cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2020)" : 23 Documents clear
Perbedaan Aktivitas SGPT Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Neoadjuvan Penderita Ca Mammae Stadium Lanjut Lokal Subtipe Luminal Murti Fatiya Filayati; FX Hendriyono; Sasongko Hadi Priyono
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.934 KB)

Abstract

Abstract: Neoadjuvant chemotherapy is given 3-4 cycles before surgery for locally advanced breast cancer. Aimed at reducing tumour size, killing micrometastases. The purpose was to determine differences in SGPT activity before the first cycle and third cycle of neoadjuvant chemotherapy in patients locally advanced breast cancer luminal subtypes. The research was analytic observational, retrospective cohort method. Sampling with a total sampling technique, data analysis using a paired t-test. Results obtained 18 samples inclusion criteria with median SGPT activity before first cycle of neoadjuvant chemotherapy 13.5U/L with lowest value of 6 U/L highest value of 51 U/L, median SGPT activity before third cycle of neoadjuvant chemotherapy 17.5 U/L lowest value of 9 U/L highest value of 50 U/L. There was a significant difference (p=0.044) SGPT activity before the first cycle and third cycle of neoadjuvant chemotherapy in patients locally advanced breast cancer luminal subtypes in Ulin Hospital Banjarmasin in January-June 2019 period. Keywords: locally advanced breast cáncer, luminal subtype, neoadjuvant chemotherapy, SGPT activity. Abstrak: Kemoterapi neoadjuvan dilakukan sebelum operasi sebanyak 3-4 siklus untuk ca mammae lanjut lokal. Bertujuan memperkecil ukuran tumor dan membunuh mikrometastasis. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan aktivitas SGPT sebelum siklus pertama dan siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal subtipe luminal. Penelitian bersifat observasional analitik dengan metode Kohort Retrospektif. Penganbilan sampel dengan teknik total sampling dan analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian didapatkan 18 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dengan median aktivitas SGPT sebelum siklus pertama kemoterapi neoadjuvan 13,5U/L dengan nilai terendah 6 U/L nilai tertinggi 51 U/L, median aktivitas SGPT sebelum siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan 17,5 U/L dengan nilai terendah 9 U/L nilai tertinggi 50 U/L. Terdapat perbedaan bermakna (p = 0,044) aktivitas SGPT sebelum siklus pertama dan siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal subtipe luminal di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari - Juni 2019. Kata-kata kunci:  ca mammae lanjut lokal subtipe luminal, kemoterapi neoadjuvan, aktivitas SGPT
Jumlah Eosinofil Pasien Sepsis dan Nonsepsis di Ruang Rawat Intenif RSUD Ulin Banjarmasin Marisa Izza Mawaddah; Oky Susianto; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.175 KB)

