cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285146303044
Journal Mail Official
bayu.dwisetyo@unimman.ac.id
Editorial Address
Jalan Pandu Pangiang Lingkungan, Pandu, Kec. Bunaken, , Manado, Provinsi Sulawesi Utara, 95249
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Amanah
ISSN : 25804189     EISSN : 29626366     DOI : 10.52714
Core Subject : Health,
Keperawatan Dasar, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Komunitas, Keperawatan keluarga, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Kritis, Manajemen Keperawatan, Ilmu Kebidanan, Ilmu Kefarmasian, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, dan Fisioteraphy
Articles 272 Documents
HUBUNGAN KETEPATAN TRIASE DENGAN KEBERHARHASILAN PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN DI IGD UPTD TIPE C RSUD MANEMBO-NEMBO BITUNG Santi Ajim; Suwandi I. Luneto; Rahmat Hidayat Djalil
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 3 No. 2 (2019): Oktober : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.629 KB)

Abstract

Pendahuluan Gawat darurat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa pasien dan membutuhkan pertolongan segera jika tidak cepat dan tepat dalam memberikan penaganan, pasien akan mengalami kecacatan atau kematian. Ketepatan triase adalah kemampuan untuk memberikan suatu tindakan sesuai dengan prioritas masalah yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan triase dengan keberhasilan penatalaksanaan kegawatdaruratan di Ruangan IGD UPTD Tipe C RSUD Manembo-Nembo Bitung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Ruangan IGD UPTD Tipe C RSUD Manembo-Nembo Bitung berjumlah 30 orang perawat Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non probability sampling dengan cara Total sampling Jumlah sampel yang didapatkan berjumlah 30 Responden. Instrumen penelitian menggunakan pernyataan lembar Observasi untuk menggunpulkan semua data yang diperoleh dari responden. Keseluruhan data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisa menggunakan SPSS 16.0 untuk di analisa dengan uji statistic Chi- square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara ketepatan triase dengan keberhasilan penetalaksanaan kegawatdaruratan di Ruangan IGD UPTD Tipe C RSUD Manenbo-Nembo Bitung didapatkan nilai p=0,000 <0,05 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan triase dengan keberhasilan penatalaksanaan kegawatdaruratan Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara ketepatan triase dengan keberhasilan penatalaksanaan kegawatdaruratan di Ruangan IGD UPTD Tipe C RSUD Manembo-Nembo Bitung. Saran hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan dan informasi tambahan pada tempat penelitian dalam upaya menaggani angka ketepatan triase pada tempat penelitian.
HUBUNGAN KONSUMSI TEH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DIPUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Yanti Eyato; Cut Mutiya Bunsal; Helly M. Katuuk
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 3 No. 2 (2019): Oktober : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.919 KB)

Abstract

Anemia merupakan penurunan jumlah sel darah merah sehingga tidak dapat memenuhi fungsi untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin di bawah batas normal. Salah satu contoh faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah teh yang mengandung senyawa tannin. Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dengan kadar hemoglobin dalam darah <11gr/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar Hb (Hemoglobin) <10,5gr/dl pada trimester 2, selama kehamilan wanita hamil mengalami peningkatan plasma darah hingga 20%-30%, sel darah 18% tetapi Hb (Hemoglobin) hanya bertambah 19% akibatnya frekuensi anemia pada kehamilan cukup tinggi. Tujuan penelitian mengetahui apakah ada hubungan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Limboto. Metode penelitian: penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik yang bersifat cross sectional. Sampel diambel berdasarkan jumlah responden sebanyak 40 orang dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data di uji menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian: dari hasil uji statistic dam Chi-square dan berdasarkan statistic continuity person diperoleh nilai p=0,001 (α<0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara konsumsi teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Limboto. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan konsumsi teh dengan kejadian anemia. Saran: perlu meningkatkan kebutuhan gizi terutama unsur zat besi dan mencegah konsumsi teh setelah makan dan sebelum makan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG LABEL TRIASE DENGAN TINDAKAN PERAWAT BERDASARKAN LABEL TRIASE DI UPTD RS MANEMBO-NEMBO TIPE C BITUNG Eka Putri M. Hatari; Norman Alfiat Talibo; Rahmat H. Djalil
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 3 No. 2 (2019): Oktober : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.4 KB)

