cover
Contact Name
Herindiyati Soeripno
Contact Email
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalimalang No. 1 Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal KaLIBRASI : Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri
Published by Universitas Borobudur
ISSN : -     EISSN : 26567768     DOI : https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v5i2
Core Subject : Social, Engineering,
Architecture Engineering: Theory, History, Architecture Design, Architecture Science and Technology, Architecture and Urban Design, Home and Housing Architecture, Interior and Exterior Design. Civil Engineering: Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Marine Engineering Industrial Engineering: Operations Management, Quality Engineering, Manufacturing Systems, Value Engineering, Optimization, Industrial Automation, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Industrial System Simulation
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2018)" : 8 Documents clear
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DENGAN METODE IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN DI PT. AIRTECH Vivi Lusia dan Akbar Syawal Sutiantono
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.682 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.327

Abstract

Jasa akan menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila didasarkan pada kepentingan pelanggan dan kinerjanya bagi perusahaan. Artinya perusahaan seharusnya mencurahkan perhatiannya pada hal-hal yang memang dianggap penting oleh para pelanggan. Kepuasan adalah respon atau tanggapan konsumen mengenai pemenuhan kebutuhan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau keistimewaan produk atau jasa itu sendiri, yang menyediakan tingkat kesenangan konsumen berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi konsumen. Salah satu faktor yang dapat menolong untuk meningkatkan penjualan adalah kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) menjadi hal yang penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan, karena rasa puas akan mendorong orang untuk loyal. Service Quality (ServQual) sebagai salah satu metode dalam peningkatan pelayanan diharapkan dapat meningkatkan kualitas yang diberikan. Dalam metode ini ada 5 (lima) dimensi yang diukur, yaitu; tangible, responsiveness, empathy, assurance, dan reliability.Kata Kunci : tangible, responsiveness, empathy, assurance, dan reliability.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE FORECAST DENGAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) TERHADAP EFEKTIVITAS, EFISIENSI, LIKUIDITAS DAN PENENTUAN SAFETY STOCK PERUSAHAAN M. Mawan Arifin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.131 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.328

Abstract

Dalam penelitian ini, hal yang diperbandingkan adalah efisiensi, efektivitas, dan likuiditas sebelum dan sesudah menerapkan metode EOQ dalam manajemen persediaan. Periode yang dibandingkan adalah tiga tahun ke belakang, yaitu tahun 2012, 2013, dan 2014. Dengan mengetahui biaya-biaya persediaan, harga persediaan, dan juga pemakaian persediaan, perusahaan mampu menentukan jumlah bahan baku yang harus dipesan secara ekonomis dengan biaya yang minimal. Melalui metode EOQ, perusahaan mampu menentukan jumlah persediaan pengaman yang harus ada di perusahaan untuk setiap produksi atau permintaan. Selain itu, metode EOQ juga dapat membantu perusahaan untuk menetapkan kapan pembelian persediaan kembali harus dilakukan. Efisiensi bisa terjadi hanya pada periode dimana pembelian dengan metode EOQ lebih sedikit dibandingkan dengan pembelian tanpa metode EOQ. Karena secara keseluruhan persediaan yang harus dibeli dengan metode EOQ lebih besar dibandingkan pembelian tanpa metode EOQ, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ belum bisa mengefisienkan biaya persediaan. Hal ini terjadi karena perhitungann metode EOQ mengasumsikan bahwa seluruh permintaan harus dipenuhi dengan melakukan pembelian. Sedangkan penggunaan safety stock dan reorder point hanya sebagai persediaan pengaman dan waktu yang tepat melakukan pembelian kembali untuk memperhitungkan permintaan yang terjadi pada saat tenggang waktu pengiriman. Metode EOQ belum bisa meningkatkan tingkat efektivitas perusahaan karena nilai persediaan akhir meningkat sebagai akibat meningkatnya pembelian sedangkan permintaan dan harga pokok penjualan adalah tetap. Dengan meningkatnya nilai persediaan rata-rata, maka tingkat perputaran persediaan akan semakin kecil pada setiap periode.Kata Kunci : efisiensi, efektivitas, dan likuiditas
PENELAAHAN DOKUMEN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW’2009) KABUPATEN SINTANG Herindiyati Herindiyati
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.659 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.329

