PSIKOPEDIA : Jurnal Psikologi
Jurnal Psikopedia is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikopedia accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles
217 Documents
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KOMITMEN KERJA PADA KARYAWAN PT. DELTA PASIFIC INDOTUNA KOTA BITUNG
Idris Soleman;
Tellma M. Tiwa;
Melkian Naharia
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan tentang Self-efficacy dan komitmen kerja yang ada pada karyawan PT Delta Pasific indotuna kota bitung. Self-efficacy merupakan keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya, yang tampak pada penilaian diri, evaluasi diri, serta kemampuan membuat keputusan. Komitmen kerja merupakan sikap/ perilaku karyawan untuk mempertahankan keanggotaannya, serta mendukung dan menjalankan tujuan organisasi secara suka rela. Self-efficacy yang dimiliki tenaga kerja yang baik, akan bermanfaat kepada komitmen kerja individu khususnya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antar Self-efficacy dengan komitmen kerja. Jumlah total subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang. penentuan jumlah subjek berdasarkan teknik random sampling, Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert untuk self-efficacy dan komitmen kerja. Penelititan ini menggunakan metode kuantitafif untuk menganalisis dan membuktikan hipotesis peneltian.Analsis data menggunakan metode korelasional (pearson correlation ) melalui program SPSS 26.00 dengan taraf signifikansi 0.050. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,260 dengan signifikansi p = 0,450 (p < 0,050). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Self-efficacy dengan komitmen kerja.
STUDI TENTANG MAKNA HIDUP ISTRI SEBAGAI CAREGIVER BAGI SUAMI PENDERITA SKIZOFRENIA DI KOTA TERNATE MALUKU UTARA
Julkifli Halid;
Melkian Naharia;
Jofie H. Mandang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Makna Hidup merupakan suatu hal penting, berharga dan memberikannilai khusus bagi seseorang. Dalam makna hidup terdapat suatu tujuan hidup yaknisemua hal yang ingin dicapai.Ketika seorang istri menjadi caregiver bagi suamipengidap Skizofrenia tentu banyak hal-hal berat yang dialami oleh istri sebagaicaregiver seperti perasaan putus asa,strees,kesedihan serta duka. Tujuan inipenelitian ini yaitu untuk melihat kemampuan istri sebagai caregiver bagi suamipenderita Skizofrenia dalam mencapai makna hidup.Penelitian ini menggunakanmetode Kualitatif studi kasus.Pengambilan data dilakukan dengan observasi danwawancara semi terstruktur. Ditemukan hasil bahwa makna hidup dapat dicapaiketika seorang caregiver memiliki kehidupan spiritual yang baik,kepribadian dirijuga menentukan seorang caregiver mampu mencapai makna hidup serta dukungandari keluarga pada caregiver dan lingkungan tempat tinggal caregiver yang bebasdari stigma negatif pada keluarga yang memiliki anggota keluarga pengidapSkizofrenia.
PENGARUH KOHESIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEAKTIFAN BEROGANISASI DALAM PELAYANAN KOMISI PEMUDA GMIM BAIT EL TUUTU DI TONDANO
Alfiani K. Sondakh;
Joulanda A. M. Rawis;
Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kohesivitas kelompok merupakan dimensi fundamental dari struktur kelompok dan secara meyakinkan berpengaruh pada perilaku kelompok. Pada umumnya kohesivitas kelompok meningkatkan produktivitas dan kinerja kelompok, konformitas terhadap norma kelompok, memperbaiki semangat dan kepuasan kerja, mempermudah komunikasi dalam kelompok, mengurangi permusuhan dalam kelompok, meningkatkan rasa aman dan harga diri. Sedangkan keaktifan berorganisasi adalah segala bentuk atau segala sesuatu yang dapat dilakukan dan terdapat kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik. Kohesivitas Kelompok dapat mempengaruhi keaktifan beroganisasi. Penelititan ini menggunakan metode kuantitaif untuk mengetahuipengaruh kohesivitas kelompok terhadap keaktifan berorganisasi dalam pelayanan komisi Pemuda Gmim Bait-el Tuutu di Tondano. Sampel penelitian menggunakan sampel sebesar 25% dari 220 populasi sehingga mendapatkan hasil 55 orang. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan alat bantu program computer SPSS 26 for windows. Hasil perhitungan menggunakan rumus regresi liner sederhana dengan hasil 0. 609 yang artinya gaya kohesivitas kelompok memiliki pengaruh terhadap keaktifan berorganisi sebesar 60.9%.
