cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian
ISSN : -     EISSN : 2964173X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
This journal publishes community service reports in the field of: postharvest process and technology; food commodities, food processing; food process engineering; interaction of machinery and food materials; chemical and functional food; biochemistry and food microbiology; nutrition and health; local and industrial food; management industrial of food processing; food safety; food security
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
PEMBUATAN STIK PEPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA BULOTALANGI, KECAMATAN BULANGO TIMUR Saman, Widya Rahmawaty; Isra, Muhammad; Ui, Nurwinda; Safriany, Dwy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulotalangi Village, located in Bulango Timur Subdistrict, Bone Bolango Regency, Gorontalo, is a horticultural production area, including papaya, with an average yield of 224 kg per year. Despite the abundant production, most of the harvest is sold fresh without further processing, resulting in low added value. To enhance community welfare, especially through food diversification, a community empowerment program was implemented in the form of training to produce papaya sticks. This program was designed to equip the community, particularly housewives, with technical skills in papaya processing, business management, and marketing strategies. The training included selecting high-quality raw materials, hygienic production processes, and packaging techniques that meet market standards. Survey results showed that the majority of participants (90%) were women, with a dominant age range of 41–50 years (70%), high school education (60%), and working as entrepreneurs (90%). About 80% of participants preferred the spicy flavor variant of papaya sticks, and 100% stated that the product appearance was attractive. Additionally, the training successfully improved participants' understanding of business opportunities based on papaya processing. Post-training surveys noted that 90% of participants felt optimistic about the market potential of this product. Through this processing innovation, papaya sticks are expected to become a sustainable new source of income, support food security, and improve the welfare of the Bulotalangi Village community. The sustainability of this program requires support in the form of access to capital and broader marketing strategies.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT TABUR PUPUK TANAMAN SEDERHANA BAGI PETANI Wunarlan, Irwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini memberikan sosialisasi serta pelatihan pemanfaatan alat tabup pupuk untuk tanaman jagung di Desa Tingkobuhu Kecamatan Suwawa sendiri dalam bidang pertanian jagung menjadi sektor yang mendominasi perekonomian. Dapat terlihat dengan banyaknya penduduk menam jagung sebagai mata pencarian pokok mereka Metode yang digunakan pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui penyampaian matari dan praktek langsung. Untuk mengahasilkan jagung berkualitas tinggi maka diperlukan pemupukan, saat ini proses dalam pemupukan dikerjakan secara manual mengunakan tangan dan tidak dibantu alat. Melihat kondisi ini dapat memberatkan petani sebab proses pemupukan yang lambat dan membutuhkan tenaga manusia yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan. Kegiatan ini menghasilkan alat yang berfungsi dengan baik, serta berfungsi untuk menaman benih jagung sesuai dengan ukuran benih yang akan ditanam serta dapat membantu proses peletakan pupuk dan benih dengan cepat
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TERNAK DALAM PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK Saleh, Ellen J.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan ternak yang berasal dari limbah hasil pertanian masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan sisa hasil pertanian sangat bermanfaat jika dijadikan sebagai pakan ternak dengan cara meningkatkan nilai gizi dari limbah hasil pertenian. Beberapa pengolahan limbah hasil pertanian dapat dibuktikan dengan adanya beberapa hasil penelitian yang menunjukkan keunggulan dari pakan ternak dengan memanfaatkan sis limbah hasil pertanian. Keuntungan dari pemanfaatan limbah sisa hasil pertanian sebagai pakan ternak selain meningkatkan nilai gizi dari pakan ternak juga mendapatkan nilai ekonomi. Pelaksanaan pelatihan Kelompok Tani Iloheluma merupakan upaya untuk pemanfaatan potensi lingkungan sekitar berupa limbah pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Pada kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi kegiatan pelatihan, demonstrasi dan pendampingan. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah sisa hasil pertanian sebagai pakan ternak yang ada di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dapat meningkatkan usaha tani dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan adanya peningkatan pengetahuan warga tentang manfaat limbah hasil pertanian, kesadaran akan kesehatan lingkungan juga semakin baik serta memberikan nilai ekonomis bagi warga, karena mengurangi pengeluaran pembelian bahan pakan dan bisa menambah penghasilan dari penjualan.
PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN PENURUNAN LAJU EROSI MELALUI KEGIATAN PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN POHON REBOISASI Nurmi, Nurmi; Zakaria, Fauzan; Gafur, Mahyunita Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of community service is to preserve the environment by reducing the rate of erosion through planting and maintaining reforestation trees around Tunggulo reservoir which is located in a sloping topography area. The method used in this community service is to conduct counseling on the benefits of fruit trees (soursop, rambutan, and durian) in increasing the cover of vegetation canopy on the soil surface so that it can reduce the rate of soil erosion, in addition to providing economic value to the community. The results of the community service are in the form of transferring research results on reforestation tree planting and maintenance technology, in this case tree planting with weed removal only carried out around trees planted in the direction of the contour lines. Partners play an active role in this community service, especially in the technical implementation in the field. The community service program carried out was accepted by farmers. Farmers are very optimistic that they can apply what they have learned in this community service activity in the field, because this technology is very easy to apply. Planting is carried out together with local residents and maintenance is continued by students during the implementation of the KKN program. Of the three types of fruit trees planted, soursop plants have better growth compared to rambutan and durian plants
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK DARI URINE SAPI Rokhayati, Umbang Arif; Pateda, Sri Yenny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah peternakan merupakan salah satu sember pupuk organik yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada sisi yang lain, masyrakat Desa Panca Karsa I dihadapkan pada permasalahan dengan banyaknya limbah urine sapiyang tidak dapat di kelolah oleh masyrakat sekitar terutama peternak. Limbah urine sapi yang berbau busuk dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di lingkungan pemukiman masyarakat. Oleh karenanya, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran sekaligus menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam pemecahan masalah maka perlu adanya pemanfaatan limbah urine sapi menjadi bahan baku pupuk organik. Kegiatan pelatihan masyarakat ini bertujuan untuk memberitahukan sekaligus praktek langsung dalam pengolahan limbah urine sapi menjadi pupuk organik cair. Penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pupuk organik, pendampingan selama pelatihan, dan pengamatan hasil kegiatan. Bahan baku yang digunakan dalam pengabdian merupakan limbah urine sapi peternak yang di maanfatkan menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan lebih dalam pada pemanfaatan limbah urine sapi.Kata kunci: Limbah Peternakan, Urine sapi, Pupuk Organik Cair
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN CABE BUBUK INSTAN BAGI KELOMPOK WANITA TANI DESA BUTU KECAMATAN TILONG KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Butu adalah desa yang memiliki potensi cabe merah yang cukup banyak namun belum di diversifikasi dalam bentuk lain sehingga jika produksi melimpah akan menyebabkan kerugian pada petani. Transfer teknologi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghasilkan produk lain berbahan baku cabe seperti bubuk cabe instan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat menyukai produk bubuk cabe instan dari segi rasa, aroma dan tekstur serta secara overall terutama untuk jenis cabe kuning/orange. Selain itu berdasarkan survey kelayakan, Masyarakat menyatakan setuju jika produk cabe bubuk instan untuk diperjual belikan secara komersial. Model pelatihan dengan jenis komoditi yang berdeba diharapkan oleh Masyarakat untuk terus bisa dilaksanakan. Hasil prediksi keuntungan  berdasarkan biaya modal selama sebulan diperkirakan sekitar Rp 9.000.000/bulan jika produksi cabe bubuk instan diproduksi sebanyak 1000 kemasan/bulan
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH NANGKA MENJADI PRODUK OLAHAN DI DESA BULOTALANGI KABUPATEN BONEBOLANGO Une, Suryani; Limonu, Marleni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Bulotalangi, Kabupaten Bone Bolango, untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan limbah biji nangka menjadi produk olahan kerupuk biji nangka. Desa ini memiliki potensi hortikultura yang tinggi, termasuk pohon nangka yang hampir 90% tumbuh di halaman rumah masyarakat. Namun, biji nangka selama ini hanya diolah sederhana seperti direbus atau dibuang. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada 21 ibu rumah tangga anggota kelompok tani dalam mengolah biji nangka menjadi kerupuk yang bernilai ekonomi. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai potensi dan manfaat biji nangka, diikuti dengan praktik pembuatan kerupuk. Bahan utama yang digunakan adalah biji nangka, yang diolah bersama tepung terigu, tepung tapioka, dan bumbu lainnya. Peserta praktik dibagi menjadi tiga kelompok untuk memudahkan pelatihan. Selama proses, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, yang ditunjukkan melalui diskusi aktif dan minat untuk memproduksi kerupuk di rumah. Evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa 71% peserta sangat berminat untuk memproduksi ulang kerupuk biji nangka, sementara 52% merasa sangat mudah memahami materi pelatihan. Hasil pengujian sensori terhadap kerupuk menunjukkan penerimaan yang baik dari segi rasa, kerenyahan, dan warna. Sebanyak 62% panelis memberikan penilaian "sangat suka" untuk parameter kerenyahan, sementara 38% menyatakan "suka". Faktor utama yang mendukung potensi pengembangan produk ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah, proses pengolahan yang sederhana, dan waktu produksi yang relatif singkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan biji nangka memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Bulotalangi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7