cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2018)" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK IBU, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKMAJAYA Farahdilla Azmii, Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.836 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.193

Abstract

AbstractStunting Prevalence in Sukmajaya District was high enough that could affect brain development. Stunting caused by factors, such as mother's knowledge, mother's education, and family income, history of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases. The purpose of this study was to analyze the incidence of stunting, maternal nutrition knowledge, maternal education, family income, history of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases related to stunting incidence in infants aged 12-59 months in the working area of UPT Puskesmas Sukmajaya. The research design was using Cross Sectional. Number of respondents in this study were 106 mothers of infant, taken by clustered sampling method. The study was conducted from April to May 2017. Height of infant, mother's nutritional knowledge, mother's education, family income, history of exclusive breastfeeding, and history of infectious diseases were obtained through interviews using questionnaires. The result showed that there were a significant (p <0.05) between correlation mother's nutritional knowledge (p = 0.007), family income (p = 0.037), and history of infectious disease (p = 0.006) to stunting in infants aged 12-59 months. Where as maternal education (p = 0.148) and history of exclusive breastfeeding (p = 0.177) there is no correlation (p> 0.05) to stunting in infants 12-59 months. Maternal nutritional knowledge, family income, and history of infection had a significant relationship to stunting in infants 12-59 months. While the mother's education and breast feeding exclusively history is not related to stunting in infant under 12-59 months in the work area of Sukmajaya Community Health Center. Keywords: Characteristics of mother's, breastfeeding exclusively history, history of infectious diseases, Stunting.
KARAKTERISTIK IBU BAYI DENGAN IMUNISASI PENTAVALEN DI PMB WAYAN WITRI Eka Retno Eriyani , Afroh Fauziah, Rizka Ayu Setyani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.97 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.195

Abstract

INTISARILatar Belakang : Kegiatan imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Mulai tahun 1977 kegiatan imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu Tuberkulosis, Difteri Pertusis, Campak, Polio, Tetanus serta Hepatitis B.  Imunisasi pentavalen untuk pencegahan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan infeksi Haemophilus Influenzae tipe b. Pada tahun 2014 hasil cakupan di Kabupaten Sleman yaitu Pentavalen-1 97%, Pentavalen-2 95,2% dan Pentavalen 3 95,1%. Suntikan awal diberikan pada bayi berumur 2,3,4 bulan dan suntikan ulang ketika anak berusia 15-18 bulan. Hasil cakupan imunisasi di Kabupaten Sleman tahun 2014 yaitu HB-0 60%, BCG 97%, Pentavalen-1 97%, IPV-1 93,2%, Pentavalen-2 95,2%, IPV-2 95,2%, Pentavalen-3 95,1%, IPV-3 92,4% dan Campak 96,8%. BPM Wayan Witri pada tiga bulan terakhir yaitu bulan Mei-Juli 2017 jumlah ibu yang memiliki bayi usia 2-4 bulan berjumlah 62 bayi. Tujuan Penelitian : Menggambarkan karakteristik ibu bayi dengan imunisasi pentavalen di PMB Wayan Witri.Metode penelitian : Jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 2-4 bulan. Teknik sampling dalam penelitian adalah total sampling dengan jumlah responden 62 responden. Analisis univariat.Hasil Penelitian : Sebagian besar  responden usia 20-35 tahun sebanyak 88.7%, sebagian besar responden primipara sebanyak 77.4%, sebagian besar ibu pendidikan SMA/SMK sebanyak 62.3%, sebagian besar responden IRT sebanyak 56.6%.Kesimpulan : Karakteristik Ibu Bayi dengan Imunisasi Pentavalen adalah usia reproduksi sehat 20-35 tahun, sebagian besar paritas ibu primipara, pendidikan ibu menengah, dan pekerjaan sebagian besar ibu tidak bekerja.  Kata Kunci : Karakteristik   
ANTROPOMETRI PENGUKURAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-60 BULAN DI KELURAHAN BENER KOTA YOGYAKARTA Reni Merta Kusuma, Rizki Awalunisa Hasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.783 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.196

