cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 266 Documents
Perbandingan Gaya Aksial Dan Lateral Plain Wall Beton Ringan Antara Campuran Styrofoam Dengan Coating Dan Abu Sekam Padi Dengan Fly Ash Jaka Syahputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 5 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.643 KB)

Abstract

Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area yang dipasang secara vertikal. Hasil penelitian sebelumya oleh Enda et al., 2016 dan Puro, 2014 menyatakan bahwa pemanfaatan material dari berbagai bahan limba mempunyai daya dukung yang cukup baik untuk dijadikan berbagai kebutuhan beton ringan. Pemanfaatan beton ringan sebagai dinding cukup efektif karena fungsi utama dinding bukan sebagai struktur utama pada suatu konstruksi. Namun pada kenyataanya dinding juga berpengaruh terhadap gaya gaya yang bekerja pada struktur di sekitarnya. Hal ini membuat dinding juga berpengaruh terhadap gaya aksial dan lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku dinding polos beton ringan akibat beban aksial dan lateral dengan menggunakan pemodelan metode elemen hingga. Ruang lingkup daya dukung beton ringan yang digunakan diambil dari tinjauan literature hasil penelitian sebelumnya. Dinding panel dimodelkan sebagai elemen solid 3D. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah informasi tegangan akibat beban yang bekerja dan deformasi yang terjadi pada dinding, yaitu untuk mengetahui kemngkinan lokasi kerusakan pada dinding panel. Hasil simulasi diketahui bahwa saat beban sebesar 1000 N akan terjadi deformasi maksimum sebesar 0,002 mm pada dinding beton ringan Enda dkk dan 0,16 mm pada dinding beton ringan Sarjono puro, dan mengalami stress sebesar 0,084 Mpa di kedua dinding beton ringan tersebut. Secara simulasi dinding beton ringan Enda dkk lebih kuat dibandingkan dinding beton ringan Sarjono Puro, artinya beton dengan material Styrofoam dengan lapisan coating lebih baik dibandingkan beton ringan dengan material abu sekam padi dengan fly ash. Dari informasi tersebut dapat diketahui besarnya beban kerja yang direkomendasikan mampu di tahan oleh dinding panel.  Kata Kunci: Dinding Panel, Penelitian, Deformasi. 
Pengaruh Perbandingan Pemilihan Moda Transportasi Bus Damri Dan Kendaraan Pribadi Rute Stabat-Kualanamu Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus) Arief Zulfikri Manurung
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.09 KB)

Abstract

Dalam pemilihan moda transportasi ini bertujuan untuk mendapatkan karateristik apa saja yang mempengaruhi penumpang dalam memilih moda transportasi untuk melakukan perjalanan dari Stabat menuju Kualanamu antara bus damri atau kendaraan pribadi dan mendapatkan moda transportasi terbaik yang menjadi pilihan penumpang berdasarkan kriteria yang ditentukan dalam melakukan perjalanannya. Dalam penelitian ini akan diteliti faktor atau karakteristik yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi rute Stabat-Kualanamu. Survei dilakukan dengan menyebar kuisioner pada pengguna moda transportasi bus damri dan kendaraan pribadi. hasil survei kemudian diolah dengan mengunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menetukan faktor pemilihan moda. Dari 30 responden didapat faktor yang berpengaruh ialah keamanan, kenyamanan, headway, kemudahan, waktu perjalanan, dan biaya. Dari hasil analisis metode Analytic Hierarchy Process (AHP) didapat persentase faktor yang mempengaruhi yaitu keamanan dengan bobot prioritas sebesar 30%, kenyamanan 28%, headway 16%, kemudahan 15%, waktu perjalanan 6%, dan faktor biaya sebesar 5%. Moda terbaik dalam melakukan perjalanan Stabat-Kualanamu berdasarkan kriteria yang ada yaitu moda transportasi bus damri dengan bobot prioritas 61% dan yang memilih kendaraan moda transportasi kendaraan pribadi hanya sebanyak 39%.Kata Kunci: pemilihan moda, transportasi, bus damri, kendaraan pribadi.
Peninjauan Pengaruh Efektivitas Lengkung Kereta Api Terhadap Laju Kereta Api Di Jalan Pokok Bambu Kec. Beringin Lintas Medan – Araskabu Haris Rinaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.046 KB)