Abstract

Jumlah pasien yang banyak datang setiap harinya ke (IGD) membuat seorang perawat harus pintar dan cepat memilih/memilah korban gawat darurat sesuai dengan tingkat kegawatan korban bukan dengan antrian. Mendahulukan pasien yang lebih diprioritaskan dan memberikan waktu tunggu kepada pasien yang tidak memerlukan tindakan segera. Didalam IGD terdapat label triase untuk melakukan tindakan berdasarkan tingkat prioritas kepada pasien yang terlebih dahulu diberikan tindakan keperawatan. Pengetahuan perawat terkait ilmu yang mendasari tindakan dalam menangani pasien gawat darurat sangat penting, karena tindakan yang cepat dan akurat tergantung dari ilmu yang dikuasai oleh petugas kesehatan di UGD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai hubungan pengetahuan perawat tentang tabel triase dengan tindakan perawat berdasarkan label Triase di UPTD RSUD Manembo-nembo Tipe C Bitung”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat IGD di UPTD RS Manembo-nembo Tipe C Bitung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dengan jumlah sampel yang didapatkan 25 responden. Instrument penelitian menggunakan pertanyaan kuesioner sebagai pedoman wawancara dan lembar observasi untuk mengumpulkan semua data yang dianalisa menggunakan SPSS 16.0 Hasil penelitian ini menjelaskan karakteristik terbanyak untuk umur terbanyak adalah 17-25 tahun 14 responden (56.0%) dan untuk jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 19 responden (76.0 %). Hasil uji bivariate dangan menggunakan uji korelasi Spearman diperoleh (p=value) = 0.000 dimana lebih kecil dari nilai α=0.05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan perawat tentang label triase dengan tindakan perawat berdasarkan label triase di UPTD RS Manembo-nembo Tipe C Bitung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN KRITIS DENGAN STRES KERJA PERAWAT DIRUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH KOTA MANADO Jelita Dolo; Bayu Dwisetyo; Silvia Dewi Mayasari Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 3 No. 2 (2019): Oktober : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.854 KB)

Abstract

Tuntutan pengembangan pengetahuan keperawatan berkelanjutan yang merupakan konsekuensi dari perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu faktor pemicu stress bagi perawat di ICU. Kurangnya pengetahuan perawatan kritis diakui sebagai masalah yang signifikan bagi perawat di ICU dan merupakan kondisi yang menyebabkan stres kerja bagi perawat di ICU. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan tentang perawatan kritis Dengan stres kerja perawat diruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Kota Manado. Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian sebanyak 15 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuiaioner. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian didapatkan dari uji Spearmen rank atau Spearmen rho ( nilai sig.2-tailed () sebesar 0,008 lebih kecil dari nilai α 0,05 sehingga terdapat hubungan pengetahuan tentang perawatan kritis dengan stres kerja perawat diruang perawatan intensif rumah sakit umum GMIM Pancaran Kasih Kota Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan tentang perawatan kritis dengan stres kerja perawat diruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Kota Manado. Disarankan untuk mengantisipsi terjadinya stres kerja perawat ICU diimbangi dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan atau pelatihan yang berkaitan dengan perawatan kritis serta mengikuti sosialisasi tentang manajemen stres kerja guna menurunkan stres kerja.
HUBUNGAN KESIAPAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN LANSIA YANG MENGALAMI POST POWER SYNDROM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TADOY KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Julfijai Hasan; Kristine Dareda; Faradila Miftah Suranata
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.036 KB)

Abstract

Post power syndrome merupakan bentuk dari reaksi negatif yang muncul dalam menghadapi masa pensiun seperti merasa tidak berdaya, minder bahkan muncul gejala stress seperti mudah marah, susah tidur, malas bekerja, sering pusing atau muncul kecemasan bahkan berbagai penyakit dan tidak jarang pula individu merasa powerless. Tujuan penelitian ini untuk Hubungan Kesiapan Keluarga Dengan Perawatan Lansia Yang Mengalami Post Power Syndrome. Desain Penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 30 orang dengan menggunakan random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner dan observasional. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 20 untuk dianalisa dengan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan (a)0,05. Hasil penelitian ini di dapatkan kesiapan keluarga yang siap 23 responden (76,7%) dan yang melakukan perawatan lansia 22 responden (73,3%). Hasil uji bivariat p-value 0,007 dimana p-value ini lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kesiapan keluarga dengan perawatan lansia yang mengalami post power syndrome. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang perawatan lansia yang mengalami post power syndrome khusunya dalam bidang Keperawatan di Wilayah kerja Puskesmas Tadoy.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS TADOY KECAMATAN BOLAANG TIMUR Mega Safitri Antologo; Sri Wahyuni; Marry Rimporok
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.074 KB)

