cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@umm.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Malang Kampus II Jalan Bendungan Sutami 188A Kota Malang Postal Code: 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20863071     EISSN : 24430900     DOI : 10.22219/jk
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan is a peer-reviewed journal published by School of Nursing at the Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang (UMM), which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published on 2010, and it is published twice a year, issued on January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 626 Documents
Pengaruh Pendidikan Ibu UNTUK MENGATASI Kematian Bayi di Asia Tenggara Sri Sunaringsih Ika Wardojo
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.79 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1860

Abstract

Pengaruh Pendidikan Ibu UNTUK MENGATASI Kematian Bayi di Asia Tenggara(The Effect of Mother Education to Reduce Infant Mortality in South East Asia)Sri Sunaringsih Ika WardojoProgram Study Ilmu Keperawatan, Fakutas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malange-mail. srisunaringsihika@gmail.comABSTRAKSEAWHO yang terdiri dari 11 negara-negara berkembang , seperti Bangladesh , Bhutan , Korea Utara , India , Indonesia , Maladewa , Myanmar , Nepal , Sri Lanka , Thailand dan Timor Leste , memiliki masalah kesehatan masyarakat yang sama masalah sehubungan dengan tingginya angka kematian bayi di wilayah ini , dan sudah terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Bagaimanapun ibu memainkan peran ganda dalam keluarga yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Namun, pendidikan ibu dianggap salah satu kemungkinan kendala utama untuk promosi kesehatan bangsa , yang mempengaruhi peningkatan prevalensi kematian bayi di wilayah tersebut. Mendukung pernyataan tersebut, Commision on The Social Determinants of Health ( 2008) mengatakan pendidikan ibu diasumsikan menjadi salah satu penentu sosial utama masalah kesehatan anak . Berdasarkan hasil review artikel dari 25 artikel dan 3 literatur umum, itu diketehui bahwa ketidaksetaraan pendidikan perempuan , yang terjadi di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara , telah secara signifikan mempengaruhi masalah kesehatan bayi di wilayah ini , karena menjadi penghalang utama bagi ibu untuk memperbarui informasi tentang pengetahuan kesehatan anak, kurang diberdayakan untuk otonomi keuangan , kurang pengambilan keputusan kekuasaan, dan akses dan kontrol atas sumber daya dalam rumah tangga , di mana aspek-aspek secara signifikan berkontribusi terhadap kurang kelangsungan hidup anak dalam keluarga. Oleh karena itu, untuk menutup kesenjangan pendidikan perempuan di negara-negara Asia Tenggara akan menjadi program yang sangat berguna karena tidak hanya untuk mengurangi angka kematian bayi di wilayah ini , tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan penduduk secara umum.Kata kunci: Pendidikan ibu, kematian bayi, South East Asia RegionABSTRACTSEAWHO which comprises of 11 developing countries , such as Bangladesh, Bhutan, North Korea, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand and Timor Leste, has similar public health issue regarding to the high infant mortality rate in this region, and it happened over the last ten years . However, mothers play multiple roles in the family that affect health and well being of all family members, including children. However, maternal education assumed to be one possibilities of the primary obstacles to the promotion of the nation’s health, which escalated the prevalence of infant mortality in those region. Supporting with that statement, Commision on The Social Determinants of Health (2008) said maternal education assumed to be one of the major social determinant of child health problems. Based on narrative review from 25 articles and 3 grey literature, it was knowen that inequality of women education, which occurred in most of South East Asian countries, has significantly influenced the infant health problem in this region, since it became major barrier for mothers to update information about child health knowledge, less empowered to the financial autonomy, less decision making power, and access and control over resources within household, in which those aspects significantly contributes to the less child survival within family. Therefore, closing the gap of women education in South East Asian countries will be a useful program not only reducing infant mortality in this region, but also increasing quality of population health. Keyword: Maternal education, infant mortality, South East Asian Region
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KELULUSAN UJIAN TAHAP III PADA MAHASISWA PROGRAM KHUSUS DIPLOMA III KEBIDANAN Sumiatun .
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.082 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1861

