cover
Contact Name
Asri
Contact Email
asriiffat@gmail.com
Phone
+6285242199519
Journal Mail Official
asriiffat@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pendidikan Taccorong Kec.Gantarang Kab.Bulukumba
Location
Kab. bulukumba,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal TLM Blood Smear
ISSN : 2747272     EISSN : 27465969     DOI : https://doi.org/10.37362/jmlt.v3i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal TLM Blood Smear provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in parasitology, hematology, toxicology, etc. are particularly welcome.This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Hematology
Articles 40 Documents
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Hikma, Nurul; Fatimah; Gunawan; Aryandi, Rahmat; Salnus, Subakir
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 2 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i2.1098

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik apabila dikonsusmsi dalam jangka waktu panjang sehingga dapat menimbulkan masalah tersendiri. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, masyarakat mengambil alternatif lain yaitu dengan menggunakan bahan alami yang mudah dijangkau seperti daun sukun yang digunakan sebagai pengganti antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi dan timbulnya efek samping dari antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan pelarut etanol dengan metode difusi sumuran. penelitian ini adalah Experimental Laboratory, menggunakan desain True Eksperimental Design. Dimana ekstrak daun sukun diperoleh metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam lima perlakuan konsentrasi yaitu konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40% dan 20 % serta kontrol positif amoksisilin dan kontrol negatif aquadest. Kemudian dilanjutkan dengan metode difusi sumuran dengan cara membuat lubang pada media uji untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun sukun. Hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ekstrak daun sukun mampu menghambat pertumbuhan bakeri Staphylococcus aureus dengan kategori lemah hingga sedang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sukun di semua variasi konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Perbandingan Hasil Led Berdasarkan Spesimen (EDTA Dan NaCl 0,9%) dengan Waktu Pemeriksaan Salnus, Subakir; Jusfika, Isma; Aryandi, Rahmat
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 2 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i2.1116

Abstract

Perubahan darah akan terjadi apabila darah disimpan selama 5 jam sehingga mengakibatkan LED berkurang, hal ini karena eritrosit mengalami perubahan bentuk menjadi sferis dan sulit untuk membentuk rouleaux. Permasalahan yang terjadi, LED tidak segera diperiksa karena keterbatasan tenaga dan alat pemeriksaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai laju endap darah antara darah yang segera diperiksa dengan darah yang ditunda selama 5 jam. Metode : Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa DIII Analis Kesehatan tingkat 3 dan sampel dari penelitian ini adalah darah EDTA sebanyak 22 sampel. Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil laju endap darah yang signifikan antara darah segera periksa dan yang ditunda selam 5 jam. Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa masing-masing data terdistribusi dengan normal yang memenuhi syarat untuk melakukan uji paired t-Test dari hasil akhir menunjukkan nilai p sebesar 0,007 < 0,05 yang artinya ada perbandingan laju endap darah yang signifikan pada darah yang segera diperiksa dan yang ditunda selama 5 jam. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari 22 sampel laju endap darah ada perbedaan hasil secara signifikan antara darah yang segera diperiksa dengan darah yang ditunda selama 5 jam
Perbedaan Nilai Laju Endap Darah Sampel Darah Na Citrat Segera Diperiksa Dengan Yang Disimpan Selama 3 dan 7 Jam Sahiruddin, Lala Andriani; Subakir Salnus; Rahmat Aryandi
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 1 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i1.1121

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah pemeriksaan, maka sampel yang dibutuhkan akan semakin banyak, untuk meminimalis pengambilan sampel, pemeriksaan laju endap darah (LED) cara yang banyak dilakukan dilapangan yaitu dengan memodifikasi penggunaan antikoagulan yang mana saat ini menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat. Dalam buku (Gandasoebrata, 2010,) menyatakan bahwa pemeriksaan LED metode westegren menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat 3,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemeriksaan LED yang segera diperiksa dan yang ditunda selama 3 dan 7 jam dilemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius menggunakan metode westegrenPenelitian ini dilakukan di Laboratorium klinik Stikes panrita Husada Bulukumba. populasi penelitian yaitu Mahasiswa Stikes Panrita Husada Bulukumba Prodi DIII analis Kesehatan Tingkat III kelas A yang berjumlah 11 orang.Instrumen penelitian diukur dengan pipet westegren. Hasil pemeriksaan LED dengan antikoagulan Natrium sitrat yang segera diperiksa yaitu 24,18 mm/jam sedangkan darah yang disimpan selama 3 jam yaitu 21,27 mm/jam dan yang ditunda selama 7 jam yaitu 15,82 mm/jam. Pada pengamatan darah simpan selama 3 dan 7 jam nilai LED lebih rendah dibandingkan dengan darah yang segera diperiksa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat dismpulkan bahwa dari 11 sampel laju endap darah ada perbedaan yang signifikan antara nilai laju endap darah yang segera diperiksa dengan darah yang ditunda selama 3 dan 7 jam.
Uji Daya Hambat Ekstrak Batang Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Hasan, Elsi; AR Pratiwi Hasanuddin; Artati
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 1 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i1.1135

