cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2025)" : 6 Documents clear
Menggali Potensi Makna Al Qur'an Di Era Digital: Prespektif Kontemporer Akib, Mohammad
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.46971

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam ranah spiritual dan moral. Di tengah arus informasi yang tak terbendung dan transformasi perilaku sosial, Al-Quran tetap relevan sebagai sumber pedoman dalam membentuk pribadi yang berintegritas. Artikel ini menggali potensi makna Al-Quran di era digital dari prespektif kontemporer, menyoroti bagaimana ajaran-ajaran Al-Quran dapat diterapkan dalam menjaga kesalehan sosial dan moralitas individu dalam penggunaan teknologi. Dengan adanya perkembangan di era digital saat ini bisa menjadikan dampak negatif dan positif, teknologi terus berkembang sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari Al Qur’an, karena di era yang saat ini sudah banyak aplikasi yang bermunclan.  Melalui tinjauan terhadap konsep-konsep kunci dalam Al-Quran, seperti akhlak, adab, dan keadilan, artikel ini merangkai pandangan baru tentang bagaimana Al-Quran menjadi landasan kokoh dalam menghadapi tantangan moral di dunia digital. Diharapkan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang relevansi Al-Quran dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan bermoral di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang.
Hermeneutika Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Analisis Metode Tafsir Muhammad Arkoun Putra, Aryandi Eka; Salsabila, Tasya; Masyhur, Laila Sari
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.57461

Abstract

Pemikiran tafsir dalam dunia Islam terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan sosial budaya dan intelektual. Muhammad Arkoun, salah seorang pemikir Islam kontemporer turut menawarkan sebuah pembaharuan dalam dunia penafsiran Al-Qur’an yang menekankan analisis kritis terhadap teks dan wacaa Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa pendekatan kontekstual yang digunakan oleh Muhammad Arkoun untuk membongkar pemikiran dogmatis dalam menafsirkan Al-Qur’an. Dengan metode deskriptif kualitatif, data diintegrasikan melalui studi pustakan terhadap karya-karya Arkoun dan literatur yang membahas pemikiranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arkoun menggunakan pendekatan hermeneutika khususnya dekonstruksi makna untuk memahami bagaimana makna teks berkembang dalam berbagai konteks historis. Metode tafsir Arkoun berusaha membedakan antara Al-Qur'an sebagai wahyu dan Al-Qur'an sebagai teks yang telah mengalami kodifikasi dan interpretasi. Meskipun terdapat banyak tantangan dari kalangan konservatif, namun pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan studi Islam modern, terutama dalam membangun pemahaman yang lebih inklusif dan dinamis terhadap teks-teks keislaman. Temuan ini memperkaya diskursus tafsir kontemporer dengan perspektif yang menyeimbangkan otentisitas teks dan kontekstualisasi historis.
QASHASH AL-QUR’AN: PEMIKIRAN M. AHMAD KHALAFULLAH DAN M. ‘ABID AL-JABIRI Zahrah, Ummuz
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.57795

Abstract

Kajian Kisah memiliki urgensitas dalam memahami al-Qur’an. Namun sayangnya, kajian ini belum mendapat perhatian khusus dalam beberapa kitab Ulum al-Qur’an klasik. Hingga akhirnya mendapat atensi khusus dari pemikir Islam modern yakni M. Ahmad Khalafullah dan M. Abid al-Jabiri. Khalafullah dengan pendekatan sastra yang diusungnya dalam membaca kisah-kisah al-Qur’an berimplikasi pada tujuan kisah untuk memberi pengaruh kejiwaan kepada orang yang mendengar dan membacanya bahkan dalam kondisi tertentu dapat dijadikan instrumen propaganda untuk mempengaruhi alur pemikiran pembaca dan pendengarnya. Sedangkan al-Jabiri membaca kisah-kisah Al-Qur’an sebagai cermin untuk melihat perjalanan dakwah Muhammad. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemkiran keduanya memiliki hubungan erat dengan genealogi keilmuan, redefinisi terhadap al-Qur’an, dan realitas eksternal yang terjadi di eranya.
Al-Dakhil dalam Penafsiran Ikhwan Al-Shafa terhadap Al-A'raf 50 Fatimatuzzahra, Nila; Nazila Camelia, Farakh
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.58097

