cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 29640202     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Maksud dari kegiatan ini adalah sebagai implementasi program Merdeka Belajar yang kurikulumnya terdiri dari Based Project dalam bentuk Riset Mahasiswa dan Case Method dalam bentuk Seminar
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN UWI UNGU (Dioscorea alata L) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata L) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN BOLU KUKUS Yuliani, Ririn; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Fitri, Ichlasia Ainul
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi ungu (Dioscorea alata L) dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan bahan pangan lokal yang berpotensi meningkatkan kualitas produk pangan. Karakteristik nutrisi tersebut memerlukan adanya pengembangan inovasi dan diversifikasi pengolahan, salah satunya dengan menghasilkan produk makanan seperti bolu kukus tinggi protein. Pada penelitian ini dibuat bolu kukus dengan menggunakan perbandingan tepung terigu : uwi ungu P1 90:10%, P2 80:20%, dan P3 70:30% serta kombinasi tepung kacang hijau Q1 5%, Q2 10%, dan Q3 15%. Parameter yang diuji meliputi sifatfisik, sifat kimia dan uji kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan uwi ungudan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu : uwi ungu P3 (70:30%) dan tepung kacang hijau 10% memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai panelis. Kriteria bolu kukus yang paling disukai adalah sebagai berikut : kadar air 30,18%, kadar abu 1,19%, kadar protein 9,81%, kadar lemak 27,61%, karbohidrat 31,21%.Kata kunci: uwi ungu, tepung kacang hijau, bolu kukus
EFEKTIVITAS DOSIS APLIKASI TRICHODERMA BREVICOMPECTUM TZ12BN2 TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Wartabone, Soraya; Matike, Fitra Haris; Pulogu, Siska Irhamnawati; Iswati, Rida; Agriani, Seftia
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang sering mengalami kendala produksi akibat faktor lingkungan, organisme pengganggu tanaman (OPT), dan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dosis Trichoderma brevicompactum TZ12BN2 terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai. Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat dosis p 0 (0 g), p1 (2,5 g), p2 (5 g), dan p3 (10 g). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan P3 (10 gr) menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan peningkatan signifikan pada semua variabel. Trichoderma sp. berperan penyerapan nutrisi dan perbaikan sistem perakaran, sehingga berpotensi sebagai agen hayati yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai.
SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN MI KERING VARIASI RASIO TEPUNG TERIGU: LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN PENAMBAHAN SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE Rahmawati, Ira Ayu Dwi; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi kering terbuat dari gandum dengan penambahan bahan pangan lain dan aditif yang diizinkan, untuk menambah mikronutrien, ditambahkan labu kuning yang memiliki kandungan antioksidan, yang dapat menghambat proses oksidasi dalam tubuh dengan menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan mi kering labu kuning yang diterima panelis, serta memenuhi syarat SNI. Desain penelitian menggunakan pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL). Tahapan penelitian meliputi pembuatan puree labu kuning, pembuatan adonan mi dengan variasi penambahan labu kuning sebesar 10%, 20%, 30% dan variasi konsentrasi STPP sebesar 0,1%, 0,3%, 0,5%. Pengukusan, pencetakan dan pengeringan 3 jam pada suhu 60 oC. Kemudian diuji fisik yaitu uji warna, tekstur dan cooking loss. Uji kesukaan meliputi aroma, aroma, tekstur, rasa, dan keseluruhan. Analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, dan β-karoten. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan SPSS Univariate Analysis of Variance dan One Way Anova tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio penambahan terigu: labu kuning dan STPP berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan mi kering. Perlakuan yang disukai panelis penambahan labu kuning 20 % dan STPP 0,3% memiliki kadar air 9,23%, kadar abu 1,66%, kadar protein 13,30%, aktivitas antioksidan 11,31%RSA, dan ß-karoten 42,32%.
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KUNIR PUTIH (Curcuma mangga Val.) DAN LAMA PENGUKUSAN TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN NUGGET LELE DUMBO Baselia, Della; Pujimulyani, Dwiyati; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugget ikan adalah sajian kuliner dengan bahan baku ikan yang dihaluskan, dicampur tepung dan dibentuk menarik untuk menggugah selera. Penambahan bubuk kunir putih pada nugget lele dumbo dapat berfungsi sebagai pangan fungsional karena memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian menghasilkan nugget lele dumbo dengan penambahan bubuk kunir putih dan lama pengukusan yang tepat dan disukai panelis serta memiliki aktivitas antioksidan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial yang digunakan, dengan faktor penambahan kunir putih sebesar 2; 4; 6% dan lama pengukusan 15; 30; 45 menit. Nugget lele dumbo selanjutnya diuji fisik, kimia dan uji tingkat kesukaan. Data yang diperoleh diuji statistik dengan Univariate Analysis of Variance dan Oneway Anova jika ada beda nyata dilanjut uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Penambahan kunir putih dan lama pengukusan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan nugget lele dumbo. Nugget yang mempunyai konsentrasi penambahan bubuk kunir putih dan variasi lama pengukusan yang disukai dilakukan uji proksimat dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai nugget lele dumbo dengan penambahan bubuk kunir putih 4% dan lama pengukusan 15 menit memiliki kadar air 56,09% bb, abu 2,88%, protein 12,52%, lemak 7,57%, aktivitas antioksidan 9,04% RSA, fenol 2,44 mg EAG/g bk dan flavonoid 0,51 mg EK/g bk.    
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KUNIR PUTIH (Curcuma mangga Val.) DAN IKAN KAKAP (Lates calcarifer Bloch.) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN KESUKAAN BAKSO IKAN Ansabila, Hilma Amanda; Pujimulyani, Dwiyati; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunir putih (Curcuma mangga Val.) merupakan rempah yang mengandung senyawa bioaktif dan bermanfaat bagi kesehatan yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta antimikroba sehingga dapat ditambahkan dalam bakso ikan kakap yang merupakan produk olahan dengan kandungan protein tinggi dan rendah lemak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fungsional bakso ikan melalui penambahan bubuk kunir putih sebagai sumber antioksidan dan bioaktif seperti fenol dan flavonoid. Variasi konsentrasi bubuk kunir putih (2; 4; 6 g) dan ikan kakap (50; 150; 250 g) diuji menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial. Uji fisik meliputi tekstur dan warna, sementara uji kimia pada sampel terpilih (250:6 g) mencakup kadar air, abu, lemak, protein, aktivitas antioksidan, fenol total, dan flavonoid. Uji kesukaan dilakukan dengan metode hedonic test untuk menilai atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan.Data dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan uji kimia, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kunir putih secara signifikan memengaruhi warna, tekstur, dan tingkat kesukaan bakso ikan dengan formulasi terbaik diperoleh pada 250 g ikan kakap dan 6 g bubuk kunir putih, dengan kadar air 35,64%, kadar abu 1,71%, kadar protein 28,26%, kadar lemak 2,09%, aktivitas antioksidan 10,91% RSA, fenol total 2,65 mg EAG/g, dan flavonoid 0,52 mg EK/g.

Page 2 of 2 | Total Record : 15