Abstract

Perkembangan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Sintang menyebabkan alih fungsi lahan, dimana pada akhirnya menimbulkan ketidak sesuaian dengan rencana tata ruang yang ada. Disamping itu terdapat kondisi ketidak sesuaian Pola Ruang RTRW Kab. Sintang dengan Pola Ruang berdasarkan SK 936/Menhut-II/2013. Didorong pula kebutuhan akan keberlanjutan pembangunan demi terpeliharanya kualitas hidup dan kehidupan. Serta Isu lokal, nasional dan global yang mengharuskan dimulainya pemeliharaan daya dukung lingkungan hidup oleh seluruh masyarakat dunia. Berbagai hal tersebut menuntut dilakukannya penyesuaian terhadap RTRW Kabupaten Sintang yang saat ini menjadi acuan pembangunan. Penelaahan dilakukan dengan melihat kondisi existing, untuk kemudian di overlay kan dengan RTRW 2009 Kabupaten Sintang. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar bagi kegiatan penyusunan RTRW Kabupaten Sintang yang baru. Kata kunci : Rencana Tata Ruang Wilayah, Kabupaten Sintang, Penelaahan RTRW.
KENYAMANAN DAN KELAYAKAN HUNI BAGI MASYARAKAT PERMUKIMAN PADAT DI TANAH TINGGI JAKARTA PUSAT Laksmi Widyawati
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.909 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.330

Abstract

Sebuah permukiman dinyatakan layak huni (livable) jika mampu mengakomodasikan kebutuhan warganya dalam hidup dan berkehidupan, tinggal dengan nyaman dan berinteraksi sosial dengan baik.  Permasalahan permukiman merupakan permasalahan umum di kota besar, apalagi di Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Salah satu contoh permukiman padat yang ada di Jakarta adalah permukiman padat di Tanah Tinggi, yang cukup terkenal karena adanya kampung deret yang selesai dibangun oleh pemerintah DKI pada tahun 2013. Pengamatan dilakukan di RW1 Kelurahan Tanah Tinggi, karena masih terdapat permukiman padat baik yang masih kumuh maupun yang sudah dibangun menjadi kampung deret. Kampung Deret ini awalnya adalah permukiman kumuh  yang berada di pinggiran rel kereta api.  Karena kebakaran kemudian oleh Pemerintah Kota DKI dibangun menjadi kampung deret. Bagaimana sebuah permukiman padat bisa memberikan rasa nyaman dan memiliki bagi penghuninya? Faktor apa saja yang menjadi indikasi kelayakan huni terkait dengan masalah kenyaman dan kesehatan lingkungan? Kajian ini mencoba menilai secara visual dan menggali   aspirasi warga dalam menilai permukimannya, dikaitkan dengan konsep Good City Form yang dilontarkan oleh Kevin Lynch.Kata kunci: permukiman padat, layak huni, kampung deret, good city form
KAJIAN PENENTUAN KOMPONEN UTAMA DALAM PENGATURAN PENGELOLAAN RUMAH KHUSUS Masykur Masykur
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.421 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.331

Abstract

Tujuan dari kajian  ini adalah tersedianya hasil Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan RUSUNAWA  yang komprehensif sejak awal perencanaan, konstruksi sampai dengan serah terima bangunan RUSUNAWA, sebagai bahan masukan untuk perbaikan dikemudian hari, dan pertimbangan penyusunan kebijakan. Metode kajian dilakukan dengan analisis komparasi yaitu membandingkan antara siklus perencanaan dan pelaksanaan pembangunan RUSUNAWA. Siklus Demin PDCA ( Plan Do Check  Act); merupakan siklus kegiatan yang berurutan dari  perencanaan, pelaksanaan , evaluasi  dan tindak lanjuti.Kajian pembangunan Rusunawa dilakukan di wilayah provinsi Banten, Provinsi Jabar, provinsi Jateng, dan DI Yogyakarta. Dari hasil evaluasi  berdasarkan variabel evaluasi maka hasil pembangunan Rusunawa diwilayah II dapat dikelompokan  baik. Rusunawa PKU Muhamadiyah Gombong Jawa  Tengah Bismillah di Serang Banten, sedang kan kategori kurang Rusunawa Magasari Jawa Barat dan Assyalafiah Yoyakarta Kata Kunci : Evaluasi Pembangunan, Rumah Susun Sewa.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARET BAN TERHADAP KUAT TEKAN MARSHALL PADA CAMPURAN BETON ASPAL Tiara Kusuma Rini, Wahyudi Pratama, dan Anis Amarwati
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.434 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.332