Abstract

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Kebutuhan pemeliharaan jalan rel dijalur lengkung dapat berupa pemeliharaan rutin terhadap struktur jalan rel kereta api yang mungkin mengalami penurunan kualitas akibat beban lintas kereta api. Dalam hal ini penulis mengambil judul “ Evaluasi Pengaruh Lengkung Kereta Api Terhadap Kecepatan Kereta Api Di Jalan Pokok Bambu Kec. Beringin Lintas Medan - Araskabu.” Tujuan dan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui seberapa besar kemiringan lengkung di jalan Pokok Bambu Kec. Beringin lintas Medan – Araskabu, yaitu 64 mm berbanding sesuai dengan radiusnya, dan untuk mengetahui kecepatan kereta api saat melintasi di jalur lengkung lintas Medan-Araskabu pada kecepatan maximum kereta api 55 km/jam dan kecepatan minimum 50 km/jam pada jalur saat melintasi dijalur lengkung lintas Medan-Araskabu. Kata Kunci : Kereta Api, Lengkung, Kecepatan. 
Pemanfaatan Abu Bonggol Jagung Sebagai Substitusi Pasir Pada Campuran Beton Dengan bahan Tambah Superplasticizer Di tinjau dari kekuatan tarik belah Beton (Studi Penelitian) Handrian Wijaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.304 KB)

Abstract

Pada era globalisasi sekarang, pembangunan di Indonesia sudah sangat berkembang, sehingga mempengaruhi kemajuan bahan bangunan seperti beton. Limbah bonggol jagung memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan mutu beton, karena mempunyai kandungan silika yang cukup tinggi yaitu 66,38%. Sika Viscocrete 3115N adalah generasi terbaru dari superplasticizer untuk beton dan mortar yang mampu memberikan pengurangan air dalam jumlah besar, kemudahan mengalir yang sangat baik dalam waktu bersamaan dengan kohesi yang optimal dan sifat beton yang memadat dengan sendirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari penambahan abu bonggol jagung sebagai substitusi pasir dan sika viscocrete 3115N terhadap nilai kuat tarik belah beton dan slump flow. Dengan variasi penambahan abu bonggol jagung 0%, 5%, 10%, 15% dari berat pasir dan sika viscocrete 3115N sebesar 0,8% dari berat semen. Sampel pengujian beton yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 x 30 cm3 sebanyak 12 benda uji. Pengujian dilakukan dengan menguji tentang pengaruh penambahan abu bonggol jagung terhadap nilai slump flow serta menguji kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Nilai slump flow yang diperoleh mengalami penurunan seiring bertambahnya persentase abu bonggol jagung terhadap campuran beton dengan masing-masing variasi memperoleh nilai slump flow sebesar 0% (710 mm), 5% (595 mm), 10% (575 mm), 15% (555 mm). Nilai kuat tarik belah yang diperoleh sesuai dengan variasi adalah 0% (4,60MPa), 5% (5,02 MPa), 10% (3,94 MPa), 15% (2,95 MPa). Nilai kuat tarik belah optimum diperoleh pada variasi abu bonggol jagung 5%.
Rancangan Mesin Sangrai Biji Kopi Otomatis 5 Kg Dengan Tipe Silinder Horizontal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.787 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas dari hasil pertanian yang dipergunakan sebagai bahan baku pada industri makanan dan minuman. Hasil olahan kopi yang saat ini sedang banyak dipergunakan adalah pada penyajian sebagai minuman di café atau coffeeshop. Keberadaan biji kopi yang bermutu saat ini sangat dihargai tinggi oleh pasar, yang bukan hanya pada pasar dalam negeri namun juga Internasional, bicara tentang kopi pasti sangat banyak proses yang di terapkan agar kopi yang di hasilkan menjadi bubuk kopi yang baik untuk di konsumsi, proses pembuatan mesin sangrai ini menggunakan peralatan dan bahan-bahan yang dipilih sesuai dengan karakter mesin yang akan dibuat, seperti bahan pada rangka menggunakan besi hollow dengan ukuran 40 mm x 20 mm x 5 mm dengan panjang 730 mm, lebar 480 mm, tinggi570 mm, untuk tabung sangrai menggunakanplat satainlessdengan diameter tebal 5 mm dengan panjang 350 mm x lebar 3050 mm, dan untuk pengaduk menggunakan bajastainless dengan ketebalan 5 mm dengan panjang 350 mm dan lebar 300 mm, lalu cerobong sangrai menggunakan pipa stainless dengan ukuran tebal 5 mm diameter 12 mm dengan panjang 100 mm, untuk penggerak mesin menggunakan motor listrik yang dihubungkan dengan pulley dan sabuk v ke gearbox dengan gear sporket dan rantai. Alat-alat yang digunakan pada proses pembuatan mesin ini yaitu las listrik , gerinda potong, jangka sorong, meteran, meteran siku, bor tangan beserta alat keselamatan kerja yang lain. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa mesin sangrai biji kopi otomatis kapasitas 5 kg dengantipe silinder horizontaltelah berhasil dibangundengan spesifikasi, kapasitas perencanaan5 kg/jam, dimensi kerangka PxLxT 730mm x480mm x570mm, penggerakmotor listrik dengan 1450 rpm, pengubah daya menggunakan gearbox, sensor suhu dan timer menggunakan arduino atmega. Setelah tahap pembuatan tahap selanjutnya adalah tahap finishing atau tahap penyelesaian salah satunya adalah tahap perakitan hasil pembuatan dan tahap lainnya. Setelah tahap perakitan selesai, tahap selanjutnya adalah pengecatan dan perapian setiap komponen yang sudah selesai di rakit, setelah semua tahap selesai selanjutnya adalah pengujian sangrai.
Pengaruh Penentuan Jenis Transportasi Darat Dalam Pola Pergerakan Barang Rute Medan-Banda Aceh (Studi Kasus) Muhammad Riqi Fauzan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.408 KB)