Abstract

Penyakit infeksi ialah penyakit yang disebabkan karena masuk dan berkembangnya mikroorganisme. Penyakit infeksi terjadi ketika kita berinteraksi dengan mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan pada tubuh host dan kerusakan tersebut menimbulkan berbagai gejala tanda klinik. Salah satu penyebab infeksi yaitu bakteri staphylococcus aureus. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang berbentuk coccus, Dapat menghasilkan endotoksin, tidak bergerak dan tidak membentuk spora, memiliki sifat fakultatif aerob, tahan terhadap pengeringan, dan tumbuh dengan baik pada suhu 37ºC, flora normal pada manusia, dan resisten terhadap banyak antibiotik, sehingga diperlukan penemuan obat baru, salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat alternatif ialah serai dapur (Cymbopogon citratus), yang mengandung senyawa aktif anti bakteri seperti saponin, tanin, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak batang serai terhadap bakteri staphylococcus, Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Laboratories menggunakan desain Semu Experimental Design dengan rancangan Post Only Test Only Control Group Design. Konsentrasi yang digunakan adalah 60%,70%,80%,90%,dan 100%. serta kontrol positif tetracyclin dan kontrol negatif aquades. Kemudian diuji dengan menggunakan metode sumuran untuk menguji daya hambat ekstak batang serai terhadap bakteri Staphylococcus aureus, hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic menggunakan uji One Way Anova, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak batang serai mampu menghambat pertubuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil eksperimen konsentrasi 60% (13,83 mm), 70% (15,50 mm), 80% (17,33 mm), 100% (19,33 mm), kontrol + (21,89 mm), dan kontrol – (0 mm). Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan jika esktrak batang serai (cymbopogon citratus) dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, dan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi daya hambat yang terjadi.
Perbandingan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb) Diperiksa Langsung Dan Ditunda 2 Jam Pada Ibu Hamil Asdinar; Selvina; Salnus, Subakir; Mulhayat, Syamsul
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 2 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i2.1151

Abstract

Defisiensi Hemoglobin (Hb) merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh ibu hamil. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), perdarahan, dan jika ibu hamil mengalami anemia berat dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan sampel darah EDTA pada ibu hamil, diperiksa langsung dan ditunda 2 jam di puskesmas caile. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif ketegorik berpasangan dengan metode penelitian experiment laboratory. Dimana jumlah populasi sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan pada pengambilan sampel ialah metode purposive sampling. Dari 15 sampel untuk pemeriksaan langsung terhadap 2 sampel yang kadar hemoglobin di bawah normal dan 13 sampel dengan kadar hemoglobin normal. Untuk pemeriksaan yang ditunda 2 jam didapatkan semua responden kadar hemoglobin normal yaitu 15 responden. Berdasarkan uji statistic Wilcoxon penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbandingan kadar hemoglobin di periksa langsung dan ditunda 2 jam.
PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT DARAH EDTA SEGERA DAN DITUNDA 50 MENIT Aryandi, Rahmat; Faizah, Nurul; faizah, Nurl
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1199

Abstract

Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponen di dalam darah. Darah terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit, serta cairan yang berwarna ke-kuningan disebut dengan plasma Pemeriksaan hitung jumlah trombosit tidak boleh ditunda karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan bila terpaksa ditunda sebaiknya harus diperhatikan batas waktu penyimpanan untuk masing-masing pemeriksaan. Batas penyimpanan darah EDTA untuk pemeriksaan jumlah trombosit adalah satu jam, penundaan lebih dari satu jam menyebabkan perubahan jumlah trombosit. Trombosit akan mudah pecah, terjadi proses agregasi dan adhesi sehingga menyebabkan trombosit bergabung satu sama lain. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah trombosit darah EDTA segera dan ditunda 50 menit. Metode : Metode penelitian ini adalah exsperimental laboratory. Hasil dan Kesimpulan : Dari hasil nilai rata-rata pemeriksaan trombosit segera 261,125 dan pemeriksaan trombosit yang ditunda rata-rata 272,625. Hasil uji T berpasangan mununjukkan adanya perbedaan bermakna antara jumlah trombosit yang segera diperiksan dan ditunda 50 menit (p=006).
Identifikasi Bakteri Coliform Pada Es Teler dengan Metode MPN (Most Probable Number) di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Tahun 2023 Maharani, Sindy Putri; Hasanuddin, A.R. Pratiwi; Adam, Adam; Subakir Salnus
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1232

Abstract

Bakteri Coliform merupakan suatu bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya cemaran terhadap air dan makanan. Coliform adalah bakteri berbentuk batang, Gram negatif tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang menfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 37°C.Bakteri Coliform adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (food born disease). Coliform merupakan Salah satu bakteri indikator yang relatif tahan hidup. Penggolong bakteri Coliform dan sifat-sifatnya dibagi menjadi dua yaitu Coliform fekal yang berasal dari tinja manusia. Dan Coliform nonfekal diantaranya yang berasal dari hewan atau tanaman yang sudah mati. Diketahui bahwa disulawesi mempunyai prepalensi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Coliform yaitu sebesar 76,39%.Menggunakan 5 sampel metode MPN dengan uji LB,BGLB dan EMBA.
Identifikasi Telur Cacing Ascaris lumbricoides Pada Feses Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Harma, Andi Harmawati Novriani HS; Ridwan, Asriyani; I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1330

