cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 140 Documents
Dampak Pendampingan Gizi Ibu terhadap Perubahan Pengetahuan Gizi dan Praktik Pemberian Makan Baduta: The Impact of Maternal Nutrition Education on Changes in Nutritional Knowledge and Feeding Practices for Children Under Two Years of Age Ekayanti, Ikeu; Nadzifatussya'diyah, Nadzifatussya'diyah; Marliyati, Sri Anna; Nurdiani, Reisi; Nasution, Zuraidah; Ekayanti , Ikeu
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.74-81

Abstract

This study aims to evaluate the impact of maternal education on nutritional knowledge and feeding practices of children under two years old. This research consisted of 70 subjects using pre-experimental techniques with a one group pre-test & post-test design. The location of this research is Sukadamai Village, Dramaga District, Bogor Regency in January-March 2024. Mothers' knowledge, attitudes and practices before and after the intervention increased for the better. There were significant differences in protein nutrients (p=0.033) and iron (0.002) while for other nutrients (energy, fat, carbohydrates, calcium and vitamin A) there were no significant differences before and after the intervention (p>0.05). The nutritional status of children under two years old based on the WAZ, HAZ dan WHZ indices before and after the intervention was given was mostly in the normal category. There were no significant differences for all WAZ, HAZ and WHZ indices before and after the intervention (p>0.05).
Peran Asupan, Status Gizi dan Komposisi Tubuh terhadap Daya Tahan Otot Atlet Silat Remaja di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta: The Role of Intake, Nutritional Status and Body Composition on Muscle Endurance of Adolescence Silat Athletes at the DKI Jakarta Student Sports Training Center Nurdiani, Reisi; Shabah, Zia Mu’tazzah; Aries, Muhammad; Nurdiani2, Reisi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.132-141

Abstract

Kebugaran jasmani perlu dimiliki oleh setiap atlet menyesuaikan dengan cabang olahraganya guna meningkatkan prestasi. Daya tahan otot merupakan salah satu komponen yang menunjang kebugaran jasmani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein, status gizi, status hidrasi, persentasi lemak tubuh dan massa otot terhadap daya tahan otot atlet pencak silat kategori tanding di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan model penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 12 orang. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam melihat hubungan antar variabel adalah uji Pearson dan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,113) dan protein (p=0,310), status gizi (p=0,736), status hidrasi (p=0,232), persentasi lemak tubuh (p=0,153) dan massa otot (p=0,095) terhadap daya tahan otot atlet pencak silat kategori tanding di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara asupan energi dan protein, status gizi, status hidrasi, persentase lemak tubuh, serta massa otot terhadap daya tahan otot atlet pencak silat kategori tanding. Meskipun demikian, upaya peningkatan daya tahan otot tetap perlu dilakukan melalui pemenuhan asupan gizi yang sesuai, pemantauan komposisi tubuh, latihan yang konsisten, dan menjaga hidrasi dengan baik.
Keterlibatan Ayah dalam Meningkatkan Gizi Anak: Tinjauan Sistematis: Fathers' Involvement in Improving Children's Nutrition: A Systematic Review Tanesab, Delto Loisandro; Farmawy, Muhammad
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.96-107

