamatan Lembang merupakan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Kecamatan Lembang merupakan salah satu daerah tujuan destinasi wisata yang mempunyai daya tarik wisata yang cukup besar, baik dilihat dari wisata alam dan wisata buatan. Oleh karena itu dengan adanya berbagai macam pariwisata merupakan suatu aset untuk memberikan manfaat ekonomi kepada pemerintah maupun masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis eksternalitas objek wisata alam terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lembang serta menganalisis faktor dominan yang menentukan eksternalitas objek wisata alam terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lembang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian survei lapangan serta data primer. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 270 orang. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kecamatan Lembang. Teknik sampling menggunakan sampel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan persepsi responden terhadap objek wisata alam di Kecamatan Lembang memberikan dampak positif. Hal ini terlihat skor manfaat sosial lebih besar dibandingkan dengan biaya sosial.
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Tiara Rizqi Yulisa; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.207 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3412

Abstract

Abstract. BUMDes as an institution owned and run by the community and village government in order to improve the village economy. The role of BUMDes based on its initiatives is to provide, improve, protect and strengthen the economic welfare of rural communities. The problem in this study is related to the role of BUMDes from the economic and social side of the village community. To determine the role, data collection techniques such as observation, interviews and documentation were carried out, and data analysis was carried out with data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that BUMDes Mawa Raharja had an impact both on the economic and social side in every business activity carried out such as being able to help the community in increasing income, providing job opportunities for the participating communities and the community being able to use existing facilities such as water facilities and waste management. . However, the impact of welfare on the village community has not been widely seen, although in terms of indicators it shows the existence of welfare, but the benchmarks of welfare according to the community are different. Abstrak. BUMDes sebagai lembaga yang dimiliki dan dijalankan oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam rangka meningkatkan perekonomian desa. Peran BUMDes berdasarkan prakarsanya adalah untuk menyediakan, meningkatkan, melindungi dan memperkuat kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Permasalahan dalam penelitian ini terkait peran BUMDes dari sisi ekonomi dan sosial terhadap masyarakat desa. Untuk mengetahui peran, dilakukan teknik pengumpulan data sepertti observasi, wawancara dan dokumentasi, serta dilakukan analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Mawa Raharja memberikan dampak baik pada sisi ekonomi dan sisi sosial di setiap kegiatan usaha yang dilakukan seperti dapat membantu masyarakat dalam menambah pendapatan, memberi kesempatan kerja pada masyarakat yang berpatisipasi dan masyarakat dapat menggunakan sarana yang ada seperti fasilitas air dan pengelolaan sampah. Namun dampak kesejahteraan terhadap masyarakat desa secara luas belum terlihat, meskipun dari segi indikator menunjukkan adanya kesejahteraan namun tolak ukur kesejahteraan menurut masyarakat berbeda-beda.
Analisis Mobilitas Ulang Alik Pekerja Yasmin Putri Derin Tsa; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.23 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3426

Abstract

Abstract. The large number of economic activities in Sukajadi Subdistrict does not prevent Sukawarna Village from the phenomenon of unemployment because the existing job opportunities are not only owned for local residents but also for residents outside the Sukajadi District area. This study aims to determine: (1) the characteristics of non-resident workers in Sukawarna Sub-district working in Sukajadi District and (2) factors causing non-resident workers in Sukawarna Sub-district to work in Sukajadi District. The data used in this study are primary and secondary data sourced from interviews using a list of questions that have been prepared for workers who do shuttle in Sukajadi District. The research method used is descriptive qualitative method. Based on the results of the study, the characteristics of workers are characterized by high school / vocational education backgrounds with a productive age range of 25-35 years, dominated by women with the most regional origins from Cimahi District. The factors that cause non-resident workers from Sukawarna Sub-district to work in Sukajadi District are due to job opportunities that match their qualifications and abilities and get better income due to insufficient needs compared to working in their home area. Abstrak. Banyaknya aktivitas ekonomi di Kecamatan Sukajadi tidak menjadikan Kelurahan Sukawarna terhindar dari fenomena pengangguran karena kesempatan kerja yang ada tidak hanya dimiliki untuk penduduk setempat namun juga untuk penduduk diluar wilayah Kecamatan Sukajadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi dan (2) faktor penyebab pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang bersumber dari wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan untuk tenaga kerja yang melakukan ulang alik di Kecamatan Sukajadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik pekerja bercirikan latar belakang pendidikan SMA/SMK dengan rentang usia produktif 25-35 tahun, di dominasi oleh perempuan dengan asal daerah terbanyak dari Kecamatan Cimahi. Faktor penyebab pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi karena kesempatan kerja yang sesuai dengan kualifikasi kemampuan yang dimiliki serta mendapatkan penghasilan yang lebih baik karena kebutuhan yang tidak mencukupi dibanding bekerja di daerah asalnya.
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Garut Tahun 2010-2020 Fazwa Al Wijdan; I Amaliah; A Y Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.052 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3439

