cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS MERGANGSAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014 Vio Nita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.285 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.7

Abstract

Background : The direct causes of maternal death by 90% is a complication that occurs during labor and immediately after birth. One of the efforts to reduce maternal mortality is increasing coverage of antenatal care by health workers. Planning examination schedule (gestational age of the first day of the last menstrual period) ideal at least 8 times a visit. Preliminary study in Mergangsan public health centre in 2014 was found the visits data for the third trimester pregnant women in October - December 2014 that there were 158 pregnant women.Purpose : To study and analyze the factors associated with the frequency of visits Antenatal Care (ANC) in Yogyakarta Province Mergangsan public health centre in 2014.Methods : This study used quantitative research method with cross sectional approach and data collection on March 5 to May 5, 2015. The sample was taken by total sampling technique as much as 158 third trimester pregnant women. This research instrument using a questionnaire. Research data analysis using Chi-square analysis (p <0.05) and a simple logistic regression.Outcome : Pregnant women who visit antenatal care in many categories a number of 121 people (76.6%). Distribution according to knowledge (p value 0.027), attitude (p value 0, 003), age (p value 0.002), parity (p value 0,020), education (p value 0, 002), employment (p value 0.013), income (p value 0.013), distance (p value 0.176), resources (p value 0.000), the support of health professionals (p value 0.000), family support (p value 0.015) and the support of health professionals (p value 0.001) and the results of the simple logistic regression the dominant that support health workers (OR 12.282).Conclusion : The variables associated with the frequency of visits ANC ie knowledge, attitudes, age, parity, education, occupation, income, resources of information, support for health workers, family support, the support of community leaders. The variables are unrelated is the distance and the most dominant variable is the support of health professionals.Advice : Health workers to further improve in providing counselling to pregnant women about the importance of antenatal care to all pregnant women. Health workers can work together with the cadres in the counselling process. Keywords : Determinants frequency of antenatal care visits.Bibliography : 36 (2002-2012)
PEMBUATAN ALAT PENGOLAHAN AIR DALAM RANGKA MENGATASI PENCEMARAN BESI DALAM AIR SUMUR Dian Wuri Astuti, Desto Arisandi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.72 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.2

Abstract

Making of water instalation was conducted in order to solve the problem of pollution of domestic drinking water. Ngemplak Seneng vilage located in the districts of Manisrenggo Klaten of Central Java. Ngemplak Seneng is one of the Merapi disaster prone villages belonging to the densely populated with low health levels. The presence of iron in the water supply system in the village of Ngemplak Seneng especially in RT 19 Dukuh III which exceeds a set threshold. For drinking water, the concentration of iron is limited to maximum of 0.3 mg/L according to the Indonesian Health Ministry regulation 492 / Menkes / PER / IV / 2010. For that, it needs the oxidation process by means of aeration. The problem of iron in the Ngemplak Seneng likely due to their high iron content in ash  and volcanic sand carried the rest of the Merapi eruption into the soil. The results of examination were obtained reduction of iron levels more than 80%. Water instalation was made in two different places because high public demand for clean water. Keywords: iron,  wells water, oxidation-aeration
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN USIA PERNIKAHAN WANITA DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nur Khasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.682 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.8

Abstract

ABSTRAKPernikahan dini menyebabkan banyak masalah di antaranya dari segi fisik, sosial dan psikologi. Dari segi fisik yaitu anemia, berisiko terjadi ca.serviks dan berisiko apabila hamil dan melahirkan. Dari segi sosial dan psikologi dapat menyebabkan stress karena ketidaksiapan fisik mapun mental sehingga  menimbulkan ketidakmampuan merawat bayi dengan baik dan juga perceraian. Angka pernikahan dini di kabupaten Gunung Kidul meningkat dari tahun 2012 yaitu 26.78 menjadi 34% pada tahun 2013.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan usia pernikahan.Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif, dengan desain penelitian Cross sectional. Penelitian kuantitatif Jumlah sampel 257 orang, dipilih dengan teknik simple random sampling dan diukur menggunakan angket dengan kuisioner terstruktur yang sudah di ujicoba. Hasil penelitian ini jumlah wanita yang menikah dini sebanyak 128 (49.8%).Variabel pendidikan responden dominan berhubungan dengan usia pernikahan dengan OR 96.7  setelah dikontrol dengan variable pekerjaan dan ekonomi orang tua. Pekerjaan adalah konfonding untuk hubungan pendidikan responden dengan usia pernikahan.Dari penelitian ini diharapkan petugas KUA untuk tetap melakukan penyuluhan dan konseling kepada para remaja mengenai usia pernikahan serta dampak negatif dari pernikahan dini. Bagi para tenaga kesehatan dan tokoh agama diharapkan untuk menginformasikan kepada masyarakat luas mengenai batasan usia pernikahan dan dampak negatif pernikahan dini. Bagi Dinas pendidikan diharapkan untuk lebih menekankan kembali kepada masyarakat mengenai wajib belajar 9 tahun. Kata kunci : usia pernikahan wanita, pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, ekonomi.Daftar pustaka 31 (1999 – 2013)
PERILAKU PENGGUNAAN PELAYANAN SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA WARIA DI KOTA YOGYAKARTA Fika Lilik Indrawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.918 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.3