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KELULUSAN UJIAN TAHAP III PADA MAHASISWA PROGRAM KHUSUS DIPLOMA III KEBIDANAN (The Correlation of Anxiety Level with The 3rd Examination Graduation of the Student of Special Program in Diploma III Midwifery)SumiatunProdi D-III Kebidanan STIKES Maharani MalangJln. Simpang Candi Panggung No.122 Malange-mail. informasi@stikesmaharani.ac.idABSTRAKBidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam memantu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Untuk menjalankan peran tersebut maka bidan harus profesional dalam arti bidan dituntut kompeten baik pengetahuan, sikap maupun keterampilannya. Evaluasi kompetensi di pendidikan Diploma III Kebidanan dilakukan setiap akhir semester genap dimana mahasiswa telah menyelesaikan teori dan praktik laboratorium dari materi yang akan diujikan, yaitu dilaksanakannya ujian tahap I, II dan III. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kelulusan UHAP III pada mahasiswa Program Khusus Diploma III Kebidanan Di Jombang Jurusan Kebidanan Poltekkes Depkes Malang. Desain penelitian analitic corelational dengan sasaran penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Khusus Diploma III Kebidanan Di Jombang Jurusan Kebidanan Poltekkes Depkes Malang sejumlah 40 mahasiswa dengan total sampling. Instrumen kecemasan peneliti menggunakan skala SAS (Self Rating Anxiety Scale) dari William .W. K Zung dan untuk kelulusan diperoleh dari hasil ujian mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kelulusan UHAP III dengan hasil t hitung 0,0531 > t tabel 0,0231 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kelulusan UHAP III. Dalam artian mahasiswa yang mempunyai tingkat kecemasan yang lebih tinggi misalnya belum tentu mahasiswa tersebut tidak lulus, demikian juga sebaliknya mahasiswa yang mempunyai kecemasan tingkat yang lebih rendah belum tentu juga lulus ujian. Kata Kunci : Tingkat kecemasan, Ujian Tahap IIIABSTRACTMidwives is one of the health workers who have a significant role in helps lowering maternal and child mortality. To run the role midwives should be professionally competent midwives are required in the sense of either knowledge, attitudes and skills. Evaluation of competence in Education Diploma III of Obstetrics conducted every even-numbered end of the semester in which the student has completed the theory and laboratory practice of the material to be examined, namely the performance of the test phase I, II and III. The purpose of the research is to find out the relationship with the level of anxiety on students ‘ graduation UHAP III Special Program Diploma III Obstetrics Midwifery Programs in Jombang Health Polytechnic of Malang . Design research targeting corelational analitic is a whole Special Program Diploma III Obstetrics Midwifery Programs in Jombang Health Polytechnic of Malang stage of 40 students with a total of sampling. Researchers use anxiety scale instrument SAS (Self Anxiety Rating Scale) from William.W. K Zung depressive and for graduation examination results obtained from students. The Data were analyzed using the Spearman rank test. Results of the study showed no relationship between levels of anxiety with graduation UHAP III with results thitung 0,0531 > ttable 0,0231 which means there is a significant relationship between anxiety level with graduation UHAP III. In terms of students who have a higher level of anxiety for example is not necessarily the student does not pass, and vice versa students who had lower levels of anxiety have also passed the examination.Keywords: Degree of Anxiety, Phase III Exam.
ANALISIS PERILAKU CARING PERAWAT PELAKSANA Sunardi .
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.484 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1862