Abstract

Artikel ini membahas konsep al-dakhil dalam tafsir Ikhwan al-Shafa terhadap QS. Al-A‘raf ayat 50. Ikhwan al-Shafa adalah kelompok intelektual yang misterius yang muncul di Bashrah, Irak, sekitar abad ke-4 H/10 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi al-dakhil sebagaimana tersirat dalam QS. Al-A’raf ayat 50 terhadap keberadaan hadits-hadits maudhu’ (palsu) yang tercantum dalam Rasail Ikhwan al-Shafa. Al-dakhil dalam kajian ilmu hadits merujuk pada segala unsur luar yang disusupkan ke dalam ajaran Islam, baik berupa teks, ideologi, maupun narasi yang tidak memiliki dasar otoritatif dari Al-Qur’an dan sunnah. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan memahami fenomena berdasarkan data non-numerik. Penelitian ini mengkaji validitas hadits yang digunakan oleh Ikhwan al-Shafa dalam karya-karya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hadits tersebut tidak hanya berstatus lemah (dha’if) tetapi juga tergolong palsu (maudhu’), mengindikasikan adanya penyisipan (al-dakhil). Secara spesifik, temuan ini mengungkap bahwa Ikhwan al-Shafa mengintegrasikan pemikiran eksternal ke dalam kerangka narasi Islam mereka. Integrasi ini bertentangan dengan prinsip kesahihan dan kemurnian ajaran Islam berdasarkan standar ilmu hadits (ulum al-hadits) dan tafsir Al-Qur'an. Meskipun hadits-hadits tersebut dapat dipahami secara simbolis atau filosofis, namun tidak sah untuk disandarkan sebagai sabda Nabi Muhammad SAW karena ketiadaan sanad yang jelas.
Living Qur’an di Media Sosial: Resepsi QS. Al-Mu’minun [23]: 18 dalam Film Animasi Riko The Series Episode “Main-main Sama Air?” Rezwandi, Rezwandi
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.58937

Abstract

Artikel ini meneliti tentang resepsi al-Qur’an di media sosial, khususnya dalam satu episode film animasi Riko The Series “Main-main Sama Air?”. Film animasi Riko The Series ini tayang dengan durasi 5:04 detik ini berhasil menggait penonton sebanyak 5.086.889 juta. Penelitian ini menggunakan teori resepsi al-Qur’an yang digagas oleh Ahmad Rafiq. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian bahwa resepsi eksegesis, resepsi estetis dan resepsi fungsional yang dibawa oleh Ahmad Rafiq terdapat dalam film animasi Riko The Series “Main-main Sama Air?”. hal itu dibuktikan dengan resepsi eksegesis yang terwujud pada penafsiran atau interpretasi yang dilakukan oleh Q110 pada QS. Al-Mu’minun [23]: 18, kemudian resepsi estetis terlihat pada kutipan dan pembacaan ayat diakhir film yang dilakukan Riko secara tartil dan resepsi fungsional dari aspek performatif yang terindikasi pada tindakan untuk tidak lagi membuang-buang air.
EKOTEOLOGI QUR’ANI (Tafsir Kesalehan Ekologis dalam Al-Qur’an) Mahfudz, Muhsin; Mahfuz, Taufik Warman; Amiruddin, Andi Ali; Muhsin, Ahmad Alfi Mayaza
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.59557

Abstract

Ekoteologi Qur’ani adalah gagasan al-Qur’an yang menegaskan bahwa lingkungan hidup atau alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan keimanan. Allah, manusia dan alam merupakan relasi sistemik antara Pencipta dan makhluk. Makhluk berakal, manusia, diserahi tanggungjawab untuk mengatur dan melestarikan alam. Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) dengan pendekatan teologis dan ekologis. Hasilnya adalah al-Qur’an lebih banyak membicarakan kerusakan lingkungan akibat rusaknya daya dukung lingkungan. Al-Qur’an menggambarkan bahwa kerusakan lingkungan sesungguhnya diakibatkan oleh kerusakan moralitas. Daya dukung lingkungan yang dimaksud al-Qur’an adalah moralitas atau keimanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6