cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
papsjournals@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals)
ISSN : -     EISSN : 28307070     DOI : https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i2
Core Subject : Health,
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Farmacologi, Farmakokinetik, Komunitas dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Tekhnologi Farmasi, Microbiology dan Bioteknologi Farmasi, Farmasi Herbal. Artikel-artikel yang dimuat dalam Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) merupakan artikel hasil penelitian. Artikel yang akan diterbitkan oleh PAPS Journals akan direview oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak Redaksi.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1: Juni, 2025, PAPS" : 3 Documents clear
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK-KIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN POTENSI STIMULASI KOLAGEN DARI CLAY MASK BERBAHAN EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (Collocalia fuciphaga) SECARA IN VITRO Ishak, Pertiwi; Abasa, Sustrin; Wangka, Sudirman
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 1: Juni, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i1.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi clay mask berbahan dasar bentonit dengan penambahan ekstrak sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) sebagai agen anti-aging alami. Ekstrak diperoleh melalui metode ekstraksi air menggunakan sonikasi dan distandardisasi menggunakan spektrofotometri dan ELISA untuk memastikan keberadaan senyawa bioaktif seperti EGF dan asam sialat. Formulasi clay mask dievaluasi berdasarkan karakteristik fisik, stabilitas selama penyimpanan pada berbagai suhu, aktivitas antioksidan (metode DPPH dan ABTS), serta keamanan dan efektivitas biologis melalui uji sitotoksisitas (MTT), stimulasi produksi kolagen dan elastin (ELISA), dan uji iritasi alternatif (HET-CAM). Hasil menunjukkan bahwa formulasi stabil secara fisik dan kimia, tidak toksik terhadap sel fibroblas, memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, serta mampu meningkatkan produksi kolagen dan elastin secara signifikan. Formulasi ini juga terbukti tidak menimbulkan iritasi. Dengan demikian, clay mask ekstrak sarang burung walet memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik anti-aging berbasis bahan alam yang aman dan efektif.
POTENSI EKSTRAK ETANOL BUAH KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI BAHAN AKTIF SEDIAAN GEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES PADA TIKUS PUTIH JANTAN Sadsyam, Sriyanty; Awaluddin, Nurhikma; Suharniayanti, Suharniayanti
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 1: Juni, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i1.692

Abstract

Ekstrak Buah Kelor (Moringa oleifera L.) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, yang dapat menyembuhkan luka diabetes pada tikus putih Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol buah kelor (Moringa oleifera L.) dapat dijadikan sediaan gel yang stabil secara fisika dan kimia dan untuk mengetahui pada konsentrasi efektif ektrak etanol buah kelor (Moringa oleifera L.) dapat menyembuhkan luka diabetes pada tikus putih Jantan. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Ekstrak buah kelor dimaserasi dengan pelarut etanol 96%, lalu hasil diekstraksi diambil 5%,10% dan 15% untuk dibuat menjadi sediaan gel penyembuh luka diabetes dengan variasi konsentrasi F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Selanjutnya dilakukan pengujian pada luka diabetes pada tikus putih jantan. Hasil formulasi sediaan gel ekstrak buah kelor (Moringa oleifera L.) menunjukkan stabil pada pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Hasil uji terhadap luka diabetes menunjukkan bahwa F1 memiliki persentase penurunan diameter luka 100% pada hari ke-19, sedangkan untuk F2 dan F3 memiliki persentase penurunan diameter luka 100% pada hari ke-18 dan hari ke-17. Hasil analisis statistik One Way ANOVA, menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) persentase penurunan diameter luka diabetes pada tikus putih jantan dan konsentrasi efektif F3 (15%). Moringa fruit extract (Moringa oleifera L.) has alkaloid, flavonoid, tannin, and phenol compounds that can heal diabetic wounds in male white rats. This study aims to determine that moringa fruit ethanol extract (Moringa oleifera L.) can be used as a physically and chemically stable gel preparation and to determine the concentration of moringa fruit ethanol extract (Moringa oleifera L.) that is effective in healing diabetic wounds in male white rats. This research method was conducted experimentally in the laboratory. Moringa fruit extract was macerated using 96% ethanol solvent, then the extraction results were taken 5%, 10%, 15% to be used as a gel preparation as a diabetic wound healing gel with variations in concentration, namely F1 (5%). F2 (10%), and F3 (15%). Furthermore, testing was carried out on diabetic wounds in male white rats. The results of the formulation of moringa fruit extract gel preparation (Moringa oleifera L.) showed stable in organoleptical testing, homogeneity, pH, viscosity, adhesion and spreadability. The test results on diabetic wounds showed that F1 had a percentage decrease in wound diameter of 100% on day 19, while for F2 and F3 had a percentage decrease in wound diameter of 100% on day 18 and day 17. The results of One Way ANOVA statistical analysis, showed a significant difference (p<0.05) in the percentage of diabetic wound diameter reduction in male white rats and the effective concentration of F3 (15%).
MODEL INTEGRATIF PELAYANAN FARMASI UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT DI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Wahab, Andyka; Sri Mulyawati L, Endang; Naningsi, Ayu
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 1: Juni, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i1.703

Abstract

Pelayanan farmasi di fasilitas kesehatan primer di Indonesia umumnya masih bersifat administratif dan belum terintegrasi secara optimal dalam proses pelayanan klinik. Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat keselamatan pasien dan masih banyaknya praktik penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model integratif pelayanan farmasi guna meningkatkan keselamatan pasien dan rasionalitas penggunaan obat. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dalam tiga fase: eksplorasi melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terfokus; pengembangan model dengan metode Delphi bersama para pakar; serta evaluasi implementasi model secara kuantitatif dengan pendekatan pre-post test. Indikator evaluasi mencakup rasionalitas resep obat (mengacu pada indikator WHO), kejadian medication error, dan tingkat pemahaman serta kepuasan pasien terhadap edukasi obat. Model Integratif Farmasi Primer (MIFP) yang dikembangkan meliputi enam komponen utama: asesmen awal, kolaborasi interprofesi, dispensing dan edukasi pasien, monitoring terapi, evaluasi hasil penggunaan obat, dan umpan balik ke tim medis. Implementasi model selama tiga bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan obat yang rasional, penurunan kejadian medication error hingga 45,8%, serta peningkatan pemahaman dan kepuasan pasien. MIFP terbukti efektif dalam meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Puskesmas serta memberikan dampak positif terhadap keselamatan pasien dan rasionalitas penggunaan obat. Model ini layak direkomendasikan sebagai pedoman pelayanan farmasi klinik di tingkat layanan kesehatan primer.

Page 1 of 1 | Total Record : 3