cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 266 Documents
Struktur Penyusunan Inverter Msw (Modified Sine Wave) Dengan Rangkaian Lc Filter Pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayo Andara Aldinofa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.422 KB)

Abstract

Dalam penggunaan pembangkit listrik yang menghasilkan tegangan DC, seperti Solar Panel (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga angin (PLTB), Pembangkit listrik tenaga Mikro hydro (PLTMH), dan lain-lain, inverter adalah alat yang penting. Inverter adalah alat yang digunakan untuk mengubah sumber tegangan DC menjadi tegangan AC. Inverter Modified Sine Wave adalah jenis inverter yang menghasilkan gelombang berbentuk kotak yang dimodifikasi sehingga menyerupai gelombang sinus. Inverter jenis modified sine wave ini tidak akan mempengaruhi beban-beban linier seperti lampu. Rangkaian LC juga disebut rangkaian tangki, rangkaian tuned atau rangkaian resonan, LC filter terdiri dari hubungan parallel komponen-komponen pasif yaitu Induktor dan kapasitor. Hasil dari penelitian menggunakan Inverter dengan LC Filter menghasilkan efisiensi tertinggi pada beban Resistif sebesar 21,44 % pada beban Beban Lampu 45 Watt dan efisiensi terendah pada beban induktif sebesar 1,46 % pada beban kipas 5 Watt.  Kata Kunci : PLTB, Arduino, LC Filter, Inverter, Half Bridge. 
Pengaruh Kinerja Keruntuhan Srpm Baja Akibat Gempa Pulse Dan Fling (Literatur) Agus Dwi M
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.336 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Gempa itu sendiri terdiri dari gempa tunggal yang mana terdiri dari gempa regular, pulse,fling. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa regular, pulse dan fling. Dalam hal tersebut struktur baja sangat direkomendasikan karena struktur baja lebih elastis dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 4 lantai yang dimodelkan terhadap penskalaan rekaman gempa yaitu penskalaan MCE yang disandingkan dengan 20 groundmotion untuk masing masing jenis gempa regular, pulse, fling untuk analisis linier dan analisis non linier. Dari hasil analisis yang didapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah lunak terhadap gempa tunggal didapatkan nilai incremental displacement analysis dimana hasil kurva IDA tersebut menunjukkan gempa regular lebih besar daripada gempa pulse dan fling dimana gempa regular lebih dominan untuk mendapatkan kinerja keruntuhan lebih cepatb dibandingkan gempa pulse dan fling. Hasil analisis didapatkan bahwa interstory drift pada gempa regular memiliki nilai drift sebesar 0.539, gempa pulse 0.442, dan gempa fling 0.726 dan analisis kemungkinan keruntuhan di buat dengan kategori 10% collapse, 5% CP (collapse prevention), 2.5% LS (life safety) dan 0.7% IO (immediate occupancy).
Tinjauan Numerik Unjuk Kerja Pipa Kapiler Sebagai Apk Pada Sistem Acwh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.787 KB)

