cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
OPTIMASI OPTICAL DENSITY (OD) PADA ISOLASI GENOM Salmonella typhi MENGGUNAKAN GENOMIC DNA PURIFICATION KIT Setiani, Nur Asni; Tritama, Erman; Tresnawulansari, Annisa
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.39 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.182

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan  dapat dicegah melalui pemberian vaksin. Isolasi DNA menjadi tahapan penting untuk menghasilkan DNA murni yang menjadi bahan utama pembuatan vaksin tifoid. Penggunaan genomic DNA purification kit dalam proses isolasi dinilai lebih mudah, tetapi tidak spesifik terhadap bakteri tertentu. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Optical density (OD) yang optimum untuk menghasilkan genom murni Salmonella typhi melalui metode genomic DNA purification kit. Kultur Salmonella typhi ditumbuhkan hingga mencapai variasi OD 0,75; 1,5; dan 3. Isolasi genom dilakukan dengan menggunakan Wizard® Genomic DNA Purification Kit. Kemurnian dan konsentrasi DNA dianalisis secara kualitatif melalui elektroforesis gel agarosa dan secara kuantitatif menggunakan qubit dan NanoDrop. Elektrogram menunjukkan adanya pita pada ukuran yang sama dengan ketebalan yang berbeda. Hasil uji kemurnian serta konsentrasi berturut-turut pada OD 0,75 sebesar 2,01; 8,59 μg/ml; OD 1,5 sebesar 1,98; 6,75 μg/ml; OD 3 sebesar 2,02; 13,01 μg/ml. Kemurnian genom terbaik dihasilkan oleh OD 1,5.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL HERBA SURUHAN (Peperomia pellucida (L.) Khunt) PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK DAN KARBOHIDRAT Wangsaatmadja, Aang Hanafiah; Ulfah, Maria; Rospina, Yulianti
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.263 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.200

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol herba suruhan sebagai antihiperglikemia dan peningkatan sensitivitas insulin. Hewan uji yang digunakan adalah tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok (n=5), terdiri dari kelompok kontrol tikus normal, kontrol negatif, kontrol positif (metformin 45 mg/kg BB tikus), dan 3 kelompok dosis ekstrak etanol herba suruhan 50, 100, dan 150 mg/kgBB. Induksi hewan model hiperglikemia dilakukan dengan pemberian pakan tinggi lemak dan karbohidrat pada masing-masing kelompok selama 60 hari, kecuali kelompok kontrol tikus normal. Semua kelompok hewan dipuasakan selama 18 jam, kemudian kadar gula darahnya diukur. Pada hari ke 61 pengujian dilakukan pada masing-masing kelompok yang sudah diberi sediaan uji secara oral selama 7 hari, setelah itu kadar gula darah puasa akhir tikus diukur. Tes toleransi insulin dilakukan pada hari ke 71 setelah perlakuan. Hasil uji dengan membandingkan nilai konstanta tes toleransi insulin (KTTI) kelompok perlakuan terhadap kelompok tikus resistensi insulin menunjukkan terjadinya penurunan kadar glukosa darah dan peningkatan sensitivitas insulin yang signifikan (p≤0,05). Nilai KTTI pada ketiga kelompok dosis ekstrak etanol herba suruhan diperoleh berturut-turut sebesar 95,87; 74,44; dan 84,77 lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol tikus resistensi insulin.
AKTIVITAS ANTIGLAUKOMA SERBUK TELUR KEONG MAS (Pomacea canaliculata) PADA MODEL TIKUS GLAUKOMA Fauzi, Novi Irwan; Ulfah, Maria; Sari, Nia Kurnia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.238 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.184

