cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "No 42 (2009)" : 23 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMERINTAHAN NAGARI DALAM MENYUSUN PERATURAN NAGARI (LEGAL DRAFTING) DI KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT , Zayadi Zainuddin, Husni Mubarok Siregar , Dewi Puspita
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.136 KB)

Abstract

Dalam menyikapi momentum Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah Sumatera Barat melalui Perda No. 09 Tahun 2000 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari, telah menyelaraskannya dalam bentuk "Kembali pada system Pemerintahan Nagari". Sesuai dengan Perda tersebut pada pasal 1 G, nagari sebagai pemerintahan terendah berhak menyelenggarakan system pemerintahannnya sendiri. Akan tetapi, pemberlakuan sistem pemerintahan nagari yang relatif baru (2 tahun) tentu menyebabkan terjadinya perombakan aparatur pemerintahan, dan rata-rata mereka adalah orang baru di bidang pemerintahan. Otomatis pengalaman aparatur pemerintahan nagari kurang memadai. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa resisitensi pemerintahan nagari yang berjalan selama 2 tahun lemah, ditandai dengan tidak dilengkapinya nagari dengan peraturan nagari (Pernag). Fenomena ini terjadi di Nagari Baringin di Kabupaten Tanah Datar. Padahal, pemerintahan yang bisa menampung kebutuhan (need assesment) masyarakat, adalah pemerintahan legal/formal. Wujud dari kemutlakan pemerintahan yang legal/formal tersebut adalah dengan adanya undang-undang/Pernag yang mau tidak mau harus dimiliki oleh pemerintahan nagari Baringin. Berangkat dari permasalahan diatas, tim PKM mengadakan pengabdian masyarakat di nagari tersebut dengan harapan pemerintahan Nagari Baringin mampu melahirkan produk hukum yang bias mengikat semua masyarakat. Dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat, Tim PKMM menggunakan metode Androgogi sebagai bentuk pembelajaran bagi orang-orang dewasa. Hasil dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah: Pertama, adanya peningkatan pemahaman masyarakat khususnya Badan Perwakilan Rakyat Nagari (BPRN) terhadap system penyelenggaraan pemerintah dan menyadari betapa perlunya peraturan nagari dalam mendukung setiap program pemerintahan nagari. Kedua, aparatur pemerintahan nagari termotivasi untuk membangun nagarinya kembali bahkan Wali Nagari Baringin bersama-sama dengan aparatur lainnyanya (Pionir) akan membentuk Assosiasi Wali Nagari Se-Kabupaten Tanah Datar (AWN Kab. Tanah Datar). Ketiga, Pemerintahan Nagari Baringin sudah merancang beberapa peraturan nagari seperti Pernag Anggaran Belanja dan Pendapatan Nagari (APBN), Pernag Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Peraturan Nagari Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban. Dengan adanya Pernag sebagai produk hukum nagari dan sikap kritis masyarakat tentang pelaksanaan pemerintahan nagari, inilah sebagai buffer kemapanan penyelenggaraan pemerintahan nagari.
PERSPEKTIF KEPERAWATAN TRANS-BUDAYA: BUDAYA TRADISIONAL MASYARAKAT DAN PERAWAT TERHADAP PENYAKIT KUSTA DENGAN PENDEKATAN MODEL KEPERAWATAN TRANSKULTURAL DI KABUPATEN TUBAN Prasetyo, Yoyok Bekti
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17786.847 KB)

Abstract

Professional nursing practices often experience constraint in giving service caused by cultural disparity between modern and traditional cultures. It causes less optimal services to the clients. Ignoring the existing culture will result on certain behaviors such as not taking care, accepting, and understanding clients' cultural background in expressing their feelings. Thus, it sometimes results conflict so that it will decrease nursing service quality. Moreover, from various health problems in Indonesia, leprosy generates various complex problems not only from medical but also from patients' mental and social aspects. Furthermore, there is still a stigma in society that leprosy is shameful contagion disease. So, this disease sufferer is isolated from local community. Some nurses are even suffering from phobia of the disease. Therefore, in order to neutralize negative stigma on the disease and even the nurses themselves, trans-cultural model theory approach can be used to unite traditional local cultural disparity and professional health system.
PELATIHAN PEMBAHARUAN DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN DENGAN CARA MENGAJAR MELAKUKAN KETERAMPILAN PROSES BAGI GURU-GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI DAERAH BANJARNEGARA dkk, Moch Fuadi Aziz
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.016 KB)