Abstract

Analisa numerik ini dilakukan guna mengamati unjuk kerja (perpindahan panas) pada APK pipa kapiler berbentuk helical coil yang dialiri refrigerant menggunakan software ansys, dan membandingkan hasil pengujian eksperimen dengan hasil pengujian simulasi numerik. Pada penelitian ini Menggunakan APK pipa kapiler berbahan tembaga dengan 2 variasi yang berbeda, pertama menggunakan pipa kapiler dengan panjang 8 m dengan jumlah lilitan sebanyak 15 lilitan, kedua menggunakan pipa kapiler dengan panjang 16 m dengan jumlah lilitan sebanyak 30 lilitan. Perancangan desain pipa kapiler menggunakan software solidworks dan untuk pengujian simulasi menggunakan software ansys. Dari hasil simulasi temperatur yang dihasilkan pada APK 15 lilitan lebih tinggi dibandingkan dengan APK 30 lilitan. Dapat dilihat bahwa APK 15 lilitan lebih cepat mengantarkan panas ke air. Hasil uji simulasi pipa kapiler 15 lilitan dan pipa kapiler 30 lilitan pada pengujian 60 menit temperatur yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan hasil pengujian eksperimen.
Peninjauan Kapasitas Dermaga Operasional Dan Pelayanan Pada Pelabuhan Penumpang Dari Ajibata Ke Tomok Rifaldi R
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.653 KB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kondisi pelabuhan di Ajibata, Parapat yang sebelumnya Pelabuhan penumpang Ajibata ke Tomok merupakan salah satu prasarana transportasi saat ini yang membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Utara, terutama karena propinsi ini terdapat danau Toba yang memisahkan pulau yaitu pulau samosir, Pelayanan operasional pelabuhan, pada pelabuhan ajibata ke tomok tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sesuai dengan keputusan DJPL-11 (Direktorat Jendral Perhubungan Laut (2011), sehingga didapat hasil Waiting Time (WT) 0,46 Jam, Approach Time (AT ) 0,165 Jam, ET/BT 59%, T/G/H 12 Ton, Berth Occupancy Ratio (BOR) 22,53 %, dan Yard Occupancy Ratio (YOR) 20,82%. Produktivitas dapat tercapai dengan upaya penerapan cara kerja yang lebih baik terorganisir, efektif, efisien, sehingga menciptakan sesuatu hal menjadi lebih baik. Kata Kunci : prasarana transportasi, kinerja, pelayanan, produktivitas.
Analisis Perilaku Retak Dan Kekakuan Terhadap Dinding Pengisi Bata Dwi Saputri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.772 KB)

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk membandingan perilaku retak dan kekakuan terhadap dinding pengisi bata, dimana dinding ini akan dimodelkan dengan tipe susunan setengah bata (model 1) dan tipe susunan satu bata (model 2), dengan variasi jenis bata yang berbeda yaitu bata merah, batako dan bata ringan. Langkah awal pemodelan dibuat model awal gedung dengan 4 lantai untuk melihat keamanan gedung dan untuk melihat balok dan kolom yang akan dianalisis dengan dinding pengisi. Ananlisis ini menghasilkan perbandingan tegangan von misses untuk retak dengan model 1 yaitu sebasar 28,786 MPa dengan beban lateral sebesar 15,627 KN, dan untuk retak dengan model 2 sebesar 17,312 MPa, dengan beban lateralsebesar 15,627 KN. Dimana didapat presentase keretakan yang terjadi pada 3 variasi jenis bata dengan tipe penyusunan berbeda, yaitu pada dinding bata merah = 6%; pada dinding pengisi batako = 15%; dan pada dinding pengisi bata ringan = 0%. Sedangkan perbandingan kekakuan pada dinding pengisi bata, yaitu: model 1 yaitu sebasar 107,34 KN/mm.dengan beban lateral sebesar 15,627 KN, dan kekakuan dinding pengisi bata model 2 sebesar 164,02 KN/mm, dengan beban lateral sebesar 15,627 KN. Dimana didapat presentase kekakuan yang terjadi pada 3 variasi jenis bata dengan tipe penyusunan berbeda, yaitu pada dinding bata merah = 24%; pada dinding pengisi batako = 57%; dan pada dinding pengisi bata ringan = 0%.
Pengadaan Asifikasi Solar Water Heater Double Slope Menggunakan Sistem Katup Air Otomatis Toto Herdianto Tumanggor
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.833 KB)

