Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Pada Tahun 2011-2021
Mohamad Ibnu Dinar;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.566 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.2481
Abstract. The open unemployment rate in Indonesia in 2020 last soared due to the problem of the COVID-19 pandemic where the condition of the number of the workforce was not proportional to the employment opportunities. Based on data from processed research related to the unemployment rate in Indonesia in 2021, it is 6.37%. This has resulted in the government having to perform extra in making policy improvements for people's lives. This study aims to determine what factors can determine the high level of open unemployment in Indonesia. The method used is the OLS (Ordinary Least Square) method. using secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS), especially data for the years 2011-2021 processed with the eviews 10 application. namely life expectancy. Abstrak. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2020 terakhir melonjak karena adanya pemasalahan pandemi COVID-19 dimana kondisi jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan. Berdasarkan data dari hasil olahan penelitian terkait dengan tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 6,37%. Hal tersebut mengakibatkan dari sisi pemerintah harus berkinerja ektra dalam melakukan perbaikan kebijakan bagi kehidupan masyarakat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menentukan tingginya tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu metode OLS (Ordinary Least Square). menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) khususnya data tahun 2011-2021 diolah dengan aplikasi eviews 10. Berdasarkan hasil penelitian ini yang berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka di Indonesia yaitu gini ratio dan rata-rata lama sekolah dan yang tidak berpengaruh signifikan yaitu angka harapan hidup.
Pengaruh Jumlah Penduduk, Inflasi, dan Kemiskinan terhadap Pengangguran di Provinsi Sumatera Barat
Nurul Sifa;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.393 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.2482
Abstract. Unemployment is one of the phenomena or employment problems that occurs in all developing countries, including Indonesia, especially in the province of West Sumatra. Unemployment is a problem that is faced together socially as well as a personal problem that is psychological for the person concerned. If the handling of the unemployment problem is not optimal, it will have an impact on increasing the number of poverty so that it can make the community less prosperous. Unemployment is a very complex problem because it affects and is influenced by many factors that interact with each other following a pattern that is not always easy to understand. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) Is there an influence between the population on unemployment in West Sumatra Province? (2) Is there any influence between inflation and unemployment in West Sumatra Province? (3) Is there any influence between poverty and unemployment in West Sumatra Province?. Researchers used quantitative methods with time series data. The data used in this study is secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and journals as supporters. Regression analysis method using Ordinary Least Square (OLS) method. In addition, the Classical Assumption Test and the Statistical Test were conducted, where all of these tests used the Eviews 7 program tool. The results of this study were that all variables consisting of population, inflation, and poverty had an insignificant positive effect on unemployment. Abstrak. Pengangguran menjadi salah satu fenomena atau permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di semua negara berkembang, tidak terkecuali di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Pengangguran menjadi permasalahan yang dihadapi bersama secara sosial sekaligus menjadi permasalahan pribadi yang bersifat psikologis bagi yang bersangkutan. Jika penanggulangan masalah pengangguran tidak optimal, maka akan berdampak pada peningkatan jumlah kemiskinan sehingga dapat membuat masyarakat menjadi tidak sejahtera. Pengangguran merupakan masalah yang sangat kompleks karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk dipahami. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat pengaruh antara jumlah penduduk terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Barat? (2) Apakah terdapat pengaruh antara inflasi terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Barat? (3) Apakah terdapat pengaruh antara kemiskinan terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Barat?. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan data time series. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan jurnal sebagai pendukung. Metode analisis regresi dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Selain itu dilakukan Uji Asumsi Klasik dan Uji Statistika, dimana semua pengujian tersebut digunakan alat bantu program Eviews 7. Hasil dari penelitian ini adalah seluruh variabel yang terdiri dari jumlah penduduk, inflasi, dan kemiskinan berpengaruh positif terhadap pengangguran secara tidak signifikan.