Abstract

Abstract: Negative stigma is attached to transvestites where they are seen as a source to spread STIs and HIV/AIDS virus because of the risk of their job which is mostly as a sex worker.  In their position a sex worker which is paid very low and lack of knowledge about reproduction health; unconsciously, transgender can get infected by STIs or HIV easily and spread it to their next partners. It is caused by lack infomation about reproduction and sexual health and lack access about health service for transvestites.   This research aimed to understand transvestites’ behavior in using STIs screening service. This research used qualitative approach with phenomenological approach; samples taking used purposive sampling of criterion based sampling and snowball sampling done by finding persons who could gave the clues about the people who were willing to be chosen as the research subjects according to the criteria. From the criteria which had been decided, it got seven representative informants. Data collecting technique used deep interview and focus group discussion. The research results showed that most trangenders had lack knowledge about STIs. They still did sexual intercourse although they had already got education from health workers and had already known that some of their transgender friends got infected by STIs.  Keywords: STIs screening service, transvestites, health belief modelAbstrak : Stigma negatif telah melekat pada diri waria dimana mereka disebut sebagai salah satu sumber penyebaran IMS dan virus HIV/AIDS karena resiko atas faktor pekerjaannya yang sebagian besar sebagai penjaja seks. Dalam posisinya sebagai penjaja seksual yang memiliki posisi daya tawar yang sangat rendah, serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, maka waria dengan tanpa sepengetahuannya akan mudah terinfeksi/tertular IMS dan virus HIV kepada pasangan-pasangan berikutnya. Hal itu terjadi karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual serta akses tentang layanan kesehatan bagi kaum waria. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku waria dalam menggunakan pelayanan skrining IMS sehingga dapat diketahui proses serta faktor yang  melatarbelakangi perilaku waria dalam menggunakan pelayanan skrining IMS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling jenis criterion based sampling dan snowball sampling dilakukan dengan menemukan orang yang dapat memberi petunjuk mengenai orang yang bersedia menjadi subjek penelitian sesuai dengan kriteria. Dari kriteria-kriteria yang telah dirumuskan, diperoleh tujuh orang informan yang representatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua waria mempunyai pengetahuan yang kurang tentang IMS. Mereka tetap melakukan hubungan seksual yang beresiko meskipun sudah mendapatkan penyuluhan dari tenaga kesehatan dan sudah mengetahui beberapa teman waria yang terkena IMS.  Kata kunci : perilaku, pelayanan skrining IMS, waria 
GAMBARAN KEPATUHAN SPO ANTENATAL CARE DI BPM WILAYAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2016 Tutik Astuti, J. Nugrahaningtyas W.Utami
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.088 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.9

Abstract

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tahun 2004 – 2013, bahwa capaian indikator ini dalam 10 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan peningkatan, yaitu dari 74,27% pada tahun 2004 menjadi 90,88% pada tahun 2013. Angka ini sudah mencapai target MDGs pada tahun 2015 sebesar 90%. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang cukup tinggi pada tahun 2013 yaitu sebesar 90,88%,namun belum tentu semua persalinan tersebut bertempat di fasilitas pelayanan kesehatan. Data Risbinakes tahun 2013 menunjukkan bahwa persalinan yang dilakukan di rumah masih cukup tinggi yaitu 29,6%. (Risbinakes 2013)
PERAN KONSELOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Wiji Utami
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.738 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.4

Abstract

Latar Belakang: TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) yaitu: Seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA merupakan permasalahan remaja yang terjadi saat ini. Konselor sebaya sebagai pengelola Pusat Informasi dan Konseling Remaja berperan penting dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran konselor sebaya dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 668 siswa SMA N 1 Pulokulon Kabupaten Grobogan. Sampel penelitian 133 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Teknik analisa data dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara peran konselor sebaya dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR (OR=2,74; CI 95% 1,02 sd 7,32; p= 0,040). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah peran konselor sebaya yang baik meningkatkan pengetahuan tentang TRIAD KRR 2,74 kali lebih besar dari pada peran konselor sebaya yang kurang baik dalam PIK R. Kata kunci: Peran konselor sebaya, pengetahuan TRIAD KRR 
PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI RT 07/RW 03 DUSUN AMBARRUKMO, CATURTUNGGAL,DEPOK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ignatius Gonggo Prihatmono, Irma Rahmayani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.357 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.5