Abstract

ANALISIS PERILAKU CARING PERAWAT PELAKSANA (Caring Behavior Analysis of Associate Nurses)SunardiProgram Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Malang 65145, Indonesiae-mail. sunardinadhif@yahoo.co.idABSTRAKPerilaku caring perawat menjadi inti dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Perawat sering mendapat kritikan terjadinya perilaku yang masih belum dekat dengan pasien, kurang responsive terhadap permasalahan pasien dan berbagai stikma negative lainnya. Peneliti ingin mengetahui bagaimana level perilaku caring perawat pelaksana di rumah sakit. Desain penelitian menggunakan deskripif kuantitatif. Pengukuran perilaku caring dengan observasi sistematik terhadap 77 perawat pelaksana, diambil secara propotional simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan level perilaku caring perawat pelaksana RSWH sebesar 83.6%. Rekomendasi pada peneliti lain sebaiknya melakukan evaluasi apakah level caring yang sudah dicapai sudah menggambarkan karakter caring perawat. Penelitian selanjutnya harus mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perilaku caring sebagai bahan melakukan perbaikan terhadap perilaku caring perawat. Kata kunci : Perilaku caring perawatABSTRACTCaring behavior of nursing was nuclear care to patient. Nurse always get critical as negative sticma was not caring to patient and not responsive with problem patient. Resercher would knew level of caring nursing in hospital. Desain thos research was descriptive quantitative. Level of caring parameter with obsevasi systematic to 77 nursing that got propotional simple random sampling. Result thos research level caring nurse in RSWH was 83,6%. Outcome to researcher was real behavior of nursing. Reseacher must indentify of factor related to caring behavior as recomeded improve service in hospital. Key words: Caring behavior of nursing
PEMBERSIHAN LUKA DERMATITIS ATOPIK DENGAN CAIRAN NORMAL SALIN Tavip Dwi Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.624 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1863

Abstract

PEMBERSIHAN LUKA DERMATITIS ATOPIK DENGANCAIRAN NORMAL SALIN(Atopic Dermatitis Wound Cleaning with Normal Saline)Tavip Dwi WahyuniPoltekkes Kemenkes Malange-mail: dwitavip@yahoo.comABSTRAKDermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kronis yang terjadi pada orang/keluarga dengan riwayat alergi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Cairan Normal Salin untuk Pembersihan Luka pada Klien Dermatitis Atopik. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua penderita dermatitis atopik.Sampel penelitian ini adalah penderita dermatitis atopik ringan sampai sedang. Besar sampel 20 responden dilakukan secara Accidental Sampling. Kesimpulan penelitian adalah ada Pengaruh Pemberian Cairan Normal Salin untuk Pembersihan Luka Klien Dermatitis AtopikKata Kunci : Dermatitis Atopik, Pembersihan Luka, Normal Salin, Derajat InflamasiABSTRACTAtopic Dermatitis is a chronic inflammatory disease happening in people/families with a history of allergies. The purpose of this research was to determine the influence Of Fluid Normal Saline for cleaning Wounds to the condition of the Scars on the client Atopic Dermatitis. The method of this research is quasi experiment. The population of this research is all the atopic dermatitis. The method of this research is quasi experiment. The population of this research is all the atopic dermatitis. Of the sample of respondents was conducted in 20 Accidental Sampling. The results is Normal Saline can be effect for cleaning Wounds on Atopic Dermatitis.Keywords: Atopic dermatitis, wound cleaning, Normal Salin, Degree of Inflammation
Stimulasi Pengajaran Dengan Media Gambar Terhadap Prestasi Belajar Anak Retardasi Mental Titik Sumiatin
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.768 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1864