Abstract

Gizi anak masih menjadi tantangan utama di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa ayah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak, keterlibatan mereka dalam aspek gizi anak sering kali diabaikan. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk memahami berbagai bentuk keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan melakukan penelusuran artikel melalui basis data PubMed dan Scopus. Pemilihan studi menggunakan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome), dengan fokus pada partisipasi aktif ayah dalam praktik pemberian makan anak dibandingkan dengan ayah yang tidak terlibat, serta hasil yang berkaitan dengan asupan dan kualitas makanan anak. Sebanyak 12 studi memenuhi kriteria inklusi, mencakup berbagai konteks budaya dan geografis seperti Afrika, Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Bentuk keterlibatan ayah yang diidentifikasi meliputi membantu pemberian makanan pendamping ASI, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait makanan, memberikan dukungan emosional kepada ibu dan anak, serta menjadi panutan dalam kebiasaan makan sehat di rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif ayah berdampak positif terhadap asupan gizi anak, terutama dalam meningkatkan konsumsi makanan padat gizi seperti buah, sayur, dan makanan berprotein. Namun, masih terdapat hambatan seperti norma gender tradisional, kurangnya pengetahuan gizi, dan kendala sistemik yang membatasi keterlibatan ayah. Faktor yang mendukung keterlibatan ayah meliputi pendidikan gizi yang ditargetkan, pendekatan berbasis keluarga, serta pemanfaatan teknologi untuk penyebaran informasi. Tinjauan ini menekankan pentingnya melibatkan ayah dalam intervensi gizi anak. Melalui kebijakan yang inklusif dan strategi inovatif, keterlibatan ayah dapat ditingkatkan guna memperbaiki status gizi anak dan kesehatan keluarga secara keseluruhan.
Hubungan Body Image, Intensitas Penggunaan Media Sosial, Kualitas Diet, Aktivitas Fisik dan Status Gizi pada Remaja: Correlations of Body Image, Social Media Intensity, Diet Quality, Physical Activity, and Nutritional Status in Adolescents Rahman, Nazwa Aulia; Dina, Resa Ana
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.82-95

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis yang ditandai oleh perubahan biologis yang signifikan serta paparan luas terhadap standar tubuh ideal di media sosial, yang dapat mempengaruhi citra tubuh dan status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial, citra tubuh, kualitas diet, aktivitas fisik, dan status gizi pada remaja di SMAN 1 Bogor. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan 87 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung, wawancara terstruktur, dan kuesioner. Data persepsi body image diukur menggunakan Body Shape Questionnaire (BSQ), intensitas penggunaan media sosial diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), kualitas diet diukur menggunakan Diet Quality Index for Adolescent (DQI-A), dan aktivas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short-Form (IPAQ-SF). Sedangkan, data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% subjek termasuk dalam kategori pengguna media sosial berat, 60% memiliki citra tubuh positif, 41% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 70% memiliki status gizi yang baik. Skor rata-rata Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A) sebesar 40,7%, menunjukkan kualitas diet yang buruk. Analisis statistik menemukan hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan citra tubuh (p<0,05), serta antara citra tubuh dengan status gizi (p<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara citra tubuh dengan kualitas diet dan aktivitas fisik, maupun antara aktivitas fisik dan kualitas diet dengan status gizi (p>0,05). Hasil ini menekankan pentingnya intervensi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan perilaku kesehatan dan persepsi diri yang positif pada remaja.
Efek Penghambatan α-Glukosidase dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Archidendron pauciflorum) untuk Diabetes Tipe II: The α-glucocidase Inhibitory Effect of Jengkol (Archidendron pauciflorum) Fruit Peel Exract for Type II Diabetes Firdaus, Firdaus; Firadus, Firdaus; Dewi, Risti Kurnia; Priyulkif, Sherin
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.125-131

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah secara tidak normal. Minat terhadap pengembangan obat alternatif untuk diabetes mellitus tipe 2 semakin meningkat, terutama dalam mencari fitokimia yang dapat mencegah penyerapan glukosa. Penghambatan enzim α-glukosidase dalam usus dapat memperlambat pencernaan pati dan sukrosa. Secara empiris, rebusan kulit buah jengkol dipercaya dapat mengontrol kadar glukosa darah. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk memberikan bukti in vitro mengenai potensi penghambatan α-glukosidase dengan mengurangi aktivitasnya hingga 50%. Ekstrak etanol kulit buah jengkol diperoleh melalui proses maserasi serbuk tanaman menggunakan etanol 96%. Uji penghambatan dilakukan dengan membandingkan reaksi ekstrak dengan Akarbose. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam uji kinetik adalah konsentrasi yang mampu menghambat enzim hingga 50%. Kedua uji ini mengukur absorbansi menggunakan pembaca ELISA. Hasil IC50 diperoleh dari regresi linier antara absorbansi dan konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah jengkol dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 94,038 µg/ml, sedangkan IC50 standar (Glukobay) adalah 0,757 µg/ml. Studi ini mengindikasikan bahwa ekstrak Archidendron pauciflorum memiliki potensi yang baik sebagai kandidat antidiabetes, terutama untuk pengobatan diabetes mellitus tipe II.
Evaluasi Sensori dan Gizi Es Krim Berbasis Pisang Kepok–Porang sebagai Camilan Penderita Diabetes: Sensory and Nutritional Evaluation of Banana–Porang-Based Ice Cream as a Snack for Individuals with Diabetes Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.114-124