Abstract

Abstract. Poverty conditions in Garut Regency are influenced by various factors, including the rate of economic growth, the human development index, and the unemployment rate. Throughout the 2010-2020 period, poverty in Garut Regency experienced fluctuating conditions, especially during the COVID-19 pandemic in 2020 which caused an economic recession in Indonesia. This research aims to determine; 1) Effect of economic growth rate, human development index, unemployment rate, on the percentage of poverty; 2) The magnitude of the rate of economic growth, the human development index, the open unemployment rate, on the percentage of poverty. This research uses a quantitative descriptive approach with OLS analysis tool with the help of SPSS 23.0 software. The data used in this research is secondary data originating from the Central Statistics Agency, including data on poverty, LPE, IPM and unemployment during the 2010-2020 period. The results of this study indicate that the variable that significantly reduces the percentage of poverty in Garut Regency is IPM, while LPE and TPT have no significant effect on reducing the percentage of poverty in Garut Regency. This happens because geographically Garut Regency is surrounded by mountains from the North to the South Garut area, thus allowing for uneven development and disparities between Garut City, North Garut, and South Garut areas. Suggestions from researchers are that the Garut Regency Government should improve infrastructure such as roads, bridges, transmitter station towers to support the digital economy, and other economic supporting infrastructure in order to achieve equitable development in Garut Regency. Abstrak. Kondisi kemiskinan di Kabupaten Garut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah laju pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan tingkat pengangguran terbuka. Sepanjang periode 2010-2020 kemiskinan di Kabupaten Garut mengalami kondisi yang fluktuatif terlebih pada masa pandemi covid-19 di tahun 2020 yang menyebabkan resesi ekonomi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Pengaruh laju pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, terhadap persentase kemiskinan; 2) Besarnya pengaruh laju pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, terhadap persentase kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan alat analisis OLS dengan bantuan software SPSS 23.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik meliputi data Kemiskinan, LPE, IPM dan pengangguran terbuka selama rentang waktu 2010-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang signifikan menurunkan persentase kemiskinan di Kabupaten Garut adalah IPM, sementara LPE dan TPT tidak signifikan berpengaruh terhadap penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Garut. Hal ini terjadi karena Secara geografis Kabupaten Garut dikelilingi pegunungan dari Utara sampai di kawasan Garut Selatan, sehingga memungkinkan terjadinya ketidakmerataan pembangunan dan terjadi disparitas antara Kawasan Garut Kota, Garut Utara, dan Garut Selatan. Saran dari peneliti sebaiknya Pemkab Garut memperbaiki infrastruktur seperti jalan, jembatan, tower stasiun pemancar untuk menunjang ekonomi digital, dan infrastruktur penunjang ekonomi lainnya agar terjadi pemerataan pembangunan di Kabupaten Garut.
Faktor Penyebab Terhentinya Program Urban Farming Akuaponik di Kota Bandung Alpiani Herawan; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.63 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3540

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the factors that caused the cessation of the Aquaponics urban farming program in Bandung City by the Bandung City National and Political Unity Agency. The problems behind this program are the phenomenon of poverty in urban areas, agricultural land in urban areas that is increasingly disappearing, the lack of available green open spaces, food dependence on other areas, and soaring food prices at one time that occurred in the city of Bandung. The method used in this study is a qualitative method using a theoretical model of policy implementation. Data was collected by observation, interviews, and documentation. Informants in the study were determined through Non-Random Sampling with the Purposive method. Data analysis was carried out through the process of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the cessation of the Aquaponics urban farming program was caused by four factors, namely policy objectives and standards, resources, characteristics of implementing agencies, and the quality of interorganizational relationships. The causal factor is influenced by six indicators that influence it, namely, procedures, human resources, financial resources, facility resources, implementing control, coordination, and consistency. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terhentinya program urban farming Akuaponik di Kota Bandung oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung. Permasalahan yang meletarbelakangi program ini merupakan fenomena kemiskinan di daerah kota, lahan pertanian di perkotaan yang semakin hilang, kurangnya Ruang Terbuka Hijau yang tersedia, ketergantungan pangan terhadap daerah lain, dan melonjaknya harga pangan dalam suatu waktu yang terjadi di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan model teoritis implementasi kebijakan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ditentukan melalui Non-Random Sampling dengan metode Purposive. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhentinya program urban farming Akuaponik disebabkan oleh empat faktor yaitu tujuan dan standar kebijakan, sumber daya, karakteristik badan pelaksana, dan kualitas hubungan interorganisasional. Faktor penyebab tersebut dipengaruhi oleh enam indikator yang mempengaruhinya yaitu, prosedur, sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya fasilitas, kontrol pelaksana, koordinasi, dan konsistensi.
Eksternalitas Keberadaan Objek Wisata Pantai Sawarna Bagi Mayarakat Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten Zilly Tresna; Westi Riani
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.014 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3556