Abstract

Energi surya merupakan energi yang ramah lingkungan dan didapat secara gratis. Tenaga surya merupakan energi alternatif yang aman dikarenakan kemampuannya untuk mengganti bahan bakar fosil seperti batubara dan gas yang sering mencemari udara, air dan tanah. Dari permasalahan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk membuat solar water heater double slope dengan sistem katup air otomatis menggunakan mikrokontroller arduino uno sebagai media pembaca sensor. Dengan tujuan merancang sistem sirkulasi air secara otomatis berdasarkan temperatur. Hasil dari pembuatan solar water heater yang dibuat dapat menangkap dan menyimpan panas di dalam saluran pipa berbentuk sarang madu. Saat cuaca cerah proses pemanasan air pada saluran pipa pelat datar lebih cepat daripada ketika cuaca berawan. Hal ini dikarenakan suhu yang didapatkan dari radiasi cahaya matahari langsung lebih tinggi daripada saat radiasi cahaya matahari terhalang oleh awan.  Kata Kunci: sarang madu, pemanas air, penyerapan panas.
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Sebagai Subsitusi Parsial Agregat Halus Dengan Bahan Tambah am 78 concrete additive terhadap Kuat tekan Beton Rizki Surya Fani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.42 KB)

Abstract

Beton merupakan suatu benda padat yang terbentuk dengan cara mencampur agregat kasar, agregat halus, dan bahan tambah (admixture atau additivie) dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air. Penelitian ini mencoba menggunakan bahan tambah berupa serbuk kayu dan am 78 yang bertujuan untuk meningkatkan initial setting time beton, sehingga beton tidak cepat beku dalam perjalanan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah serbuk kayu dengan bahan tambah am 78 concrete additive dapat meningkatkan kuat tekan pada beton. Pada penelitian ini menggunakan serbuk kayu dengan variasi 5%, 7%, dan 10% dari berat agregat halus dan am 78 sebesar 0,8% dari berat semen. Dimensi benda uji kubus 15 x 15 x 15 cm. Rancangan campuran menggunakan metode SNI 03-2834-2000. Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton. Hasil kuat tekan optimum pada 28 hari terjadi pada beton dengan campuran serbuk kayu + am 78 concrete additive 0,8% yaitu sebesar 271,11 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa beton yang dihasilkan dengan bahan tambah serbuk kayu dan am 78 concrete additive 0,8% memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, maka beton campuran serbuk kayu dan am 78 concrete additive 0,8% ini dapat diaplikasikan untuk struktur bangunan.
Struktur Rancang Bangun Pada Proses Deep Drawin Cetakan Cup Miadi, Abde Dhoni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.787 KB)

Abstract

Cetakan cup berfungsi sebagai penutup botol,yang dimana berfungsi untuk salah satu produk minuman di Indonesia, pembuatan tutup cup ini menggunakan proses deep drawing dimana gaya diberikan pada benda kerja agar terdeformasi plastis mengikuti bentuk dari punch dengan kedalaman 70 mm. Dalam pembuatan cetakan cup menggunakan proses deep drawing Terdapat potensi cacat yang bisa terjadi akibat besarnya gaya yang di timbulkan serta tingkat kedalaman cetakan. Proses rancangan cetakan cup menggunakan software solidworks 2016 yang sudah terinstall di laptop, adapun bahan yang di gunakan untuk membuat cetakan cup tutup botol menggunakan steel (besi baja) dengan ketebalan 14,5 mm dan penentuan pembuatan cetakan cup tutup botol menggunakan bahan alumunium dengan ketebalan 0,5 mm dan berdiameter115 mm. Dari hasil proses pembentukan tutup dengan material alumunium diperoleh informasi bahwa pada bagian atas cup (sisa) tidak terdapat cacat kerutan yang sebelumnya tampak pada hasil eksperimen di ketebelan 0,6 mm. Metode pembuatan cetakan cup adalah metode rancang bangun cetakan cup menggunakan software solidworks 2016
Pengaruh Bahan Tambah Alami Dan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kekuatan Lentur Beton Dengan Metode Self Compacting Concrete (SCC) (Studi Penelitian) Kevin Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.314 KB)