Pengaruh Komponen IPM terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Barat Pada Tahun 2021
Shafira Syahnaztia;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.042 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.2483
Abstract. Unemployment is an endless problem to be discussed. One of the causes of the high unemployment rate is that companies have high standards that must be met to attract the required workforce. Not a few companies that have a requirement that the lowest education that must be possessed is a diploma or bachelor's degree. Therefore, this unemployment problem should not be underestimated and must be resolved, so that the problem does not prolong and spread to other problems. The purpose of this study was to determine how the influence of the HDI component on the open unemployment rate in West Java Province. The method used is a quantitative method with an exploratory quantitative approach. The data used is secondary data with the type of cross section, namely between districts/cities in West Java Province obtained from the Central Statistics Agency. The data analysis technique used in this study is multiple regression analysis using Eviews 10. The result of this research is that the variable of life expectancy and standard of living has an effect on the open unemployment rate. Meanwhile, the variable of school year expectation has no effect on the open unemployment rate. Abstrak. Pengangguran merupakan masalah yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan. Salah satu penyebab dari angka pengangguran yang tinggi adalah perusahaan memiliki standar yang tinggi yang harus dipenuhi untuk menarik tenaga kerja yang dibutuhkan. Tidak sedikit perusahaan yang memiliki persyaratan bahwa pendidikan terendah yang harus dimiliki adalah diploma ataupun sarjana. Maka dari itu, masalah pengangguran ini tidak boleh disepelekan dan harus diselesaikan, agar masalah tersebut tidak berkepanjangan dan menyebar ke masalah yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh komponen IPM terhadap tingkat pengangguran terbuka yang ada di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif eksploratif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan jenis cross section, yaitu antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan Eviews 10. Hasil dari penelitian ini adalah variabel angka harapan hidup dan standar layak hidup berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sedangkan variabel harapan lama sekolah tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka.
Analisis Pengangguran Perkotaan
Safitri Wulandari;
Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.629 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.2912
Abstract. Kelurahan Sukawarna is one of the Kelurahan in Sukajadi District, Bandung City which has a low population density and is surrounded by high economic activity, but the number of unemployed is high. This study aims to analyze the phenomenon of unemployment in Kelurahan Sukawarna seen from a micro perspective, namely the unemployment profile, the factors causing unemployment, the efforts made.Qualitative descriptive research method with data sourced from primary and secondary data. Validity check with Triangulation technique. The results of the study show that the profile of the unemployed population in Kelurahan Sukawarna has an average of the last education of SMA/SMK with an average age of 45-54 years. The main factors for unemployment are layoffs and the difficulty of getting a job. As a result, the supply of labor is greater than the demand for labor. The local government has a program of socialization activities and skills training to overcome unemployment. They have expertise in the food and service sector. Attempting to open a business so that they can carry out selling activities and offer services according to their expertise. With these activities they can be categorized as informal workers, but when working hours are relatively unstable they are still vulnerable to being unemployed. Abstrak. Kelurahan Sukawarna merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung yang memiliki tingkat kepadatan penduduk rendah dan dikelilingi akivitas ekonomi yang tinggi, namun jumlah pengangguran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pengangguran di Kelurahan Sukawarna yang dilihat dari perspektif mikro yakni profil penganggur, faktor penyebab menganggur, upaya yang dilakukan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data bersumber dari data primer dan sekunder. Pengecekan keabsahan dengan teknik Triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penduduk yang menganggur di Kelurahan Sukawarna rata-rata berpendidikan terakhir SMA/SMK dengan rata-rata usia 45-54 tahun. Faktor utama terjadinya pengangguran karena PHK dan sulitnya mendapat pekerjaan, berakibat supply tenaga kerja lebih besar dibanding dengan demand tenaga kerja. Pemerintah setempat memiliki program kegiatan sosialisasi dan pelatihan keterampilan untuk mengatasi pengangguran. Mereka memiliki keahlian di bidang sektor pangan dan jasa. Berupaya membuka usaha agar dapat melakukan aktivitas berjualan serta menawarkan jasa sesuai dengan keahliannya. Dari upaya tersebut mereka dapat di kategorikan sebagai pekerja informal, namun ketika jam kerja relatif belum stabil mereka masih rentan dalam kategori menganggur.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, Inflasi, Suku Bunga, dan Nilai Tukar terhadap Utang Luar Negeri di Indonesia Tahun 1990-2020
Muhammad Yasa Wisesa;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (23.284 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.2980
Abstract. Indonesia as a developing country is still in neef of foreign debt to balance the state budget as a toll to build and spur national economic growth. In this paper, the author examines the phenomenon of foreign debt based on several factors, namely gross domestic product, inflation, interest rate and exchange rates against foreign debt by using data from 1990-2020 and using the ARIMAX model, which is a regression model for the data time series. From the results that have been carried out by researchers, it is found that there is a positive influence of gross domestic product (GDP), inflation, exchange rate and foreign debt in the previous year (ULN at t-1) on foreign debt in the current year (ULN at t-1). Meanwhile, interest rates had a significant negative effect on foreign debt in the current year. Abstrak. Indonesia sebagai negara berkembang hingga kini masih membutuhkan Utang Luar Negeri untuk menyeimbangkan APBN sebagai alat untuk membangun dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tulisan ini, penulis mengkaji fenomena utang luar negeri didasarkan pada beberapa faktor, yaitu produk domestik bruto, inflasi, suku bunga dan nilai tukar terhadap utang luar negeri dengan menggunakan data pada tahun 1990-2020 dan menggunakan model ARIMAX, yaitu sebuah model regresi untuk data runtun waktu (time series). Dari hasil yang sudah dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh positif dari pendapatan domestik bruto (PDB), inflasi, nilai tukar dan utang luar negeri pada tahun sebelumnya (ULN pada t-1) terhadap utang luar negeri pada tahun berjalan (ULN pada t). Sementara itu, suku bunga memiliki pengaruh negatif secara signifikan terhadap utang luar negeri pada tahun berjalan.