Abstract

Transportasi darat selain dapat menayalurkan orang juga mampu menyalurkan barang dengan kapasitas besar. Dalam pengiriman barang masyarakat akan memilih jenis moda transportasi darat yang efisien baik dari segi waktu dan biaya. Untuk pengiriman barang dari Kota Medan menuju ke Banda Aceh, masyarakat dapat menggunakan moda transportasi darat yaitu, Bus, SiCepat Express, dan Travel. Lokasi penelitian tugas akhir ini berada di tiga lokasi yaitu untuk Bus di PT. Putra Pelangi Perkasa yang berada di Jalan Sisingamangaraja No. 22/28, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, untuk SiCepat Express di Jalan Sisingamangaraja No. 154, Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, dan untuk Travel di Jalan Rahmadsyah No. 297, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Penelitian ini merupakan analisis pemilihan moda transportasi darat sebagai transportasi pengiriman barang, dengan menggunakan Variabel Biaya Pengiriman (X1), Waktu Pengiriman (X2) dan Variabel Minat Masyarakat (Y). Berdasarkan pengolahan data Biaya Pengiriman diperoleh koefisien regresi 0.223 untuk Bus, 0.399 untuk SiCepat Express, dan 0.397 untuk Travel, biaya pengiriman Bus sudah relatif murah sesuai keinginan masyarakat dibanding biaya pengiriman menggunakan SiCepat Express dan Travel. Berdasarkan pengolahan data Waktu Pengiriman diperoleh koefisien regresi 0.280 untuk Bus, 0.051 untuk SiCepat Express, dan 0.163 untuk Travel, artinya waktu pengiriman SiCepat Express dan Travel sudah tepat dan sesuai keinginan masyarakat sedangkan waktu pengiriman bus saat ini menurut masyarakat perlu ditingkatkan lagi. Hasil dari pengamatan terhadap ketiga moda pengiriman barang, maka Travel lebih unggul dikarenakan nilai dari minat masyarakat terhadap nilai Adjusted R Square dari ke dua variabel, biaya pengiriman dan waktu pengiriman sebesar 66% sedangkan Bus 23,4% dan SiCepat Express 59,7%. Kata Kunci: Biaya Pengiriman. Waktu Pengiriman, Minat Masyarakat.
Analisis Perbandingan Shear Connector Pada Balok Komposit Serly Dwi Afrina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.118 KB)

Abstract

Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung menurut SNI 03-1729-2019, Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD.Tahapan analisis data yaitu berupa perencanaan dimensi baja pada balok struktur baja menggunakan perangkat lunak (ANSYS). Penghubung geser (shear connector) memberikan pengaruh terhadap elemen balok baja, dalam menahan gaya geser yang terjadi antara balok baja dan pelat beton. Balok Baja dan pelat beton yang tidak dihubungkan dengan penghubung geser memiliki tegangan yang lebih besar karena elemen profil dan plat belum menyatu sehingga tegangan yang dihasilkan masih bersifat sendiri- sendiri. Dari setiap variasi diambil nilai tengah dari hasil output tegangan sehingga didapat diameter 19x100 sebagai stud yang ekonomis untuk variasi diameter dengan jarak 360 mm. Dek baja (steel deck) berfungsi sebagai bekisting permanen untuk pengecoran beton, sekaligus menjadi tulangan positif pelat beton itu sendiri yang berperilaku sebagai pelat satu arah. Darisetiap variasi dek yang diambil ada berapa bagian deck yang di gunakan yaitu sky deck 3 dan sky deck 4.
Desain Wadah Kukus Pada Alat Penyulingan Minyak Atsiri Berkapasitas 5 Kilogram Graha Pakar Wijaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.767 KB)

