cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2021)" : 27 Documents clear
Literature Review: Korelasi Kadar Malondialdehid Plasma dengan Depresi pada Lanjut Usia Yasril Ananta Zakariya; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Fujiati Fujiati
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.358 KB)

Abstract

Abstract: Depression in elderly is different from depression in general, it’s a little difficult to recognize because it shows different symptoms in younger people. Many factors can cause depression, which one is occurs by oxidative stress that marked by increasing levels of malondialdehyde (MDA). Writing this literature review aims to analyze the correlation between malondialdehyde levels and depression. Writing is done by analyzing related literature that is obtained from medical journal databases, PubMed-MEDLINE and Google Scholar using English language and published in 2000-2020. A total of 8 articles were included in this literature review. Based on the literature review, it was found that there was an corelation between MDA levels and depression, further research was needed to determine the direct relationship between MDA levels and depression in elderly. Keywords: oxidative stress, late life, malondialdehyde, depressive disorder, elderly. Abstrak: Depresi pada lanjut usia (lansia) berbeda dengan depresi pada umumnya, sedikit sulit untuk dikenali karena menunjukkan keluhan yang berbeda dengan orang yang lebih muda. Banyak faktor yang dapat menyebabkan depresi salah satunya terjadi stres oksidatif yang ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Penulisan literature review ini bertujuan untuk menganalisis korelasi kadar MDA dengan depresi pada lansia. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed-MEDLINE dan Google Scholar menggunakan bahasa inggris dan dipublikasikan pada tahun 2000-2020. Sebanyak 8 artikel disertakan pada literature review ini. Berdasarkan literature review didapatkan korelasi antara kadar MDA dengan depresi pada lansia, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan kadar MDA dengan depresi pada lansia secara langsung. Kata kunci: stres oksidatif, malondialdehid, depresi, lanjut usia.
Literature Review: Hubungan Paparan Asap Rokok dengan Tingkat Kontrol Asma pada Penderita Asma Nurlatifah Nurlatifah; Ira Nurrasyidah; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.246 KB)

Abstract

Abstract: Asthma is include in the top 10 causes of morbidity and mortality, it is illustrated from the Household Health Survey Study (SKRT) data of various provinces in Indonesia. Cigarette smoke is one of the triggers for asthma. This study aims to analyze and collect articles related to cigarette smoke exposure and asthma control in asthma patients. The design used is literature review, national and international literature searches are carried out using the PubMed database, ScienceDirect, Google Scholar and official websites such as GINA, WHO, Ministry of Health. The criteria for the articles used are those published in 2011-2020. Based on the articles that have been collected, it is found that exposure to cigarette smoke can worsen asthma symptoms so that asthma is not well controlled. Asthma sufferers who are exposed to secondhand smoke will have a greater risk of having an asthma attack compared to asthmatics who have never been exposed to cigarette smoke. Keywords: asthma, asthma control, exposure to cigarettes. Abstrak: Asma termasuk 10 besar penyebab morbiditas dan mortalitas, hal itu digambarkan dari data Studi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Asap rokok merupakan salah satu faktor pencetus asma. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisa dan mengumpulkan artikel yang berhubungan dengan paparan asap rokok dan kontrol asma pada pasien asma. Desain yang digunakan adalah literature review pencarian literatur nasional maupun internasional dilakukan dengan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar dan situs web resmi seperti, GINA, WHO, Kemenkes. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dari tahun 2011-2020. Berdasarkan artikel yang telah dikumpulkan didapatkan hasil bahwa paparan asap rokok dapat memperburuk gejala asma sehingga asma tidak terkontrol dengan baik. Penderita asma yang terpapar asap rokok  mempunyai risiko lebih besar terjadinya serangan asma dibandingkan dengan penderita asma yang tidak pernah terpapar oleh asap rokok. Kata-kata kunci : asma, kontrol asma, paparan rokok.
Literature Review: Hubungan Kebiasaan Merokok Penghuni Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita yang Tinggal di Daerah Pabrik Dea Septi Rahayu; Farida Heriyani; Nurul Hidayah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.874 KB)

Abstract

Abstract: Pneumonia is a disease that considered serious in the world, including in Indonesia. Each year it is estimated that more than 2 million of the 9 million total deaths in toddlers. It is said that cigarette smoke and pollutants from factories are one of all factors that can cause pneumonia in toddler. The purpose of this literature review is to explain the relationship between the smoking habits of school-age children with pneumonia who live in the factory area. This article was written by analyzing relevant documents obtained from the search results of databases such as (GARUDA, PubMed, Google Scholar and Cochrane Library). The included articles are written in English and Indonesian and published in 2010-2019. The method in this study used a narrative review of 21 variables related literature. The results show that the relationship between family members with smoking habit and the incidence of childhood pneumonia, the percentage of literature that conforms to the theory is 71.4% factory pollutants with the incidence of pneumonia was 60% and the relationship between smoking habits of householders with pneumonia in toddler who living in the factory area was 20% with p-value 0,028 and OR = 2,94. Keywords: householder, smoking, pneumonia, pediatric, and industry. Abstrak: Pneumonia pada anak balita merupakan penyakit serius yang diakui dunia, termasuk Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan > 2 juta balita meninggal akibat pneumonia. Asap rokok dan polutan dari pabrik merupakan beberapa faktor penyebab pneumonia pada balita Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk merangkum hubungan antara merokok dan pneumonia pada anak balita yang tinggal di area pabrik. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database seperti PubMed, The Garba Rujukan Digital (GARUDA), Cochrane library, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang dipublikasi pada tahun 2010 - 2019. Metode pada penulisan ini menggunakan narrative review terhadap 21 literatur yang berkaitan dengan variabel. Hasil penelitian menunjukkan persentase literatur yang sejalan dengan teori, untuk variabel hubungan penghuni rumah yang memiliki kebiasaan merokok dengan pneumonia pada balita sebanyak 80%, polutan pabrik dengan kejadian pneumonia 60% dan hubungan kebiasaan merokok penghuni rumah dengan pneumonia pada balita yang tinggal di daerah pabrik 20% dengan nilai P -value 0,029 dan OR = 2,94. Kata-kata kunci: penghuni rumah merokok, pneumonia, balita, pabrik.
Aktivitas Antibakteri Infus Kayu Laban (Vitex pubescens Vahl.) terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa Salsabella Firqah Najiyah; Edyson Edyson; Husnul Khatimah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.465 KB)

Abstract

Abstract: Laban (Vitex pubescens Vahl.) is a plant often used as herbal medicine by Dayak community. It has antibacterial properties as it contains active compounds such as flavonoids, alkaloids, phenols, steroids and terpenoids. This study was aimed to assess the antibacterial activity of laban wood infusions against Escherichia coli (E.coli) and Pseudomonas aeruginosa (P.aeruginosa). This study used true experimental methods with posttest-only design with control group design, the concentration of laban wood infusion were 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, with ciprofloxacin and sterile aquadest as positive and negative control. The data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-hoc Duncan (α=0,05), with substantial differences (p<0.05) in all treatments. The highest inhibitory zone of laban wood infusion is at concentration of 100% against E.coli (18.67 mm), and P.aeruginosa (17.07 mm). It was concluded that laban wood infusion had antibacterial activity against E.coli and P.aeruginosa. Keywords: Laban wood infusion, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, antibacterial. Abstrak: Laban (Vitex pubescens Vahl) adalah contoh tumbuhan yang umumnya dimanfaatkan masyarakat dayak sebagai obat herbal. Laban diketahui mempunyai antibakteri karena mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, fenol, steroid, dan terpenoid. Studi ini memiliki tujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari infus kayu laban terhadap Escherichia coli (E.coli) dan Pseudomonas aeruginosa (P.aeruginosa). Studi ini memanfaatkan metode true eksperimental dengan rancangan posttest-only with control group design, perlakuan yang digunakan yakni infus kayu laban konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, dengan siprofloksasin sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Analisis data memanfaatkan uji One-Way ANOVA dan Post-hoc Duncan (α=0,05) ditemukan perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada seluruh perlakuan. Rerata zona hambat tertinggi dari perlakuan infus kayu laban yaitu pada konsentrasi 100% terhadap E.coli (18,67 mm) dan P.aeruginosa (17,07 mm). Disimpulkan bahwa infus kayu laban mempunyai aktivitas antibakteri bagi E.coli serta P.aeruginosa. Kata-kata kunci:    Infus kayu laban, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, antibakteri.
Literature Review: Perbandingan Fecal Lactoferrin dan C-Reactive Protein untuk Diagnosis dan Monitoring Kolitis Rizky Amalia; Agung Ary Wibowo; Rahmiati Rahmiati; Hery Poerwosusanta; Dewi Indah Noviana Pratiwi
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.853 KB)