Abstract

Stimulasi Pengajaran Dengan Media Gambar Terhadap Prestasi Belajar Anak Retardasi Mental (Teaching Stimulation by Using Picture Media with Learning Achievement of Mental Retardation Children)Titik SumiatinPoltekkes Kemenkes Surabaya Prodi Keperawatan TubanJl. Dr.Wahidin S.H No. 2 Tuban, 62314e-mail : bojoneahsan@yahoo.comABSTRAKRetardasi mental ringan dengan IQ 50-70 memiliki keterbatasan dalam berbagai hal, sehingga memerlukan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan daya tangkap dan daya abstraksinya di sekolah agar mudah menerima pelajaran. Stimulasi pengajaran dengan media gambar merupakan salah satu cara untuk menstimulasi daya abstraksi anak dengan retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stimulasi pengajaran media gambar terhadap prestasi belajar anak dengan retardasi mental. Desain yang digunakan adalah quasy experimental pretestposttest dengan kelompok kontrol. Populasi adalah murid SDLBN/C (debil) usia sekolah (6-12 tahun) Kabupaten Tuban yang berjumlah 21 anak, dengan besar sampel seluruh populasi (total sampling). Analisa data menggunakan uji t berpasangan dan uji t 2 sampel bebas (untuk data normal) dan uji wilcoxon dan mannwhitney (untuk data tidak normal). Sebelum dilakukan penelitian didapatkan 100% responden mempunyai prestasi yang kurang baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol. Setelah diberikan stimulasi pengajaran media gambar didapatkan 70% responden mempunyai prestasi baik dan 30% cukup. Dari hasil uji t Test dengan tingkat kepercayaan 5% didapatkan harga p=0,001, berarti ada pengaruh stimulasi pengajaran media gambar terhadap prestasi belajar. Perlu adanya kerjasama antar guru, orang tua dan anak dalam mengevaluasi prestasi belajar anak dan meningkatkan stimulasi melalui berbagai modifikasi metode dan media pengajaran sehingga dapat lebih meningkatkan hasil prestasi belajar anak menjadi lebih baik lagi.Kata kunci : Retardasi Mental, Mampu didik, Stimulasi pengajaran Media gambar, Prestasi belajarABSTRACTMild mental retardation with IQ 50-70 has many limitation, so it needs an exact stimulation to increase acception and abstraction to understand lessons at school. Teaching stimulation by picture is one of way to stimulate abstraction for mental retardation. The goal of this research is to know the effect of teaching stimulation by picture to learning achievement in mental retardation. The research uses quasy experimental design pretestposttest with control group. The population is the student of SDLBN/C (debil) age (6-12 years old) in Tuban regency amount 20 students become all sample population. Data analysis uses t test (for significant data), wilcoxon and Mannwhitney test (for nonsignificant data). Before doing the research gotten 100% respondent have not good achievement in both, treatment group and control group. After giving teaching stimulation by picture it is known that 70% respondent have good achievement and 30% medium. By t test and degree of trust 5% is gotten significant amount 0,001, it means result < 0,05 so it proves that there is an effect of teaching stimulation by picture to learning achievement. Necessary to have team work between teacher, parents and children in evaluating learning achievement and increasing stimulation through modification methods and media, in order to be more increasing learning achievement.Key word : mental retardation, debil, teaching stimulation by picture, learning achievement
PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP REFLEK HISAP DAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR Wahyuningsri .; Ni Luh Putu Eka S
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.367 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1865

Abstract

PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAPREFLEK HISAP DAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR(Classical Music Therapy with The Suck Reflex and Weight Loss of Premature Babies)Wahyuningsri1 & Ni Luh Putu Eka S21&2Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malange-mail. 1) wahyu_wung16@yahoo.comABSTRAKBayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Masalah yang terjadi pada bayi prematur berhubungan dengan fungsi imatur dari sistem organ. Masalah yang terjadi pada bayi prematur tersebut adalah tidak memadainya koordinasi antara reflek hisap dan menelan, yang mengakibatkan bayi prematur beresiko mengalami aspirasi dan kurangnya asupan nutrisi yang akan berdampak pada berat badan bayi prematur. Tujuan umum penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap reflek hisap dan berat badan pada bayi prematur di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasy-experiment) dengan non-randomized pretest-postest control design. Teknik sampling mengggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang bayi prematur yang terbagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Sedangkan untuk pengujian hipotesis digunakan teknik analisis data non-parametrik dengan tes U-Mann Whitney dengan &aacute; = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian terapi musik klasik berpengaruh terhadap kenaikan berat badan bayi prematur dengan nilai p = 0,01, namun tidak berpengaruh terhadap reflek hisap bayi prematur dengan nilai p = 0,71. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya agar menyempurnakan pelaksanaan prosedur pelaksanaan terapi musik atau memilih jenis musik yang lain sebagai upaya untuk menstimulasi reflek hisap dan berat badan sehingga tumbuh kembang bayi prematur menjadi lebih optimal.Kata kunci : Mozart, bayi prematur, reflek hisap, berat badanABSTRACTPremature are babies who are born with a gestational age less than 37 weeks. The problem that occurs in premature infants associated with immature function of organ systems. one of them is inadequate coordination between suction and swallowing reflexes, resulting in premature infants at risk of aspiration and lack of nutrition that will have an impact on weight this study selected works of Mozart classical music therapy as a treatment in preterm infants to determine its effect on reflex suction and weight . The general objective was to identify the effect of classical music on reflex suction and weight gain in preterm infants. Type of research is a quasi-experiment with a non-randomized pretest-pretest control design . sampling technique using purposive sampling sample of 30 premature infants were divided into control and treatment groups. While the techniques used to test the hypothesis of non-parametik data analysis with Mann Whitney U test with a number of &aacute;=0.05. The conclusion of this research was the classical music therapeutic effect on weight gain of premature infants with p=0.01, but no effect on premature babies suck reflex with p=0.71. The results can be used as input for further research in order to enhance the implementation of the implementation of music therapy procedures or prefers other types of music as an attempt to stimulate reflex suction and weight so accusto premature baby&rsquo;s development to be more optimal.Keywords: Mozart, premature infants, reflexes suction, weight.
ANALISA ASPEK BALITA TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI RUMAH Agrina .; Suyanto .; Arneliwati .
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.309 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2340

