cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 165 Documents
Analisis Organoleptik dan Kimia Snack Bar Tepung Ubi Jalar Ungu dan Pisang Raja untuk Hipertensi: Organoleptic and Chemical Analysis of Purple Sweet Potato Flour and Raja Banana Snack Bar for Hypertension
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.385-397

Abstract

Hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Penanggulangan hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi melalui konsumsi makanan selingan yang tinggi serat (>6 g/100 g), aktivitas antioksidan, dan kalium (470 mg), salah satunya melalui snack bar tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja sebagai snack alternatif bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan mutu kimia (aktivitas antioksidan, kalium, dan serat pangan) snack bar tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja sebagai snack alternatif bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Variasi perlakuan didasarkan pada perbedaan proporsi tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja, dengan tepung terigu tetap sebanyak 25 g pada setiap perlakuan. Penilaian mutu fisik dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Medan, Lubuk Pakam, oleh 60 panelis agak terlatih, yaitu mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Ilmu Teknologi Pangan. Uji mutu kimia dilakukan di Laboratorium Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya. Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan jika berbeda nyata dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bar dengan penambahan tepung ubi jalar ungu 70 g, tepung pisang raja 30 g, dan tepung terigu 25 g memperoleh nilai rata-rata 4,34 (sangat suka) pada seluruh aspek organoleptik, dengan aktivitas antioksidan 231,806 ppm, kalium 0,330 mg, dan serat pangan total 6,097%.
Hubungan Kecemasan Sosial, Gangguan Makan, dan Penerimaan Diri terhadap Citra Tubuh pada Remaja Putri di SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma Jakarta: Relationship between Social Anxiety, Eating Disorders, and Self-Acceptance toward Body Image among Female High School Students at SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma, Jakarta
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.373-378

Abstract

Body image is an individual's psychological perception of their body shape, size, and appearance, which can affect self-esteem and is related to an individual's social evaluation, including emotional satisfaction and mental health, especially in adolescent girls. Factors such as social anxiety, eating disorders, and self-acceptance are thought to be related to the formation of body image. The purpose of this study is to investigate the relationship between social anxiety, eating disorders, and self-acceptance on body image in adolescent girls. The research design is quantitative corelasional with a cross-sectional approach. The sample consists of 73 adolescent girls aged 15–19 years selected through purposive sampling and analyzed using the chi-square test. The instruments used were the Social Anxiety Scale for Adolescents/SAS-A questionnaire, the Eating Attitudes Test/EAT-26 questionnaire, the self-acceptance questionnaire, and the MBSRQ-AS questionnaire. The results of respondent characteristics based on age categories showed that 70 respondents (95.9%) were in the mid-adolescent age group (15–17 years), while 3 respondents (4.1%) were in the late-adolescent age group (18–19 years). Statistical tests of the relationship between social anxiety (0.000), eating disorders (0.010), and self-acceptance (0.000) showed a significant association (p<0.05) with body image in adolescent girls. Conclusion: The higher the levels of social anxiety, abnormal eating disorders, and low self-acceptance, the more negative the body image perceived by female adolescents. These findings indicate the importance of psychosocial intervention and nutrition education to improve healthy body perception and prevent eating disorders among female adolescents.
Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, dan Obesitas Sentral terhadap Kadar Asam Urat pada Peserta Prolanis: Association Between Physical Activity, Body Mass Index, and Central Obesity with Uric Acid Levels Among Prolanis Participants
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.398-405

Abstract

Suatu kondisi metabolik umum yang sering dikaitkan dengan obesitas dan gaya hidup kurang gerak adalah hiperurisemia. Gangguan degeneratif seperti artritis gout, hipertensi, dan sindrom metabolik dikaitkan dengan kondisi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara kadar asam urat dengan aktivitas fisik, indeks massa tubuh (BMI), dan obesitas sentral pada peserta Program Manajemen Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Strategi pengambilan sampel lengkap digunakan untuk mengidentifikasi 42 individu untuk studi observasional potong lintang ini. Wawancara, pengukuran antropometri (lingkar pinggang dan BMI), kuesioner Skala Aktivitas Fisik untuk Lansia (PASE) untuk penilaian aktivitas fisik, dan teknik enzimatik Uricase-PAP untuk penentuan asam urat digunakan untuk mengumpulkan data. Uji Chi-square dan regresi logistik dengan ambang batas signifikansi p<0,05 digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan BMI tidak berkorelasi secara substansial dengan kadar asam urat, sedangkan obesitas sentral berkorelasi (p=0,043; OR=7,857). Kami menemukan bahwa faktor utama yang terkait dengan peningkatan kadar asam urat pada peserta Prolanis adalah obesitas sentral. Mengendalikan penumpukan lemak perut melalui olahraga teratur dan diet seimbang harus menjadi tujuan utama dari tindakan pencegahan.
Hubungan Body Image dengan Pengetahuan Gizi, Konsumsi Pangan, dan Status Gizi Mahasiswa PKU IPB: The Relationship Between Body Image and Nutritional Knowledge, Food Consumption, and Nutritional Status of IPB PKU Students
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.341-348

Abstract

Perhatian terhadap body image umumnya meningkat pada mahasiswa. Seseorang dengan body image negatif akan melakukan segala hal untuk mendapatkan berat badan yang menurutnya ideal, yang mengarah ke perubahan pengetahuan gizi, keragaman pangan, perilaku makan, dan status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan body image, pengetahuan gizi, konsumsi pangan (keragaman konsumsi pangan dan perilaku makan), dan status gizi mahasiswa PKU IPB University. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei sampai Oktober 2025. Hasil uji beda Mann-Whitney dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan skor body image (Z=-2,285; p=0,022) menurut asal daerah subjek. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara body image dengan restrained eating (r=0,713; p=0,001) maupun dengan status gizi subjek (r=0,556; p=0,001).
Analisis Pengetahuan, Sikap, Praktik, dan Kepatuhan Regulasi Label Pangan pada Pelaku UMKM di Kabupaten Bandung: Knowledge, Attitudes, Practices, and Compliance of Food MSMEs with Food Label Regulations in Bandung Regency
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.449-460

Abstract

Label pangan olahan adalah setiap keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan olahan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), karakteristik UMKM, pengetahuan, sikap, dan praktik pelaku UMKM di Kabupaten Bandung terhadap kepatuhan label pangan. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study dan melibatkan 50 pelaku UMKM pangan yang mengikuti pelatihan label pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada bulan Juli hingga Agustus 2025. Kepatuhan didefinisikan secara operasional menggunakan checklist terstruktur berdasarkan regulasi nasional pelabelan pangan, dengan kategori patuh (≥80% komponen label wajib terpenuhi) dan tidak patuh (<80%). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi label produk, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan koefisien korelasi (r) sebagai indikator ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pelaku UMKM, karakteristik usaha, pengetahuan, maupun sikap dengan kepatuhan pelabelan (p>0,05; r<0,20), yang mengindikasikan hubungan yang lemah. Sebaliknya, praktik pelabelan menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang terhadap kepatuhan (r=0,42; p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku implementatif dalam praktik memiliki peran yang lebih penting dibandingkan pengetahuan atau sikap semata dalam mencapai kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel yang relatif kecil serta hanya melibatkan UMKM yang telah mengikuti pelatihan, sehingga dapat membatasi validitas eksternal. Oleh karena itu, upaya kebijakan perlu difokuskan pada pendampingan teknis berkelanjutan, pelatihan berbasis praktik, serta sistem monitoring pasca-pelatihan guna meningkatkan kepatuhan pelabelan pangan secara berkelanjutan pada pelaku UMKM.