Abstract

Kinerja campuran agregat aspal untuk konstruksi perkerasan jalan dapat ditingkatkan    dengan cara memodifikasi campuran aspal sehingga didapatkan perubahan sifat campuran aspal, khususnya pada penetrasi dan titik lembeknya. Dengan penambahan bahan  limbah karet ban  diharapkan bisa mengurangi kepekaan aspal terhadap temperatur dan keelastisannya. Penelitian  dilakukan  dengan  jalan  membandingkan  beberapa campuran aspal yang menggunakan beberapa  variasi  kadar karet ban pada aspal ( 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% ).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah karet ban sebagai bahan aditif terhadap sifat reologi aspal. Pengujian sifat reologi yang dilakukan pada studi ini adalah penetrasi, titik lembek, berat jenis, daktilitas, viskositas, dan marshall test.Modifikasi aspal dengan limbah karet ban berpengaruh positif, hal ini dapat dilihat pada nilai stabilitas Marshall. Terlihat bahwa ada kenaikan nilai campuran aspal + limbah karet ban 4% yaitu menjadi 1116.549 kg/mm. Sehingga campuran aspal tersebut dapat di gunakan untuk lapis perkerasan jalan berat.Kata kunci : limbah karet ban, Marshall, aspal beton.
KAJIAN KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JLN INSPEKSI SAL. KALIMALANG – JLN CIPINANG INDAH RAYA II, KALIMALANG, JAKARTA TIMUR. Nalarratih Widya Haryanto, Wahju Inggar Fipiana, dan Anton Pramonohadi
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.909 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.333

Abstract

Penelitian ini dilakukan di simpang tak bersinyal di Jakarta Timur, yaitu di  persimpangan Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang – Jalan Cipinang Indah Raya II. Survei dilakukan pada hari Minggu, Senin, Rabu dan Jumat, pada jam puncak pagi (06.00-08.00), siang (11.30-13.30), dan sore (jam 16.30-18.30) menggunakan kamera video. Analisis Kinerja simpang tak bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, bertujuan untuk mengetahui perilaku lalu lintas di simpang tak bersinyal, menghitung kapasitas simpang (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan simpang (D) dan tingkat pelayanan di simpang tak bersinyal di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang – Jalan Cipinang Indah Raya II.Hasil analisis kinerja simpang  terlihat setelah pelebaran jalan : kapasitas simpang maximum yaitu sebesar 5941 smp/jam ,derajat kejenuhan maximum 1,506 (melebihi standar MKJI yaitu DS<0.75) dan tundaan rata-rata melebihi 27 detik /smp.  Hal ini mengindikasikan kondisi simpang tersebut buruk. dan sudah tidak layak menampung arus lalu lintas. Serta kondisi kelas jalan rata-rata yaitu F (Tingkat Pelayanan Rendah).Karena sudah ada simpang bersinyal, pada jarak 100 meter dari simpang tidak bersinyal tersebut , maka tidak mungkin merubah simpang tersebut menjadi simpang bersinyal juga, selain itu jalan tersebut juga sudah dilebarkan namun tetap jenuh sehingga salah satu alternatif pemecahannya  yaitu pembangunan jalan tol BECAKAYU (Bekasi – Cawang – Kp. Melayu). Kata kunci : Simpang tak bersinyal, derajat kejenuhan,tundaan simpang dan tingkat pelayanan
PENGARUH LAMA WAKTU PENCAMPURAN / PENGADUKAN TERHADAP MUTU BETON Silviati Sumardi dan Warisman
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.548 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v10i0.334

Abstract

Didalam mendapatkan mutu beton yang baik , kadang terkendala beberapa faktor antara lain kekentalan  campuran beton, batas waktu pengecoran, jarak dari mesin pencampuran/ pengadukan (concrete mixing plant) ketempat pengecoran, suhu dan cuaca. Ada faktor lain yang mempengaruhi mutu beton , namun belum menjadi perhatian yaitu lama waktu pengadukan. Pengadukan saat di “mixing plant” maupun saat di “mobil moln” menuju lokasi pengecoran. Jika pengadukan sebentar ,pencampuran kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan beton berkurang. Sebaliknya,pengadukan yang lama berakibat suhu beton meningkat, agregat aus,  kehilangan air, dan nilai slump menurun Penelitian lama waktu pengadukan/pencampuran yang optimal telah diuji coba dengan interval waktu  0, 1, 2, 4, 6, 8 ( jam). Dalam rentang waktu tersebut  dibuat sample uji beton dari satu proses pengadukan/pencampuran dan  diamati perubahan slump, suhu, berat dan kuat tekan beton (28 hari ).Lama waktu pengadukan mempengaruhi  (1) nilai slump, dengan indikator pada saat pembuatan sample beton, nilai slump awal 12 cm (pada jam ke 0) menjadi nilai slump  3 cm( pada jam ke  4). (2) suhu beton meningkat serta mengakibatkan campuran semakin homogen (3) menghasilkan berat rata – rata yang rendah, sebagai indikator berat sample beton pada pengadukan 0 jam yaitu 12157,4 gram dan pada waktu 4 jam yang lebih rendah yaitu 11907,7 gram. Lama pecampuran/pengadukan beton yang baik adalah tidak lebih dari 2 jam, hal ini dapat dilihat pada nilai kuat tekan sample beton yang ke 2 jam menghasilkan nilai kuat tekan yang maksimal yaitu 307,7 kg/cm².Kata Kunci : Mutu Beton, Waktu Pengadukan

Page 1 of 1 | Total Record : 8