cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 25 Documents clear
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN SELF-HARM PADA MAHASISWA PSKPS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN Rahma, Rizkia Alifa; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12405

Abstract

Abstract: Self-harm is the behavior of injuring or poisoning oneself, regardless of the underlying motivation, but not aiming to end one’s life. Depression is a risk factor for self- harm. When a person cannot bring up adaptive coping mechanisms to deal with depression, then someone will bring up maladaptive coping mecanisms, one of which is self-harm. This study aimed to explain and analyze the relationship between depression and self-harm in PSKPS students, Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat, Banjarmasin. The research method is analytic observation with cross sectional approach and sampling technique using proportional random sampling technique using beck depression inventory (BDI) and self-harm inventory (SHI) questionnaires. The data analysis using the chi- square test showed a p value of 0,000 (p<0,05), which means that there is a significant relationship between depression and the incidence of self-harm in college student. The depression can increase the risk of self-harm in PSKPS student, Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Keywords: depression, self-harm, beck depression inventory (BDI), self-harm inventory (SHI) Abstrak: Self-harm merupakan perilaku melukai atau meracuni diri sendiri terlepas dari apapun motivasi yang mendasarinya tetapi tidak bertujuan untuk mengakhiri hidup. Depresi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya self-harm. Ketika seseorang tidak dapat memunculkan mekanisme koping adaptif untuk mengatasi depresi yang dialami, maka seseorang akan memunculkan mekanisme koping maladaptif diantaranya adalah self- harm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis hubungan depresi dengan kejadian self-harm pada mahasiswa PSKPS Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling dengan menggunakan kuisioner beck depression inventory (BDI) dan self-harm inventory (SHI). Jumlah sampel sebanyak 260 mahasiswa. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara depresi dengan kejadian self-harm pada mahasiswa. Depresi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya self-harm pada mahasiswa PSKPS Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Kata-kata kunci: depresi, self-harm, beck depression inventory (BDI), self-harm inventory (SHI)
PERBEDAAN HEMATOKRIT MCV DAN MCHC PADA PREEKLAMPSIA DAN PREEKLAMPSIA BERAT Asie, Gracia Chika Medylona Eka; Yuseran, Hariadi; Hendriyono, Fransiskus Xaverius; Abimanyu, Bambang; Rosida, Azma
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12378

Abstract

Abstract: Preeclampsia is a condition of hypertension and proteinuria at gestational age >20 weeks. Preeclampsia causes endothelial dysfunction resulting in plasma extravasation and hemoconcentration, characterized by an increase in hematocrit. Erythrocytes swell, causing an increase in MCV and a decrease in MCHC. The aim of the research was to determine the differences between hematocrit, MCV and MCHC in preeclampsia versus severe preeclampsia at Ulin Hospital, Banjarmasin. Analytical observational research method, retrospective cross-sectional research design. Purposive sampling for the 2020-2022 period, using 60 subjects according to inclusion and exclusion criteria. Analysis used unpaired T test and Mann Whitney. The results showed that the mean hematocrit for preeclampsia was 36.05 ± 3.64% and severe preeclampsia was 38.89 ± 2.83%. The median MCV for preeclampsia was 84.25 fL, the minimum value was 67.40 fL and the maximum value was 92.20 fL and the median for severe preeclampsia was 88.10 fL, the minimum value was 77.70 fL and the maximum value was 94.20 fL. The mean MCHC for preeclampsia was 33.53±1.38 g/dl and severe preeclampsia 34.16±0.88 g/dl. It can be concluded that there is a significant difference between hematocrit, MCV and MCHC in pregnant women with preeclampsia and severe preeclampsia (p<0.05). Keywords: preeclampsia, severe preeclampsia, hematocrit, MCV, MCHC Abstrak: Preeklampsia merupakan kondisi adanya hipertensi dan proteinuria pada usia kehamilan >20 minggu. Preeklampsia menyebabkan disfungsi endotel sehingga terjadi ekstravasasi plasma dan terjadi hemokonsentrasi, ditandai peningkatan hematokrit. Eritrosit membengkak, menyebabkan peningkatan MCV dan penurunan MCHC. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan hematokrit, MCV dan MCHC pada preeklampsia terhadap preeklampsia berat di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik, desain penelitian cross sectional retrospektif. Pengambilan sampel purposive sampling periode 2020-2022, menggunakan 60 subjek sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji t-tidak berpasangan dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan rerata hematokrit preeklampsia 36,05±3,64% dan preeklampsia berat 38,89±2,83%. Median MCV preeklampsia 84,25 fL, nilai minimum 67,40 fL dan nilai maksimum 92,20 fL serta median preeklampsia berat 88,10 fL, nilai minimum 77,70 fL dan nilai maksimum 94,20 fL. Rerata MCHC preeklampsia 33,53±1,38 g/dl dan preeklampsia berat 34,16±0,88 g/dl. Dapat disimpulkan adanya perbedaan bermakna antara hematokrit, MCV dan MCHC pada ibu hamil dengan preeklampsia dan preeklampsia berat (p < 0,05). Kata-kata kunci: preeklampsia, preeklampsia berat, hematokrit, MCV, MCHC
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2019 Najiha, Aisya; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12357

