cover
Contact Name
Regita Nissa Ainun
Contact Email
infoarkainstitute@gmail.com
Phone
+6281212088823
Journal Mail Official
infoarkainstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jatinangor No.21A, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45367
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Published by Arka Institute
ISSN : 2829971X     EISSN : 28301447     DOI : https://doi.org/10.55904/histeria
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora (E-ISSN : 2829-971X, P-ISSN : 2830-1447) adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang Focus & Scope, yang meliputi : 1. Sosial Politik 2. Sosial Ekonomi 3. Pembangunan 4. Gender 5. Pemberdayaan 6. Masyarakat 7. Kelembagaan Sosial 8. Pemerintah 9. Sistem Pengetahuan Sosial 10. Psikologi 11. Sosiologi 12. Bahasa dan Sastra 13. Kajian Perkotaan 14. Kajian Budaya 15. Antropologi 16. Sosiologi 17. Kebijakan Publik 18. Komunikasi
Articles 63 Documents
Pengembangan objek wisata Malino Kota Bunga pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Hari Suyanto; Muh. Ilham; Udaya Madjid; Fajar Amanah Ariga; Hijrah Purnama Sari Ariga
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v4i1.1476

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa. Salah satu potensi unggulan adalah Objek Wisata Malino Kota Bunga. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis program dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata yang sekarang ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa serta dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan pada 2019 berkat program “Beautiful Malino” dan dukungan fasilitas yang semakin lengkap. Meskipun demikian, tantangan berupa keterbatasan anggaran dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi hambatan. Dinas Pariwisata perlu menghadirkan inovasi serta memaksimalkan teknologi digital untuk promosi guna meningkatkan daya saing destinasi wisata di Gowa. Dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Objek wisata Malino Kota Bunga yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa berdasarkan teori yang dipakai sudah cukup baik, dikarenakan sudah memenuhi tiga dari lima kriteria pengembangan pariwisata yang baik.
Perang tanding perebutan tanah dalam prepektif budaya Lamaholot di Pulau Adonara Fransiskus Demon Koda Lamanele; Didimus Dedi Dhosa; Maximianus Ardon Bidi
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Histeria : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora (in progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/yzfqr514

Abstract

Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu wilayah yang masih mempertahankan sistem adat dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satu tradisi yang berkaitan dengan sistem adat adalah perang perebutan tanah yang terjadi akibat klaim kepemilikan antara suku maupun antarkampung. Konflik tersebut pada masa lalu dapat berujung pada perang tanding yang menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem budaya Lamaholot dalam tradisi perang perebutan tanah di Pulau Adonara, meliputi tahapan pra-pembunuhan, pelaksanaan perang, pra-perdamaian, dan perdamaian, serta mengkaji latar belakang konflik dalam masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara langsung terhadap tokoh-tokoh adat di beberapa kampung di Pulau Adonara sebagai sumber data primer, serta pendekatan normatif melalui pengumpulan dan analisis data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang perebutan tanah dipandang sebagai upaya masyarakat dalam mencari keadilan dan mempertahankan hak serta amanat leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, pewarisan tradisi konflik juga turut membentuk karakter sosial masyarakat dan memperkuat eksistensi wilayah kekuasaan adat.
Analisis laporan indeks kepuasan masyarakat penerima program pemberdayaan masyarakat Luthfi Nurwafi F; Aryo Aji Asmoro
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Histeria : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora (in progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v4i2.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan penerima program pengembangan masyarakat dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang dan menggali masukan, kritikan, serta saran untuk meningkatkan kualitas program pengembangan masyarakat ke depan. Penelitian ini mencakup tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, khususnya Program Bengkel Edupreneur. Survei yang dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2024 melibatkan 14 responden dari kelompok masyarakat penerima manfaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner berbasis Skala Likert. Hasil survei menunjukkan bahwa indeks kepuasan masyarakat untuk keseluruhan program menandakan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Aspek relevansi, manfaat, dan keinginan program dinilai baik oleh responden. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program juga mendapatkan penilaian positif. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan dampak positif dan relevan bagi masyarakat. Oleh karena itu, disarankan agar PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang melanjutkan dan memperkuat program-program pengembangan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemiskinan.