cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 29640202     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Maksud dari kegiatan ini adalah sebagai implementasi program Merdeka Belajar yang kurikulumnya terdiri dari Based Project dalam bentuk Riset Mahasiswa dan Case Method dalam bentuk Seminar
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2023)" : 14 Documents clear
PEMBERIAN PERASAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA (Apogonia sp) Noer Fahnessa Dako; Chairunnisah J. Lamangantjo; Yuliana Retnowati
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
Pengaruh Penambahan Tepung Uwi Ungu (Dioscorea Alata L.) Dan Guar Gum Pada Sifat Fisik, Kimia, Dan Tingkat Kesukaan Cendol Beras Thia Friesthiana Fathurochman; Siti Tamaroh; Yuli Perwita Sari
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendol merupakan salah satu makanan tradisional indonesia yang sudah banyak dikenal dan disukai secara luas oleh masyarakat indonesia, pada umumnya cendol dibuat dengan bahan dasar seperti tepung beras atau tepung tepungan yang terbuat dari kacang-kacangan, umbi-umbian seperti tepung uwi ungu yang dicampur dengan bahan tambahan lainnya, yaitu air, vanili, garam. Cendol memiliki tekstur yang kenyal dan pada umumnya cendol memiliki warna hijau. Cendol terbentuk karena adanya proses gelatinisasi pati pada saat proses memasaknya. Cendol dapat disajikan dengan penambahan santan dan gula merah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan cendol beras dengan penambahan tepung uwi ungu dan guar gum yang disukai panelis. Pada penelitian ini dibuat cendol beras dengan penambahan tepung uwi ungu dan guar gum, dengan perlakuan penambahan tepung uwi ungu 70%:30%, 80%:20%, 90%:10%, dan penambahan guar gum 1%, 1,5%, 2%. Analisa yang digunakan pada penelitian uji analisis fisik yaitu uji warna. Analisis kimia terdiri dari pengujian kadar air, zat padat terlarut, antioksidan, antosianin, fenol dan uji tingkat kesukaan terdiri dari parameter warna, aroma, rasa, kekenyalan, dan keseluruhan. Data yang diperoleh pada analisa fisik dianalisis secara statistik menggunakan metode Univariate Analysis of Variance dan apabila ada interaksi antar perlakuan dilakukan metode One Way Anova dengan uji beda nyata Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung uwi ungu dan guar gum terhadap cendol beras berpengaruh nyata terhadap uji aktivitas antioksidan dan uji tingkat kesukaan cendol. Cendol beras dengan perlakuan terbaik yang paling disukai panelis dan memiliki aktivitas antioksidan yaitu pada perlakuan tepung beras:tepung uwi ungu 70:30 dan variasi guar gum 1% yang memiliki kandungan antioksidan 25,83 %RSA, pada uji kadar air 89,32% Zat padat terlarut ( ZPT) 7,9 %, antosianin 4,05 mg/g, total fenolik 91,13 mg EGA/g bk,.
EVALUASI TINGKAT KESUKAAN, SIFAT FISIK DAN KIMIA STICK MOCAF-TERIGU YANG DIBUAT DENGAN VARIASI PENAMBAHAN BAKING POWDER DAN BUBUK KUNYIT (Curcuma domestica Val.) Nilam Andriyani; Dwiyati Pujimulyani; Ichlasia Ainul Fitri
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk pangan fungsional melalui makanan ringan salah satunya yaitu stick. Penggolahan stick dengan subtitusi tepung mocaf, penambahan bubuk kunyit dan baking powder diharapkan mempunyai aktivitas antioksidan dan disukai. Penelitian ini menggunakan rasio mocaf:terigu terbaik 50:50. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap 2 faktorial. Faktor yang digunakan meliputi penambahan bubuk kunyit yaitu 5, 10 dan 15 g dan baking powder 0,15, 0,30, dan 0,45 g. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji statistik Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisa stick mocaf-terigu yang dilakukan adalah uji kesukaan, analisa fisik dan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kunyit dan baking powder mempengaruhi sifat fisik dan tingkat kesukaan stick mocaf-terigu yang dihasilkan. Stick mocaf-terigu yang disukai dihasilkan dari perlakuan penambahan bubuk kunyit 10 g dan baking powder 0,15 g yang memiliki kadar air dibawah 5%, kadar protein 11,04%, antioksidan 67,70% RSA dan 7,06 µg/g serta fenol total 26.31 mg GAE/g bk.
Karakteristik Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Snack Bar dengan Penambahan Bubuk Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan Variasi Lama Waktu Pemanggangan Ido Galih Saputra; Dwiyati Pujimulyani; Wisnu Adi Yulianto
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snack bar merupakan produk yang berbentuk bar dan sebagai makanan sampingan yang dapat dikonsumsi di sela-sela waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk temulawak dengan variasi lama pemanggangan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan snack bar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama merupakan variasi penambahan bubuk temulawak sebesar 2, 4, dan 6 %. Kedua merupakan variasi lama waktu pemanggangan dengan suhu 1200C variasi waktu 20, 25, dan 30 menit. Snack bar dianalisis sifat fisik, kimia dan serta tingkat kesukaan. Data yang diperoleh dilakukan dengan analisis statistic dengan tingkat kepercayaan 95% dan apa bila diperoleh beda nyata antara perlakuan dilanjutkan dengan Duncan Multriple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bubuk temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dengan variasi lama waktu pemanggangan mempengaruhi sifat fisik dan tingkat kesukaan snack bar. Snack bar terpilih yaitu penambahan bubuk temulawak 6% dengan lama pemanggangan 25 menit yang memiliki kadar air 4,9 %, kadar protein 6 %, fenol total 4,5 mg EAG/g, dan aktivitas antioksidan DPPH 31 %RSA, antioksidan Frap 5,15 mg Efero/g.
Efektivitas Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) Terhadap Mortalitas Dalam Pengendalian Kepik Hijau ( Nezara viridula L ) Sri Delviyanti Lihawa; Chairunnisah J Lamangantjo; Yuliana Retnowati
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandan Wangi adalah sejenis tanaman monokotil dari keluarga Pandanaceae yang memiliki aroma  wangi yang khas. Pandan Wangi merupakan tanaman rindang rendah, tingginya sekitar dua meter.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan kuantitatif.  Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis  deskriptif kualitatif objektif dengan menggunakan angka dan metode yang digunakan adalah  metode eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kematian hewan uji yang diberi  perlakuan, uji ANOVA untuk melihat nilai signifikansi, serta LD50 dan LT50. Hasil yang  diperoleh melalui penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sari daun beluntas pada kumbang  malam (Apogonia sp.) dapat memberikan efek.
Penambahan Tepung Cangkang Kepiting Soka (Scylla serrata) Dan Tepung Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Pada Pembuatan Stik Bawang Difa Nafisatur Roshifa; Adinda Alifya Puspita; Dzatul Kahfi Salim Mughofar; Tiaraning Pitaloka Dewi; Dani Satrio Wicaksono; Iffah Muflihati; Sari Suhendri; Rizky Mulyani Dwi Ujianti
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang rajungan dapat menimbulkan masalah lingkungan sehingga harus ada upaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Kepiting soka merupakan jenis kepiting yang memiliki cangkang yang lunak sedangkan rajungan memiliki ciri cangkang yang keras dan daging yang dihasilkan cukup sedikit dibandingkan dengan jenis kepiting lainnya. Kedua jenis kepiting inilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai faktornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan karakteristik stik bawang dengan penambahan berbagai jenis tepung cangkang kepiting. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 3 sampel yaitu tepung kepiting soka, tepung rajungan dan tepung kepiting soka dan tepung rajungan dan diulang sebanyak 3 kali. Sifat kimia stik bawang yng dihasilkan memiliki nilai rata-rata kadar air antara 3 hingga 4,37% dan rata-rata kadar abu berkisar 2,09-5,81%. Uji deskriptif menunjukkan perbedaan yang nyata dengan kontrol antara atribut warna cokelat, kecerahan, aroma kepiting, tekstur berpasir, dan flavor kepiting. Sedangkan parameter rasa asin, aroma tepung, dan kerenyahan tidak berbeda nyata. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa produk stik bawang dengan penambahan cangkang kepiting soka merupakan stik yang paling disukai oleh panelis
Pengaruh Variasi Rasio Labu Kuning (Cucurbita moschata), Tapioka Dan Tempe Serta Suhu Pengeringan Terhadap Sifat Fisik, Kimia, Dan Tingkat Kesukaan Bubur Instan Syahrul Saeroji; Agus Slamet; Bayu Kanetro
