cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jln. Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
REFEREN
ISSN : -     EISSN : 2830652X     DOI : 10.22236/referen.v1i2.10317
REFEREN berkomitmen untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk kajian teori dan kajian eksperimen yang berfokus pada Pembelajaran Bahasa, Pengkajian Bahasa, dan Pengkajian Sastra dengan kualitas terbaik dari para penulis yang beragam latar belakang seperti peneliti, para akademisi, professional, paraktisi, dan pelajar. Ruang lingkup pembelajaran bahasa adalah perencanaan, metode, model, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran bahasa. Ruang linkup pengkajian bahasa adalah kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, psikolingustik, sosiolinguistik, dan analisis wacana kritis. Ruang linkup pengkajian sastra adalah sastra lisan, sastra tulis, sastra populer, sastra anak, dan sastra digital. REFEREN hanya akan memproses artikel yang sesuai dengan focus dan scope. Proses seleksi dilakukan dengan online submission system.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022)" : 11 Documents clear
Diskrepansi Stereotip Karakter Tokoh Bawang Putih Pada Cerita Rakyat Bawang Putih Dan Bawang Merah Nurul Fauziyah
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.882 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9151

Abstract

Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan satu dari sekian banyaknya cerita rakyat yang sudah terkenal luas dan merakyat khususnya di Nusantara. Dalam cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah menghadirkan tokoh utama yang bernama Bawang Putih atau dipanggil Putih sebagai tokoh dengan karakter atau perwatakan yang protagonis. Karena sifatnya yang sabar, tidak pernah marah dan selalu menuruti perintah serta kemauan ibu tiri maupun saudara tirinya yang bernama Bawang Merah atau dipanggil Merah dengan perwatakan antagonis. Akan tetapi, peneliti menemukan penggambaran karakter tokoh Putih sebagai sosok antagonis dalam cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah yang ada di aplikasi kumpulan buku versi digital yaitu wattpad. Hal seperti itu dapat dikatakan sebagai bentuk dari diskrepansi alias ketidaksesuaian atau ketidakserasian dengan stereotip yang diketahui oleh masyarakat pada umumnya, terutama stereotip mengenai tokoh Putih adalah tokoh yang baik hati. Berdasarkan uraian tersebut peneliti bertujuan untuk melakukan kajian sastra bandingan dengan objeknya berupa cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah dari dua versi yang berbeda yaitu versi buku cetak dan wattpad, tentunya dengan dua pengarang yang berbeda pula. Khususnya dari segi tokoh dan karakter dari Bawang Putih sendiri. Peneliti akan memanfaatkan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan untuk menguraikan pembahasannya. Hasil penelitian yang didapat berupa uraian mengenai pendeskripansian dari stereotip karakter tokoh Bawang Putih pada cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah versi buku dengan wattpad.
Perbandingan Akuisisi Bahasa Anak Perempuan dan Laki-laki Usia 2-4 Tahun Fathma Hamiidah; Reisa Nurrahman; Dona Aji Karunia Putra
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.398 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9158

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbandingan akuisisi bahasa anak perempuan dan laki-laki usia 2-4 tahun pada tataran fonologi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbandingan akusisi anak perempuan dan laki-laki udia dua sampai empat tahun pada tataran fonologi. Metode yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik tersebut berguna ketika subjek sedang berbicara dan berinteraksi dengan anggota keluarga. Setelah data diperoleh, kemudian data diolah dan dianalisis. Hasil dari penelitian ini didapatkan anak perempuan sudah mampu memperoleh bahasa lebih banyak dan produksi bunyi bahasa yang lebih baik dibanding dengan anak laki-laki.
Nilai Pendidikan dalam Novel Pramoedya Ananta Toer dan Lirik Lagu Karya Dedy Zoker Super Band Isnaini Qodriyatul Jannah
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.973 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9160

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dan nilai pendidikan dalam novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer dan lirik lagu Singa Karawang Bekasi Karya Dedy Zoker Super Band. Hasil analisis isi dari novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan yaitu memiliki nilai pendidikan terhadap religius (berdoa, bersyukur, percaya kepada Allah, berpenampilan agamis), nilai pendidikan terhadap individu (mampu mengendalikan diri dari niat buruk, memiliki kepribadian yang berani, berbicara jujur, kerja keras), nilai pendidikan terhadap sosial (menghargai pendapat orang lain, bersatu antarsesama, dan bersikap sopan santun terhadap orang lain, menjaga, merawat, melindungi lingkungan yang di sekitarnya), nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (nasionalisme). Sedangkan, nilai pendidikan dalam lirik lagu Singa Karawang Bekasi yaitu nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (memperjuangkan Negeri dengan ikhlas), nilai pendidikan terhadap religius (rela berkorban demi gama), dan nilai pendidikan trhadap individu (pantang menyerah). Relevansi nilai pendidikan pada zaman sekarang adalah agar seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kata kunci: Sastra Bandingan, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Nilai Pendidikan Abstract The problems discussed in this research are the intrinsic elements and the value of education. The method used in this research is descriptive qualitative method because it aims to find out the intrinsic elements and educational value in the novel Once Event Di Banten Selatan by Pramoedya Ananta Toer and the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi by Dedy Zoker Super Band. The results of the content analysis of the novel Once Events Di Banten Selatan have educational values "‹"‹for religious (prayers, be grateful, believe in God, have a religious appearance), educational values "‹"‹for individuals (able to control oneself from bad intentions, have a brave personality, speak honestly, work hard). hard), the value of social education (respect the opinions of others, unite among others, and be polite to others, maintain, care for, protect the surrounding environment), the value of education to the nation/state (nationalism). Meanwhile, the educational value in the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi is the value of education towards the nation/state (to fight for the country sincerely), the value of education to religion (willing to sacrifice for religion), and the value of education to individuals (never give up). The relevance of the value of education today is for someone to become a better person. Keywords: Comparative Literature, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Educational
Elegi Cinta pada Puisi-Puisi di Akun Twitter @matapuisi Berdasarkan Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow Achmad Abimubarok
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.999 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9166

Abstract

Elegi dalam puisi saat ini bukan hanya menyoal pada kematian. Cinta juga ternyata sering menjadi muatan elegi pada puisi karena dalam peristiwa cinta juga terjadi kekalahan dan harapan. Tujuan pada penelitian ini adalah mengkaji fenomena elegi cinta dalam puisi di akun Twitter @matapuisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi sebagai metodenya. Dalam upaya membantu memberikan pandangan yang lebih luas, penulis menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow pada hierarki kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Hasil penelitan menyatakan bahwa puisi-puisi pada akun twitter @matapuisi memiliki muatan elegi cinta yang disebabkan oleh kekalahan dan harapan. Peristiwa yang tampak pada puisi bermuatan elegi kekalahan adalah kekalahan dalam mempertahankan cinta, penolakan komitmen, dan ketidakterimaan atas kenyataan cinta. Peristiwa lainnya yang tampak adalah harapan yang ternyata mampu menjadi elegi cinta. Beberapa puisi tidak tidak menunjukkan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan cinta, namun itulah yang menjadi kekuatan dari elegi cinta pada puisi.
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi Tutik Handayani; Ahmad Bahtiar; Haeni Relawati
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.92 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini membandingkan puisi "Subuh” karya Amir Hamzah dan "Kembali Pada Tuhan” karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi "Subuh” merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi "Kembali Pada Tuhan” karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
Penerapan Teori Moody Dalam Pembelajaran Apresiasi Lagu Tujuh Belas Karya Tulus Ikah Atikah; Ade Hikmat
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.997 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan pembelajaran apresiasi sastra dengan metode Moody yang menggunakan lirik lagu Tujuh Belas karya Tulus. Metode Moody dipakai sebagai cara untuk membuat pembelajaran apresiasi sastra menjadi tidak membosankan dimana siswa akan lebih banyak aktif menggali makna suatu karya di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan analisis yang menghasilkan penggambaran penerapan pembelajaran apresiasi sastra menggunakan lirik lagu. Hasil dari penelitian ini, guru dapat menggunakan metode Moody untuk menyampaikan pembelajaran apresiasi sastra yang lebih menarik karena menggunakan enam tahapan yaitu pelacakan awal, penentuan sikap praktis, introduksi, penyajian, diskusi dan pengukuhan. Keenam tahapan ini mencakup dua prinsip sastra yaitu pertama, sastra sebagai pengalaman dengan memberikan pengetahuan baru kepada siswa melalui kegiatan apresiasi dan yang kedua adalah sastra sebagai Bahasa dimana siswa dapat menelaah unsur kebahasaan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Kata kunci: Apresiasi Sastra; Moody; Lirik Lagu
Sinonimi Leksem Verba dalam Cerpen Seorang Wanita di Sebuah Loteng Karya Seno Gumira Ajidarma Eko Budi Saputro Eko; Lia Maelani
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.521 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9175

Abstract

Salah satu objek kajian dalam semantik ialah relasi makna. Relasi makna mencakup hubungan antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa lainnya. Hubungan tersebut dapat berupa kesamaan makna, pertentangan makna, perluasan makna, dan lainnya. Objek yang penulis pilih dalam penelitian ini adalah cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Seorang Wanita di Sebuah Loteng. Cerpen tersebut sangat kaya akan relasi makna. Relasi makna yang menarik perhatian penulis untuk menganalisisnya ialah kesamaan makna atau biasa disebut sinonimi. Adapun jenis sinonimi yang penulis pilih ialah sinonimi leksem verba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesamaan makna pada leksem verba dasar dan verba turunan yang terdapat dalam cerpen Seorang Wanita Di Sebuah Loteng karya Seno Gumira Ajidarma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik untuk mengkaji makna. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 10 sinonimi leksem verba dasar dan 20 leksem verba turunan. Di mana penggunaan sinonimi leksem verba turunan lebih mendominasi dari pada sinonimi leksem verba dasar.
Gaya Bahasa Sarkasme pada Ucapan Rocky Gerung di Youtube TVOne yang Berjudul Pemerintahan Jokowi Hoax Oki Firmansyah; Nani Solihati
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.433 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9177