Abstract

Abstract. Sawarna Beach is a beach located in Sawarna Village, Bayah District, Lebak Regency, Banten Province. The existence of tourist objects in an area such as Sawarna Beach opens up opportunities for the surrounding community to carry out economic activities in the form of trade activities and services for visitors. The development of tourism in Sawarna Village is quite rapid, it will cause positive and negative externalities. The purpose of this study was to determine the positive and negative externalities of the Sawarna beach tourism object. This type of research is descriptive qualitative using primary and secondary data. The population in this study is the people of Sawarna Village. The research sample amounted to 98 respondents determined by the Slovin formula with simple random sampling technique. Methods of data collection is done by questionnaires, interviews, and documentation. The results of the study show positive externalities arising from the Sawarna beach tourism object, namely increasing sources of income in the community, creating employment opportunities,opening new business opportunities as additional income for the community, and reducing unemployment. While the negative externalities are causing environmental pollution by increasing the volume of waste, road congestion in residential areas, access roads to tourism are quickly damaged. As well as changes in lifestyle in the community due to the influence of the association of foreign tourists as well as a reduction in mutual cooperation and a more individual society. Abstrak. Pantai Sawarna adalah pantai yang berada di Desa Sawarna Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten . Keberadaan objek wisata di suatu daerah seperti Pantai Sawarna membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas ekonomi dalam bentuk kegiatan perdagangan maupun jasa layanan bagi para pengunjung. Perkembangan pariwisata di Desa Sawarna cukup pesat,akan menimbulkan eksternalitas positif dan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui eksternalitas positif dan negatif objek wisata pantai sawarna. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Sawarna. Sampel penelitian berjumlah 98 responden yang ditetapkan dengan rumus slovin dengan Teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan eksternalitas positif yang ditimbulkan dari objek wisata pantai sawarna yaitu meningkatnya sumber pendapatan di masyarakat, menciptakan lapangan pekerjan , membuka peluang usaha baru sebagai pendapatan tambahan bagi masyarakat, dan mengurangi pengangguran. Sedangkan eksternalitas negatifnya yaitu menimbulkan pencemaran lingkungan dengan meningkatnya volume sampah, kemacetan jalan di area pemukiman warga, akses jalan menuju wisata yang cepat rusak. Serta adanya perubahan gaya hidup di masyarakat akibat pengaruh dari pergaulan wisatawan asing juga berkurangnya gotong royong dan masyarakat yang lebih individual.
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Jumlah Bidan, dan Tingkat Pendapatan terhadap Angka Kematian Ibu di 9 Provinsi Indonesia Tahun 2010-2020 Tita Dian Andini; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.588 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3599

Abstract

Abstract. Maternal mortality rate describes the number of women who die from a cause of death related to pregnancy disorders or their management during pregnancy, childbirth and within 42 days after giving birth without taking into account the length of pregnancy per 100,000 live births. This study aims to analyze how much influence the level of education, the number of midwives, and the level of religious education have on the maternal mortality rate in 9 provinces of Indonesia. The data used is secondary data, namely panel data for eleven years from 2010-2020 and as many as 9 provinces in Indonesia sourced from the Indonesian Central Statistics Agency and Health Profile. The data analysis method used descriptive verification method with a quantitative approach. The data analysis model uses a fixed effect model. The results showed that education level and income level had a negative effect, while the number of midwives had a positive effect. The conclusion of the study is that the level of education and income level contribute to the maternal mortality rate in 9 provinces of Indonesia, while the number of midwives does not contribute to the maternal mortality rate in 9 provinces of Indonesia. Abstrak. Angka kematian ibu menggambarkan jumlah wanita yang meninggal oleh suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa 42 hari setelah melahirkan tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh tingkat Pendidikan, jumlah bidan, dan Tingkat Pendaopata terhadap angka kematian ibu di 9 provinsi Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data panel selama sebelas tahun dari 2010-2020 dan sebanyak 9 provinsi di Indonesia yang bersumber dari badan Pusat Statistika Indonesia dan Profil Kesehatan. Metode analisis data menggunakan meyode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Model analisis data menggunakan fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Pendidikan dan tingkat pendapatan memiliki pengaruh negatif, sedangkan jumlah bidan memiliki pengaruh positif. Kesimpulan penelitian adalah tingkat Pendidikan dan tingkat pendapatan berkontribusi terhadap terjadinya angka kematian ibu di 9 provinsi indoensia sedangkan jumlah bidan tidak berkontribusi terhadap angka kematian ibu di 9 provinsi Indonesia.

Page 5 of 27 | Total Record : 267