cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
KEKUASAAN DAN MORALITAS *SEBUAH PENGANTAR KEARAH PEMAHAMAN ORGANISASI Rumijati, Aniek
Jurnal Bestari No 32 (2001)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2267.834 KB)

Abstract

The power and morality is to be a pairs in the human civilization, and illustrate the culture,, social system of the society. Power and authority needs legitimation support to applicate due to the its basic orientation thet power / and authority talking about controls a man to the others. The power is the way of thinking and the way of doing. However, the power or authority needs ecological sound, specially in orientation of morality. In relation to motivication and morality in the social ecosystem, there is the looser and the winner, at once. Then , it could be arise the prey and predator of power of authority. The rule of conduct is one ofinterested motive to assess in discussion about power of authority.
MEMBELA NIKMAT YANG DIBERIKAN DEMOKRASI Natsir, M
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.906 KB)

Abstract

Demokrasi merupakan suatu nikmat yang harus ditebus dengan perjuangan yang berat. Sebab bukan karunia yang dengan sendirinya sudah terjamin kehidupan sambil berpangku tangan. Ia tidak datang terhidang di atas talam emas, dan dia harus terbuka dengan pengorbanan (dibela, dilindungi, disuburkan, dan diperjaungkan).
KOMPETENSI MENGAJAR DOSEN PTS JAWA TIMUR Utomo, Dwi Priyo; Rofieq, Ainur
Jurnal Bestari No 14 (1993)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2065.194 KB)

Abstract

Theoretically, additional education can improve lecturer's competence in teaching. Research, however, concluded that there was not any significant difference between teaching competence and lecturer's level education. The fact above has two possiblities i.e. first, the lecturers who studied in magister program might not be relevant to their educational background (scholar of S1). Second, for those who studied in magister program might have had some teaching experience before. Dwi Priyo Utomo and Ainur Rofieq summerize Endang Purwanti's research entitled "Tingkat Kompetensi Mengajar Dosen PTS di Jawa Timur (1982)".
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI RAKYAT Kartasasmita, Ginandjar
Jurnal Bestari No 20 (1995)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2738.911 KB)

Abstract

Konsep ekonomi rakyat atau ekonomi umat ternyata muncul sebagai akibat adanya kesenjangan social ekonomi itu memunculkan suatu reaksi dari masyarakat kalangan bawah untuk bisa berperan lebih banyak sebagai pelaku ekonomi. Nah, disinilah muncul suatu pendekatan untuk meningkatkan perekonomian rakyat, yaitu pemberdayaan masyarakat. Menurut Ginandjar Kartasasmita pemberdayaan masyarakat adalah unsur yang memungkinkan masyarakat bertahan dan mengembangkan diri mencapai kemajuan. Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas ini juga menawarkan konsep ketahanan ekonomi nasional untuk pembangunan ekonomi negara.
PROBLEMA PENGEMBANGAN IPTEK DI INDONESIA Thohari, Thohari
Jurnal Bestari No 8 (1991)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2522.347 KB)

Abstract

The Development of science and technology is the most crucial problems to develop Indonesia. This, However, will not sail away to the "ideal end" unless Indonesian people develop their skill and capacity. Most of modern countries are alwaysconsist of skillfull people characterized by : creativity, dynamic, effectiveness, efficiency and productivity. The development of indonesia hereby depends on it's human resources.
PELUANG ABRIBISNIS PADA PJPT II Ibrahim, Jabal Tarik
Jurnal Bestari No 15 (1993)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2542.952 KB)

Abstract

To solve the problems existing, the way of thinking on agriculture sector has to apply agribusiness approach. It is a system which consists of several subsystems, and one of the maincomponents is farming. The farming has interrelated to the subsystem of industry. As a result, farming is as the central core of agribusiness containing farmers, breeders, and fishermen. They act as the prime producer in agribusiness.
UPAYA PELESTARIAN SALAK GULA PASIR MELALUI PELATIHAN DAN PEMBINAAN PETANI DENGAN TEKNIK PENCANGKOKAN DI DESA SIBETAN Ni Made Ari Trisnawati, Ni Nyoman Sarmiati Ni Wayan Suparmi
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.6 KB)

