cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No 28 (1999)" : 9 Documents clear
PEMIMPIN MASA DEPAN (SEBUAH TAWARAN TEOLOGIS) Faridi, A
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3373.526 KB)

Abstract

Dalam membangun masa depan yang lebih baik, kepemimpinan rasional menjadi sesuatu yang tak terbantahkan  harus diwujudkan, tidak melulu kharisma. Alasannya, agar segala sesuatu  yang dilakukan apakah secara akal sehat memang dikehendaki, sesuai keinginan dan kemampuan , mendasar diri pada keadilan rakyatnya atau tidak. Melakukan i?tibar kepada Nabi Muhammad saw. Salah satu tawaran teologis yang tak bisa dihindari. Beliau mengajarkan tanggung jawab dan sikap demokrasi sebagai pemimpin sebelum menerapkan kebijakan/keputusan pada umatnya seperti yang bisa dikaji dalam peristiwa Isra? Mi?raj tentang pengurangan jumlah rakaat Salat.
MENIMBANG KEMBALI ARAH EKONOMI DI INDONESIA : GAGAL ATAU SALAH ? Syaifullah, Yunan
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.141 KB)

Abstract

Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan belum ditemukan solusi cepat menimbulkan implikasi yang semakin rumit. Krisis tersebut semakin menjadi gejala latenisasi di segala bidang. Hal demikian terbukti dengan adanya fenomena kerusuhan dan konflik horizontal yang mengganggu keseimbangan sektoral dan integrasi. Tulisan ini mengekplorisasi apakah ekonomi Indonesia itu salah,gagal atau digagalkan ?
HIGH POLITIES SEBAGAI KERANGKA MORAL PEMIKIRAN POLITIK MUHAMMADIYAH Adam, Auri
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3719.473 KB)

Abstract

Tak Dalam Muhammadiyah konsep high politic bisa diterjemahkan menjadi dua macam ciri yakni sekularisme konsep yang diaplikasikan di luar struktur kekuasaan dan ciri modernisme sebagai konsep yang diaplikasikan dalam struktur kekuasaan. Meskipun sama-sama bertujuan baik dan mempunyai persamaan, namun ia juga menyimpan masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Lalu high politic mana yang bergerak dalam kawasan moral ? 
PROFESIONALISME APARATUR PEMERINTAH (MENYONGSONG INDONESIA BARU) Anwar, M Khoirul
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2764.386 KB)

Abstract

Profesionalisme harus menjadi acuan utama dalam pemerintahan jika kita ingin mengadakan perubahan mendasar problem krusial bangsa. Ia menjadi tuntutan pada era manajemen modern dewasa ini. Sebab jika tidak pemberdayaan yang dilakukan tidak akan mendorong kemandirian masyarakat, pelayanan tidak membuahkan keadilan masyarakat dan pembangunan tidak menciptakan kemakmuran pada rakyat.
KEPEMIMPINAN POLITIK : ISU MORALITAS DAN KAPABILITAS REZIM PEMERINTAHAN Faturahman, Deden
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4452.461 KB)

Abstract

Pemimpin politik seharusnya berperan sebagai pelindung dan penguasa di hadapan rakyatnya. Tetapi hal demikian sulit diwujudkan manakala pola kepemimpinan masih dibelenggu oleh dominasi elit/small grup, seperti yang terjadi di Indonesia dalam kepemimpinan rezim pemerintah. Hal demikian tumbuh karena secra umum di Indonesia faktanya masih diwarnai budaya patrimonal dan feodal. Maka pola ini hanya akan melahirkan hubungan state-society yang hierarkis dan top down dengan power, otoritas dan produk kebijakan dimonopoli dan diterjamahkan oleh elit politik dengan mengingkari hak rakyatnya.
AGAMA SEBAGAI JALAN DEMOKRATISASI (TELAAH ATAS KAIDAH DEMOKRASI KUNTOWIJOYO) Suyoto, Suyoto
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1762.487 KB)

Abstract

Bagi Kuntowijoyo, demokrasi adalah keseimbangan antara pementingan idividu dan msayarakat . Sedangkan rasionalisme tidak diakui karena menolak wilayah Tuhan. Sementara demokrasi tidak boleh melampaui hak Tuhan. Namun, demokrasi memberikan kewenangan cukup pada manusia untuk mengelola kehidupan. Ini sangat berbeda dengan pemikir lain (seperti Maududi atau Ebenstein). Perspektif inilah yang melekat pada diri Kuntowijoyo sehingga disebut memiliki paham teodemokrasi.
MENGHARAP KELOMPOK PROFESIONAL INDONESIA BARU DARI PENDUKUNG BAHASA MELAYU REVOLUSIONER Mujianto, Gigit
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3635.135 KB)

Abstract

Tahap yang paling kritis sesudah hilangnya etos revolusioner pada diri Bahasa Indonesia adalah tahap yang akhir-akhir ini menuntut dimulainya pendekatan-pendekatan yang lebih manusiawi dan berkesetaraan dalam pembangunan bangsa. Tuntutan ini mengisyaratkan terbukanya kemungkinan yang seluas-luasnya bagi peningkatan kualitas manusia sebagai sumber keberdayaan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan penghargaan martabat manusia yang memiliki hak untuk berpendapat.Dalam situasi ini muncul para perantara yang oleh Wignjosoebroto disebut sebagai kaum profesional yang memiliki keahlian dan kewibawaan moral yang berpengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa, dan bernegara sebagai perawat moral masyarakat yang mengontrol ranah sosial. Mereka ?Menerjemahkan? bahasa eksklusif kepada masyarakat ramai dengan bahasa yang polos dan tidak bertopeng, sehingga mampu menjadi jembatan antara berbagai sub-komunitas.
PENGEMBANGAN MORAL DAN BUDI PEKERTI (DIMENSI PENDIDIKAN YANG TERABAIKAN) Poerwanti, Endang
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3785.09 KB)

Abstract

Titik tekan hanya pada paradigma pendidikan Cognitive Wholistic, menyebabkan proses dan pelaksanaan pendidikan lebih mengutamakan pengembangan intelektual dan pemikiran rasional. Sehingga, semua upaya dan model pendidikan dikembangkan untuk pengembangan kecerdasan intelektual. Meskipun maksudnya baik, namun dimensi moral dan budi pekerti sering diabaikan dan terpinggirkan. Maka berbagai perilaku menyimpang (devian) muncul antara lain kurangnya sikap hormat pada orang tua, meningkatnya perilaku agresi dan berbagai perilaku negatif lain karena kurangnya faktor pengendalian diri.
URGENSI MORALITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA (TELAAH KRITIS DAN NORMATIF TERHADAP BERKEMBANGNYA SIFAT PRAGMATISME DAN OPORTUNISTIK) Zuriah, Nurul
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2837.739 KB)

Abstract

Masalah krisis moral yang terjadi dalam dunia pendidikan, secara tidak langsung berkait dengan banyak hal dan aspek bidang. Bahkan krisis apa pun biasanya berhulu pada masalah pendiduikan. Maka penanganan krisis moral pendidikan yang mengembangkan sifat pragmatisme dan oportunistik harus dimulai dari dunia pendidikan. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah pendidikan humaniora yang bisa memperkaya dan membantu kepribadian manusia ke arah kearifan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9