Abstract

ANALISA ASPEK BALITA TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI RUMAHAnalyzing of Under Five Children Aspect to Acute Respiratory Infection Desease Incidentat HomeAgrina(1) , Suyanto(2), Arneliwati(3)(1)Keperawatan Komunitas PSIK UR(2,3)Kesehatan Masyarakat FK UREmail: 1)agrinas76@gmail.comABSTRAKISPA di Indonesia selalu menempati urutan pertama penyebab kematian dan sering menempati urutan pertama angka kesakitan balita. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara usia dan status gizi balitaterhadap kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi pada 262 balita di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuisioner yang berisi karakteristik balita, status gizi, dan kejadian ISPA yang dialami balita dalam 3 bulan.Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate (chi square). Mayoritas responden berada pada usia bayi sebanyak 156 orang (59,5%), kejadian ISPA pada balita sebanyak 60 orang (22,9%), status gizi balita adalah baik sebanyak 229 orang (87,4%). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara usia anak, status gizi, dengan kejadian ISPA di rumah (p value<0,05). Perlu adanya upaya untuk meningkatkan status gizi dan kemampuan ibu dalam merawat balita agar kejadian ISPA dapat dicegah sehingga komplikasi ISPA dapat dihindariKata kunci: ISPA, balita, pengetahuan ibu merawat, status giziABSTRACTAcute Respiratory Infection (ARI) desease is the first cause of death and often ranks first under five childrenmorbidity in Indonesia. The purpose of study is to examine the relationship between age and nutritional status on the incidence of acute respiratory infections (ARI) at home. Design research is descriptive correlation in 262 infants in Puskesmas Sidomulyo. Data collection by a questionnaire that contains the characteristics of children, nutritional status, and respiratory events experienced by children in 3 months. Analysis of the data used univariate and bivariate analysis (chi-square). The results showed that the majority of respondents were in the age of the baby as much as 156 people (59.5%), the incidence of respiratory infection in infants as many as 60 people (22.9%), good nutritional status of children is as much as 229 people (87.4%). The results also showed a highly significant relationship between age, nutritional status, with ARI in the home (p value <0.05). It is important an effort to improve the nutritional status and mother&rsquo;s ability to care for under five children that can be prevented complications of ARIKeywords: ARI, mother&rsquo;s knowledge to take care under five children, nutritional status
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Aryanti Wardiyah; Yati Afiyanti; Tri Budiati
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.06 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2341

