cover
Contact Name
Asri
Contact Email
asriiffat@gmail.com
Phone
+6285242199519
Journal Mail Official
asriiffat@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pendidikan Taccorong Kec.Gantarang Kab.Bulukumba
Location
Kab. bulukumba,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal TLM Blood Smear
ISSN : 2747272     EISSN : 27465969     DOI : https://doi.org/10.37362/jmlt.v3i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal TLM Blood Smear provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in parasitology, hematology, toxicology, etc. are particularly welcome.This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Hematology
Articles 40 Documents
Studi Potensi Ekstrak Antosianin Dari Kulit Manggis (Garcinia Mangostana) Sebagai Pewarna Apusan Darah Tepi (Adt) Dalam Melihat Gambaran Leukosit Eka Susilawati; Artati; Subakir Salnus
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 1 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.698 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i1.434

Abstract

Sel darah putih atau Leukosit meruapakan salah satu komponen dalam darah yang berfungsi sebagai pembasmi bibit penyakit / bakteri yang masuk kedalam jaringan RES (Sistem retikuloendoel) melalui darah manusia dan juga sebagai pengangkut atau pembawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa lalu menuju ke pembuluh darah. Tujuan penelitian ini Untuk melihat gambaran Leukosit pada sediaan ADT dengan menggunakan pewarnaan giemsa dan ekstrak kulit manggis (garcinia mangostana) dengan menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimen laboratory. Dalam penelitian ini menggunakan dua pewarnaan terhadap sediaan apusan darah tepi yaitu pewarnaan giemsa dan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) untuk melihat gambaran leukosit. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemeriksaan menunjukan gambaran leukosit tidak terlihat pada semua jenis konsentrasi. Ini dikarenakan antosianin yang terkandung dalam kulit manggis tidak memiliki kandungan azure B yang dapat mengikat atau mengambil warna biru-ungu atau biru pada inti sel, nukleuprotein pada leukosit.
Identifikasi Infeksi Kecacingan Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonto Bangun Rini Wahyu Ningsi; AR Pratiwi Hasanuddin; Risnawati
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 1 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.193 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i1.435

Abstract

Pembangunan kesehatan selalu ditujukan untuk meningkatkan mutu dan untuk memudahkan pelayanan kesehatan yang dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat khususnya kepada kelompok yang beresiko tinggi seperti bayi, balita, ibu hamil dan ibu bersalin. Kehamilan merupakan bagian terpenting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Penyakit Soil Transmitted Helminths (STH) juga merupakan salah satu Penyakit parasite yang dengan pravalensinya tinggi. Pada infestasi cacing ini ibu hamil mungkin mengalami toksemia dan infestasi bakteri sedang. Apabila tidak diobati, kemungkinan akan mengalami keguguran,atau kelahiran premature dan janin lahir meninggal menjadi tinggi. Untuk mengetahui adanya telur cacing pada ibu hamil yang ada diwilayah kerja Puskesmas Bonto Bangun.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif laboratorik menggunakan metode langsung (Natif). Hasil pemeriksaan dari 21 sampel ditemukan 4 sampel positif yang terinfeksi telur cacing Ascaris lumricoides dan Trichuris trihiura. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ditemukan 4 sampel positif yang terinfeksi telur cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura.
Uji Daya Hambat Handsanitizer Dari Daun Sirih (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Resky Dwijayanti; Islawati; Asdinar
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 1 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.909 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i1.510

Abstract

Handsanitizer is one of the antiseptic ingredients in the form of a liquid that is used by the public as a practical hand washing medium. The use of handsanitizers at this time tends to use synthetic and chemical materials so that they have an adverse impact on health and also the environment. Natural materials are safer and also easier to use. One of the results obtained is betel leaf. The antibacterial activity of betel leaf shows that with a 96% ethanol mixture it can inhibit bacterial growth. Betel leaf can be used as an antibacterial because it contains 4.2% essential oil which mostly consists of betephenol which is an isomer ofEuganol allypyrocatechine, Cineol methyl euganol, Caryophyllen (siskuiterpen), kavikol, kavibekol, estragol and terpinen, this study aims to determine the inhibition of betel leaf handsanitizer against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The research design used is a descriptive qualitative laboratory observation research type. The object in the population is Staphylococcus aureus bacteria. The object in the sample is betel leaf (Piper betle L). The method used is to determine the total number of samples needed by using the formula Fereder with a sample calculation result of 23.5. The results obtained from 3 concentrations obtained that the highest bacterial inhibition zone was at a concentration of 30% with an average value of 21mm and the lowest bacterial inhibition zone was at a concentration of 10% with an average value of 13mm. Whereas for the negative control group (-) the average value was 0 and for the positive control group (+) the average value was 34mm. The conclusion from several treatments of betel leaf extract starting from a concentration of 10%, 20%, and 30% can be drawn a conclusion that from the three concentrations tested with 5 times treatment, the results of the betel leaf extract concentration have the highest average value of the inhibition zone. treatment is at a concentration of 30% that is 21mm
Hubungan Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Bulukumba A.R.Pratiwi Hasanuddin; Asdinar
Jurnal TLM Blood Smear Vol 3 No 1 (2022): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.285 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v3i1.535