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubur instan merupakan makanan dengan bahan berbasis sereal yang dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan usia. Pembuatan bubur instan dilakukan menggunakan campuran variasi rasio labu kuning, tapioka dan tempe serta suhu pengeringan sehingga mengandung gizi yang tinggi dan bahan yang relatif murah. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi rasio labu kuning, tapioka dan tempe serta suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia, serta tingkat kesukaan pada bubur instan yang memenuhi syarat serta disukai panelis. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah variasi rasio labu kuning, tapioka dan tempe 1:1:1, 2:1:1, dan 3:1:1 dan variasi suhu pengeringan 130oC, 140oC, dan 150oC. Bubur instan yang dihasilkan dilakukan uji fisik, tingkat kesukaan dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variasi rasio labu kuning dan tempe serta suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bubur instan. Bubur instan yang disukai adalah bubur instan dengan variasi rasio labu kuning, tapioka, dan tempe 1:1:1 serta suhu pengeringan 130oC yang menghasilkan kadar air 8,44%, kadar abu 0,65%, kadar protein 18,91%, aktivitas antioksidan 39,01%RSA, total fenol 10,13 mg EAG/g, dan kadar beta karoten 36,22 µg/g.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH Tri Septian Maksum; Rahayu M Sahari
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan material sisa aktivitas manusia atau proses alamiah yang tidak diinginkan, yang berdampak bagi lingkungan dan kesehatan. Petugas pengangkut sampah menjadi salah satu pekerjaan yang berisiko terhadap gangguan kulit akibat paparan langsung dengan material sampah dan tanpa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan personal hygiene dengan keluhan gangguan kulit pada petugas pengangkut sampah di Kota Gorontalo. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi berjumlah 120 orang dan sampel sejumlah 74 orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden dengan personal hygiene tidak baik (66,2%), serta 60,8% mengalami keluhan gangguan kulit, seperti gatal-gatal, bentol-bentol, dan adanya bercak putih atau kecokelatan pada kulit. Ada hubungan personal hygiene dengan keluhan gangguan kulit pada petugas pengangkut sampah di Kota Gorontalo (p=0,018). Diharapkan petugas pengangkut sampah di Kota Gorontalo agar senantiasa menjaga personal hygiene, rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan menggunakan APD sesuai standar saat bekerja.
Pengaruh Sanitasi Terhadap Cemaran Bakteri pada Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pasar Sentral Kota Gorontalo Iqfina Fatima; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Ni Kadek Yulia Trisnawati; Nur’Indah Parwansyah Sangketa; Lisna Ahmad; Suryani Une; Sakinah Ahyani Dahlan
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh sanitasi terhadap ucemaran mikroba pada ikan tongkol di Pasar Sentral kota Gorontalo, 2) kandungan kadar air terhadap ikan tongkol di Pasar Sentral kota Gorontalo 3) nilai pH pada ikan tongkol di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan sampel diambil pada 3 lokasi di Pasar Sentral kota Gorontalo dengan metode teknik sampling acak sederhana. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan media selektif Nutrient Agar (NA)  didapat nilai rata-rata TPC pada pedagang S1 yaitu, 1,98 x 105 CFU/g, S2 yaitu, 2,05 x 105 CFU/g, dan S3, yaitu 2,45 x 105 CFU/g, hal ini disebabkan oleh masalah sanitasi lingkungan pasar Sentral yang kurang baik. Nilai kadar air pada pedagang S1, yaitu sebanyak 56,21%, S2 sebanyak 63,70%dan S3 sebanyak 67,92%. Nilai rata-rata pH pada pedagang S1 yaitu 5,95, S2 yaitu 6,02 dan S3 yaitu 6,03. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, ikan tongkol yang dijual di Pasar Sentral Kota Gorontalo masih layak dikonsumsi.
Sifat Fisik Kimia dan Tingkat Kesukaan Bubur Instan dengan Variasi Rasio Mocaf, Labu Kuning (Cucurbita moschata), dan Tempe serta Suhu Pengeringan Nida Diana; Agus Slamet; Bayu Kanetro
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubur instan merupakan produk pangan pengganti nasi yang sebelumnya telah mengalami proses pengolahan sehingga dalam penyajiannya tidak memerlukan proses pemasakan. Pemanfaatan mocaf, labu kuning dan tempe sebagai bahan baku pembuatan bubur instan merupakan diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bubur instan dengan variasi rasio mocaf, labu kuning dan tempe serta suhu pengeringan yang mempunyai sifat fisik, kimia yang memenuhi syarat dan disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan pola faktorial. Faktor perlakuan dalam penelitian ini adalah variasi rasio mocaf, labu kuning dan tempe yakni 1:1:1, 1:2:1 dan 1:3:1 dan suhu pengeringan, yakni 130°C, 140°C, dan 150°C. Bubur instan yang dihasilkan dilakukan uji fisik, tingkat kesukaan dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variasi rasio mocaf, labu kuning dan tempe serta suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bubur instan. Bubur instan yang disukai adalah bubur intstan dengan variasi rasio mocaf, labu kuning dan tempe 1:2:1 serta suhu pengeringan 130oC yang memiliki kadar air 9,24%, kadar abu 1,63%, kadar protein 16,13%, aktivitas antioksidan 31,64% RSA, kadar beta karoten 40,09 μg/g, dan total fenol 12,78 mg EAG/g.

Page 1 of 2 | Total Record : 14