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARAIdentification of Factors Affecting The Breast Cancer Patients Optimism Of HealingAryanti Wardiyah(1), Yati Afiyanti(2), Tri Budiati(3)(1,2,3)Keperawatan Maternitas, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, 16424.E-mail: 1)aryanti.wardiyah@gmail.comABSTRAKKasus kanker terbanyak kedua di Indonesia adalah kanker payudara yang kesembuhannya sulit untuk diprediksi. Penderita kanker payudara mengalami ketidakpastian, depresi, dan tekanan psikologis. Kondisi ini menyebabkan optimisme terhadap kesembuhan pasien menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme terhadap kesembuhan pada pasien kanker payudara. Desain penelitian menggunakan cross sectional pada 96 responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap optimisme kesembuhan responden adalah dukungan sosial (p value = 0,015) dan stres (p value = 0,022). Faktor yang paling mempengaruhi adalah dukungan sosial (&acirc; = 0,055). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada intervensi keperawatan yang digunakan untuk meningkatkan dukungan sosial pada pasien kanker payudara.Kata Kunci : Kanker Payudara, Optimisme, Dukungan SosialABSTRACTThe second most common cancer case in Indonesia is breast cancer which its healing is difficult to be predicted. The breast cancer sufferers undergo uncertainty, depression, and psychological pressure. This condition decreases the patient&rsquo;s optimism of healing. This research aimed to identify factors affecting the breast cancer patients&rsquo; optimism of healing. This study applied cross sectional design with 96 respondents. Factors affecting significantly against respondents&rsquo; healing optimism were social support (p value = 0,015) and stress (p value = 0,022). The most influencing factor was social support (&acirc; = 0,055). It is recommended that the further research will be more focused on the nursing intervention that used to raise social supports for breast cancer patients.Keywords: Breast cancer, optimism, sosial support
MODEL EDUKASI POSTNATAL MELALUI PENDEKATAN FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) Asmuji .; Diyan Indriyani
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.633 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2342

Abstract

MODEL EDUKASI POSTNATAL MELALUI PENDEKATAN FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) Postnatal Education Model Through Family Centered Maternity Care (FCMC)Asmuji(1) & Diyan Indriyani(2)(1,2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah JemberJl. Karimata 49 Jember,E-mail : 1)asmujia@gmail.com; dieindri@yahoo.comABSTRAKPeriode post partum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Metode yang digunakan pada penelitian ini ada 2 tahapan yaitu: (1) pendekatan partisipatif, (2) Participatory Action Research (PRA). Penentuan sampel dengan tehnik purposive sampling. Jumlah sampel 50 orang di RSD Dr. Soebandi Jember dan 50 sampel ibu postpartum dan keluarga di Wilayah Kecamatan Kaliwates, jumlah total 100 responden. Pengolahan data dianalisis secara kualitatif. Pelaksanaan edukasi postnatal bagi ibu nifas dengan pendekatan FCMC sesuai persepsi yang muncul dari ibu post partum, tetapi hal ini belum dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan informasi sesuai tahapan dari masa nifas. Edukasi postnatal ini menjadi alternative pilihan yang tepat bagi petugas kesehatan untuk menyiapkan ibu nifas dalam beradaptasi menjalankan tugas-tugas perkembangan yang akan dijalaninya.Kata Kunci: Model Edukasi Postnatal, FCMC (Family Centered Maternity Care)ABSTRACT Post partum period is a period of six weeks after the baby is born until the reproductive organs return to normal pre-pregnancy state. There are two methods used in this study split into two stages, namely: (1) Participatory Approach, (2) Participatory Action Research (PRA). The samples used is purposive sampling technique. The number of samples taken 50 people in RSD Dr. Soebandi Jember and 50 samples of postpartum mothers and families in Kaliwates District, the total of 100 respondents in all. Processing of the data is analyzed qualitatively. Implementation of postnatal education model through family centered maternity care come from perception of maternal postpartum, but this has not been done by looking at the information according to the stages of the puerperium. Postnatal education model is an alternative option which is appropriate for health workers to prepare puerperal women in adapting to run the development tasks to be through.Keywords: Postnatal Education Model, FCMC (Family Centered Maternity Care)
“How To Track Baby Feedings” Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi Henny Dwi Susanti
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.134 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2343