Abstract

Abstract: Colitis is an inflammation of colon which is classified into infectious and non-infectious colitis. Colitis is tough to treat because of frequent recurrences, therefore a non-invasive method of examination is needed to evaluate the activity, severity, and risk of recurrence of colitis. Fecal lactoferrin (FL) and C-reactive protein (CRP) are simple, non-invasive, and inexpensive alternative to diagnose and monitoring colitis. The aim of the literature review was to compare the effectiveness of FL and CRP in diagnosing and monitoring colitis. This paper was done using literature review method. The selected article were full text original articles published in the last 10 years. The search for articles was found out through Pubmed and Google Scholar databases using keywords “fecal lactoferrin AND c reactive protein AND colitis”. Based on 14 articles analyzed in the literature review, it was found that FL is more effective in diagnosing colitis than CRP. FL is also superior in predicting mucosal healing and colitis recurrence in colitis patients. Keywords: colitis, fecal lactoferrin, c reactive protein, diagnosed, mucosal healing Abstrak: Kolitis adalah peradangan kolon yang terbagi atas kolitis infeksi dan non infeksi. Kolitis sulit disembuhkan karena sering terjadi kekambuhan secara berulang, sehingga diperlukan metode pemeriksaan non invasif untuk mengevaluasi aktivitas, tingkat keparahan, dan risiko kekambuhan pada kolitis. Fecal lactoferrin (FL) maupun C-reactive protein (CRP) menjadi pemeriksaan alternatif yang sederhana, non invasif, dan murah untuk mendiagnosis dan memonitoring kolitis. Tujuan penulisan ini untuk membandingkan efektivitas FL dan CRP dalam mendiagnosis dan monitoring kolitis. Penulisan ini dilakukan dengan metode literature review. Artikel yang dipilih merupakan full text original article yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Pencarian artikel dilakukan melalui database Pubmed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “fecal lactoferrin AND c reactive protein AND colitis”. Berdasarkan 14 artikel yang dianalisis dalam literature review ini, didapatkan FL lebih efektif untuk diagnosis kolitis dibandingkan CRP. FL juga lebih unggul dalam memprediksi mucosal healing dan kekambuhan pada pasien kolitis. Kata-kata kunci: kolitis, fecal lactoferrin, c reactive protein, diagnosis, mucosal healing
Literature Review: Korelasi Kadar Glukosa dengan Kadar Karbonil pada Lansia yang Memiliki Diabetes Muhammad Geraldy Isfandiary; Eko Suhartono; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.445 KB)