Abstract

Stunting adalah malnutrisi jangka panjang yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari atau lebih pendek dari usia standar (pendek). Bayi berat lahir rendah (BBLR) merujuk pada bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram, yang merupakan hasil persalinan prematur (sebelum usia kehamilan 37 minggu). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dengan kejadian stunting di puskesmas tadoy. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di puskestadoy sebanyak 237 balita. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan non problability , dengan jumlah sampel sebanyak 30 balita, dengan 13 bayi BBLR dan 17 balita stunting. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian, berdasarkan hasil Uji Chi-Square Didapatkan nilai p = 0.004, dengan ɑ=0,05. yang artinya ada Hubungan yang signifikan antara BBLR dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Tadoy kecamatan bolaang timur. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara Berat badan lahir rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Tadoy kecamatan bolaang timur. Saran hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan atau informasi tambahan pada tempat penelitian dalam upaya yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi Balita yang menderita berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki resiko lebih besar untuk mengalami stunting.
GAMBARAN STRES DAN POLA MAKAN PADA PENDERITA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Mohamad Akbar Mile; Faradilla Miftah Suranata; I Made Rantiasa
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.86 KB)

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu kondisi (Reflux) asam lambung yang naik ke esofagus secara berulang sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti heartburn dan regurgitation, keadaan ini dapat dipicu oleh stres dan pola makan, stres dapat menyebabkan gangguan fisiologis di dalam tubuh khususnya organ pencernaan dan dapat membuat produksi asam lambung menjadi meningkat jika hal ini dibiarkan lama kelamaan dapat menyebabkan kekambuhan pada GERD. Selain itu juga pola makan yang tidak teratur baik dari segi jumlah, frekuensi atau jenis seperti kebiasaan makan panas, pedas, asam terlalu sering akan menyebabkan masalah pada lambung sehingga produktivitas asam lambung akan meningkat dan dapat menyebabkan kekambuhan pada GERD. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran stres dan pola makan pada penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di wilayah kerja Puskesmas Ranomut Manado. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif observasional dengan mengambil data secara retrospektif. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 9 responden dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan computer. Pada penelitian ini didapatkatkan gambaran responden mengalami stres sebanyak 6 orang (66,7%) dan gambaran responden yang pola makan kurang baik sebanyak 7 orang (77,8%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagian responden mengalami stres dan pola makan yang kurang baik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara stres dan pola makan dengan kekambuhan GERD.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA PERAWAT DI IGD UPTD RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBOTIPE C BITUNG Nur Annisa Cahyati Pontoh; Rahmat Hidayat Djalil; Minar Hutahuruk
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.34 KB)

Abstract

Needle Stick Injury atau luka tusuk jarum suntik adalah kecelakaan akibat tusukan bekas jarum suntik yang sebelumnya telah tercemari darah dan cairan tubuh pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian needle stick injury pada perawat di IGD UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo Tipe C Bitung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 31 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selanjutnya data diolah menggunakan bantuan computer program SPSS versi 16.0 untuk dianalisa dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kemaknaan (α)=0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan masa kerja dengan kejadian needle stick injury pada perawat dengan nilai p=0.001. Ada hubungan penggunaan APD dengan kejadian needle stick injury pada perawat p=0.004. Ada hubungan keikutsertaan pelaihan K3/PPI RS dengan kejadian needle stick injury pada perawat dengan nilai p=0.004. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan masa kerja dengan kejadian needle stick injury pada perawat. Terdapat hubungan penggunaan APD dengan kejadian needle stick injury pada perawat. Terdapat hubungan keikutsertaan pelatihan K3/PPI RS dengan kejadian needle stick injury pada perawat. Saran dari penelitian ini diharapkan perawat lebih meningkatkan pengetahuan juga perbaikan sikap agar dapat menghindari kejadian maupun efek dari needle stick injury.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM MENCEGAH INTERNET GAMING DISORDER DI STIKES MUHAMMADIYAH MANADO Nur Bila Ramadiyah Wartabone; Sri Wahyuni; Helly Katuuk
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.408 KB)

