ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing)
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is a national periodical journal that includes research articles in the field of nursing. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is expected to be a medium for conveying applied results, findings, and scientific innovations in the field of nursing to nursing practitioners and academics. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is published twice a year (July and December) by the Research Center (Pusat Penelitian dan Pengabdian Universitas Aisyiyah Surakarta). The editorial team invites observers in the field of nursing to share their ideas in order to improve self-professionalism and responsibility towards education and the work of the nation. This journal was published for the first time in 2020. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is a peer-reviewed, open-access journal that focuses on the field of nursing. This focus includes related scopes: 1) Pediatric Nursing; 2) Maternity Nursing; 3) Medical and Surgical Nursing; 4) Emergency and Critical Care Nursing; 5) Management Nursing; 6) Community, Family, and Gerontic Nursing; and 7) Psychiatric Nursing
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 1 (2022): JULI"
:
14 Documents
clear
Intervensi Komplementer untuk Menurunkan Fatigue dan Meningkatkan Kualitas hidup Pasien Kanker : A Systematic Review
Anastasia Diah Larasati;
Irene Beatrix Noni
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.9 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.838
Latar Belakang: Kejadian Kanker di dunia terutama di Indonesia tetap berada pada angka kejadian yang tertinggi. Tahun 2018 diperkirakan ada 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker. Pengobatan kemoterapi ataupun radioterapi akan berakibat kepada fungsional baik secara psiksis maupun fisiologis. Secara psikis dan fisik akan muncul suatu gejala fatigue, yang dapat berakibat pada kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menemukan intervensi komplementer yang dapat bermanfaat dalam menurunkan tingkat Fatigue dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Metode: Pencarian data melalui databased CINAHL, MEDLINE, PubMed, Proquest, dan Science Direct databased. Semua pencarian dilakukan dengan artikel-artikel lengkap dengan abstrak, penelitian kuantitatif baik secara RCT maupun Quasy Experimental, dan pemilihan artikel berbahasa Inggris dan Indonesia dari tahun 2017 hingga 2022. Semua artikel dengan desain RCT dianalisa menggunakan penilaian kualitas CASP  dan jenis artikel dengan desain Quasy Experimental menggunakan penialaian kualitas JBI. Hasil: Intervensi yang ditemukan antara lain penerapan progressive muscle relaxation, dan dance dengan durasi 30-60 menit selama 2 sampai 3 kali seminggu. terapi massage antara lain back massage dan effleurage massage dimana dapat diaplikasikan selama 20-30 menit selama 2 sampai 3 kali seminggu, apabila dilakukan setiap hari juga akan memberikan efek yang lebih baik, dan intervensi terapi musik dengan mendengarkan 15-30 menit. Kesimpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation, dance, terapi masase dan terapi musik dapat dilakukan di unit kemoterapi untuk memperbaiki tingkat fatigue dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gaya Manajemen Konflik Perawat Manajer di Rumah Sakit: Implikasi Manajemen Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19
Tomy Suganda;
Kholis Khoirul Huda;
Romy Suwahyu;
Nurul Septiani
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.433 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.878
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sebagian besar dunia mulai berpikir secara berbeda. Tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19, bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada keselamatan pasien, keselamatan staf dan berpotensi dapat menyebabkan konflik-konflik terjadi. Artikel ini, menggambarkan gaya manajemen konflik perawat manajer di rumah sakit sebagai implikasi manajemen keperawatan di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA, melalui database perpustakaan digital yang terhubung dengan berbagai laman publikasi ilmiah melalui kata kunci seperti "manajemen konflik" "gaya manajemen konflik","COVID-19",serta“konflik perawat”. Kriteria kelayakan menggunakan berbagai jenis metode penelitian termasuk metode kuantitatif, kualitatif dan review yang menggambarkan gaya manajemen konflik manajer keperawatan dalam penyelesaian konflik. Hasil: gaya manajemen konflik yang paling dominan digunakan adalah gaya manajemen konflik kompromi, menghindar dan integrasi dengan masing-masing yaitu 23,8%, diikuti oleh kolaborasi 20,6% serta akomodasi dan kompetisi masing-masing 0,04%. Kesimpulan: Implikasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19 adalah analisa situasi konflik melalui faktor yang mempengaruhi, komunikasi, kolaborasi, dan kordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan sebelum menentukan gaya manajemen konflik yang akan digunakan.
Hubungan Peran dan Pengalaman Ibu terhadap Kesiapan Toilet Training pada Anak Usia 3 Tahun
Sri Hartutik;
Sherly Lestarika;
Wahyu Purwaningsih
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.913 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.879
Latar Belakang: Masa toddler berkisar dari usia 12 sampai 36 bulan pada masa ini toddler belajar berjalan tanpa dibantu sampai berlari. Salah satu tugas masa toddler adalah toilet training. Kontrol volunter sfingter anal dan uretra yang berfungsi untuk mengontrol rasa ingin defekasi dan rasa ingin berkemih mulai berkembang kira-kira setelah anak berjalan, antara usia 18 dan 24 bulan. Kesiapan pada anak untuk melakukan toilet training, pengetahuan orang tua mengenai toilet training, dan pelaksanaan toileting yang baik dan benar pada anak, merupakan suatu domain penting yang perlu orang tua ketahui. Domain tersebut dapat meningkatkan kemampuan toilet training pada anak usia toddler (1-3 tahun). Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Metode: metode kuantitaif analitik menggunakan rancangan Cross Sectional, pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi square Hasil: Hasil bivariat membuktikan bahwa ada hubungan peran ibu terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun di Kelompok Bermain Kecamatan Grogol sebesar (p-value) 0,001Â dan hubungan pengalaman ibu dengan jumlah anak terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun sebesar (p-value) 0,002 Kesimpulan: Ada hubungan peran dan pengalaman ibu dengan jumlah anak terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun di Kelompok Bermain Kecamatan Grogol.
Studi Fenomenologi: Pengalaman ODHA dalam Program Pendampingan Peer Group di Surakarta
Endah Sri Wahyuni;
Ida Nurwati
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.418 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.890
Latar Belakang: Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan terkena berbagai penyakit lain akibat penurunan status kekebalan tubuhnya. Berbagai masalah fisik, psikologis, ekonomi dan sosial masih menjadi tantangan bagi ODHA dalam menjalani kehidupan. Salah satu upaya untuk mendukung ODHA supaya tetap survive adalah program pendampingan, khususnya oleh peer group. Dimana belum ada penelitian sebelumnya yang menggali pengalaman ODHA mengikuti program pendampngan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman ODHA dalam program pendampingan oleh peer group di Surakarta. Metode: Metodologi yang digunakan dengan kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi fenomenologi, yakni mengambarkan fenomena yang dialami partisipan secara holistik dalam bentuk kata atau konteks khusus secara ilmiah. Teknik pengumpulan data secara indeph interview terhadap 10 partisipan setelah mencapai saturasi. Hasil: Hasil penelitian ini mendapatkan 4 (empat) tema utama yang menggambarkan pengalaman ODHA dalam program pendampingan peer group. Tema tersebut adalah 1) Sumber motivasi dalam pendampingan, 2) Adanya dukungan baik fisik maupun psikologis, 3) Tantangan yang dihadapi ODHA, dan 4) Harapan terhadap program pendampingan. Kesimpulan: Pengalaman ODHA di Surakarta dalam program pendampingan memberikan gambaran lebih mendalam. Hal ini bisa digunakan sebagai acuan dalam perbaikan kualitas program pendampingan peer group selanjutnya.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget terhadap Status Gizi pada Siswa SMK Batik 2 Surakarta
Rosalia Tri Haryanti;
Tri Susilowati;
Irma Mustika Sari
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.511 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.897
Latar Belakang : Persentase gadget remaja SMA Kota Solo usia 14-19 tahun persentasenya sebesar 32%. Intensitas penggunaan gadget merupakan salah satu hal yang termasuk dalam faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi. Apabila semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka kecenderungan indeks massa tubuh semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena individu melakukan intensitas penggunaan gadget hanya dengan berdiri, duduk, atau berbaring sehingga terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar. Tujuan : Untuk mengetahui intensitas penggunaan gadget terhadap status gizi pada siswa SMK Batik 2 Surakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil : Hasil penelitian ini diperoleh dari 89 siswa dengan intensitas penggunaan gadget tinggi sebanyak 74 siswa (83,1%) dengan kategori status gizi normal sebanyak 52 siswa (58,4%). Hasil dari uji Spearman Rank Correlation di dapatkan hasil nilai p value sebesar value sebesar <0,05. Hal ini menunjukkan ada hubungan intensitas penggunaan gadgetterhadap status gizi pada siswa SMK Batik 2 Surakarta. Kesimpulan : Ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap status gizi pada siswa SMK Batik 2 Surakarta. Pihak keluarga maupun sekolah lebih memperhatikan anak dalam menggunakan gatget.