Abstract

Abstract: Elderly are closely related increased susceptibility to diseases due to continuous exposure to free radicals. Free radicals have an important role in various physiological conditions and their implications in various symptoms, one of which is hyperglicemia. Excessive or deficient blood sugar levels will cause health problems in the body. Blood sugar levels during capillary blood examination were low <90 mg / dl), normal (90-199 mg / dl), high (≥200 mg / dl). High glucose levels cause oxidation and glycolysis processes that produce ROS and AGEs which in turn induce oxidative damage to produce carbonyl compounds. Carbonyl compounds increase with age and high glucose levels. The purpose of this literature review is to explain the relationship between glucose levels and carbonyl levels in the elderly. The search was carried out on English-language articles published between 2010-2020 on the PubMed database, ScienceDirect and google scholar. The keywords used in the search for the article were glucose level, protein carbonyl, ROS, oxidative stress, and elderly. Based on the search of the article, the selection was made based on the title and abstract, in order to obtain 20 articles. The same article was excluded from all suitable articles through objective analysis, topic suitability resulting into 14 articles. Based on the literature review, it was found there is a relationship between glucose levels and plasma carbonyl levels. Keywords: glucose levels, carbonyl protein, oxidative stress, ROS, elderly Abstrak: Lansia berhubungan dengan peningkatan kerentanan tubuh terhadap penyakit akibat paparan radikal bebas terus-menerus. Penuaan terjadi karena hilangnya homeostasis akibat stres oksidatif kronis. Radikal bebas memiliki peran penting dalam berbagai kondisi fisiologis serta implikasinya dalam beragam gejala penyakit salah satunya hiperglikemi. Kadar gula darah yang berlebihan atau kekurangan akan menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh.  Kadar gula darah sewaktu pada pemeriksaan darah kapiler, rendah (<90 mg/dl), normal (90-199 mg/dl), tinggi (≥200 mg/dl). Kadar glukosa tingggi menyebabkan proses oksidasi dan glikolisis yang menghasilkan ROS dan AGEs selanjutnya menginduksi kerusakan oksidatif residu asam amino menghasilkan senyawa karbonil. Senyawa karbonil meningkat seiring bertambahnya usia dan tingginya kadar glukosa. Tujuan dari literature review untuk menjelaskan hubungan antara kadar glukosa dan kadar karbonil pada lansia. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2010-2020 pada database PubMed, ScienceDirect dan google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah kadar glukosa, protein karbonil, ROS, stres oksidatif, dan lansia. Berdasarkan pencarian artikel tersebut dilakukan pemilihan berdasarkan judul dan abstrak, sehingga diperoleh sebanyak 20 artikel. Artikel yang sama dieksklusi dari keseluruhan artikel yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik sehingga didapatkan 14 artikel. Berdasarkan literature review didapatkan hubungan antara kadar glukosa dengan kadar karbonil plasma. Kata – kata kunci: kadar glukosa, protein karbonil, stres okdidatif, ROS, lansia
Literature Review: Korelasi Kadar Karbonil Plasma dengan Nilai Mini-Mental State Examination pada Lanjut Usia Ananda Rosalinda; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Fujiati Fujiati
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.858 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is defined as a 60 years old or older person. Elderly is closely related to aging process and diseases. Cognitive impairment frequently found in older people are likely to develop public health problems since the incident keep increasing. One of the mechanisms which play important role in cognitive impairment in elderly is oxidative stress. The literature review was written with the aim of giving explanation about the involment of oxidative stress towards cognitive impairment in elderly. Research method using literature review was done through searched published articles about relationship between oxidative stress and cognitive function in elderly using MMSE. The literature searching was done on October – December 2020 on database PubMed-MEDLINE, Science Direct, and Google Scholar. This review used articles in English published between 2005-2020. Review of 10 published articles evidenced oxidative stress (methylglyoxal/MG in plasma carbonyl) generated cognitive impairment in elderly. Keywords: elderly, aging, methylglyoxal, cognitive, MMSE Abstrak: Lanjut usia (lansia) merupakan individu yang berusia 60 tahun atau lebih. Lansia erat kaitannya dengan proses penuaan dan penyakit. Gangguan kognitif yang sering terjadi pada lansia dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat karena jumlahnya yang terus meningkat. Salah satu mekanisme yang berperan penting dalam terjadinya gangguan kognitif pada lansia ialah stres oksidatif. Penulisan literature review ini dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai keterlibatan stres oksidatif terhadap timbulnya gangguan kognitif pada lansia. Metode review dilakukan melalui literature review dengan mencari artikel terkait hubungan stres oksidatif dengan fungsi kognitif pada lansia menggunakan MMSE yang sudah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal. Penelusuran literatur dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2020 melalui database PubMed-MEDLINE, Science Direct, dan Google scholar. Artikel yang digunakan merupakan artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2005-2020. Hasil tinjauan terhadap 10 artikel yang sudah dipublikasi menunjukkan stres oksidatif (karbonil plasma dalam bentuk metilglioksal/MG sebagai oksidan) menimbulkan gangguan kognitif pada lansia. Kata-kata kunci: lansia, penuaan, metilglioksal, kognitif,  MMSE

Page 3 of 3 | Total Record : 27