Abstract

Malnutrisi dan infeksi kecacingan bertalian satu dengan yang lain, malnutrisi dapat menyebabkan cacingan dan sebaliknya cacingan dapat menyebabkan malnutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan infeksi kecacingan dengan stunting pada balita di Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian Menggunakan rancangan cross-sectional dengan teknik consecutive sampling. Balita berumur 24-59 bulan sebanyak 20 orang yang telah masuk kedalam kategori stunting. Pengumpulan data pada bulan Desember 2019 – Februari 2020 di Kecamatan Ujung Bulu dan Kecamatan Gantarang di Kabupaten Bulukumba. Orang tua subjek di wawancarai menggunakan panduan kuesioner. Sampel tinja dikumpulkan dan diamati menggunakan metode natif (langsung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 666 balita di Kecamatan Ujung Bulu dan Kecamatan Gantarang, hanya 20 balita yang memenuhi syarat penelitian dan telah dikategorikan stunting. Infeksi kecacingan memiliki persentase sebesar 20% (4 balita) dengan intensitas infeksi paling banyak adalah cacing Ascaris lumbricoides 15%. Hasil analisis hubungan antara infeksi STH dengan status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan nilai p>0.05. Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara infeksi STH dengan kejadian stunting pada balita yang ada di Kabupaten Bulukumba.
Identifikasi Soil Transmitted Helminth (STH) Anak Usia 7-10 Tahun Menggunakan Sampel Feses Metode Natif Nurfadillah; Asriyani Ridwan; Dzikra Arwie
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 2 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.496 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i2.540

Abstract

The background of this research is that Soil-Transmitted Helminth type worm infection is an infection that can be transmitted through the soil including Ascaris lumbricoides, Trichuris Trichur, and Hookworm. In Indonesia, worm infection is the most common health problem in urban and semi-urban areas that have poor sanitation, personal hygiene, and socioeconomic conditions. Intestinal nematode eggs are happy in areas where the environment is a slum, there is inorganic waste, and One of the locations in the Final Disposal Site (TPA). The aim of this research is to determine the type of intestinal nematode worm eggs or Soil-transmitted helminth (STH) in the feces of children aged 7-10 years in the area of the ​​final disposal site in Borong Manempa Hamlet, Polewali Village Bulukumba 2020. This research method uses the native method with the Accidental Sampling technique. The conclusion of this study is that 2 cases of positive samples were found with a percentage of 10% infected with Soil-Transmitted Helminth from the Ascaris lumbricoid group of the 20 samples examined, and 18 samples were negative with Soil-Transmitted Helminth with a percentage of 90%.
Analisis Kandungan Zat Besi Pada Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhisuz) Di Pasar Tradiosional Cekkeng Kabupaten Bulukumba Tahun 2020 Riska Andriani; Islawati; Risnawati
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 2 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.999 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i2.542

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang Buah naga merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh dan memiliki kandungan gizi secara umum yang ditemukan dalam buah ini adalah berupa potassium, ferum, serat, kalsium dan sodium.Zat besi (Fe) merupakan unsur mikromineral yang sangat penting dalam tubuh karena berfungsi untuk pembentukan sel darah merah yang proses sintesis hemoghlobin (Hb) dan dapat pula mengaktifkan beberapa enzim salah satunya yakni enzim pembentuk antibody. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya kandungan zat besi pada buah naga merah.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Spektrofotometer Uv-Vis. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kandungan zat besi buah naga isi merah pada sampel yaitu, pada konsentarsi 12,349 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,006%, konsentrasi 9,280 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,004% , konsentrasi 10,201 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,005%, konsentrasi 9,876 ppm 0,004%. Maka dapat disimpulkan bahwa kandungan zat besi buah naga isi merah sampel segar dengan kosentrasi 12,349 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,006% paling tinggi.
Analisis Kandungan Zat Besi Pada Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Riska Andriani; Islawati; Risnawati
Jurnal TLM Blood Smear Vol 3 No 1 (2022): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.699 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v3i1.543