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pertumbuhan balita menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan. Pertumbuhan memantau berat badan dan panjang badan atau tinggi badan untuk menilai status gizi balita. Pentingnya pemantauan pertumbuhan balita, dinas kesehatan melalui puskesmas melakukan kegiatan posyandu balita yang dilakukan setiap bulan. Pemantauan pertumbuhan dilakukan karena pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi.Tujuan: Untuk mengetahui pertumbuhan balita dengan menilai status gizi dari pengukuran berat badan terhadap umur (BB/U) dan indeks massa tubuh terhadap umur (IMT/U) guna menentukan balita kurus/normal/gemuk, dan tinggi badan terhadap umur (TB/U) guna menentukan balita pendek/normal.Metode: Desain penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan metode survei.Pengambilan data menggunakantotal sampling dari posyandu. Sampel yang digunakan 84 balita usia 24-60 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diukur adalah berat dan tinggi badan. Data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis.Kesimpulan: Perhitungan BB/TB didapatkan responden balita kurus 2,4% dan balita gemuk 1,2%. Perhitungan IMT/U didapatkan respoden balita gemuk 9,5%. Perhitungan TB/U didapatkan respoden balita pendek 1,2%. Kata Kunci: Antropometri, Status Gizi
VALIDITAS PENGUKURAN RENTANG LENGAN, TINGGI LUTUT DAN PANJANG ULNA TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH LANJUT USIA Kuntari Astriana, Budiyanti Wiboworini, Kusnandar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.018 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.191

Abstract

 INTISARILatar Belakang: Penilaian status gizi lansia dapat diukur dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu perbandingan berat badan dan kuadrat tinggi badan. Tinggi badan (TB) merupakan indikator status gizi sehingga pengukuran TB seseorang secara akurat sangatlah penting untuk menentukan nilai IMT. Akan tetapi untuk memperoleh pengukuran TB yang tepat pada lansia cukup sulit karena masalah postur tubuh, kerusakan spinal, maupun masalah dalam pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas (sensitivitas (Se), spesifisitas (SP), dan Area Under Curve (AUC)) pengukuran rentang lengan, tinggi lutut, dan panjang ulna sebagai prediktor Indeks Massa Tubuh lanjut usia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai validitas pengukuran rentang lengan, tinggi lutut dan panjang ulna terhadap IMT lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan bersifat observasional analitik. Sampel penelitian ini adalah lansia di Kecamatan Sewon yang berusia ≥ 60 tahun sebanyak 138. Analisis Se dan Sp menggunakan tabel 2×2. Kurva ROC digunakan untuk menentukan AUC.Hasil: Rentang lengan mempunyai Se 91,02%, Sp 83,33%, dan AUC 0,872 dengan CI 95% 0,806-0,938. Tinggi lutut mempunyai Se 75,64%, Sp 68,33%, dan AUC 0,720 dengan CI 95% 0,632-0,808. Panjang ulna mempunyai Se 80,77%, Sp 73,33%, dan AUC 0,771 dengan CI 95% 0,688-0,853.Kesimpulan: Rentang lengan, tinggi lutut maupun panjang ulna sama baiknya dalam memprediksi IMT pada lansia di Kecamatan Sewon.Kata Kunci: Sensitivitas, Spesifisitas, AUC, Rentang Lengan, Tinggi Lutut, Panjang Ulna, IMT, Lanjut Usia
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PECANDU NARKOBA REHABILITASI DI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA Pritta Yunitasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.93 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.198