Abstract

Glaukoma merupakan penyakit gangguan mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan intraokular. Modalitas terapi yang ada saat ini diantaranya obat yang dapat menurunkan tekanan intraokular dan kebanyakan diberikan melalui rute topikal. Telur keong mas (Pomea canaliculata) diketahui mengandung flavonoid dan pigmen karoten yang berpotensi mampu menurunkan tekanan intraokular. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya aktivitas antiglaukoma serbuk telur keong mas pada model tikus glaukoma. Telur keong mas diperas kemudian dikeringkan di dalam oven pada suhu 50oC selama 24 jam hingga terbentuk serbuk. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok kontrol yaitu normal, glaukoma, obat (asetazolamid 22,5 mg/kg), dan 1 kelompok uji yaitu serbuk telur keong mas 500 mg/kg. Induksi glaukoma dilakukan pada semua hewan uji menggunakan prednisolon asetat 1% kecuali kelompok kontrol normal. Tekanan intraokular diukur menggunakan tonometer schiotz dan dijadikan parameter untuk menilai aktivitas antiglaukoma dari bahan uji. Hasil penelitian menunjukkan pemberian asetazolamid dan serbuk telur keong mas mampu menurunkan tekanan intraokular, berturut-turut sebesar 51,46±8,1 dan 31,93±12,27%. Serbuk telur keong mas Pomacea canaliculata memiliki aktivitas antiglaukoma melalui efek penurunan tekanan intraokular namun potensinya masih lebih kecil dibandingkan asetazolamid.
KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI FARMAKOLOGI VITAMIN C DAN ANTIVIRAL TERHADAP PASIEN COVID-19 KATEGORI SEDANG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Simanjuntak, Nela; Tewu, Yosa Shinta Tiara; Makawimbang, Rickchard
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.22 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.154

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang disebabkan oleh virus yangdinamakan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Jumlah kasus positifterkonfirmasi di Indonesia hingga 30 April 2021 berjumlah 1.668.368 orang dengan total kematian45.521. Sedangkan untuk data pasien Covid- 19 di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Bitungdata pasien positif per tanggal 30 April 2021 berjumlah 1.236 orang dan pasien meninggal 41 orang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tatalaksana terapi dan tingkat kesesuaian pemberianterapi pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Sumber data yangdigunakan dalam penelitian ini berupa data rekam medik pasien Covid-19 selama 6 bulan dimulai daribulan November 2020 sampai April 2021. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metodepurposive sampling dan teknik random sampling pada setiap data pasien yang memenuhi kriteriainklusi. Sesuai rekomendasi Persatuan Dokter Paru Indonesia, Rumah Sakit Daerah Umum Bitungmenggunakan antivirus dan vitamin pada terapi pasien Covid- 19, hasil yang diperoleh menunjukkankesembuhan 100% dan dari data yang diperoleh dan menunjukan pencapaian presentase yaitu 82,4%dalam jangka waktu 6 bulan serta bisa dikatakan dalam kategori baik dan sesuai dengan pedoman yangdikeluarkan oleh Persatuan Dokter Paru Indonesia.Kata kunci : Covid-19, Antivirus, Rumah Sakit, Terapi Pasien.
FORMULATION AND IN VITRO SPF EVALUATION OF BREADFRUIT LEAVES [Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg] SUNSCREEN CREAM Putri, Yola Desnera; Trilestari, Rostika Dewi; Fitri, Yova Amijaya
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.269 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.156

Abstract

Sunscreen, also known as sunblock, is a photoprotective topical product for the skin that absorbs or reflects some of the sun's ultraviolet radiation and thus helps protect against sunburn. Breadfruit leaves are one of the natural substances that could be used as sunscreen. It contains flavonoids, which may help to protect against the detrimental effects of UV rays. The goal of this study is to determine the formula of a sunscreen cream made from breadfruit leaves extract that meets excellent physical quality standards, as well as the results of an in vitro SPF value test using breadfruit leaves extract as a sunscreen cream preparation. The study was designed as a laboratory-based experiment. Breadfruit leaves extract prepared using the reflux method was employed in this study. Furthermore, the viscous extract was transformed into a sunscreen cream, which was then evaluated either physically or by calculating the SPF value. The results showed that breadfruit leaves extract at 200 ppm had an SPF of 19.023 in the ultra protection category while the sunscreen cream had an SPF of 18.624 in the ultra protection category at a concentration of 10.000 ppm. The UV protection of the sunscreen cream made from breadfruit leaves extract is excellent. Keywords: Breadfruit leaves, cream, sunscreen, SPF

Page 1 of 1 | Total Record : 5