Abstract

Produsen minyak atsiri di Indonesia masih banyak menemui kendala terkait rendaman dan mutu produk yang masih rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar unit pengolahan minyak atsirih masih menggunakan teknologi sederhana dengan kapasitas produksi yang terbatas.  Penyulingan di negara negara yang terbelakang masih menggunakan cara rakyat (field distillation). Karena kurang nya fasilitas jalan, maka bahan sukar diangkut sehingga alat penyulingan perlu di datangkan. Alat yang di pakai berukuran kecil dan dapat dipindah – pindahkan, tetapi alat yang demikian tidak tahan lama. Cara tersebut terbilang kuno, tetapi tetap digunakan karena alat modern yang mahal sehingga tidak terbeli. Karena peralatnnya yang kuno, maka rendaman minyak rendah dan akibatnya biaya produksi minyak cukup  mahal. Karena kalo ditinjau dari sudut komeril, hal ini kurang menguntungkan, sehingga perlu di modifikasi Salah satu yang mempengaruhi kualitas dari pengolahan minyak atsirih ialah di proses pengukusan. Dari pembuatan tabung pengukus (ketel) ini,  didapat ukuran tabung ketel  dengan cara mengelas plat stainless dengan  P 1050 mm x L 500 mm x T 700 mm ,kepala ketel berbentuk kerucut dengan cara mengelas plat stainless dengan ukuran L 500 mm x T 350 mm dan keranjang buah atau saringan bahan dengan cara mengelas plat stainless dengan ukuran P 150 mm x L 49,5 mm x T 300 mm.  setelah didapat ukuran, proses pembuatan sesuai dengan design yang telah ditentukan. Maka dapat disimpulkan  merancang bangun alat ini bertujuan menghasilkan ketel yang lebih baik,dan menghemat waktu dari alat pengukus (ketel) yang sudah ada sebelumnya. Kata Kunci : minyak atsirih, pengukus.
Tinjauan Sistem Koordinasi Proteksi Pada PT. Dow Agro Sciences Indonesia Herman Prasetya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 6 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.795 KB)

Abstract

Over Curent Relay (OCR) dan juga Ground Fault Relay(GFR) yang berfungsi untuk memutus arus hubung singkat yang terjadi di jaringan agar tidak meluas, relay arus lebih bekerja sesuai dengan setting waktu yang diterapkan, sehingga resiko kerusakan pada sistem kelistrikan dapat dihindari. Dari hasil analisa yang di lakukan, telah diketahui besar arus hubung singkat satu fasa pada saluran 380V sebesar 9500A. Untuk setting relay arus lebih (OCR) 380V sebesar 500 ampere untuk sisi primer, untuk sisi skunder sebesar 0,2 ampere, dan time dial (TMS) 0,5 detik. Sedangkan untuk setting ground fault relay (GFR) sebesar 100 ampere untuk sisi primer, untuk sisi sekunder sebesar 0,7 ampere, dan time dial(TMS) 0,5 detik. Hasil dari analisis ini memperlihatkan kondisi dari relay[1]relay yang terpasang serta waktu kerja relay, apakah relay bekerja secara normal atau tidak.  Kata Kunci : Relay, Gangguan Hubungan Singkat , Setting Relay, Proteksi.
Pengaruh Head Losses Mayor Dan Minor Pada Sistem Instalasi Turbin Pelton Skala Mikro Fadhly Mujahid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.024 KB)

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi head losses, yaitu: viskositas fluida, bilangan Reynold, Densitas, kecepatan fluida, jenis aliran, kekasaran material pipa, nilai faktor gesekan pipa, danfitting dan katup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis head losses mayor dan minor pada sistem instalasi turbin pelton skala mikro. Pada instalasi turbin pelton ini jenis pipa yang digunakan adalah pipa PVC dan beberapa fittingnya antara lain Elbow 90, Sambungan T (Tee), Air Soket Drat Dalam Mur, Soket Drat Luar. Langkah-langkah penelitian pada instalasi turbin pelton dimulai dari set up alat uji, pengumpulan data, setelah data diperoleh barulah tahap selanjutnya menganalisis data dan menghitung apakah ada pengaruh berbagai fitting dan menyalakan debit yang keluar. Kerugian head terkecil terjadi pada pemasangan nozel 1 dan 2 dan yang terbesar adalah pemasangan nozel 3. Dan itu adalah berbanding lurus dengan jumlah debit air yang masuk ke turbin Pelton instalasi.Kata Kunci : Head Loss, Head, Debit, Kecepatan.