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kondisi kadar gula darah menjadi tinggi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Salah satu upaya dalam mengontrol kadar gula darah yaitu mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat. Es krim dengan bahan rendah gula dan rendah indeks glikemik seperti tepung pisang kapok, tepung porang, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif produk yang cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu sensori dan kandungan gizi dari produk es krim berbasis tepung pisang kepok dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 3 perlakuan dengan rasio F1 (90% tepung pisang kepok:10% tepung porang), F2 (80% tepung pisang kepok:20% tepung porang), dan F3 (70% tepung pisang kepok:30% tepung porang). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis proksimat, kadar gula dan serat pangan. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa, tekstur pada karakteristik es krim. Berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada rasa dan tekstur es krim. Formula terbaik yang dipilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2. Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa produk es krim memiliki kandungan energi 98 kkal per 100 g. Kandungan gula total 2,49% dan serat pangan 3,32%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan gula total pada formula terpilih belum memenuhi SNI Es Krim 01-3713-1995 dan syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes. Sementara itu, komponen serat pangan berada diatas syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes.
Kontribusi Konsumsi Pangan Hewani terhadap Prevalensi Stunting Anak 0-59 Bulan di Pulau Jawa dan Bali : Contribution of Animal Food Consumption to the Stunting Prevalences among Children 0-59 Months on the Java and Bali Islands Anggiruling, Dwikani Oklita; Randani, Aldiza Intan; Hijra, Hijra
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.108-113

Abstract

Stunting pada anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Pulau Jawa dan Bali. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kejadian stunting adalah konsumsi pangan hewani yang berperan dalam pemenuhan zat gizi esensial untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi konsumsi berbagai jenis pangan hewani terhadap prevalensi stunting pada anak usia 0–59 bulan di Pulau Jawa dan Bali. Penelitian menggunakan desain ekologis dengan data sekunder dari 122 kabupaten/kota di enam provinsi di Pula Jawa Bali yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Data prevalensi stunting yang digunakan berasal dari SSGI 2024 dan data konsumsi pangan hewani tahun 2021 berasal dari Badan Pangan Nasional yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Rata-rata prevalensi stunting di wilayah studi tergolong lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, namun masih dalam kategori masalah kesehatan masyarakat. Konsumsi protein hewani telah melampaui 100% AKP di seluruh provinsi, dengan konsumsi ikan sebagai yang tertinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa konsumsi daging unggas berkontribusi signifikan dalam menurunkan prevalensi stunting (β=-0,346;p≤0,05), sementara konsumsi ikan justru berasosiasi positif terhadap peningkatan stunting (β=0,168;p≤0,05). Hal ini diduga karena konsumsi ikan didominasi oleh produk ikan olahan atau diawetkan yang memiliki kualitas gizi rendah.
Efektivitas Pop-up Book Aplikatif sebagai Media Edukasi tentang Hipertensi pada Siswa SMP Islam Al-Mustarih Kota Bogor: The Effectiveness of Using an Applied Pop-up Book as an Educational Medium to Teach Students at Al-Mustarih Islamic Junior High School in Bogor City about Hypertension Ahmad, Azkiya Musfirah; Nurhidayati, Vieta Annisa
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.142-150

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dan telah menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan tingkat penerimaan media edukasi pop-up book aplikatif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi siswa SMP sebagai upaya preventif terhadap hipertensi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 64 siswa SMP Islam Al-Mustarih Kota Bogor. Intervensi dilakukan melalui ceramah dan penggunaan media pop-up book. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan gizi siswa setelah intervensi (p<0,001), dengan n-gain percent 67% yang dikategorikan cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi subjek. Selain itu, tingkat penerimaan siswa terhadap media sangat tinggi, yaitu sebesar 92,2%. Kesimpulannya, media pop-up book aplikatif efektif dan diterima dengan baik sebagai sarana edukasi gizi preventif terhadap hipertensi pada remaja.
Asupan Energi, Kebiasaan Olahraga dan Status Gizi pada Remaja di Inderalaya: Energy Intake, Exercise Habits, and Nutritional Status among Adolescent in Inderalaya Maulina Sari, Desri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.151-157