Abstract

Abstract: Stress is the ability to adapt, which, if not handled, will lead to destructive behavior or psychiatric disorders. Risk factors that can affect stress include peer support. Peer support is a helping assistance based on certain principles that involve aspects including information, attention, and assistance with tools that a person gets through interaction with the environment so that they can help someone solve their problems. This study aimed to explain the relationship between peer support and stress levels in the PSKPS FK ULM students of 2019. This research was conducted using a cross-sectional design on 60 students with a simple random sampling technique. The study showed that as many as 44 people (73%) who received moderate peer support experienced moderate stress. The relationship between peer support and stress levels has a p- value of 0.726 (p>0.05). These results can be concluded that there is no relationship between peer support and stress levels in the PSKPS FK ULM students of 2019. Keywords: stress level, peer support, Abstrak: Stres adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri yang jika tidak dapat menangani akan menyebabkan perilaku yang tidak baik atau gangguan kejiwaan. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi stres diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Dukungan teman sebaya adalah pertolongan yang melibatkan aspek termasuk informasi, perhatian, dan dukungan bantuan dengan alat yang didapat seseorang melalui interaksi dengan sekitar sehingga dapat memberikan pertolongan dalam menangani masalahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2019. Metode penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional pada 60 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 orang (73%) yang mendapat dukungan teman sebaya sedang yang mengalami stres sedang. Hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres memiliki p value sebesar 0,726 (p>0,05). Hasil yang didapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2019. Kata kunci : tingkat Stres, dukungan teman sebaya
GAMBARAN UJI FUNGSI PARU PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2022 Firdaus, Muhammad Reyhan; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12418

Abstract

Abstract: Optimal lung function is crucial for maintaining health and contributing to an individual's quality of life. Pulmonary function testing is a method used to evaluate lung capacity and performance through spirometry. Various parameters, including vital capacity, airflow velocity, and lung volume can be measured. Spirometry assesses lung function by examining the values of inspiratory and expiratory air volumes with maximum effort. The aim of this research is to understand the overview of pulmonary function testing among students of PSKPS FK ULM Class of 2022. The research methodology employs observational descriptive research with a cross-sectional design. Probability sampling, specifically purposive sampling, was used to select 38 participants. Data collection involved measuring FVC and FEV1 values, followed by categorization based on gender, exercise habits, BMI, and smoking habits. The study's results conclude that all variables, including gender, exercise habits, BMI, and smoking history, exhibited normal values for FVC and FEV1. Keywords: lung function, spirometry, medical student Abstrak: Fungsi paru yang optimal penting dalam menjaga kesehatan dan memberikan kontribusi pada kualitas hidup seseorang. Uji fungsi paru merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengevaluasi kapasitas dan kinerja paru-paru melalui alat spirometri. Melalui uji ini, berbagai parameter dapat diukur, termasuk kapasitas vital, kecepatan aliran udara, dan volume paru. Spirometri mengukur fungsi paru dengan cara melihat nilai volume udara inspirasi dan ekspirasi dengan upaya yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran uji fungsi paru pada mahasiswa PSKPS FK ULM Angkatan 2022. Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui pendekatan purposive sampling sebanyak 38 partisipan. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran nilai FVC dan FEV1 lalu dijabarkan dengan variabel jenis kelamin, kebiasaan berolahraga, IMT, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa semua variabel, baik jenis kelamin, kebiasaan berolahraga, IMT, dan riwayat merokok memiliki hasil normal pada nilai FVC dan FEV1. Kata-kata kunci: fungsi paru, spirometri, mahasiswa kedokteran
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWI PSKPS FAKULTAS KEDOKTERAN ULM Ridhani, Muhammad Amar Qistan; Skripsiana, Nika Sterina; Muthmainah, Noor; Juhairina, Juhairina
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12393

Abstract

Abstract: According to the World Health Organization (WHO), anemia is a condition in which hemoglobin is insufficient to carry oxygen needed by the body's peripheral tissues with a cut off point < 12 g/dl in non-pregnant women. Based on data from the South Kalimantan Provincial Health Office in 2019, the prevalence of anemia in Banjarmasin City was 25.7%. The incidence of anemia is influenced by anemia prevention behavior and nutritional status. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia prevention behavior and nutritional status with the incidence of anemia in PSKPS female students of the Faculty of Medicine ULM. This study used an analytical observational method with a cross sectional approach. The sample of this study amounted to 76 PSKPS students from the Faculty of Medicine ULM from the class of 2020, 2021, and 2022. The sampling technique was proportional stratified random sampling. The data analysis used was the chi square analysis test. The results showed that anemic students were 31.6% and not anemic were 68.4%. Students who had poor anemia prevention behavior were 36.8% and students who had good anemia prevention behavior were 63.2%. Students with thin nutritional status were 28.9% and students with normal-fat nutritional status were 71.1%. The results of the chi square test analysis showed that there was a relationship between anemia prevention behavior and the incidence of anemia (p = 0.002) and nutritional status with the incidence of anemia (p = 0.006) in female students of PSKPS Faculty of Medicine ULM. Keywords: anemia prevention behavior, nutritional status, anemia incidence. Abstrak: Menurut World Health Organization (WHO), anemia adalah suatu kondisi kurangnya hemoglobin untuk membawa oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh dengan cut off < 12 g/dl pada wanita tidak hamil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019, prevalensi anemia di Kota Banjarmasin adalah 25,7%. Anemia dapat dipengaruhi oleh perilaku pencegahan anemia dan status gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku pencegahan anemia dan status gizi dengan kejadian anemia pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM dari angkatan 2020, 2021, dan 2022. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling dengan uji analisis data menggunakan uji analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang mengalami anemia sebanyak 31,6% dan tidak anemia sebanyak 68,4%, yang memiliki perilaku pencegahan anemia kurang sebanyak 36,8% dan yang memiliki perilaku pencegahan anemia baik sebanyak 63,2%, status gizi kurus sebanyak 28,9% dan status gizi normal-gemuk sebanyak 71,1%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan perilaku pencegahan anemia dengan kejadian anemia (p = 0,002) dan status gizi dengan kejadian anemia (p = 0,006) pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Kata-kata kunci: perilaku pencegahan anemia, status gizi, kejadian anemia.

Page 3 of 3 | Total Record : 25