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang Buah naga merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh dan memiliki kandungan gizi secara umum yang ditemukan dalam buah ini adalah berupa potassium, ferum, serat, kalsium dan sodium.Zat besi (Fe) merupakan unsur mikro mineral yang sangat penting dalam tubuh karena berfungsi untuk pembentukan sel darah merah yang proses sintesis hemoglobin (Hb) dan dapat pula mengaktifkan beberapa enzim salah satunya yakni enzim pembentuk antibodi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya kandungan zat besi pada buah naga merah.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Spektrofotometer Uv-Vis. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kandungan zat besi buah naga isi merah pada sampel yaitu, pada konsentrasi 12,349 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,006%, konsentrasi 9,280 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,004% , konsentrasi 10,201 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,005%, konsentrasi 9,876 ppm 0,004%. Maka dapat disimpulkan bahwa kandungan zat besi buah naga isi merah sampel segar dengan konsentrasi 12,349 ppm dengan hasil kandungan Fe sebanyak 0,006% paling tinggi.
Hubungan Kecacingan Dengan Stunting Pada Balita Dengan Menggunakan Metode Sedimentasi di Kabupaten Bulukumba Asdinar; Nurfaikatunnisa; A.R.Pratiwi Hasanuddin
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 2 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.946 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i2.550

Abstract

Latar belakang penelitian adalah Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita maupun faktor sosial ekonomi, kebersihan personal Hygiene, sanitasi lingkungan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kasus stunting yaitu adanya infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminthiasis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara pemeriksaan telur cacing STH dan mengetahui hubungan antara kecacingan dengan stunting pada balita dengan metode pemeriksaan sedimentasi. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan untuk melihat hubungan antara kecacingan dengan stunting pada balita di Kabupaten Bulukumba, dimana sampel yang digunakan sebanyak 20 subjek. Kesimpulan penelitian ini diperoleh nilai p = 2,17 artinya nilai ɑ = 0,05 lebih besar dari nilai p, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kecacingan dengan balita dengan metode pemeriksaan sedimentasi di Kabupaten Bulukumba dengan uji yang digunakan Chi-square atau uji alternatif fisher. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan untuk menggunakan APD lengkap dalam pemeriksaan dan waktu yang relatif lebih lama.
Gambaran Ukuran Eritrosit Pada Sampel Darah EDTA Berdasarkan Waktu Penyimpanan Sampel Selama 1 Jam, 2 Jam Dan 2 Jam 30 Menit Syarif Al-Qadri Indra; Siti Khadijah; Asdinar; Adam
Jurnal TLM Blood Smear Vol 3 No 2 (2022): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.677 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v3i2.617

Abstract

Perubahan biomekanik eritrosit selama penyimpanan antara lain ialah perubahan bentuk, deformabilitas, fragilitas osmotik, kemampuan untuk agregasi, dan viskositas intraseluler. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran ukuran eritrosit pada sampel darah EDTA berdasarkan waktu penyimpanan sampel selama 1 jam, 2 jam dan 2 jam 30 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah exsperimen laboratory dengan melihat gambaran ukuran eritrosit berdasarkan lama penyimpanan sampel darah EDTA selama 1 jam, 2 jam dan 2 jam 30 menit. sampel sebanyak 5 responden dengan tehnik sampling non random sampling. Hasil penelitian bahwa Terdapat perbedaan ukuran pada sampel darah yang disimpan selama 1 jam jika dibandingkan dengan kontrol yaitu pada sampel darah yang disimpan selama 1 jam terlihat membengkak sehingga ukurannya lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Pada sampel yang didiamkan selama 2 jam memiliki ukuran eritrosit yang lebih besar dari kontrol dan sampel yang didiamkan selama 1 jam begitupun dengan sampel yang didiamkan selama 2 jam 30 menit ukuran eritrositnya lebih besar dari kontrol dan sampel yang didiamkan selama 1 jam dan 2 jam. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ukuran eritrosit yang disimpan selama 1 jam, 2 jam dan 2 jam 30 menit dengan menggunakan antikoagulan K3EDTA memilki ukuran erirosit yang lebih besar daripada kontrol. Semakin lama sampel darah didiamkan maka eritrosit akan semakin membengkak dan ukurannya akan semakin besar.
Identifikasi Kejadian Anemia pada Komunitas Gamers Rewa Lingkungan Caile Kelurahan Sangiasseri Kabupaten Sinjai Nurfainul; Asdinar; Dzikra Arwie
Jurnal TLM Blood Smear Vol 3 No 2 (2022): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.06 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v3i2.640

Abstract

Tingginya angka pengguna internet di indonesia, salah satu produknya yang berkembang sangat pesat saat ini adalah game online. Secara tidak langsung game online ini dapat memberikan dampak negatif karena banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain dari pada istirahat. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin pada gamer. Individu gamer tersebut mempunyai waktu tidur yang kurang pada malam hari dan pola tidur yang tidak teratur. Kurang nya waktu tidur tersebut bisa menyebabkan penurunan kadar hemoglobin pada tubuh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian anemia pada komunitas Gamers Rewa, Lingkungan Caile, Kelurahan Sangiasseri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode deskriptif dengan mengunakan pendekatan survey observasi, dengan jumlah populasi sebanyak 32 orang,dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia ringan terjadi pada 11 responden, sedangkan anemia sedang dialami oleh 3 responden, dan 8 responden memilki kadar hb normal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kejadian anemia pada komunitas Gamers Rewa.

Page 2 of 4 | Total Record : 40