cover
Contact Name
Hafiedh Hasan
Contact Email
hafiedhasan@stitpemalang.ac.id
Phone
+6285743476734
Journal Mail Official
promis@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I Panjaitan KM. 3 Paduraksa, Pemalang
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Promis
Published by STIT Pemalang
ISSN : 27459837     EISSN : 27766209     DOI : https://doi.org/10.58410/promis
Promis adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi managemen Pendidikan Islam (MPI) STIT Pemalang, yang memiliki fokus kajian tentang manajemen pendidikan dan pengembangan khususnya pada lembaga pendidikan Islam. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang dikembangkan. Jurnal ini sebagai sarana pengembangan Prodi MPI dan publikasi karya ilmiah dosen dan pemerhati pendidikan, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengacu pada pola pengembangan ilmiah. Promis terbit pada Edisi Maret dan September setiap tahunnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020" : 5 Documents clear
PEMILIHAN METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM BLENDED LEARNING Lukman lukman; Akhmad Zaenul Ibad
Promis Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.396 KB)

Abstract

Teknologi informasi saat ini mempengaruhi metode dan proses pembelajaran. Metode dan proses pembelajaran saat ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam kebutuhan belajarnya. Disamping pembelajaran tatap muka (face to face), perlu juga untuk menerapkan metode online learning dalam proses pembelajarannya. Penggabungan antara metode tatap muka dengan online learning inilah yang disebut dengan blended learning. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan perlu adanya penyesuaian metode sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan metode blended learning. Dalam penerapan blended learning perlu untuk mengetahui empat macam seting pembelajaran beserta strategi yang digunakan secara efektif. Empat macam seting pembelajaran itu adalah synchronous langsung, synchrounous maya, asynchronous mandiri, dan asynchronous kolaboratif. Selain mengetahui seting belajar tersebut, perlu juga untuk menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan setiap strategi pembelajarannya, sehingga penggunaan media pembelajaran dapat digunakan secara tepat guna. Dengan adanya penggabungan dari metode tatap muka dengan pembelajaran online harapannya siswa dapat mempunyai kesempatan yang besar dalam mengakses materi menggunakan sarana teknologi dan informasi yang ada.
Pengelolaan Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Soft Skill Anas, Anas; Doni Harfianto
Promis Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.03 KB) | DOI: 10.58410/promis.v1i2.207

Abstract

pengelolaan pendidikan karakter serta pengembangan soft skill. Jurnal ini berisi tentang pengertian karakter, pengelolaan, pendidikan karakter serta soft skill. Penelitian ini menggunakan metode pustaka, dimana data yang diambil berasal dari e book, jurnal, artikel, dan lainsebagainya. Pentingnyatiga komponen karakter baik (comonents of good character), yaitupengetahuan tentang moral (moral knowing), perasaan tentang moral (moral feeling) dan perbuatan moral (moral action) Terdapat macam nilai nilai pendidikan karakter. Dalam jurnal ini juga disebutkan sembilan belas kemampuan yang diperlukan pasar kerja menurut ranking
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE DAN TALKING STICK PADA MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI KELAS VII Se-KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2019/2020 Julian Reza siwi; Ayu Eka Putri
Promis Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.619 KB)