Abstract

Bentuk pelatihan pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran dengan cara mengajar melalui keterampilan proses bagi guru-guru Penjas Sekolah Dasar di daerah Banjarnegara merupakan perwujudan dari kegiatan PKM PKMM - FIK UNY Tahun 2006. Tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan kualitas proses belajar mengajar guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktek lapangan. Sasarannya adalah guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di daerah Banjarnegara. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu menerapkan kedalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Jasmani. Berdasarkan pengamatan dan evaluasi, hasil dan pengabdian ini cukup memuaskan. Hal ini dapat dibuktikan dengan semangat dan jumlah peserta. Penulis adalah mahasiswa PGSD PENJAS, Universitas Negeri Yogyakarta
MENEGUHKAN IDENTITAS BUDAYA NASIONAL Widodo, Joko
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.912 KB)

Abstract

Gonjang-ganjing  dan saling klaim budaya antara Indonesia dengan Malaysia telah reda. Hal itu tidak berarti untuk seterusnya. Ledakan-ledakan kemarahan dan emosional masih berpotensi muncul setiap saat. Konsekuensi sebagai bangsa serumpun, bertetangga dekat,  dan perbedaan-perbedaan yang ada mulai  terlihat dan terasa. Khususnya, perbedaan yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
UPAYA PELESTARIAN SALAK GULA PASIR MELALUI PELATIHAN DAN PEMBINAAN PETANI DENGAN TEKNIK PENCANGKOKAN DI DESA SIBETAN Ni Made Ari Trisnawati, Ni Nyoman Sarmiati Ni Wayan Suparmi
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.6 KB)

Abstract

Desa Sibetan merupakan sentra pertanian salak yang terkenal di Bali. Salak Bali terkenal karena rasanya yang enak dan khas. Diantara salak Bali terdapat jenis lain yaitu salak Gula Pasir (Zalacca Var. Amboinensis) yang jumlahnya masih sedikit dibandingkan dengan salak Bali lainnya, sehingga Salak Gula Pasir memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Salak Gula Pasir merupakan varietas yang spesifik yang mempunyai keunggulan dengan daging buah yang tebal, berwarna putih dengan rasa manis yang segar tanpa rasa sepet walaupun buah dalam keadaan masih muda. Terbatasnya populasi Salak Gula Pasir disebabkan karena lamanya waktu untuk mengembangbiakkan tanaman tersebut. Pengembangbiakkan melalui biji memerlukan waktu kurang lebih lima sampai enam tahun dari penyemaian sampai menghasilkan. Untuk itu dikembangkan suatu teknik pencangkokan yang hanya memerlukan waktu kurang lebih dua setengah sampai tigat tahun dari mulai pencangkokan sampai menghasilkan. Sosialisasi teknik pencangkokan ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu pembinaan dan pelatihan tentang cara pencangkokan kepada petani Salak Gula Pasir. Pelatihan dan pembinaan ini dilaksanakan di Dusun Karanganyar Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali. Kelebihan teknik pencangkokan ini adalah dapat menghasilkan individu baru yang memiliki sifatsifat yang sama dengan pohon induknya. Jadi sebelum melakukan pencangkokan hendaknya memilih pohon induk yang memiliki kualitas buah yang baik. Kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada petani dalam mengembangbiakkan Salak Gula Pasir. Dengan demikian teknik pencangkokan merupakan salah satu alternative sebagai upaya pelestarian Salak Gula Pasir baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penulis adalah mahasiswa Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja
TANTANGAN BUDAYA NASIONAL DI ERA GLOBALISASI Saiman, Saiman
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.48 KB)

Abstract

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-no-proof:yes;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Cultures are potential element which is able to support national strength in a nation. Thus, they have to be managed so that they will give maximal benefits for both the people and the state. In this globalization era, state must anticipate the world actions especially on increasing science and technology. Furthermore, sometimes globalization brings negative impact. Thus, a nation should preserve its own culture. Moreover, internet is one of science and technology product which is its usage can badly affect the youth. It is because they are still hunger of information, trying to search their lives meaning and identities. Besides, they are also still going after aspirations for their future. Therefore, both the state and local government joining with another various level of institutions should protect national cultures in order not to be claimed by another country.
PENERAPAN SISTEM PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN DENGAN POLA DESA MITRA , Arnol P Nainggolan, Hawayati, Annisa , Yuli Novitasari, Anjar Kosasih
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.576 KB)