Pengaruh Terapi Hipnosis Lima Jari terhadap Penurunan Ansietas pada Mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Surakarta dalam Menghadapi Vaksin Booster
Exda Hanung Lidiana;
Fitria Eka Resti Wijayanti;
Krisnanda Aditya Pradana
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.539 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.932
Latar belakang: Ansietas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan psikosomatis pada klien sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran. Vaksin booster merupakan program pemerintah untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dalam pemberian vaksin masih banyak masyarakat yang takut akan gejala yang ditimbulkan setelah vaksin, hal ini juga dirasakan pada beberapa mahasiswa pada saat wawancara. Mayoritas takut terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Terapi hipnotis lima jari sendiri merupakan suatu terapi untuk membantu mengubah persepsi ansietas dengan menerima saran dalam keadaan rileks dengan menggerakan jari-jarinya sesuai perintah. Tujuan: Menganalisa Pengaruh Terapi Hipnosis Lima Jari Terhadap Penurunan Ansietas pada Mahasiswa Universitas '˜Aisyiyah Surakarta Dalam Menghadapi Vaksin Booster. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental design: one group pre test and post test design dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa terapi hipnosis lima jari. Jumlah sampel 107 responden. Penelitian pada bulan Maret-Mei 2022. Hasil: Hasil analisa uji Wilcoxon menunjukan nilai P value = 0,000 sehingga P value < 0,05 maka Ho di tolak dan Ha di terima bahwa terdapat pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan ansietas. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan ansietas pada mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Surakarta dalam menghadapi vaksin booster. Dalam praktik keperawatan dapat digunakan untuk menurunkan ansietas pasien. Untuk peneliti selanjutnya bisa mengembangkan terkait faktor timbulnya ansietas.
Hubungan Kepatuhan Protokol Kesehatan dengan Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Desa Masaran, Kabupaten Sragen
Adhe Septia Liestarina;
Dewi Kartika Sari
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.279 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.934
Latar Belakang: Jumlah kasus infeksi COVID-19 dari waktu ke waktu semakin meningkat sejak akhir tahun 2019. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. Akan tetapi jumlah kasus masih cukup tinggi per 1 Februari 2022, tercatat di Desa Masaran, Kabupaten Sragen mencapai 1295 kasus. Kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kepatuhan protokol kesehatan dengan pengendalian penyebaran COVID-19 Desa Masaran, Kabupaten Sragen. Metode: Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan metode kuantitatif yang bersifat analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil uji Spearman Rho didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < α (0,05) dan nilai koefisien kolerasi 0,643 sehingga ada hubungan kepatuhan protokol kesehatan dengan pengendalian penyebaran COVID-19 Desa Masaran, Kabupaten Sragen. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan terhadap protokol kesehatan dengan pengendalian COVID-19. Penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan dengan patuh akan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.