Abstract

Tahap pertumbuhan remaja merupakan suatu fase dalam kehidupan manusia yang perlu perhatian serius. Hal ini dikarenakan masa remaja banyak terjadi perubahan, mulai dari fisik, sosial dan emosional. Asupan energi yang cukup dan kebiasaan olahraga yang rutin menjadi kunci perubahan yang baik. Namun hal tersebut sering luput dari perhatian remaja. Inderalaya merupakan sebuah kecamatan yang terletak tidak jauh dari ibukota provinsi. Pengaruh modernisasi membuat remaja yang tinggal di wilayah tersebut ikut merasakan dampaknya, baik dari segi pola makan maupun aktivitas fisk. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara asupan energi, kebiasaan olahraga dengan status gizi pada remaja di Inderalaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan disain cross-sectional. Jumlah subjek yang terlibat sebanyak 110 orang. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Inderalaya. Data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan software statistik SPSS vers.25 dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia subjek berada pada rentang 12 hingga 15 tahun. Subjek dengan jenis kelamin laki-laki (51,8%) terpilih sedikit lebih banyak dibandingkan subjek dengan jenis kelamin perempuan (48,2%). Asupan energi subjek sebagian besar termasuk defisit, sedangkan kebiasaan olahraga subjek termasuk kurang aktif. Status gizi subjek meskipun didominasi oleh status gizi normal (51,8%), namun proporsi gizi lebih juga memiliki persentase yang cukup tinggi (45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan energi, kebiasaan olahraga dengan status gizi (p>0,05). Perlunya melibatkan variabel lain di masa mendatang untuk melihat determinan status gizi pada remaja. Saran penelitian ini, meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan, subjek tetap perlu meluangkan waktu melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi agar terhindar dari defisiensi zat gizi.
Jus Buah Naga-Semangka Meningkatkan VO2max, Pemulihan Denyut Nadi, dan Menurunkan Jumlah Leukosit pada Atlet Sepakbola: Dragon Fruit-Watermelon Juice Increases Maximal Oxygen Uptake and Heart Rate Recovery and Reduces Leukocyte Count in Football Athletes Ula, Mutammimul; Riyadi, Hadi; Setiawan, Budi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.158-167

Abstract

Latihan yang berat serta asupan zat gizi yang kurang optimal dapat memberikan stress fisik pada tubuh atlet sepakbola, hal ini dapat meningkatkan risiko cedera dan gangguan kesehatan. Kandungan zat gizi buah semangka merah dan buah naga merah seperti elektrolit, sitrulin maupun antioksidan diyakini memiliki efek ergogenik dalam membantu meningkatkan daya tahan otot, proses pemulihan maupun mencegah terjadinya stress oksidatif pada atlet. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh jus kombinasi buah semangka merah dan buah naga merah terhadap VO2max, jumlah leukosit dan pemulihan denyut nadi atlet sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental dengan rancangan non-randomized with control group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah atlet sepakbola SMA Negeri Olahraga Tadulako yang berjumlah 23 orang dengan jenis intervensi berupa pemberian jus segam selama 14 hari. Teknik pengumpulan data VO2max menggunakan metode beep test, jumlah leukosit menggunakan hematology analyzer dan denyut nadi pemulihan menggunakan tensimeter digital dengan tiga waktu pengukuran yakni menit ke-1, menit ke-3, dan menit ke-5. Analisis data menggunakan uji beda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan nilai VO2max antar kelompok dengan peningkatan yang dialami oleh subjek kelompok SG (p-value=0.002). Jumlah leukosit subjek pada kedua kelompok mengalami penurunan setelah intervensi dilakukan, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (p-value=0.878). Kelompok SG mengalami penurunan denyut nadi secara konsisten pada ketiga waktu pengukuran dengan perbedaan yang signifikan antar kelompok pada menit ke-1 (p-value=0,017) dan menit ke-5 (p-value=0,007). Sehingga, jus segam memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai VO2max dan pemulihan denyut nadi atlet sepakbola, namun tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah leukosit setelah aktivitas fisik maksimal.