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam menopang kehidupan manusia yang sangat bergantung pada faktor teknis dan lingkungan. Selama bertahuntahun sistem pertanian yang ada selalu mengandalkan penggunaan input kimiawi yang berbahaya untuk meningkatkan hasil atau produksi pertanian. Hal ini menuntut adanya penerapan teknologi yang dapat mengoptimalkan hasil tanpa menimbulkan degradasi pada lingkungan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penerapan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan . Agar teknologi yang diterapkan dapat diaplikasikan dilingkungan petani maka perlu adanya metode yang tepat untuk mengkomunikasikan teknologi ini terhadap petani. Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu bentuk transfer informasi teknologi dari akademisi terhadap petani. Petani diharapkan akan memperoleh informasi tentang teknik budidaya yang baik dan berorientasi pada kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini akan terjadi hubungan interpersonal yang baik sehingga arus informasi lebih lancar. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa bersama kelompok tani Makmur Jaya di Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru Jambi dengan luas lahan sampel 200 m2. Mahasiswa berperan untuk memberikan konsep tentang pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan sedangkan petani yang menjalankan konsep tersebut dilahan pertanian mereka sesuai dengan komoditas yuang biasa ditanam.. Teknik-teknik yang dikembangkan oleh petani yang sesuai dengan prinsip sistim pertanian ramah lingkungan tetap diterapkan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya respon yang positif dari petani terhadap teknologi yang diberikan. Selain itu terjadi peningkatan keragaman dan populasi hayati dilingkungan lahan pertanaman yang sangat penting artinya bagi daur alami bahan organik dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara alami. Produk pertanian yang dihasilkan memiliki citarasa yang lebih enak.   Penulis adalah mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Jambi
PETA BARU IDEOLOGI PARTAI POLITIK INDONESIA Nurjaman, Asep
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.128 KB)

Abstract

Political parties, although they have been existed for periods of time, they do not still develop yet because there is no material-based social structure. Thus, when they came to reformation era, political parties still needed symbols as medium to lead people in structuring action system and ways in interpreting political reality so that it will be fit to the party's interest. I this context, ideology become very important in building relationship between party and the people. Therefore, dynamics and political affiliation which is more on party and people are still determined by both cultural equality and divergence in certain groups of people.
PELATIHAN MEMBUAT RAGAM HIAS KERAJINAN KERAMIK DI DESA SANDI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN TAKALAR Supriadi, R, A. Syamsul Asti, Andi Fajar Asti
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.112 KB)

Abstract

Keramik adalah salah satu kerajinan tangan yang sampai saat ini masih digeluti oleh masyarakat di desa Sandi di kecamatan pattallasang. Hal ini disebabkan karena di daerah tersebut memiliki cukup banyak bahan baku tanah liat serta bahan lainnya yang pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan keramik. Sebenarnya pemanfaatan bahan baku kerajinan keramik di daerah tersebut telah dilakukan sejak dahulu namun ditemukan masalah pada jenis motif atau ragam hias yang digunakan pada keramik tersebut. Ragam hias yang dihasilkan terkesan monoton, kurang kreatif dan tidak memberi nilai-nilai filosofis. Kondisi ini sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Supaya ragam hias yang digunakan lebih produktif dan kurangnya pengetahuan, keterampilan dan kurangnya sosialisasi jenis ragam hias dikalangan pengrajin dan masyarakat lokal maka dilaksanakan "pelatihan membuat ragam hias kerajinan keramik di desa sandi kecamatan pattalassang kabupaten takalar". Pelatihan ini bertujuan: 1) Untuk meningkatkan pengetahuan para pengrajin keramik di desa Sandi kecamatan Pattallasang kabupaten Takalar dalam hal motif hias kerajinan keramik yang diproduksi. 2) Untuk meningkatkan keterampilan para pengrajin keramik di desa Sandi kecamatan Pattallasang kabupaten Takalar dalam menghiasi keramik yang diproduksi dengan motif-motif terbaru dan bermakna. 3) Untuk memperkenalkan kesejahteraan dan pendapatan para pengrajin keramik di desa Sandi kecamatan Pattallasang Kabupaten Takalar setelah desain motif hias ini diterapkan. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Partisipatori yang dimulai dari pra-observasi, penyuluhan, aplikasi teori yang pada akhirnya dilakukan observasi ulang/Follow Up. Hasil yang dicapai adalah tenciptanya pengrajin keramik di desa Sandi kecamatan Pattallasang kabupaten Takalar yang mempunyai wawasan dan keterampilan mendesain motif hias kerajinan keramik yang bernilai tinggi.  Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Makassar
MENGUSUNG KEMBALI KHAZANAH IDENTITAS BUDAYA BANGSA Husamah, Husamah
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.848 KB)

Abstract

Indonesians are actually representation of rich nation because they have many cultures with various diversities. On the other hand, the fact is that there are so many cultures have lost, entirely disappeared, or stolen by others. It is because we are remiss to behave properly on the cultures and carry out them. Therefore, it needs institutional approach in the form of government?s concrete steps and reinforcement on education?s role.

Page 2 of 3 | Total Record : 23