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Ketergantungan narkoba dapat direhabilitasi secara medis namun rehabilitasi tidak menjamin pecandu narkoba akan sembuh dari ketergantungannya. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap lama berhenti menggunakan narkoba pada pasien yang pernah direhabilitasi. Jenis penelitian : merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional bertempat di RSJ Grhasia Yogyakarta. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa dukungan keluarga secara keseluruhan berpengaruh terhadap lama berhenti menggunakan narkoba setelah direhabilitasi, namun Aspek-aspek dukungan keluarga tidak ada yang berpengaruh secara signifikan terhadap lama berhenti menggunakan narkoba setelah direhabilitasi.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Narkoba ABSTRACT Drug dependence can be medically rehabilitated but rehabilitation does not guarantee drug addicts will recover from their dependence. This study aims to determine the effect of family support on long stops using drugs in patients who have been rehabilitated. This type of research is an analytical research with cross sectional design located at RSJ Grhasia Yogyakarta. The results of this study indicate that overall family support has an effect on long term stopping of drug use after rehabilitation, but no family support aspects have a significant effect on long stopping use of drugs after rehabilitation.namun rehabilitasi tidak menjamin pecandu narkoba akan sembuh dari ketergantungannya. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap lama berhenti menggunakan narkoba pada pasien yang pernah direhabilitasi. Jenis penelitian : merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional bertempat di RSJ Grhasia Yogyakarta. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa dukungan keluarga secara keseluruhan berpengaruh terhadap lama berhenti menggunakan narkoba setelah direhabilitasi, namun Aspek-aspek dukungan keluarga tidak ada yang berpengaruh secara signifikan terhadap lama berhenti menggunakan narkoba setelah direhabilitasi.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Narkoba 
EVALUASI PASCA PELATIHAN KONSELING MENYUSUI TERHADAP PENINGKATAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA YOGYAKARTA Rahayu Widaryanti, Ian Rossalia PP
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.824 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.192

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang :Pemberian ASI eksklusif di negara berkembang berhasil menyelamatkan sekitar 1, 5 juta bayi pertahun. Jumlah konselor ASI di DIY sudah cukup banyak yaitu lebih dari 600 konselor, tetapi banyaknya jumlah konselor menyusui masih belum dapat mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif sesuai yang ditargetkan pemerintah yaitu 80%. Berdasarkan data yang didapatkan dari dinas kesehatan provinsi DIY cakupan pemberian ASI eksklusif pada tahun 2014 sekitar 55.4 %. Cakupan ASI Eksklusif terendah di Kota Yogyakarta yaitu 54,9 %. Di Puskesmas Umbulharjo I cakupan ASI eksklusifnya sekitar 43,69% dibawah target nasionalMetode :Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan informan secara purposive sampling, informan utama dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang pernah mengikuti pelatihan konseling menyusui sebanyak 3 orang.Informan triangulasi antara lain ibu hamil, ibu nifas, ibu yang datang ke puskesmas untuk mengimunisasikan anaknya, seksi gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan Kepala Puskesmas Umbulharjo I. Pengumpulan data menggunakan tehnik purposive sampling.Penelitian dilakukan di Puskesmas Umbulharjo I pada bulan Juli s.d September 2018.Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dan pembahasan: Berdasarkan penelitian semua informan mengikuti pelatihan konseling menyusui yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, namun baru satu informan yang sudah mengambil sertifikat. Pada implementasi  konseling menyusui belum semua melaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan, karena keterbatasan waktu dan beban kerja yang banyak. Semua informan belum membuat laporan atau dokumentasi hasil kinerjanya sebagai konselor menyusui karena belum adanya formulir yang baku, pendokumentasian hanya dilakukan dengan register pasien dengan keterangan konsul laktasi. Hambatan yang dimiliki konselor berupa beban kerja yang banyak menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kota Yogyakarta.Simpulan : Kegiatan konseling menyusui belum semua melaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan, karena keterbatasan waktu dan beban kerja yang banyak. Semua informan belum membuat laporan atau dokumentasi hasil kinerjanya sebagai konselor menyusui, sehingga cakupan ASI eksklusif belum bisa optimal. Kata kunci : Evaluasi, Konseling Menyusui, ASI Eksklusif

Page 1 of 1 | Total Record : 6