Abstract

Perkembaangan teknologi saat ini semakin memberikan kemudahan dan manfaat bagi setiap orang, salah satunya adalah game online. Dikalangan remaja game online sangat digandrungi, karena game online menjadi media hiburan diwaktu luang, biasanya para remaja akan menghabiskan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. (Amanda, 2016). Saat ini, gadget telah menjadi bagian dari kehidupan remaja yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain digunakan sebgai alat komunikasi, gadget lebih sering digunakan untuk kegiatan online, salah satunya bermain game online. Jika dibiarkan maka generasi yang tumbuh akan cenderung menjadi generasi yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Baik itu tv, computer atau smartphone. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan mereka yang memiliki ketergantungan terhadap Alkohol. Paparan layar smartphone atau computer secara berlebih dapat menstimulus pelepasan hormon dopamine yang berlebih dimana hal ini sangat berperan dalam pembentukan perilaku ketergantungan maupun kecanduan.( Marcella A, 2012) Seorang remaja yang sudah kecanduan game online, bisa dipastikan waktu mereka banyak dihabiskan untuk bermain game sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan hal lain. Hal tersebut jika dibiarkan seiring waktu bisa mempengaruhi kepribadiaan serta perilaku remaja. Seorang remaja yang kecanduaan dapat melakukan apapun agar bisa bermain game, diantaranya mereka dapat mencuri, bolos sekolah, malas mengerjakan tugas sekolah, hanya untuk dapat bermain sepuasnya. Sikap tersebut membuat mayoritas orang tua khawatir akan perkembangan remaja kedepannya, dikarenan oleh sikap cuek akan pendidikan, kesehatan, ataupun kehidupan sosial. Remaja yang telah kecanduan akan tidak memperdulikan lingkungan sekitar, baik itu menyangkut diri sendiri, keluarga, ataupun orang lain. (Rahmat,2013:33) Pada awal 2018, World Health Organization memasukkan kecanduan bermain game ke dalam draft "kamus penyakit" yang mengkategorikan bermain game sebagai penyakit mental. Kini draft tersebut telah disahkan dan kecanduan bermain game resmi menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia. Internet Gaming disorder adalah pola perilaku yang tidak dapat mengendalikan keinginan untuk bermain game online yang berimbas kepada terganggunya aktivitas. Kondisi ini sudah digolongkan kedalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11). Video Games dan online game semakin digandrungi oleh setiap kalangan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin mendukung kegiatan ini. Tanpa kenal batasan usia, game disukai oleh berbagai kalangan, baik anak-anak remaja, maupun orang dewasa. WHO memasukkan kecanduan game sebagai salah satu kategori penyakit paling umum yang terjadi di dunia. WHO menyebut kecanduan bermain game sebagai " Gaming Disorder" yang memperlihatkan perilaku menyimpang dari para penderitanya. Gaming disorder oleh WHO digambarkan sebagai perilaku bermain game yang tidak dapat dikendalikan (gigih dan berulang), sehingga mengesampingkan aktivitas lainnya. Gaming Disorder ini juga diartikan sebagai perilaku yang tidak terkontrol, di mana seseorang kesulitan hingga tidak mampu untuk berhenti bermain game meskipun hal tersebut bisa berdampak negatif terhadap kehidupan juga kesehatan. World Health Organization menyebutkan beberapa contoh kasus yang menguatkan keyakinan mereka bahwa kecanduan game merupakan perilaku yang menyimpang dan termasuk dalam gangguan mental. Beberapa kasus itu di antaranya adalah dua remaja bunuh diri setelah pemerintah India melarang masyarakatnya bermain game PUBG, gadis berusia sembilan tahun yang harus dikirim ke rehabilitasi setelah menghabiskan 10 jam untuk bermain Fortnite dan 200 kasus perceraian yang disebabkan oleh bermain game. Tak hanya itu, sebuah laporan dari Nikkei pun mengatakan bahwa di Jepang, ada sebanyak 930.000 siswa sekolah yang terkena dampak kecanduan bermain game. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.(Kompas.com, 2019) Decision Lab dan Mobile Marketing Association yang melakukan studi terkait game di Indonesia memaparkan bahwa jumlah gamer mobile di Tanah Air mencapai 60 juta. Dan jumlah ini diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Decision Lab dan Mobile Marketing Association yang melakukan studi terkait game di Indonesia menyebutkan, jumlah gamer mobile di Indonesia pada tahun 2019 telah mencapai angka 60 juta. Diperkirakan, jumlah tersebut akan bertambah menjadi 100 juta pada akhir tahun 2020. Hal tersebut disebabkan distribusi game yang kini tersedia dalam berbagai Platform (PC, Smartphone, Console). Dengan demikian, berbagai game dapat diakses secara mudah oleh para gamer. Bermain game bahkan telah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Hasil studi bahkan menunjukkan, mayoritas aktivitas yang dilakukan masyarakat melalui smartphone yaitu bermain game (25%). Mereka rata-rata bermain game dengan durasi 53 menit. Aktivitas lainnya yang dilakukan pengguna smartphone yaitu social media (17%), streaming video (12%), browsing internet (10%), hingga online shop (7%). Faktor motivasi merupakan dorongan bagi seseorang untuk terus bermain game online. Menurut King dkk, dorongan seseorang bermain game secara berlebih terdiri dari 3 hal yakni dorongan untuk mendapat keuntungan secara finansial (wealth), dorongan agar memperoleh prestasi (achievement), dan dorongan karena rasa tidak pernah cukup (inadequacy) (King, Herd, & Delfabbro, 2018). Seiring perkembangan game, banyak pengaruh yang dapat dirasakan oleh para gamer. Adapun pengaruh yang terjadi bagi para gamer yaitu semakin tingginya resiko bahkan sampai terjadinya kasus kecanduan dalam bermain game. Munculnya game dengan berbagai Genre telah lama disinyalir dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap perkembangan kepribadian remaja. Remaja yang gemar bermain game cenderung berprilaku kompulsif, agresif, tidak peduli pada lingkungan sosial sekitarnya. Selain itu dapat juga timbul masalah psikologis, berupa depresi, kurangnya rasa percaya diri, tingkat stress yang tinggi, muncul kecemasan secara berlebihan hingga terlibat tindakan kejahatan. Pada tingkat yang fatal, hal ini dapat membahayakan nyawa. Pernah ada kasus remaja yang bunuh diri hanya karena koneksi internetnya diputus. berdasarkan wawancara terbuka yang dilakukan penuls terhadap sejumlah mahasiswa semester 4 STIKES Muhammadiyah Manado yang bermain game online diperoleh hasil bahwa mereka yang memilih untuk tidak belajar menjelang ujian demi menuntaskan permainan yang dirasa menggantung bila ditinggalkan, begitu juga dengan teman mereka yang merupakan sesama pemain game online. Terdapat juga mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas perkuliahannya atau mengerjakan di akhir batas pengumpulan karena terlalu asyik bermain game online. Masih dari wawancara yang sama, diperoleh informasi bahwa mereka dan teman-temannya yang bermain game online memilih tidur larut malam bahkan tidur pagi hari hanya untuk bermain game. Hal ini dikarenakan kondisi jaringan provider yang mereka gunakan atau beberapa misi pada game online yang mereka mainkan akan lebih mudah diselesaikan pada saat malam atau dini hari. Sehingga menyebabkan mereka terlambat masuk atau tertidur di kelas. Tentunya hal ini memberikan dampak terhadap nilai akademis yang nantinya mereka peroleh. Terbukti dari wawancara yang dilakukan, diperoleh bahwa nilai akademis cenderung turun setelah mahasiswa bermain game online secara berlebih. Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut, disimpulkan bahwa terdapat mahasiswa STIKES Muhamadiyah Manado yang bermain game online dan tidak melaksanakan tugasnya sebagai seorang Mahasiswa. Karena internet gaming disorder merupakan suatu kondisi kelainan yang baru ditetapkan, tahapan perawatannya belum dapat dijelaskan secara jelas. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan dalam meencegah hal ini yakni Attention switching, Dissuasion, Education, Parental monitoring, Resource restriction. Dalam hal edukasi yang mengacu pada pengetahuan atau fokus upaya pendidikan yang bertujuan pada kognisi seseorang (Xu et al., 2012). Sebagai lawan dari dissuasion yang merupakan upaya aktif melawan pada ranah kognitif seseorang, edukasi sebagian besar ditujukan untuk membangun dasar kognitif yang baik serta bisa dikelola secara mandiri (Xu et al., 2012). Artinya, individu harus aktif dalam memastikan dirinya terhindar dari kecanduan game online (misalnya, dengan membaca artikel atau melihat tayangan berita
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP RATATOTOK-BUYAT Parawinda Suba; Zainar Kasim; Silvia Dewi M.Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 4 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.531 KB)

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu organisasi. Motivasi sangatlah penting serta berpengaruh pada kualitas kinerja seorang perawat sebagai pemberi pelayanan. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, perawat harus memiliki motivasi untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan terbaik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Ratatotok Buyat. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian 18 responden dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Program SPSS uji Rank Spearmen diperoleh probilitas (2.Tailed) maka nilai (r) = 1,000 dengan nilai signifikansi (p) = 0,590 > lebih besar dari nilai 0,05 maka Ha ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di instalasi rawat inap RSUP Ratatotok Buyat. Saran diharapkan kepada Pihak Manajemen Rumah Sakit dapat memberikan Pelatihan Berkelanjutan agar kiranya perawat tetap mempertahankan motivasi kerja dan kinerja perawat yang baik dalam melaksanakan pelayanan Kesehatan.

Page 8 of 28 | Total Record : 272