HUBUNGAN KOMITMEN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN DI PT. AIR MANADO
Benhurd F. Pamikiran;
Tellma M. Tiwa;
Meike E. Hartati
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Komitmen kerja sangat berhubungan erat dengan kinerja karyawan. Itu sebabnya pentingnya komitmen kerja aga setiap kinerja karyawan yang diperoleh tercapai. jika kinerja bagus, maka akan berdampak bagus bagi perusahaan terhadap karyawan, tetapi jika kinerja tidak bagus maka akan berdampak negative bagi perusahaan. Maka dari itu pentingnya setiap karyawan harus memiliki komitmen tinggi guna mencapai tujuan yang di visi misikan oleh perusahaan. Dapat dijelaskan juga bahwa komitmen kerja adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara komitmen kerja terhadap kinerja karyawan yang ada di PT.Air Manado Pall dua. Dengan jumlah sampel yang didapatkan 38 subjek dengan menggunakan Simple Rundom Sampling. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara Komitmen Kerja terhadap kinerja karyawan, dimana semakin tinggi Komitmen kerja maka semakin tinggi pula Kinerja karyawan. Sehingga didapatkan nilai R = 0,862 dan nilai signifikansi = 0,000.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA PADA REMAJA YANG BERSIFAT PRENVENSI PERILAKU SEKS BEBAS
Firna A. Waladin;
Tellma M. Tiwa;
Theophany D. Kumaat
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menggambarkan, serta dapat memberikan kontribusi pikiran dalam menjelaskan bagaimana komunikasi orang tua yang bersifat preventif perilaku seks bebas pada remaja yang sedang menempuh pendidikan lintaskota sehingga remaja dewasa dengan penuh kesadaran dalam menanggapi persoalan seks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 4 orang remaja dan orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat keluarga partisipan memiliki pola komunikasi keluarga masing-masing. Keluarga partisipan 1 memiliki pola komunikasi keluarga tidak seimbang terpisa (Unbalanced Split Pattern) Dalam pola ini satu orang lebih mendominasi, satu orang dianggap sebagai ahli lebih dari setengah wilayah komunikasi timbal balik. Lain halnya dengan keluarga partisipan 2, dimana memiliki komunikasi yang terbuka pada setiap masalah dan kebutuhan dalam keluarga. Keluarga partisipan 2 memiliki pola komunikasi persamaan (Equality Pattern) dimana tiap individu berbagi hak yang sama dalam kesempatan berkomunikasi, peran tiap orang dijalankan secara merata. Keluarga partisipan tiga memiliki Pola Komunikasi Tak Seimbang Terpisah (Unbalanced Split Pattern) dimana pada keluarga ini meskipun ayah dari subjek oji memiliki peranan utama dalam keluarga tapi ayah dari subjek oji ini kepada oji tidak sama sekali mengekang dalam hal pergaulannya. Namun malah sebaliknya dari komunikasi yang peneliti amati bahwa subjek tiga ini memiliki aura dimuji atau disegani oleh ayahnya sehingga ayahnya ini memberikan kepercayaan penuh kepada subjek dalam pergaulannya. Dan keluarga partisipan empat memiliki pola Komunikasi Persamaan (equality pattern) dan pola Pola Komunikasi Seimbang Terpisah (Balance Split Pattern) yang dimana dalam keluarga partisipan empat ini ibu dari subjek SANI yang berperan besar dalam persoalan edukasi seks bebas dan nasehat pergaulannya subjek SANI karena ayah subjek sering ditugaskan diluarg kota dan pulang seminggu sekali bahkan hampir sebulan sekali. Sehingga itu ibunda sanilah yang menjadi peran utama dalam pola asuh keluarga ini.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1KAWANGKOAN
Sherina J. Ç;
Deetje J. Solang;
Sinta E. J Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Peneltian ini merujuk pada Korelasi Antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri di Sma Negeri 1 Kawangkoan. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan subjek sebanyak 89 subjek. Yang di cakup oleh siswa remaja yang bersekolah di Sma Negeri 1 Kawangkoan. Tujuan dari penelitian ini adalah umtuk mengetahui apakah ada hubungan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert dengan perilaku konsumtif. Jadi hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan tipe kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif dengan koefisien korelasi 0,423 dengan kontribusi 17,9% dan ada hubungan tipe kepribadian introvert dengan perilaku konsumtif dengan koefisien korelasi 0,496 dan kontribusi 24,6%. Selain itu melalui uji independen sample test diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku konsumtif pada tipe kepribadian ekstrovert dan introvert (p>0.05). Maka dapat disimpulkan bahwa kedua tipe kepribadian memiliki hubungan dengan perilaku konsumtif , jadi disarankan untuk para siswa untuk dapat mengendalikan perilaku konsumtif dengan menerapkan perilaku hidup hemat
DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA TERHADAP PEMILIHAN KARIR PRIA DAN WANITA DEWASA AWAL DI KELURAHAN WOLOAN TIGA, KECAMATAN TOMOHON BARAT, KOTA TOMOHON
Jubelina M. Wetik;
Melkian Naharia;
Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa dukungan emosional orang tua terhadap pemilihan karir pria dan wanita dewasa awal di kelurahan woloan tiga, kecamatan tomohon barat, kota tomohon. Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi yaitu melihat dan mendengar lebih dekat dan terperinci penjelasan dan pemahaman individual tentang pengalaman-pengalamnnya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari subjek kunci sebanyak 2 orang dewasa awal berusia 21 tahun dan subjek primer sebanyak 4 orang tua berusia 50 sampai 55 tahun berdomisili di Kelurahan Woloan Tiga, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon.. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dukungan emosional yang diberikan orang tua terhadap pemilihan karir sangat baik karena selain berperan dalam membantu anak memilih karir, orang tua juga sudah berperan dalam keberlangsungan pemilihan karir anak. Hal ini di buktikan dengan peran yang sudah dilakukan oleh orang tua yaitu memberikan bantuan seperti empati, peduli, kekhawatiran, penghargaan positif dan dorongan terhadap anak.