Intervensi Komplementer untuk Menurunkan Fatigue dan Meningkatkan Kualitas hidup Pasien Kanker : A Systematic Review
Anastasia Diah Larasati;
Irene Beatrix Noni
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.838
Latar Belakang: Kejadian Kanker di dunia terutama di Indonesia tetap berada pada angka kejadian yang tertinggi. Tahun 2018 diperkirakan ada 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker. Pengobatan kemoterapi ataupun radioterapi akan berakibat kepada fungsional baik secara psiksis maupun fisiologis. Secara psikis dan fisik akan muncul suatu gejala fatigue, yang dapat berakibat pada kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menemukan intervensi komplementer yang dapat bermanfaat dalam menurunkan tingkat Fatigue dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Metode: Pencarian data melalui databased CINAHL, MEDLINE, PubMed, Proquest, dan Science Direct databased. Semua pencarian dilakukan dengan artikel-artikel lengkap dengan abstrak, penelitian kuantitatif baik secara RCT maupun Quasy Experimental, dan pemilihan artikel berbahasa Inggris dan Indonesia dari tahun 2017 hingga 2022. Semua artikel dengan desain RCT dianalisa menggunakan penilaian kualitas CASP  dan jenis artikel dengan desain Quasy Experimental menggunakan penialaian kualitas JBI. Hasil: Intervensi yang ditemukan antara lain penerapan progressive muscle relaxation, dan dance dengan durasi 30-60 menit selama 2 sampai 3 kali seminggu. terapi massage antara lain back massage dan effleurage massage dimana dapat diaplikasikan selama 20-30 menit selama 2 sampai 3 kali seminggu, apabila dilakukan setiap hari juga akan memberikan efek yang lebih baik, dan intervensi terapi musik dengan mendengarkan 15-30 menit. Kesimpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation, dance, terapi masase dan terapi musik dapat dilakukan di unit kemoterapi untuk memperbaiki tingkat fatigue dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gaya Manajemen Konflik Perawat Manajer di Rumah Sakit: Implikasi Manajemen Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19
Tomy Suganda;
Kholis Khoirul Huda;
Romy Suwahyu;
Nurul Septiani
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.878
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sebagian besar dunia mulai berpikir secara berbeda. Tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19, bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada keselamatan pasien, keselamatan staf dan berpotensi dapat menyebabkan konflik-konflik terjadi. Artikel ini, menggambarkan gaya manajemen konflik perawat manajer di rumah sakit sebagai implikasi manajemen keperawatan di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA, melalui database perpustakaan digital yang terhubung dengan berbagai laman publikasi ilmiah melalui kata kunci seperti "manajemen konflik" "gaya manajemen konflik","COVID-19",serta“konflik perawat”. Kriteria kelayakan menggunakan berbagai jenis metode penelitian termasuk metode kuantitatif, kualitatif dan review yang menggambarkan gaya manajemen konflik manajer keperawatan dalam penyelesaian konflik. Hasil: gaya manajemen konflik yang paling dominan digunakan adalah gaya manajemen konflik kompromi, menghindar dan integrasi dengan masing-masing yaitu 23,8%, diikuti oleh kolaborasi 20,6% serta akomodasi dan kompetisi masing-masing 0,04%. Kesimpulan: Implikasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19 adalah analisa situasi konflik melalui faktor yang mempengaruhi, komunikasi, kolaborasi, dan kordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan sebelum menentukan gaya manajemen konflik yang akan digunakan.
Hubungan Peran dan Pengalaman Ibu terhadap Kesiapan Toilet Training pada Anak Usia 3 Tahun
Sri Hartutik;
Sherly Lestarika;
Wahyu Purwaningsih
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v3i1.879
Latar Belakang: Masa toddler berkisar dari usia 12 sampai 36 bulan pada masa ini toddler belajar berjalan tanpa dibantu sampai berlari. Salah satu tugas masa toddler adalah toilet training. Kontrol volunter sfingter anal dan uretra yang berfungsi untuk mengontrol rasa ingin defekasi dan rasa ingin berkemih mulai berkembang kira-kira setelah anak berjalan, antara usia 18 dan 24 bulan. Kesiapan pada anak untuk melakukan toilet training, pengetahuan orang tua mengenai toilet training, dan pelaksanaan toileting yang baik dan benar pada anak, merupakan suatu domain penting yang perlu orang tua ketahui. Domain tersebut dapat meningkatkan kemampuan toilet training pada anak usia toddler (1-3 tahun). Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Metode: metode kuantitaif analitik menggunakan rancangan Cross Sectional, pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi square Hasil: Hasil bivariat membuktikan bahwa ada hubungan peran ibu terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun di Kelompok Bermain Kecamatan Grogol sebesar (p-value) 0,001Â dan hubungan pengalaman ibu dengan jumlah anak terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun sebesar (p-value) 0,002 Kesimpulan: Ada hubungan peran dan pengalaman ibu dengan jumlah anak terhadap kesiapan toilet training pada anak usia 3 tahun di Kelompok Bermain Kecamatan Grogol.