Abstract

&ldquo;How To Track Baby Feedings&rdquo; Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi&ldquo;How to Track Baby Feedings&rdquo; Implementation Documentation Model by Using Software as an Effort to Improve Growth and Development in InfantsHenny Dwi SusantiFakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145E-mail : hanisusanti@yahoo.comABSTRAKPertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh, sedangkan perkembangan adalah hal-hal yang berkaitan dengan fungsi-fungsi organ tubuh. Pertumbuhan bayi berbeda antara bayi yang satu dengan yang lain, karena hal ini juga ditentukan oleh bagaimana orang tua seharusnya memberikan perhatian dan kasih sayang terutama dalam hal monitoring baby feedings. Tantangan tersebut dijawab dengan munculnya perangkat lunak yang disebut baby insight day tracker software yang bertujuan untuk memberikan informasi dan berguna untuk menyimpan catatan secara rinci tentang seberapa sering dan kapan bayi tersebut makan, memantau dan monitoring perubahan popoknya (diapers). Memantau waktu dan dosis obat yang diberikan, serta konsumsi ASI dan makanan yang diberikan kepada bayi. Metode yang digunakan adalah a literature study approach. Software yang berupa bable soft baby insight day tracker, yang membantu pengasuh dan orang tua untuk memberikan informasi tentang bayi mereka. Perlu adanya kerja sama dari semua pihak, sehingga sistim informasi terutama tentang kesehatan semakin berkembang dengan pesat dan dapat diaplikasikan di Indonesia.Kata Kunci : Baby Feedings, Dokumentasi, Software, Tumbuh Kembang Bayi.ABSTRACTThe growth is the increase in body size , whereas developments are matters relating to the functions of organs. Infant growth differ between infants with each other , because it is also determined by how parents should give attention and affection , especially in terms of monitoring the baby feedings. The challenge was answered with the emergence of software called baby insight Day tracker software that aims to provide useful information and to keep detailed records of how often and when the baby is eating, watching and monitoring changes her diaper ( diapers ). Monitor the time and dose of drug administered , as well as breast milk consumption and food given to babies. The method used was a literature study approach. Software in the form of soft baby insight bable day tracker , which helps caregivers and parents to provide information about their baby. Iit is need the cooperation of all parties , so that the health information systems , especially about growing rapidly and can be applied in Indonesia.Keywords : Baby Feedings , Documentation , Software, Infant Growth

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 1 (2026): January Vol. 16 No. 1 (2025): January Vol. 15 No. 02 (2024): July Vol. 15 No. 01 (2024): January Vol. 14 No. 02 (2023): July Vol. 14 No. 01 (2023): January Vol. 13 No. 2 (2022): July Vol. 13 No. 1 (2022): January Vol. 12 No. 2 (2021): July Vol. 12 No. 1 (2021): January Vol 11, No 2 (2020): Juli Vol. 11 No. 2 (2020): Juli Vol. 11 No. 1 (2020): Januari Vol 11, No 1 (2020): Januari Vol 10, No 2 (2019): Juli Vol. 10 No. 2 (2019): Juli Vol. 10 No. 1 (2019): JANUARI Vol 10, No 1 (2019): JANUARI Vol 9, No 2 (2018): JULI Vol. 9 No. 2 (2018): JULI Vol 9, No 1 (2018): JANUARI Vol. 9 No. 1 (2018): JANUARI Vol. 8 No. 2 (2017): JULI Vol 8, No 2 (2017): JULI Vol. 8 No. 1 (2017): Januari Vol 8, No 1 (2017): Januari Vol. 7 No. 2 (2016): Juli Vol 7, No 2 (2016): Juli Vol. 7 No. 1 (2016): Januari Vol 7, No 1 (2016): Januari Vol 6, No 2 (2015): Juli Vol. 6 No. 2 (2015): Juli Vol 6, No 1 (2015): Januari Vol. 6 No. 1 (2015): Januari Vol 5, No 2 (2014): Juli Vol. 5 No. 2 (2014): Juli Vol. 5 No. 1 (2014): Januari Vol 5, No 1 (2014): Januari Vol 4, No 2 (2013): Juli Vol. 4 No. 2 (2013): Juli Vol 4, No 1 (2013): Januari Vol. 4 No. 1 (2013): Januari Vol 3, No 2 (2012): Juli Vol. 3 No. 2 (2012): Juli Vol. 3 No. 1 (2012): Januari Vol 3, No 1 (2012): Januari Vol 2, No 2 (2011): Juli Vol. 2 No. 2 (2011): Juli Vol. 2 No. 1 (2011): Januari Vol 2, No 1 (2011): Januari Vol 1, No 2 (2010): Juli Vol. 1 No. 2 (2010): Juli Vol 1, No 1 (2010): Januari Vol. 1 No. 1 (2010): Januari More Issue