cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 48, No 2 (2020)" : 17 Documents clear
THE ACCURACY TRANSLATION OF ATTITUDE IN MAIN CHARACTER AT ANIMAL FARM NOVEL Fedro Iswandi; M.R. Nababan; NFN Djatmika
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.636 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.534

Abstract

A translator has an important role to transfer messages from a source language into a target language accurately. Therefore, this research aims to analyze the translation accuracy of words, phrases, and clauses that accommodate attitude in two translators by using a systemic functional linguistics approach. The research used descriptive qualitative and comparative study. The data are words, phrases, and clauses that accommodate attitude. Then, the data were obtained through document analysis, focus group discussion. Next, data is analyzed with analysis of domain, taxonomic, componential, and cultural themes. The result shows that Bakdi used ten techniques; established equivalent, modulation, transposition, discursive creation, adaptation, generalization, implicit, reduction, explicit, and literal. Meanwhile, Mahbub used twelve techniques; established equivalent, modulation, discursive creation, generalization, amplification, variation, literal, explicit, reduction, transposition, particularization, description, etc. The last, accuracy in Bakdi is better than Mahbub. It can be influenced by some factors; the choosing of translation techniques, translator background, and context of a situation.Seorang penerjemah memiliki peran penting untuk menerjemahkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran dengan akurat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis derajat keakuratan terjemahan kata, frasa dan klausa yang mengakomodasi sikap pada dua penerjemah dengan pendekatan linguistik sistemik fungsional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan studi perbandingan. Data berupa kata, frasa dan klausa yang mengakomodasi sikap. Lalu, data diperoleh melalui analisis dokumen, focus group discussion. Selanjutnya, data dianalisis dengan analisis domain, taksonomi, komponensial dan tema budaya. Hasil menunjukkan bahwa Bakdi menggunakan 10 teknik penerjemahan; padanan lazim, modulasi, transposisi, kreasi diskursif, adaptasi, generalisasi, implisitasi, reduksi, eksplisitasi dan harfiah. Sementara, Mahbub menggunakan 12 teknik; padanan lazim, modulasi, kreasi diskursif, generalisasi, amplifikasi, variasi, harfiah, eksplisitasi, reduksi, transposisi, partikularisasi dan deskripsi. Terakhir, derajat keakuratan Bakdi lebih bagus dibandingkan Mahbub. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pemilihan teknik penerjemahan, latarbelakang penerjemah dan konteks situasi.
TUTURAN PENOLAKAN OLEH PENUTUR BAHASA KOMERING DI PULAU GEMANTUNG, OGAN KOMERING ILIR NFN Mukhamdanah; NFN Inayatusshalihah
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.615 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.542

Abstract

Refusal is the form of speech act that has the most potential threat to the face, both the listeners and speakers. In communication, if the rules that apply to society are not obeyed, it will have an impact. This study explains how the speech acts taken by Komering speakers in Ogan Komering Ilir, South Sumatra when rejecting children's requests. By involving several parents who already have children, the data is collected through questionnaires and open-ended data. The data are classified and analyzed based on the form and pattern of refusal speech realization. Determination of the form and speech realization is done by using the basic technique in the form of a deciding element, namely classifying the elements that determine the form and pattern of speech realization used by respondents in rejecting requests. The form of speech here is related to sentence construction, i.e. declarative, interrogative or imperative, while the realization is related to various forms of refusal speech used by the speakers. As a result, although it has relative power and a higher level of imposition compared to speech partners, the use of hedges to soften the power of refusal continues. Parents tend to use speech acts that employ greetings and apologies also give reasons for rejection and alternatives. Values for respecting speech partners with relative power and lower levels of imposition are still transmitted by people to their children.Tindak tutur penolakan merupakan bentuk tindak tutur yang paling berpotensi mengancam muka, baik petutur maupun penutur. Dalam sebuah komunikasi, jika aturan-aturan yang berlaku pada masyarakat tidak dipatuhi, maka akan menimbulkan dampak. Kajian ini menjelaskan bagaimana bentuk tindak tutur yang dilakukan penutur bahasa Komering di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan ketika menolak permintaan anak. Dengan melibatkan beberapa orang tua yang telah memiliki anak, data dijaring melalui kuesioner dan pertanyaan terbuka. Data diklasifikasikan dan  dianalisis  berdasarkan bentuk dan pola realisasi tuturan penolakan. Penentuan bentuk dan realisasi tuturan menggunakan teknik dasar berupa pilah unsur penentu, yakni mengklasifikasi unsur yang menentukan bentuk dan pola realisasi tuturan yang digunakan responden dalam menolak permintaan. Bentuk tuturan di sini berkaitan dengan konstruksi kalimat, deklaratif, interogatif, atau imperatif, sedangkan realisasi berkaitan dengan berbagai wujud tuturan penolakan yang digunakan oleh penutur. Hasilnya, meskipun mempunyai kekuasaan relatif dan tingkat imposisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mitra tutur, penggunaan pagar (hedge) untuk memperlunak daya penolakan tetap dilakukan. Orang tua cenderung menggunakan bentuk tindak tutur yang menggunakan kata sapaan, permintaan maaf, memberikan alasan penolakan dan alternatif pengganti. Nilai-nilai untuk menghargai mitra tutur dengan kekuasaan relatif dan tingkat imposisi yang lebih rendah tetap ditransmisikan oleh orang tua ke anak-anaknya.
Indeks abstrak 48 NFN Widyaparwa
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.855 KB)