Efektivitas Program Dapur Kuliner Nusantara BAZNAS Kabupaten Subang dalam Pemberdayaan Ekonomi UMKM pada Masa Pandemi Covid-19
Fitriani Millenia Onesha;
Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.549 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3161
Abstract. The emergence of the Corona Virus Disease (Covid-19) at the end of 2019 had an impact without exception for all economic sectors, one of which was the MSME sector in the culinary sector. BAZNAS presents solutions with empowerment through the Dapur Kuliner Nusantara Program. Empowerment is an effort to empower the weak to increase their ability and independence in changing the community's economy to a better direction. This program involves 19 SMEs in rice stalls who are given assistance in the form of a stimulus to purchase food packages in a certain amount and serve as production partners. This study uses a quantitative descriptive method. The data used are primary data obtained through a survey of 19 rice stall entrepreneurs in Subang Regency as key informants. The analysis was carried out quantitatively by scoring the results of key informants' answers using a Likert scale with 4 indicators, namely target accuracy, goal achievement, real change and program monitoring. The results of the study found that the average results of the effectiveness of the DKN program were 3.18% with effective criteria. Key informants assessed that the program was running effectively in accordance with the stated objectives and was successfully achieved. The target accuracy indicator is the indicator that has the highest yield of 3.68% with very effective criteria. The informant considered that the program targets were in accordance with the needs of business actors during the Covid-19 pandemic. Abstrak. Kemunculan Corona Virus Desease (Covid-19) pada akhir tahun 2019 memberikan dampak tanpa terkecuali seluruh sektor perekonomian, salah satunya sektor UMKM bidang kuliner. BAZNAS menghadirkan solusi dengan pemberdayaan melalui Program Dapur Kuliner Nusantara. Pemberdayaan adalah suatu upaya memberdayakan yang lemah untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian dalam merubah perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. Program ini melibatkan 19 pelaku UMKM warung nasi yang diberikan bantuan berupa stimulus pembelian paket makanan dalam jumlah tertentu dan dijadikan sebagai mitra produksi.Penelitian ini menggunakan metode deskripsif kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapat melalui survei terhadap 19 pelaku usaha warung nasi di Kabupaten Subang sebagai informan kunci. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan melakukan skoring terhadap hasil jawaban informan kunci menggunakan skala likert dengan 4 indikator yaitu ketepatan sasaran, tercapainya tujuan, perubahan nyata dan pemantauan program. Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata hasil efektivitas program DKN adalah 3,18% dengan kriteria efektif. Informan kunci menilai bahwa program berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan berhasil dicapai. Indikator ketepatan sasaran adalah indikator yang memiliki hasil tertinggi yakni sebesar 3,68% dengan kriteria sangat efektif. Informan menilai bahwa sasaran program sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di masa pandemi Covid-19.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat di Kota Bandung terhadap Keputusan Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard
Fitria Restiani;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.124 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3201
Abstract. Mobile payment payment methods are increasing along with the increasing use of electronic money, a popular payment method is the QR Code payment system. The use of the existing QR Code is considered inefficient because it can only be accessed by one payment application and is a closed loop that only allows electronic money users to transact at merchants who can only use 1 PJSP. Seeing these problems, Bank Indonesia made an innovation in the QR Code payment model, namely the launch of the Indonesian Standard (QRIS) Quick Response Code payment system. QRIS is a national standardized payment system that can be accessed by all types of payment applications. This study aims to determine the public's preference or interest in the implementation of QRIS as a digital payment transaction tool. This research analysis method uses quantitative methods with a descriptive approach. The sampling technique used was purposive sampling or a purposive sample, as many as 102 respondents were users of a QR Code-based digital payment system. This study uses primary and secondary data. The measurement scale used is the Likert scale. Based on the results of the regression, it was concluded that the acceptability & cognizability, elasticity of supply, portability, divisibility, and scarcity factors had a significant influence on the decision to use QRIS, while the other factors obtained. The magnitude of the influence of these factors is able to give an influence of 40.1% on the decision to use QRIS for transactions. Abstrak. Metode pembayaran mobile payment semakin meningkat seiring meningkatnya penggunaan uang