Abstract

Penelitian ini meliputi Gaya Bahasa pada ucapan Rocky Gerung yang memiliki banyak unsur dalam bentuk sarkas. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena fokus penelitian pada data deskripsitif. Adapun proses pengumpulan data menggunakan metode simak catat. Langkah awal penelitian dengan mentranskrip video Rocky Gerung di Youtube setelah data telah terkumpul lalu peneliti mengolah data dengan menggunakan teori Gorys Keraf yang terdiri dari kepahitan, celaan yang getir, menyakiti hati, kurang enak didengar. Ditemukan 14 kutipan yang mengandung sarkasme dari satu konten video yang diposting oleh TVOne pada ucapan Rocky Gerung. Pemilihan konten video Youtube TVOne karena terdapat beberapa ungkapan yang merujuk pada sarkas. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 14 kutipan yang mengandung sarkasme pada Youtube TVOne. Adapun pada tersebut lebih banyak mengandung gaya sarkasme dalam bentuk celaan yang getir yaitu terdapat 6 tuturan, seperti "Jadi dari nama menteri itu dibuatkan meme yang mengolok-ngolok.” Terdapat 5 gaya bahasa sarkasme dalam bentuk kepahitan, seperti. Memberi penilaian pada buku tidak ilmiah. Sedikit ditemukan gaya bahasa sarkasme dalam bentuk menyakiti hati yaitu terdapat 2 tuturan, seperti "Sedang tenggalam dia merayap entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon” Kemudian ditemukan gaya bahasa sarkasme dalam bentuk kurang enak didengar yaitu terdapat 2 tuturan, seperti "bahkan presiden menyebar hoax.”
Sosiokultural Masyarakat Minang dalam Naskah Nilam Sari Karya Wisran Hadi Pramudya Dian Prahmana; Livia Astuti
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.856 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9178

Abstract

Kebudayaan Minang adalah dasar dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan sosiokultural dalam naskah Nilam Sari karya Wisran Hadi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai-nilai budaya Minang yang tertuang dalam naskah Nilam Sari ini. Untuk memperkuat pemahaman dalam kajian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiokultural. Data yang didapat untuk penelitian ini berbentuk data kualitatif yang berbentuk kutipan sebuah kalimat pada kumpulan sebuah cerita baik berupa narasi pengarang atau bahkan dialog antartokoh yang mencerminkan gambaran kekentalan budaya suku Minangkabau. Data yang digunakan sebagai sumber dalam penelitian ini ialah naskah drama Nilam Sari karya Wisran Hadi, dalam buku kumpulan naskah karya Wisran Hadi yaitu, Baeram, cetakan kedua, diterbitkan pada tahun 1982 oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil dari penelitian ini diklasifikasikan ke dalam dua sub bab yaitu, Pertama, Jenis-jenis budaya Minangkabau meliputi: merantau, uang jemputan, dan tradisi yaitu berupa Tarian Randai untuk perayaan pada hari-hari besar. Kedua, nilai sosiokultural masyarakat Minangkabau, meliputi: sopan santun masyarakat Minangkabau, perjodohan, kedudukan politik, dan tradisi masyarakat yang mulai diperbaharui yaitu, dari segi perkawinan silang antar suku Minangkabau dengan suku lain.
Representasi Bendera pada Naskah Drama Penjual Bendera Karya Wisran Hadi Wulan Nur Suciawaty; Hikmawaty Hikmawaty
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.598 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9180

Abstract

Dalam mengenali suatu negara perlu memiliki identitas yang sebagai ciri khas suatu negara itu sendiri. Bendera negara merupakan salah satu yang menjadi identitas negara tersebut. Pada identitas bendera di suatu negara memiliki makna simbolik yang menggambarkan atau melukiskan suatu maksud dari bendera itu sendiri. Penelitian ini mengangkat suatu permasalahan tentang identitas serta makna pada bendera bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur pembangun naskah drama Penjual Bendera, (2) mendeskripsikan identitas bendera berdasarkan ideologi yang direpresentasikan pada naskah drama Penjual Bendera, (3) mendeskripsikan representasi makna yang terkandung dalam bendera pada naskah drama Penjual Bendera. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian yang digunakan. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data naskah drama karya Wisran Hadi yaitu Penjual Bendera. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian mengindikasikan adanya tiga tokoh yang memiliki ideologi berbeda, hal tersebut berpengaruh pada identitas bendera dan makna yang dimiliki oleh setiap tokoh.

Page 1 of 2 | Total Record : 11