Abstract

Abstract: Eosinophils are an immunomodulator which is routine to check in every hospital because it is cheap and easy to do. Eosinophils are ideal biomarkers of sepsis and nonsepsis. The use of qSOFA can describe quantitatively and objectively to identify sepsis patients earlier. So that high sepsis cases and treatment costs can be reduced. The purpose of this study was to determine sepsis and nonsepsis patients in the ICU based on qSOFA scores, the number of eosinophils and outcomes of patients treated at the ICU RSUD Ulin Banjarmasin in the August-October 2019 period. The design of the study was a descriptive observational. In this study found 31 participants who met with consecutive sampling techniques. The number of sepsis patients was 16 people and nonsepsis patients was 15 people. The average of eosinophils of sepsis patients was 30 cells/mm3 (T0), 78.18 cells/mm3 (T1), and 184.55 cells/mm3 (T2). While nonseptic patients was 24.57 cells/mm3 (T0), 42.00 cells/mm3(T1), and 107.33 cells/mm3 (T2). In sepsis, 68.75% of patients survived and 31.25% died. Whereas the output of 100% nonseptic patient survives. Keyword: eosinophils, ICU, qSOFA, outcome, sepsis Abstract: Eosinofil merupakan immunomodulator yang rutin diperiksa di setiap rumah sakit karena biayanya murah dan mudah dilakukan. Sehingga menjadi biomarker sepsis dan nonsepsis yang ideal. Penggunaan qSOFA secara kuantitatif dan objektif dapat mengidentifikasi pasien sepsis lebih dini. Sehingga kejadian dan biaya perawatan sepsis yang tinggi dapat ditekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pasien sepsis dan nonsepsis di ICU berdasarkan skor qSOFA, jumlah eosinofil dan luaran pasien yang dirawat di ICU RSUD Ulin Banjarmasin periode Agustus-Oktober 2019. Rancanga penelitian ini deskriptif observasional. Didapatkan 31 partisipan dengan teknik pengambilan sampel consecutive dengan 16 orang sepsis dan 15 orang nonsepsis. Rerata jumlah eosinofil pasien adalah 30 sel/mm3 (T0), 78,18 sel/mm3 (T1), dan 184,55 sel/mm3 (T2). Sedangkan pasien nonsepsis adalah 24,57 sel/mm3 (T0), 42,00 sel/mm3 (T1), dan 107,33 sel/mm3 (T2). Luaran pasien sepsis 68,75% bertahan hidup dan 31,25% meninggal dan luaran pasien nonsepsis 100% bertahan hidup. Kata-kata kunci: eosinofil, ICU, luaran, qSOFA, sepsis
Hubungan Ketersediaan Pangan dan Penghasilan Keluarga dengan Kejadian Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Rabbina Rahmah; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.254 KB)

Abstract

Abstract: Toddler age is a period where the process of development and growth occurs very rapidly. At this time toddlers need adequate nutrition in quantities and good quality. Nutritional status problem of children is influenced by several factors, namely direct causes and indirect causes. The direct cause is the consumption of the food and the status of the infection. Indirect causes include family income, food availability, household consumption patterns, psychosocial parenting, provision of complementary feeding, sanitation hygiene, health services, and environmental health. The study aims to determine relationship of food availability and family income with the incidence of malnutrition and severe malnutrition in toddler in the Beruntung Raya Community Health Center Area. This research is an analytic observational study by cross sectional study design, using cluster proportional random sampling technique, consisting of 50 mothers of toddlers with the inclusion criteria. Data analysis using Chi-Square test with a 95% confidence level obtained p = 0,000 and p = 0,001 then it can be concluded that there is a relationship between the food availability and family income with incidence of the malnutrition and poor nutrition in toddler in the Beruntung Raya Health Community Center Area Keywords: food avaibility, family income, toddler nutritional status Abstrak: Usia balita adalah saat dimana akan terjadinya proses pertumbuhan yang sangat pesat. Pada masa ini balita memerlukan nutrisi yang memadai dan jumlah dan kualitas yang baik. Masalah gizi balita yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh faktor yaitu konsumsi makanan, status infeksi, penghasilan keluarga, ketersediaan pangan, penyediaan MP-ASI, pola asuh, pelayanan kesehatan, kebersihan sanitasi serta kesehatan lingkungan. Beberapa faktor yang saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya adalah ketersediaan pangan dan penghasilan keluarga. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui terdapatnya hubungan antara ketersediaan pangan dan penghasilan keluarga dengan keadaan gizi kurang dan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya. Metode penelitian yaitu studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik cluster proportional random sampling dengan responden sejumlah 50 ibu balita. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai ketersediaan pangan p=0.000 dan penghasilan keluarga p=0.001, dengan demikian disimpulkan terdapat hubungan antara ketersediaan pangan dan juga penghasilan keluarga dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya. Kata-kata kunci: ketersediaan pangan, penghasilan keluarga, kejadian gizi kurang dan gizi buruk.

Page 3 of 3 | Total Record : 23