cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 44, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
PEMBELAJARAN GENRE TULIS DALAM SISTEM PERSEKOLAHAN INDONESIA DI SUMATERA UTARA (LEARNING OF WRITTING GENRE IN INDONESIA SCHOOL SYSTEM IN NORTH SUMATERA) Amrin Saragih; Anggraini T Saragih; Isli Pane
Widyaparwa Vol 44, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2185.764 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i1.123

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsi capaian genre tulis oleh pembelajar sekolah (SD, SMP, SMA) di Sumatera Utara (selanjutnya dirujuk sebagai pembelajar SU) dan mengajukan model pembelajaran berdasarkan genre-based language learning yang sejalan dengan Kurikulum 2013. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah 1025 pembelajar dan 18 orang guru, yang terdiri atas guru SD, SMP, dan SMA serta orang tua pembelajar dari sekolah-sekolah itu. Data kajian ini ialah teks atau genre yang ditulis pembelajar SU, deskripsi pembelajaran genre di kelas, dan transkripsi wawancara dengan guru dan orang tua. Teks yang ditulis pembelajar dianalisis dengan menggunakan teori linguistik fungsional sistemik (LFS). Temuan penelitian adalah pertama, pembelajar SU telah memeroleh dan mampu menulis 10 jenis genre tunggal, yakni deskripsi, laporan, recount, narasi, anekdot, exemplum, observasi, prosedur, eksposisi, dan diskusi dan mereka mampu menulis genre majemuk. Kedua, ditemukan bahwa sebagian unsur konteks sosial persekolahan berupa keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan guru tentang genre dan pembelajaran berbasis teks telah menjadi penghambat dalam pembelajaran menulis genre. Ketiga, berkaitan dengan itu model pembelajaran genre dapat dikembangkan. Model pembelajaran genre tulis yang dikembangkan merupakan gabungan dari genre-based language learning dan pendekatan ilmiah yang menjadi ciri utama Kurikulum 2013. Model ini efektif untuk pembelajaran genre tulis. The objectives of the study are to describe writting genres acquired by primary school (SD), junior school (SMP) and high school (SMA) learners in North Sumatera province (referred to as SU learners) and to propose a genre-based language learning model in accordance with the 2013 Curriculum. This study is a qualitative one. The subjects are 1025 learners, 18 teachers (SD, SMP, and SMA teachers), and school learners parents. The data are written texts or written genre composed by the SU learners, descriptions of genre learning in the classroom, teachers and parents interview transcriptions. The written genres by the learners are analyzed by using systemic functional linguistics (SFL) theories. The findings show that firstly, the SU learners have already acquired and been able to write ten kinds of basic genres, namely description, report, recount, narrative, anecdote, exemplum, observation, procedure, exposition, and discussion. Furthermore, the SU learnes have mastered multiple genres.Secondly, some school social context elements, such as the lack of teachers competence and skill on genres and text-based learning become obstacles for writing genre teaching. Thirdly, related to the acquired genres by the learners and obstacles from the school context, a model for genre learning is developed. The developed writing genre learning is a combination of the genre-based language learning and scientific approach as main characteristic of the 2013 Curriculum. The learning model is effective for writting genre learning.
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM IMBAUAN DI RUANG PUBLIK (POWER REPRESENTATION IN PUBLIC SPACE APPEAL) Sri Wahyuni
Widyaparwa Vol 44, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.823 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i1.125