Abstract

Pendahuuan : Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan perilaku hidup bersih sehat untuk memelihara dan menjaga kesehatannya. Rumah tangga ber-PHBS berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan kondusif untuk hidup sehat.Tujuan penelitian:  Tujuan  penelitian  secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS pada tatanan rumah tangga sedangkan secara khusus untuk mendapatkan gambaran pencapaian stratifikasi PHBS melalui 10 indikator, langkah-langkah pembinaan PHBS serta  peran kader dalam PHBS di RT07/RW03 Dusun Ambarrukmo Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survai.Teknik sampling non random total populasi  yakni mengambil seluruh  keluarga di RT 07 berada di RT07/RW03 di Dusun Ambarrukmo Caturtunggal Depok Sleman yang melaksanakan  PHBS pada tatanan rumah tangga yang terdiri dari 39 Keluarga  Hasil Penelitian dan Pembahasan : Pencapaian Indikator PHBS tatatanan rumah tangga  sebagian besar (97 %)  termasuk dalam  klasifikasi  Sehat  IV, Langkah-langkah pembinaan PHBS  tatanan rumah tangga sebagian besar  (93%)  termasuk dalam  kategori  tinggi dan Peran kader dalam meningkatkan PHBS pada tatanan rumah tangga sebagian besar ( 97%) termasuk dalam kategori tinggi.Kesimpulan : Bagi masyarakat di Dusun Ambarrukmo RT07/RW03 perlu meningkatkan tiga indikator PHBS yang masih rendah, yakni makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok didalam rumah.Bagi kader kesehatan perlu membentuk sebuah kepengurusan organisasi pemuda agar dapat menjadi panutan untuk menciptakan PHBS rumah tangga yang lebih baik. perlu melakukan penelitian mengenai PHBS menggunakan RT lain di daerah perkotaan sebagai pembanding. Kata  Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kader Kesehatan
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN METODE JIGSAW DIBANDINGKAN DENGAN CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA MAHASISWA SEMESTER II PRODI S1 KESEHATAN MASYARAKAT FIKES UNRIYO Arfiana Sari, Eko Mindarsih, Lestariningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.032 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.6

Abstract

Latar  Belakang:  Masalah  yang  sering  terjadi  dalam  proses  belajar  mengajar  tidak tersampaikan informasi yang diberikan pengajar, karena kurang tepat dan bervariasinya pemilihan metode pembelajaran yang digunakan. Salah satu metode yang efektif untuk digunakan adalah metode jigsaw. Melalui metode ini peserta didik diajarkan bagaimana kerjasama, tangung jawab, melatih diskusi dan membuat mahasiswa aktif dalam berbicara dan berpendapat. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan kepada 10 mahasiswa dengan hasil 2 mahasiswa mampu menjawab tentang pengertian, jenis, penyebab, pengobatan dan cara penularan IMS dengan benar, 8 mahasiswa tidak mengetahui tentang hal tersebut.Tujuan Penelitian : Mengetahui keefektifan penggunan metode jigsaw dibandingkan dengan ceramah terhadap pengetahuan tentang infeksi meenular seksual pada mahasiswa semester II PRODI S1 Kesehatan Masyarakat FIKES UNRIYO.Metode Penelitian : Jenis penelitian Quasi Experimrnt Design dengan Control group time series design. Subjek penelitian ini mahasiswa PRODI S1 Kesehatan Masyarakat semester II, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan didapat jumlah sampel 68 siswa untuk penerapan dua metode. Uji statistik yang digunakkan  untuk hipotesis penelitian adalah Uji Paired ttest.Hasil : Hasil Uji Paired t test  metode jigsaw didapatkan nilai t 6,637 p value 0,000  mean sebelum 75,625 sesudah 86,875 sedangkan metode ceramah nilai t -6,237 p value 0,000  mean sebelum 74,375 dan sesudah 84,375.Kesimpulan : Metode jigsaw 0,400 poin lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah terhadap pengetahun tentang infeksi menular seksual pada mahasiswa semester II. Kata Kunci : keefektifan, pengetahuan, jigsaw, ceramah 1Mahasiswa D-IV Bidan Pendidik Universits Respati Yogyakarta2Dosen Universitas Respati Yogyakarta3Dosen Universitas Respati Yogyakarta

Page 1 of 1 | Total Record : 8