Abstract

Desa Sibetan merupakan sentra pertanian salak yang terkenal di Bali. Salak Bali terkenal karena rasanya yang enak dan khas. Diantara salak Bali terdapat jenis lain yaitu salak Gula Pasir (Zalacca Var. Amboinensis) yang jumlahnya masih sedikit dibandingkan dengan salak Bali lainnya, sehingga Salak Gula Pasir memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Salak Gula Pasir merupakan varietas yang spesifik yang mempunyai keunggulan dengan daging buah yang tebal, berwarna putih dengan rasa manis yang segar tanpa rasa sepet walaupun buah dalam keadaan masih muda. Terbatasnya populasi Salak Gula Pasir disebabkan karena lamanya waktu untuk mengembangbiakkan tanaman tersebut. Pengembangbiakkan melalui biji memerlukan waktu kurang lebih lima sampai enam tahun dari penyemaian sampai menghasilkan. Untuk itu dikembangkan suatu teknik pencangkokan yang hanya memerlukan waktu kurang lebih dua setengah sampai tigat tahun dari mulai pencangkokan sampai menghasilkan. Sosialisasi teknik pencangkokan ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu pembinaan dan pelatihan tentang cara pencangkokan kepada petani Salak Gula Pasir. Pelatihan dan pembinaan ini dilaksanakan di Dusun Karanganyar Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali. Kelebihan teknik pencangkokan ini adalah dapat menghasilkan individu baru yang memiliki sifatsifat yang sama dengan pohon induknya. Jadi sebelum melakukan pencangkokan hendaknya memilih pohon induk yang memiliki kualitas buah yang baik. Kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada petani dalam mengembangbiakkan Salak Gula Pasir. Dengan demikian teknik pencangkokan merupakan salah satu alternative sebagai upaya pelestarian Salak Gula Pasir baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penulis adalah mahasiswa Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja
STRATEGI MENGATASI KERAWANAN DAN TANTANGAN PENGADAAN PANGAN Triwanto, Joko
Jurnal Bestari No 34 (2002)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3633.807 KB)

Abstract

Kerawanan pangan merupakan persepsi mengenai situasi atau kondisi hubungan antara manusia dengan kebutuhan terhadap pangan. Kekurangan pangan adalah karakteristik dari sekelompok orang dalam suatu masyarakat, wilayah atau negara yang tidak memiliki cukup makanan. Permasalahan kerawanan pangan pada situasi dimana jumlah pangan yang tersedia secara statistik agregat mencukupi kebutuhan pangan, tetapi distribusinya kurang baik, menuntut upaya pembangunan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk pembinaan kelembagaan. Upaya untuk mengatasi permasalahan dapat diambil tiga hal pokok yaitu: konsumsi, produksi atau pasokan yang menyangkut rangsangan output dan input sarana produksi maupun teknologi, dan distribusi produksi.
PROBLEM NILAI DAN MORALITAS DALAM MODERNISASI PEMBANGUNAN EKONOMI Purwadi, Agus
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5376.392 KB)

Abstract

Di masa Orde Lama, malaose di bidang ekonomi begitu menonjol dan mengundang berbagai kerawanan sosial-politik. Harapan baru dari penataan aspek pembangunan ekonomi yang dicanangkan oleh Orde Baru kemudian, tidak lain untuk mengatasi kelangkaan-kelangkaan sumber daya yang ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Asumsi yang melandasi harapan baru ini, tidak lain bahwa kemacetan pembangunan, sebagaimana pada masa Orde Lama adalah adanya kelangkaan modal. Untuk itu sangat beralasan bila kebijakan politik untuk pembangunan ekonomi, diarahkan pada aspek pertumbuhan. Mengikuti asumsi itu pula, ditegaskan bahwa dengan pertumbuhan ekomomi yang mantap, pembangunan di bidang politik, sosial, dan budaya akan tumbuh secara simultan mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional.Namun setidak-setidaknya semenjak satu setengah dasa warsa terakhir ini, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai (mendekati) tujuh persen, justru masalah sosial, politik, keadilan, dan pemerataan semakin manajam. Kesenjangan sosial pun semakin menunjukkan gejalanya yang jauh dari harapan dan asumsi di atas. Mengapa terjadi demikian ?. Tulisan berikut ini, sejauh mungkin berupaya menjelaskan kerangka paradigma-teoritik dari kebijakan pembangunan ekonomi di masa Orde Baru ini, serta beberapa implikasinya.
APLIKASI BIOTEKNOLOGI PADA KULTUR INVITRO MANGGA (MANGIFERA INDICA L.) Husen, Syarief
Jurnal Bestari No 31 (2001)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3330.63 KB)

Abstract

An applying biotechnology within mango culture in vitro is very useful to propagate mango micro plant, preserve germ-plasm, and improve plant genes through genetic engineering. The obstacle of mango culture in vitro has not been found an efficient method to produce mango plantlet, but somatic embryogenesis contribute to produce mango seed. To avoid browning and callus induction is the first most important step of mango somatic embryogenesis. The research findings indicates B-5 media within adding cinetin 1.2 and 3 mg/I produces embryogenesis and noduled callus compact is more than MS media with the same additional cinetin. Embryo somatic can induce in 13-5 media within the extra zeatin 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0