Abstract

Saat ini pengembangan beton lebih memperhatikan kualitas fluiditas yang tinggi, sehingga bantuan vibrator juga tidak diperlukan pada saat pemadatan dinamakan dengan Self Compacting Concrete (SCC).Karakteristik beton yang diuji adalah kuat lentur. Penggunaan bahan tambahan yaitu abu sekam padi dan serat sabut kelapa, dengan metode SCC. Dengan memanfaatkan limbah Abu sekam padi dan memanfaatkan serat sabut kelapa menjadi bahan pembuatan beton dengan metode SCC. Adapun kegunaan penelitian dapat menjadi bahan referensi ataupun pengembangan lanjutan untuk suatu penelitian. Beton memiliki kandungan rongga udara 1%-3% rongga udara, 26-41% pasta semen beserta air, dan 61-76% agregat halus serta kasar. Sesuai dengan standarisasinya, sifat kekuatan tekan beton telah ditetapkan pada saat beton meiliki umur 28 hari Penggunaan abu sekam padi dimanfaatkan menjadi bahan alternatif semen yakni tambahan dalam konstruksi yang bertujuan mendorong nilai tambahan produksi beton yang memiliki karakter yang baik. Penggunaan komponen bahan dalam membentuk SCC yaitu dengan penggunaan semen pada penelitian ini ialah semen padang PPC (Portland Pozzolan Cement) dan penggunaan agregasi halus yaitu pasir yang didapatkan dari daerah Binaji, serta penggunaan agregasi kasar yaitu batu pecah dengan ukuran maksimal 20 mm, Air, Penggunaan superplasticizer dengan jenis viscoflow 3660 LR, Abu sekam padi, Serat sabut kelapa yang berasal dari pedagang kaki lima sekitaran kota Medan Pengujian Kuat Lentur Beton pada penelitian ini menerapkan metode yang disesuaikan pada SNI 03- 2491-2014 ketika beton memiliki umur 28 hari dengan memanfaatkan mesin kuat tarik (tensile strength test). Dari grafik Slump Flow adonan beton SCC dengan FAS 0.45 pada proses pengujian slum flow pada variasi ASP 20% + 00.3% SSK yang memenuhi syarat SCC yaitu dengan nilai 60 cm Semakin bertambah banyak kadar abu sekam padi kedalam campuran beton membuat adonan beton semakin kental hal ini ditunjukan dengan nilai slam flow yang semakin kecil. Kata Kunci: Beton, Self Compacting Concrete, Serat Sabut Kelapa, Abu Sekam Padi.
Percobaan Daya Tarik Spesimen Helm Sepeda Motor Menggunakan Serat Sabut Kelapa Dan Komposit Tri Pungkas Wibisono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.241 KB)

Abstract

Helm pada umumnya terbuat dari polimer polypropelene. Dengan kemajuan teknologi dibidang material yang maju dan ramah lingkungan. Maka banyak dikembangkan material komposit dengan menggunakan penguan serat alam (natural fiber). Komposit berpenguat serat alam banyak diaplikasikan pada alat-alat material yang mempunyai dua perpaduan sifat dasar, yaitu kuat dan ringan. Oleh sebab itu dilakukan penelitian baru tentang serat sabut kelapa. Bahan baku yang melimpah sering menjadi limbah diperkirakan cukup ekonomis untuk dikembangkan menjadi material alternatif yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengujian uji tarik dan untuk mengetahui kekuatan tarik pada spesimen komposit yang diperkuat serat sabut kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan helm sepeda motor bahan komposit dengan menggunakan serat sabut kelapa. Helm sepeda motor dengan berat serat 80 gram dan resin 1200 gram yang dicetak menggunakan cetakan berbahan penguat fiber glass menggunakan metode hand lay up. Hasil helm memiliki ukuran panjang 358 mm, lebar 265 mm, dan tinggi 265 mm. Spesimen komposit 6.6% memiliki rata-rata kekuatan tarik 2.594 kgf/mm , spesimen 13.3% memiliki rata-rata kekuatan tarik 3.065 kgf/mm , dan spesimen 20% memiliki rata-rata kekuatan tarik 3.9 kgf/mm .Kata Kunci: helm sepeda motor, resin, serat sabut kelapa, hand lay up, uji tarik.

Page 10 of 27 | Total Record : 266