elektronik, metode pembayaran yang populer yaitu sistem pembayaran QR Code. Penggunaannya QR Code yang sudah ada dinilai kurang efisien karena hanya dapat diakses oleh satu aplikasi pembayaran dan bersifat closed loop yang hanya memungkinkan pengguna uang elektronik bertransaksi di merchant yang hanya bisa menggunakan 1 PJSP. Melihat permasalahan tersebut Bank Indonesia membuat inovasi dalam model pembayaran QR Code yaitu diluncurkannya sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS merupakan sistem pembayaran berstandarisasi nasional yang dapat diakses oleh seluruh jenis aplikasi pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi atau minat masyarakat terhadap pemberlakuan QRIS sebagai alat transaksi pembayaran digital. Metode analisis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling atau sampel bertujuan, yaitu sebanyak 102 orang responden pengguna sistem pembayaran digital berbasis QR Code. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala Likert. Berdasarkan hasil regresi diperoleh kesimpulan yaitu pada faktor acceptability & cognizability, elasticity of supply, portability, divisibility, dan scarcity memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, sedangkan faktor lainnya diperoleh hasil berpengaruh tidak signifikan. Besaran pengaruh dari faktor tersebut mampu memberikan pengaruh sebesar 40,1% terhadap keputusan penggunaan QRIS untuk bertransaksi.
Proyeksi Ketercapaian Bonus Demografi di Indonesia Tahun 2035
Ani Nuryani;
Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.777 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3211
Abstract. This paper presents a discussion of the projected achievement of the demographic bonus in Indonesia in 2035. The demographic bonus is a potential for economic growth which is marked by a high number of productive age population. Indonesia is predicted to experience a demographic bonus period in 2030-2040. This study aims to determine the effect of saving, school participation rate, labor force participation rate and dependency ratio on the level of per capita income. As well as discussing how the projected results of the demographic bonus achievement in Indonesia are seen through the level of income per capita in Indonesia in 2035. The data used in this study is secondary data originating from various sources in 1991-2020. The data analysis technique in this study uses time series data analysis with multiple linear regression models and the Forecasting method to project the achievement of the demographic bonus through Indonesia's per capita income in 2035. The results show that the variables of savings, school enrollment rates, labor force participation rates and dependency ratios are together have a significant effect on per capita income. Meanwhile, the projected results of the demographic bonus achievement based on the level of per capita income are thought to have not been achieved in 2035. Abstrak. Tulisan ini menampilkan pembahasan mengenai proyeksi ketercapaian bonus demografi di Indonesia tahun 2035. Bonus demografi merupakan potensi pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan tingginya jumlah penduduk usia produktif. Indonesia diprediksi akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2030-2040. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tabungan, angka partisipasi sekolah, tingkat partisipasi angkatan kerja dan dependency ratio terhadap tingkat pendapatan perkapita. Serta membahas bagaimana hasil proyeksi pencapaian bonus demografi di Indonesia yang dilihat melalui tingkat pendapatan perkapita di Indonesia tahun 2035. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari berbagai sumber tahun 1991-2020. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data time series dengan model regresi linear berganda dan metode Forecasting untuk memproyeksikan pencapaian bonus demografi melalui pendapatan perkapita Indonesia tahun 2035. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tabungan, angka partisipasi sekolah, tingkat partisipasi angkatan kerja dan dependency ratio secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan perkapita. Sedangkan hasil proyeksi pencapaian bonus demografi berdasarkan tingkat pendapatan perkapita diduga belum tercapai pada tahun 2035.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal dan Dana Perimbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita Jawa Barat Tahun 2011-2020
Fanni Novianti;
Westi Riani;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.313 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3235