PERBEDAAN PSYCHOLOGYCAL WELL-BEING PADA PASUTRI YANG TINGGAL MANDIRI DAN TINGGAL DENGAN ORANGTUA ATAU MERTUA
Avni D. Pangemanan;
Tellma M. Tiwa;
Great E. Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak : Ketika menikah, salah satu hal yang diharapkan adalah adanya kepuasan dalam pernikahan dengan dirasakannya perasaan bahagia, adanya penerimaan dari pasangan serta adanya hubungan yang baik dan rencana masa depan. Hal ini dapat digambarkan dalam kriteria dari Psychologycal Well Being. Situasi akan adanya kebahagiaan dalam keluarga akan memungkinkan terciptanya kesejahteraan baik secara fisik maupun psikis pada pasangan dalam pernikahan. Penelitian ini berisi tentang bagaimana kondisi kesejahteraan psikologi (Psychologycal Well-Being) pada pasangan suami istri baik yang tinggal dengan orangtua maupun yang tinggal mandiri. Sebab tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan psychologycal well-being pada pasutri yang tinggal mandiri dan tinggal dengan orangtua di wilayah Kelurahan Taratara Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis survey komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri yang tinggal mandiri memiliki tingkat Psychologycal Well-Being lebih tinggi dibandingkan pasangan suami istri yang tinggal dengan orangtua.
ORIENTASI PEMILIHAN KARIR PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI KABUPATEN MINAHASA SULAWESI UTARA
Aprilia T. Poluakan;
Deetje J. Solang;
Great E. Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i2.7391
Orientasi pemilihan karir adalah usaha seseorang atau mengambil satu diantara banyak pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju dan sesuai dengan yang diminati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orientasi pemilihan karir pada wanita usia produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif koparatif. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner pada sampel yang berjumlah 100 wanita usia 17-35 tahun dengan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji one-way anova dengan bantuan program SPSS 22. Tidak terdapat perbedaan pemilihan karir antara person oriented dan non-person oriented. Dimana hasil uji diketahui bahwa nilai signifikan (2-tailed) pada uji Independent sample T test adalah 0.244. Tidak terdapat perbedaan pemilihan karir person oriented berdasarkan bidang pekerjaan dengan nilai signifikasikan adalah 0.306. Terdapat perbedaan pemilihan karir non-person oriented berdasarkan bidang pekerjaan dengan nilai signifikasi adalah 0.076 dimana kurang dari batas kritis 0,05. Diketahui bahwa pada bidang pekerjaan teknologi memiliki perbedaan dengan luar ruangan dengan nilai signifikasi 0,00. Tidak terdapat perbedaan pemilihan karir person oriented dan non-persen oriented berdasarkan rentang usia dengan nilai signifikasi pemilihan karir person oriented adalah 0.193 dan non-person oriented adalah 0.076.
DAMPAK PERILAKU DAN EMOSI NEGATIF REMAJA PENGGUNA GAWAI DI KABUPATEN MINAHASA
Angelika Rantung;
Melkian Naharia;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i2.7411
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak perilaku dan emosi negatif pada remaja pengguna gawai di Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik. Peneliti menemukan dampak yang ditimbulkan pada perilaku remaja seperti perilaku sosial, contohnya remaja menjadi kurang aktif bersosialisasi di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Terhadap orang tua, remaja lebih suka menunda perintah orang tua atau membantah nasihat yang orang tua berikan. Dampak emosi negatif yang ditimbukan saat menggunakan gawai secara berlebihan seperti emosinya lebih cepat naik atau marah jika diganggu pada saat dia sedang bermain gawai, merasa gelisah saat berada dikerumunan dan lebih memilih menyendiri sambil bermain gawai. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan prilaku dan emosi negatif pada remaja.