Abstract

Infectious diseases still often occur in developing countries, one of which is infection caused by parasites in the form of worms. Soil Transmitted Helminths (STH) are intestinal nematodes which in their life cycle require soil for the maturation process so that there is a change from a non-infective stage to an infective stage. The prevalence of worms in Indonesia is still quite high, between 60-80%, especially in children under five because at that age they move more and interact directly with the environment. This research aims to determine the presence of Ascaris Lumbricoides worm eggs in the feces of toddlers in the Ponre Community Health Center Working Area. The type and design of the research used is observational with a cross sectional design. Stool examinations will start from June to November 2023 on 20 stool samples. Sample analysis was carried out in the Microbiology Laboratory DIII Health Analyst Stikes PHB. Microscopic results of Soil Transmitted Helminths (+) worm eggs from 12 people. The frequency of Soil Transmitted Helminths infections is based on the type of worm eggs with details of Ascaris lumbricoides 12 people.
Identifikasi Jamur Aspergillus sp. pada Ikan Asin Yang Dijual di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang Salnus, Subakir; Islawati; Jumrah, Elfira
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1339

Abstract

Indonesia is a tropical area. Erratic climate change causes many diseases, especially infectious diseases caused by fungi. One of the fungi that commonly contaminates food is Aspergillus sp. This type of fungus produces various types of toxins which can cause quite serious illnesses in humans. Acute diseases caused by the Asprgillus sp. fungus can attack the central nervous system, some of which are carcinogenic, causing poisoning, cancer of the liver, kidneys and stomach if eaten in small quantities and over a long period of time. This is the background for conducting research. The aim of this research is to determine whether or not the fungus Aspergillus sp. on salted fish sold at the central market of Pinrang Regency. This research uses an experimental laboratory research design, namely a proportional research design. Samples of salted fish at the central market in Pinrang Regency. Next, planting is carried out in Potato Dextrose Agare (PDA) media and then incubated again at a temperature of 37ºC for 3-7 days. Fungal colonies growing on PDA media were observed macroscopically and microscopically. The results of the examination of 7 samples found that 5 (71.43%) samples were positively identified as Aspergillus sp fungus. and 2 (28.57%) negative samples where the fungus Aspergillus sp. was not identified. Based on the research results, it can be concluded that most of the salted fish samples circulating in the central market of Pinrang Regency are still contaminated with Aspergillus sp.
Perbandingan Kadar Asam Urat Darah Tidak Puasa Dengan Puasa 8 Jam Dan 12 Jam Pada Mahasiswa/I Stikes Panrita Husada Bulukumba Asdinar
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1392

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat dalam inti sel tubuh. Meningkatnya kadar asam urat dapat menimbulkan gangguan pada tubuh manusia, seperti nyeri pada daerah persendian, dan seringkali disertai dengan rasa nyeri yang hebat pada penderitanya. Kadar asam urat dalam tubuh memiliki kadar normal, nilai normal asam urat pada pria adalah 3,4 - 7,0 mg/dL, sedangkan nilai normal asam urat pada wanita adalah 2,4 - 6,0 mg/dL. Jika nilai asam urat abnormal dapat menyebabkan hiperurisemia, sedangkan kadar asam urat yang lebih rendah dari normal disebut hipourisemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat darah tidak puasa dengan puasa 8 jam dan 12 jam pada mahasiswa/i Stikes Panrita Husada Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain observasional laboratories dengan pendekatan cross sectional dengan jenis kuantitatif analitik komparatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa/i DIII teknologi laboratorium medik. Sampel diambil dari darah kapiler dengan jumlah 25 sampel tidak puasa, 25 sampel puasa 8 jam dan 25 sampel puasa 12 jam. Total 75 sampel di periksa. Kadar asam urat di ukur menggunakan alat POCT dengan merk Autocheck. Hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriktif dengan perolehan kadar asam utrat pada sampel responden tidak puasa rata-rata 4,912 mg/dl, sampel puasa 8 jam 4,788 mg/dl dan sampel 12 jam 4,672 mg/dl. Uji normalitas data menggunakan menggunkan Saphiro-wilk dan dilanjutkan uji Repeated measures ANOVA. Berdasarkan uji uanine Repeated measures ANOVA diperoleh nilai P-Value <0,5, menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna kadar urat darah sampel tidak puasa dengan puasa 8 jam dan 12 jam. Kesimpulan penelitian ini diperoleh nilai p=0,02 artinya <0,05, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara tidak puasa dengan puasa 8 jam dan puasa 12

Page 4 of 4 | Total Record : 40