Abstract

The objectives of this study were to find out on the topic of two dimentional figure: (1) which was better between Example Non Example, talking stick or Direct learning that produce learning achievement; (2) which one had better learning achievement between students with high, medium or low categories of independency learning; (3) at each category of independency learning, which was better between Example Non Example, talking stick or Direct learning that produce learning achievement; and (4) at each model pembelajaran, which one had better learning achievement between students with high, medium or low categories of independency learning. This study was a quasi-experimental with 3´3 factorial design. The population was all of students in seventh grade of State Junior High School in Pemalang Regency on Academic Year 2019/2020. The samples were taken by using a stratified cluster random sampling technique. The samples was students in seventh grade of SMP Negeri 1 Randudongkal, Moga and Pulosari. The instrument of this study were independency learning questionnaire and learning achievement test. The questionnaire tryout included content validity, internal consistency and reliability, and the test tryout included content validity, difficulty level, discrimination power, and reliability. Before the experiment was done, the balance of prior knowledge was examined by using unbalanced one way anova test. The hypothesis test used unbalanced two ways anova. Test requirements included normality test used Lilliefors method and the homogeneity test used the Bartlett test. The results of the study were as follows: (1) the Example Non Example model produce the learning achievement better than the Talking Stick and direct learning, the Talking Stick model give the same learning achievement as the direct learning; (2) the high and medium categories of independency learning have the same learning achievement, and both category of independency learning have better learning achievement from low categories of independency learning; (3) at each categories of independency learning, the Example Non Example model produce the learning achievement better than the Talking Stick and direct learning, the Talking Stick give the same learning achievement as the direct learning; and (4) at each models, the high and medium categories of independency learning have the same learning achievement, and both of category of independency learning style have better learning achievement from low categories of independency learning.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS SEKOLAH DI RUMAH TAHFIZH IL-MINA PEMALANG Nursidiq, Nursidiq; Hafiedh Hasan
Promis Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.864 KB)

Abstract

Manajemen yang baik sangatlah diperlukan demi keberhasilan lembaga pendidkan, karenanya lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misinya. Masyarakat beranggapan bahwa materi ajar yang di sekolah umum terutama pada tingkat sekolah dasar di Pemalang terlalu berat, hasilnya pun kurang memuaskan sebagian orangtua. Sehingga sebagian orang memilih untuk memasukan anaknya pada lembaga pendidikan swasta yang menawarkan pendidikan dengan sistem homeschooling berbasis Islam seperti rumah Tahfizh il- mina. Keunggulan Rumah Tahfizh Ilmina: pertama, menawarkan kompetensi santri berupa: hafal Al-Qur‟an, mampu berbahasa arab, serta berbagai materi pelajaran keagamaan yang ditopang dengan ijazah kesetaraan. Animo masyarakat pun tinggi sehingga peminat terus bertambah. Kedua, meski baru berdiri namun mampu mendidik anak-anak menghafal Al-Qur‟an ½ juz dalam sebulan. Ketiga, menjadikan al-‘Arabiyyah Baina Yadaik sebagai buku panduan dalam materi bahasa Arab, padahal buku tersebut biasa digunakan pada tingkat sekolah menengah pertama keatas. Rumah tahfizh il-mina menerapkan sistem MBS dalam pelaksanaan proses pendidikannya. Sekolah ini juga telah melakukan pemberdayaan dalam manajemen seperti; kurikulum dan pengajaran,kesiswaan,keuangan dan pembiayaan, tenaga kependidikan, serta sarana prasarana. Faktor pendukung manajemen pendidikan di Rumah Tahfizh il-Mina di Pemalang antara lain; letak yang strategis, dukungan donator, serta tenaga pendidik yang hafal qur’an 30 juz dan memahami bahasa arab dan berpengalaman di bidangnya.
PERAN PENTING ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI Nova Khairul Anam,; Mochamad Afroni
Promis Vol 1 No 2 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.674 KB)

Abstract

Karya tulis ilmiah ini membahas tentang pentingnya pendidikan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Pendidikan bahasa Inggris sangat dibutuhkan seiring dengan kemajuan sebuah negara. Karenanya pendidikan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional mulai diperkenalkan sedini mungkin kepada anak didik sebelum mereka menginjak umur 12 tahun. Anak usia dini adalah anak pada rentang usia 2-7 tahun dan merupakan masa periode emas untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Mereka mampu belajar berbahasa seperti penutur aslinya. Akan tetapi, mereka masih pada kondisi perkembangan kognitif praoperasional yaitu belum mengerti hal-hal abstrak, hanya mengerti pada simbol-simbol dan masih berpikiran pra-logis. Oleh sebab itu, pendidikan bahasa Inggris untuk anak membutuhkan metode dan proses pengajaran yang tepat dan efektif, misalnya melalui nyanyian, musik, dan mengutamakan fisik. Metode tersebut dianggap berhasil dan sangat sesuai bagi pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini. Untuk mengembangkan metode tersebut juga membutuhkan peran guru dan orang tua dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.

Page 1 of 1 | Total Record : 5