Abstract

Imbauan di ruang publik merupakan suatu ajakan, imbauan, dan peringatan pada ma-syarakat untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh pembuat imbauan (pengua-sa). Dengan demikian, bahasa merupakan unsur penting dalam penerapan kekuasaan. Penelitian ini mengkaji representasi kekuasaan pada imbauan di ruang publik dengan berdasarkan empat aspek kekuasaan, yaitu pandangan dominatif individu atau ke-lompok terhadap individu atau kelompok yang lain, jarak sosial, praktik dominasi, dan praktik membangun kekuasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya representasi kekuasaan pada imbauan di ruang publik. Appeal in public space is a request, direction, and warning to public to carry out what is required by the makers of the appeal (the ruling). Thus, language is an important element in the exercise of power. This study examines the power representation on the public space appeal based on four of power aspects, namely individual or group dominative perspective to other individual or group, social distance, the practice of domination, and the practice of building power. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The research result showed that there was a tendency of power representation.
PENGEMBANGAN LAGU-LAGU BERBAHASA JAWA BEMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (THE DEVELOPMENT OF JAVANESE SONGS CONTAINING CHARACTER VALUES AS A LEARNING MEDIUM OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION) Joko Sukoyo
Widyaparwa Vol 44, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.751 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i1.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lagu-lagu berbahasa Jawa bermuatan nilai-nilai karakter sebagai media pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi teori Sugiyono. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik angket, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan enam prototipe lagu berbahasa Jawa bermuatan nilai karakter. Enam lagu tersebut berjudul Elinga, Pasinaon, Kuwajibanku, Temen, Bumi Asri, dan Nuswantara. Lagu Elingamemuat karakter relegius, lagu Nuswantara memuat karakter cinta tanah air, lagu Pasinaon memuat karakter kedisiplinan, Lagu Bumi Asri memuat karakter peduli lingkungan, lagu Temen memuat karakter kerja keras, dan lagu Kuwajibanku memuat karakter mandiri. Uji keberterimaan lagu-lagu ber-bahasa Jawa bermuatan nilai-nilai karakter sebagai media pembelajaran anak usia dini dilakukan oleh guru-guru ahli dalam hal ini adalah guru-guru PAUD. Nilai uji keber-terimaan tersebut adalah 77,5 sehingga termasuk dalam kategori baik. This research aims to develop the Javanese songs containing character values ??as a learning medium of the early childhood education. Research and Development (R & D) design adapted from Sugiyonos theory is used in the research design. The techniques of collecting data used in this reasearch are interview and technical questionnaires, while the data analysis technique used is the qualitative descriptive.This reasearch result shows six prototypes of Javanese language songs containing character values. The songs are Elinga, Pasinaon, Kuwajiban, Temen, Bumi Asri, and Nuswantara. Elinga song has the religious characters, Nuswantara song has the patriotism characters, Pasinaon song has the discipline characters, Bumi Asri has the concern of environment characters, Temen song has the characters of hard work, and Kuwajiban song has independent character.The acceptance test of the Javanese songs containing character values as a learning medium of early childhood is done by the professional teachers, namely teachers of the early childhood education. The value of this acceptance test is 77.5. Therefore, it belongs to good category.
STRATEGI KEPENYAIRAN IMAN BUDHI SANTOSA DALAM ARENA SASTRA: KAJIAN SOSIOLOGI PIERRE BOURDIEU (POETRY STRATEGY OF IMAN BUDHI SANTOSA IN LITERARY FIELD: A STUDY ON SOCIOLOGY PIERRE BOURDIEU) Ahmad Zamzuri
Widyaparwa Vol 44, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.815 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i1.126

Abstract

Iman Budhi Santosa (IBS) di arena sastra Yogyakarta dikenal sebagai penyair legitimet, baik dipandang dari kualitas karya maupun konsekrasi dalam dunia sastra. Posisi IBS berkaitan erat dengan Persada Studi Klub (PSK), komunitas sastra yang dibimbing oleh Umbu Landu Paranggi. Penelitian ini akan mengkaji strategi IBS dalam mencapai posisi saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi IBS dalam mencapai posisi penyair saat ini dengan menggunakan teori sosiologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa IBS cenderung meng-gunakan strategi simbolik dalam pencapaiannya sebagai penyair dan posisinya sebagai pengasuh para penulis. Iman Budhi Santosa (IBS) in Yogyakarta literary arena known as a legitimate poet, either seen from his works quality or his consecration in the literary world. IBS position is closely related to Persada Studi Club (PSK), which is guided by Umbu Landu Paranggi. This study investigates the IBS strategy in achieving his current position. The research aims to find out IBS strategy in achieving the poet current position by using Pierre Bourdieu sociology theory. The research is a descriptive study. The analysis shows that IBS tends to use symbolic strategy in his achievement as a poet and his position as a tutor for writers.
MORFOSINTAKSIS VERBA BAHASA SKOU VERB MORPHOSYNTAX OF SKOU LANGUAGE Yohanis Sanjoko
Widyaparwa Vol 44, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.496 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i1.122

Abstract

Salah satu bahasa daerah yang terdapat di Provinsi Papua dengan jumlah penutur yang kecil ialah  ahasa Skou. Bahasa Skou dituturkan oleh masyarakat suku Skou yang tinggal di Kampung Skou Mabo, kampung Skou Yambe, dan Kampung Skou Sae. Bahasa Skou digunakan di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara Papua New Guinea. Tulisan ini mengunakan metode deskriptif dengan tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Penyediaan data tulisan ini menggunakan metode cakap dengan teknik pancing sebagai teknik dasar dan teknik cakap semuka serta teknik catat sebagai teknik lanjutan. Analisis data menggunakan metode padan dengan subjenis translasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Skou merupakan bahasa dengan persesuaian verba yang sangat ketat. Persesuaian verba yang terdapat dalam bahasa Skou, yaitu persesuaian persona, persesuaian jumlah, dan persesuaian gender. Bahasa Skou termasuk bahasa ergatif. Kalimat aktif transitif bahasa Skou berpola SOV, sedangkan intransitif berpola S(S)V dengan variasi pola OSV dan (S)OSV.Skou language is one of local languages in Papua Province that has small number of speakers. This language is spoken by people who live in Skou Mabo, Skou Yambe, and Skou Sae village. Skou language is used in border territory between Indonesia and Papua New Guinea. This writing uses descriptive method with three stages, namely collecting data stage, analyzing data stage, and presenting the result of data analysis stage. The data was collected by using interview method through stimulation technique as a basic technique while face-to-face interview and noting technique as advanced techniques. Data analyzing used translational subtype of equivalent method. The result shows that Skou language is a kind of language that has extremely rigid verbal agreement. Verbal agreement in Skou language consists of personae, number, and gender. Skou language is an ergative language. Pattern of transitive active sentence in Skou language is SOV, while its intransitive patterns are S(S)V with OSV and (S)OSV variant.

Page 1 of 1 | Total Record : 5