Abstract. West Java is one of the provinces that has a major influence on the rise and fall of the National GDP per capita which can be measured through the GRDP per capita in West Java. GRDP per capita in West Java has always increased from 2011 to 2018, but decreased in 2019. This is possible because of the effects of the COVID 19 Pandemic. The problem of decreasing GRDP per capita is quite complex to discuss and is an important issue because it can be linked to several indicators. Therefore, this study aims to determine the effect of Local Own-source Revenue (PAD), Capital Expenditures and Balance Funds and Capital Expenditures on Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita in West Java Province. The research method used is multiple linear analysis with secondary data sourced from BPS and processed using the SPSS application, then statistical and econometric tests are carried out. The results of the study show that Local Own-source Revenue (PAD), Capital Expenditures and Balance Funds together have an influence on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita in West Java. Partially, Regional Original Income has a positive effect on GRDP per capita in West Java, Capital Expenditure has no significant effect on GRDP per capita in West Java and the Balance Fund has a positive effect on GRDP per capita in West Java. Abstrak. Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi yang memiliki pengaruh besar terhadap naik turunnya PDB per kapita Nasional yang dapat diukur melalui PDRB per kapita di Jawa Barat. PDRB per kapita di Jawa Barat selalu mengalami kenaikan selama 2011 sampai dengan 2018, akan tetapi mengalami penurunan di 2019. Hal ini dimungkinkan karena adanya efek dari Pandemi COVID 19. Permasalahan penurunan PDRB per kapita ini cukup kompleks untuk dibahas dan merupakan isu penting karena dapat dikaitkan dengan beberapa indikator-indikator. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal dan Dana Perimbangan dan Belanja Modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis linear berganda dengan data sekunder yang bersumber dari BPS dan diolah menggunakan aplikasi SPSS, selanjutnya dilakukan pengujian secara statistik dan ekonometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal dan Dana Perimbangan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Produk Domestik Regonal Bruto (PDRB) per kapita di Jawa Barat. Secara parsial, Pendapatan Asli Daerah Berpengaruh secara positif terhadap PDRB per kapita Jawa Barat, Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita Jawa Barat dan Dana Perimbangan berpengaruh secara positif terhadap PDRB per kapita Jawa Barat
Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Rizqalya Rachmatu Syafira;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.217 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3286
Abstract. Farmer groups are formed in order to facilitate the procurement of agricultural production facilities such as fertilizers, seeds and medicines. ideally, farmer groups are formed by and for farmers, in order to overcome common problems in farming and strengthen farmers' bargaining, both in the market for facilities and in the market for agricultural products. from government programs that require farmers in groups. Therefore, after the government program was completed, most of the farmers stopped joining the farmer groups. This makes the farmer groups not play their role as they should. The purpose of this study was to determine the role of farmer groups as an effort to improve the welfare of farmers. The research method used in this research is descriptive qualitative. Analysis of the data obtained from the results of interviews and then make conclusions that are easily understood by the reader. The sample in this study were 7 members of the farmer group and 1 head of the farmer group. The results of this study indicate that (1) the problems faced by farmers in Warnasari Village in developing farming are lack of capital, price and income instability, government intervention or farmer group organizations, difficulty getting superior seeds, and plant pests (2) the role of farmer groups in improving the welfare of farmers in Warnasari Village, among others, as a teaching and learning class, as a vehicle or cooperation unit, and as a business unit. Abstrak. Kelompok tani dibentuk dalam rangka mempermudah pengadaan sarana produksi pertanian seperti, pupuk, bibit serta obat-obatan, dengan adanya kelompok tani, para petani dapat bersama-sama memiliki kekuatan untuk menentukan harga hasil pertanian. Idealnya, Kelompok tani dibentuk oleh dan untuk petani, guna mengatasi masalah bersama dalam usaha tani serta menguatkan usaha tawar petani, baik dalam pasar sarana maupun dalam pasar produk pertanian Perkembangan kelompok tani di Indonesia saat ini sebagian besar tidak dibentuk oleh dan untuk petani, melainkan dibentuk sebagai respon dari program-program pemerintah yang mengharuskan petani berkelompok. Oleh karena itu, setelah program pemerintah selesai, sebagian besar petani berhenti bergabung dalam kelompok tani tersebut. Hal itu menjadikan kelompok tani tidak berperan sebagaimana mestinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari kelompok tani sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara kemudian membuat kesimpulan yang mudah dipahami oleh pembaca. Sample dalam penelitian ini adalah 7 orang anggota kelompok tani dan 1 orang ketua kelompok tani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Warnasari dalam mengembangkan usahatani adalah kekurangan modal, instabilitas harga dan pendapatan, campur tangan pemerintah atau organisasi kelompok tani, kesulitan mendapatkan bibit unggul, dan hama tanaman (2) peran kelompok tani dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Warnasari antara lain sebagai kelas belajar-mengajar, sebagai wahana atau unit kerjasama, dan sebagai unit usaha.