Abstract

SEJARAH REFORMASI INDONESIA DALAM KUMPULAN PUISI TELEPON GENGGAM KARYA JOKO PINURBO Muhammad Wildan Sahidillah; Sarwiji Suwandi; Atikah Anindyarini
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.405 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.554

Abstract

This research aims to describe the history of Indonesian reform in the collection of Telepon Genggam poems by Joko Pinurbo. The dark history of reform needs to be reminded to everyone, to remind that Indonesia has a dark history of humanity, the Trisakti Tragedy. The May 1998 Trisakti Tragedy is a dark history that cannot be forgotten by Indonesian people. This research is included in a qualitative descriptive study. Data and data sources of this research are a collection of poems by Joko Pinurbo entitled Telepon Genggam. The data analysis technique used is the content analysis technique. Listen note is a technique used for data collection techniques. The results of research on the history of Indonesian reform, namely Tragedi Trisakti, in a collection of poems by Joko Pinurbo's Mobile Phone, found that there was a monetary crisis that made people uneasy because of the soaring prices of basic necessities. In addition, there were demonstrations by students and activists which resulted in many casualties, looting and rape of ethnic Chinese, and the kidnapping and disappearance of activists and students.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan sejarah kelam reformasi Indonesia dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo. Sejarah kelam reformasi sangat perlu diingatkan untuk semua orang, untuk mengingatkan bahwa Indonesia mempunyai sejarah kemanusiaan yang kelam, yaitu Tragedi Trisakti. Tragedi Trisakti Mei 1998 merupakan sejarah kelam yang tidak bisa dilupakan oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi karya Joko Pinurbo yang berjudul Telepon Genggam. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Simak catat adalah teknik yang digunakan untuk teknik pengumpulan data. Hasil penelitian mengenai sejarah reformasi Indonesia, yaitu Tragedi Trisakti, pada kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo ditemukan bahwa adanya krisis moneter yang membuat rakyat menjadi resah karena harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Selain itu, ada juga demonstrasi para mahasiswa dan aktivis yang menyebabkan banyak korban berjatuhan, penjarahan dan perkosaan terhadap etnis Tionghoa, dan penculikan dan penghilangan aktivis dan mahasiswa.
FEMINIST DISCOURSE ANALYSIS ON KOMPAS.COM NEWS: ATLET SENAM SEA GAMES DIPULANGKAN KARENA TAK PERAWAN Dian Lestari; Sulis Triyono
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.138 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.455

Abstract

This study aims to describe the representation in the case of a woman in the discourse of SEA GAMES gymnastics athlete who was sent back home because of a virginity issue that was published by Kompas.com on the 29th of  November, 2019. The discourse is a hot topic because it raises the pros and cons. Besides social context, this study also describes the structure of the text consisting of macrostructure, superstructure, and microstructure. The research approach uses critical discourse analysis by Van Dijk. The results of this study indicate that the news text has a main topic, namely the violation againts feminist values. The superstructure of the news text consists of an introduction, main text, and concluding part. Kompas.com through the micro structure chooses to use various diction in delivering news. In addition to diverse diction, the text is also built with cohesion and coherence to unify the meaning of discourse. The social context built by Kompas.com in this discourse, especially in representing womanis the persecution of women (gender bias) and professional violations of a person.Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan representasi perempuan dalam wacana atlet senam SEA GAMES dipulangkan karena tidak perawan yangdiberitakan pada Kompas.com pada 29 November 2019. Wacana tersebut merupakan wacana yang sedang hangat diperbincangkan karena menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Selain konteks sosial, penelitian ini juga mendeskripsikan struktur teks berita yang terdiri atas struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks berita mempunyai topik utama, yakni pelanggaran nilai-nilai feminisme. Selanjutnya, superstruktur teks berita terdiri atas pendahuluan, inti teks, dan penutupan berita. Kompas.com melalui struktur mikro memilih untuk menggunakan berbagai macam diksi dalam menyampaikan berita. Selain diksi yang beragam, teks dibangun dengan piranti kohesi dan koherensi untuk menyatukan makna wacana. Konteks sosial yang dibangun Kompas.comterutama dalam merepresentasikan perempuan pada wacana tersebut adalah adanya penindasan terhadap perempuan (bias gender) serta pelanggaran profesionalitas suatu oknum.
Sampul depan dan belakang NFN Widyaparwa
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.498 KB)

Abstract

POWER AND DOMINANCE: A MODALITY ANALYSIS OF PRABOWO SUBIANTO’S NATIONAL ADDRESS ‘INDONESIA WINS’ Indah Utami Chaerunnisah
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.199 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.303

Abstract

This study examines Prabowo’s speech during the first national address of the 2019 pre-election campaign. It aims at revealing the types of modality, modal value, and modal responsibility employed in the speech, and describing how the choice of modality reflects Prabowo’s attitude and strategy to win the 2019 presidential election. This study is qualitative research that applies Halliday’s theory of modality in systemic functional grammar. The results reveal that 1) he used modulation inclination frequently to show his determination to help people, 2) the dominant use of median modal value in inclination reveals that rather than determined he is just keen to help, the domination of high modal value in obligation signified that he believes he has the power to make people follow his instruction, and the frequent use of low modal value in probability indicated that he is not certain about the information he shares, 3) the domination of subjective implicit subject shows that Prabowo tend to emphasize his dominance and superiority in the communication process, and he strongly believes that he can realize all his promises when he becomes the president and he is ready to take responsibility if he cannot.Penelitian ini menganalisis pidato kebangsaan Prabowo Subianto dalam kampanye pra-pemilu 2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tipe-tipe modality, modal value dan modal responsibility  yang dipakai Prabowo dalam pidato tersebut, dan untuk menjelaskan bagaimana pilihan modality tersebut merefleksikan sikap dan strategi Prabowo dalam visi misinya untuk memenangkan pemilu 2019. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan teori modality dalam Systemic Functional Grammar oleh Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Prabowo menggunakan modulation inclination untuk menunjukkan tekad membantu rakyat dan membawa Indonesia kearah yang lebih baik, 2) dominasi penggunaan  modal berskala medium keinginan (inclination) menunjukkan bahwa Prabowo hanya berkeinginan untuk membantu negara, tidak sampai tahap bertekad, dominasi penggunaan modal berskala tinggi dalam tipe kewajiban (obligation) menunjukkan kepercayaan diri Prabowo bahwa ia memiliki kekuasaan untuk membuat pendukungnya menuruti perintahnya, dominasi penggunaan modal berskala rendah dalam tipe kemungkinan (probability) menunjukkan bahwa Prabowo tidak terlalu yakin akan informasi yang ia bagikan dalam pidatonya, 3) dominasi penggunaan subjek implisit subjektif menunjukkan bahwa Prabowo cenderung menggunakan gaya komunikasi dimana dia menjadi pihak yang dominan dan superior, dan ia sangat percaya ia dapat menepati semua janjinya saat ia terpilih dan siap menghadapi konsekuensinya jika tidak dapat menepati janji-janji tersebut.

Page 2 of 2 | Total Record : 17